AMBON — Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) menggelar latihan pertahanan siber gabungan sebagai bagian dari rangkaian Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera.
Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapabilitas dan kesiapsiagaan prajurit kedua negara dalam menghadapi ancaman serta serangan siber yang kian kompleks di era digital.
Tingkatkan Respon dan Kolaborasi Keamanan Digital
Penanganan Ancaman Siber Modern
Latihan siber ini berfokus pada skenario penanganan insiden kejahatan dan peretasan siber yang berpotensi mengganggu infrastruktur informasi strategis pertahanan. Para personel militer TNI dan ADF saling berbagi pengetahuan, taktik, serta teknik mitigasi guna memperkuat sistem pertahanan siber masing-masing negara.
Sinergi dan Interoperabilitas TNI-ADF
Selain menguji keandalan perangkat keras dan lunak pertahanan digital, latihan ini bertujuan mempererat kerja sama bilateral serta membangun interoperabilitas (kemampuan berinteraksi) antar-pasukan siber dalam merespons ancaman siber lintas batas di kawasan Indo-Pasifik.
Pentingnya Latgabma Keris Woomera Bagi Pertahanan Kawasan
Latgabma Keris Woomera merupakan salah satu bentuk komitmen nyata kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Australia. Melalui integrasi materi latihan siber ke dalam taktis militer gabungan, kedua belah pihak menegaskan pentingnya perlindungan domain siber sebagai pilar utama pertahanan nasional modern di samping matra darat, laut, dan udara.
Comment