JAKARTA — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan penjelasan resmi terkait ketidakhadirannya dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Keberadaan mantan Bupati Purwakarta yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) ini sempat dipertanyakan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat melakukan pengabsenan kepala daerah yang hadir.
Laporan dari Liputan6.com mengonfirmasi bahwa keputusannya tidak menghadiri acara tersebut diambil karena dirinya harus turun langsung memimpin operasi penanganan darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Ciremai.
Alasan Prioritas Bencana dan Laporan Kepada Pejabat Istana
1. Instruksi Prioritas Penanganan Bencana Daerah
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kehadirannya di lokasi bencana merupakan wujud tanggung jawab dan instruksi prioritas dalam merespons situasi darurat di wilayah Jawa Barat:
“Saya sampaikan bahwa penanganan kebakaran di Gunung Ciremai itu merupakan fokus prioritas yang disarankan oleh Pak Mensesneg dan saya juga sudah melapor langsung kepada Pak Seskab,” tegas Dedi Mulyadi melalui keterangan resminya.
2. Pengerahan Operasi Udara dan Personel Gabungan
Dalam mengatasi kobaran api di lereng Gunung Ciremai, Pemprov Jabar bergerak cepat melakukankan koordinasi lintas instansi bersama jajaran TNI, Polri, dan Kementerian Pertahanan:
-
Pengerahan Helikopter Water Bombing: Hasil komunikasi intensif dengan Wamenhan, Panglima TNI, dan Kasau memastikan pengerahan helikopter pengebom air (water bombing) yang disiagakan di Pangkalan Udara Kertajati dan Sukani Majalengka.
-
Pembuatan Kanal Isolasi Darat: Sebanyak 1.000 personel gabungan yang terdiri dari unsur masyarakat, TNI, Polri, dan relawan dikerahkan untuk memfungsikan kanal alamiah guna menahan laju perambatan api.
Momen Kelakar Presiden Prabowo Saat Pengabsenan Kepala Daerah
Sebelumnya, momen unik terjadi ketika Presiden Prabowo Subianto menyapa satu per satu kepala daerah yang menghadiri Rakornas TPAKD 2026 sebagai bentuk apresiasi atas komitmen perluasan inklusi keuangan daerah.
Saat membacakan kehadiran utusan Provinsi Jawa Barat, Presiden Prabowo mendapati kehadiran Pemerintah Provinsi Jabar diwakili oleh Wakil Gubernur Erwan Setiawan. Hal ini memancing kelakar dari Presiden mengingat posisi wilayah Jawa Barat secara geografis paling dekat dengan Jakarta:
“Mana KDM (Kang Dedi Mulyadi)? Yang paling dekat justru tidak hadir, pasti sibuk ini,” seloroh Presiden Prabowo diiringi tawa ramah para peserta Rakornas.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa dirinya sangat memaklumi tingginya dinamika tugas dan agenda prioritas para gubernur dalam memimpin wilayahnya masing-masing.
Comment