JAKARTA — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus memperkuat perannya sebagai penggerak roda perekonomian nasional melalui perluasan jangkauan pembiayaan berbasis ekosistem bisnis terintegrasi. Pendekatan ini terbukti efektif dalam menghubungkan kebutuhan transaksi dan pembiayaan pelaku usaha korporasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga nasabah individu.
Laporan dari Republika Online mencatat bahwa hingga akhir September 2026 (Kuartal III 2026), penyaluran kredit korporasi Bank Mandiri berhasil menyentuh Rp700 triliun, atau melonjak 22 persen secara tahunan (Year on Year/YoY).
Pertumbuhan Kredit UMKM dan Ekspansi Pembiayaan ke Wilayah Daerah
Keberhasilan strategi integrasi ekosistem korporasi turut mendorong penetrasi pembiayaan ke segmen turunan di berbagai pelosok Tanah Air:
1. Kenaikan Kredit Segmen SME, Mikro, dan Konsumer
Direktur Operations Bank Mandiri, Timothy Utama, menjelaskan bahwa portofolio kredit ekosistem turunan (mencakup segmen Small Medium Enterprise/SME, mikro, dan konsumer) tumbuh 9 persen YoY hingga mencapai Rp174 triliun per September 2026:
-
Kredit Mikro Nonsubsidi: Menyentuh Rp31,2 triliun atau tumbuh pesat 12,9 persen YoY.
-
Jangkauan Geografis: Pembiayaan produktif ini telah menjangkau masyarakat di 37 provinsi di Indonesia.
2. Sebaran Realisasi Kredit di Berbagai Wilayah Indonesia
Secara bank only, penyerapan kredit Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan merata di berbagai pulau utama:
-
Bali dan Nusa Tenggara: Tumbuh tertinggi sebesar 10,3 persen YoY.
-
Jawa dan DIY: Tumbuh sebesar 5,97 persen YoY.
-
Sumatera: Tumbuh sebesar 5,09 persen YoY.
“Pendekatan ekosistem ini menghubungkan layanan perusahaan dengan pelaku UMKM dan individu, sehingga membuka akses pembiayaan yang lebih luas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” papar Timothy Utama dalam Paparan Publik Kinerja Q3 2026 di Jakarta.
Transformasi Layanan Digital dan Efisiensi Operasional Perbankan
Sejalan dengan ekspansi penyaluran kredit, Bank Mandiri secara berkelanjutan menjalankan program Service Transformation untuk meningkatkan kualitas pengalaman transaksi nasabah di seluruh kanal digital dan fisik:
1. Penurunan Angka Keluhan Nasabah Hingga 74 Persen
Proses penyempurnaan layanan terbukti membuahkan hasil nyata. Indikator Kinerja Utama (KPI) menunjukkan jumlah keluhan nasabah mengalami penurunan drastis hingga 74 persen jika dibandingkan dengan Juli 2025. Waktu tunggu antrean di kantor cabang juga semakin singkat, serta proses penilaian agunan kredit kini dapat dirampungkan hanya dalam dua hari kerja.
2. Inovasi Fitur Livin’ Call di Aplikasi Livin’ by Mandiri
Guna memberikan kemudahan berkomunikasi tanpa sekat, Bank Mandiri menghadirkan fitur Livin’ Call, yakni layanan contact center berbasis jaringan internet yang diintegrasikan langsung ke dalam aplikasi Livin’ by Mandiri:
-
Bebas Biaya Pulsa: Nasabah dapat terhubung dengan petugas perbankan dalam hitungan detik tanpa dikenai biaya panggilan telepon seluler.
-
Solusi Transaksi Cepat: Menjadikan nasabah sebagai pusat transformasi layanan (customer-centric) demi menghadirkan solusi finansial yang tepat di setiap poin interaksi.
“Transformasi operasional yang cepat dan efisien memastikan keberlanjutan kinerja keuangan Bank Mandiri sekaligus memberikan nilai tambah maksimal bagi dunia usaha di Indonesia,” pukas ulasan finansial dari Republika Online.
Comment