JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan kekhawatirannya terkait kondisi cuaca ekstrem dan terik panas yang melanda Ibu Kota jelang dua agenda besar berskala internasional. Guna memastikan kenyamanan para peserta dan pengunjung, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengambil langkah taktis dengan menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Laporan dari Liputan6.com mencatat bahwa kekhawatiran tersebut membuat Gubernur Pramono sampai tidak bisa tidur nyenyak karena berharap hujan segera turun mendinginkan suhu udara Jakarta sebelum gelaran acara berlangsung.
Kekhawatiran Cuaca Panas Jelang Dua Agenda Besar Ibu Kota
Dua ajang besar yang menjadi sorotan masyarakat Indonesia dan mancanegara dijadwalkan berlangsung serentak pada akhir pekan ini di Jakarta:
-
Jakarta Running Festival (JRF) 2026: Ajang yang dijuluki sebagai “lebaran-nya para pelari” ini digelar pada 24–25 Oktober 2026.
-
Konser Musik Kanye West (Ye): Penampilan musisi dunia ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK).
Mengingat tingginya antusiasme massa dan tingginya tingkat aktivitas fisik para peserta lari marathon di jalanan, faktor kenyamanan suhu udara menjadi prioritas utama Pemprov DKI.
“Semalam terus terang, saya enggak bisa tidur karena saya berharap banget bahwa hari ini hujan, kemarin juga hujan. Mudah-mudahan sebelum Jakarta Running Festival maupun konser Ye ini bisa ada hujan yang membuat Jakarta terasa lebih sejuk,” ujar Pramono Anung saat ditemui di Jakarta.
Intruksi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Lewat BPBD DKI Jakarta
Menanggapi potensi cuaca panas menyengat, Gubernur Pramono Anung mengambil langkah cepat dengan menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta untuk merealisasikan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC):
1. Pelaksanaan Operasi Mendorong Curah Hujan
Pemprov DKI menargetkan penyemaian awan dilakukan pada rentang waktu 22 hingga 25 Oktober 2026 guna memicu turunnya hujan lokal di wilayah-wilayah strategis Jakarta.
2. Komitmen Kesejukan Kota
Pramono menegaskan bahwa Pemprov DKI berkomitmen penuh mendukung kelancaran kegiatan publik skala besar yang melibatkan ribuan wisatawan domestik dan asing.
-
Pengkondisian Suhu Lingkungan: Hujan buatan diharapkan dapat menekan konsentrasi debu, meluruhkan polusi udara, serta menurunkan suhu rata-rata permukaan tanah.
-
Kenyamanan Peserta Lari: Suhu yang lebih sejuk sangat krusial bagi keselamatan fisik para pelari maraton guna mengantisipasi risiko heat stroke atau dehidrasi berlebih.
“Saya sudah memerintahkan BPBD, kalau memang bisa dibantu didorong untuk diturunkan hujan, kami akan mengupayakan turun hujan agar suasana Jakarta lebih nyaman,” pukas laporan resmi dari Liputan6.com.
Comment