PALEMBANG — Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) melakukan kunjungan kerja langsung ke Palembang, Sumatera Selatan, untuk meninjau penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda kawasan tersebut.
Dalam tinjauannya di lapangan, Menko Polkam mengakui bahwa konsentrasi kabut asap akibat karhutla di wilayah Palembang dan sekitarnya berada pada tingkat yang cukup tebal dan berpotensi mengganggu kesehatan serta aktivitas harian masyarakat.
Kondisi Lapangan dan Sebaran Kabut Asap di Sumatera Selatan
Paparan Asap Mengganggu Kualitas Udara
Kunjungan ini dilakukan merespons peningkatan jumlah titik panas (hotspot) serta keluhan masyarakat terkait menurunnya kualitas udara di Kota Palembang. Kabut asap pekat tidak hanya menyelimuti area pemukiman, tetapi juga mengancam kelancaran jalur transportasi darat dan udara di kawasan Sumatra Selatan.
Lokasi Rawan dan Lahan Gambut yang Terbakar
Sebagian besar titik api terdeteksi membakar kawasan lahan gambut yang cukup dalam di beberapa kabupaten tetangga. Kondisi lahan yang kering membuat proses pemadaman darat membutuhkan waktu ekstra karena api sering kali masih menyala di bawah permukaan tanah.
Upaya Penanganan dan Strategi Pemadaman Terpadu
Guna menekan eskalasi karhutla dan menipiskan paparan kabut asap, pemerintah pusat bersama Satgas Karhutla daerah mengoptimalkan sejumlah langkah strategis:
-
Pengerahan Helikopter Water Bombing: Mengintensifkan pemadaman udara pada titik-titik lokasi yang sulit dijangkau oleh tim pemadam darat.
-
Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC): Mendorong penyemaian awan (cloud seeding) guna memicu hujan buatan di wilayah-wilayah prioritas karhutla.
-
Penegakan Hukum Tegas: Berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk menindak tegas pihak-pihak atau perusahaan yang terbukti melakukan pembakaran lahan secara ilegal.
Comment