PANGKALAN BUN — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang wilayah Kalimantan Tengah turut melahap sekitar 1.200 hektare area konservasi di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Bencana ekologis ini mengancam keberlangsungan hidup rupa-rupa flora dan fauna langka yang menjadikan kawasan pelestarian alam tersebut sebagai rumah utama mereka.
Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan (Kemenhut), peningkatan jumlah titik panas (hotspot) di Kalimantan Tengah memicu operasi pemadaman intensif oleh tim gabungan, terutama di area krusial seperti Pesalat dan kawasan Teluk Pulai.
Kekayaan Fauna Endemik dan Satwa Dilindungi di TNTP
Taman Nasional Tanjung Puting merupakan habitat alami penting bagi berbagai jenis mamalia, burung, reptil, hingga serangga yang dilindungi secara nasional maupun internasional:
1. Orang Utan Kalimantan (Pongo pygmaeus wurmbii)
TNTP dikenal dunia sebagai salah satu sanctuary terbesar orang utan Kalimantan. Kawasan Pesalat yang terdampak karhutla berada sangat dekat dengan zona inti taman nasional yang menjadi area penting tempat tinggal dan pencarian pakan primata langka ini.
2. Bekantan dan Macan Dahan Kalimantan
-
Bekantan (Nasalis larvatus): Primata endemik berhidung panjang yang bergantung pada ketersediaan vegetasi hutan seperti daun Ketiau dan buah Ubar.
-
Macan Dahan (Neofelis diardi): Spesies kunci sekaligus puncak predator yang menjaga keseimbangan ekosistem dan populasi satwa di Pulau Kalimantan.
3. Keanekaragaman Burung Langka (Avifauna)
Tanjung Puting menampung ratusan spesies burung, di antaranya masuk dalam Daftar Merah IUCN dengan status terancam punah:
-
Bangau Storm (Ciconia stormi): Jenis burung air sangat langka yang masuk dalam status Endangered.
-
Bangau Tongtong (Leptoptilos javanicus): Burung langka yang populasinya diperkirakan tinggal 10.000 ekor di seluruh dunia.
-
Elang Bondol & Cangak Laut: Satwa pemangsa kawasan perairan sungai yang dilindungi regulasi Indonesia.
Kekayaan Flora dan Tumbuhan Khas Tanjung Puting
1. Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata)
Kawasan hutan hujan tropis TNTP merupakan habitat tumbuh bagi flora eksotis Anggrek Hitam. Pelestarian tanaman ini dilakukan secara in situ maupun ex situ guna menjaga kelestarian populasinya dari ancaman kepunahan.
2. Pohon dan Tanaman Pakan Satwa
Hutan TNTP menyimpan sedikitnya 20 famili dan 95 jenis tanaman pakan orang utan dan primata lainnya, termasuk jenis jambu-jambuan, pohon Ketiau, dan Mampai yang kini berisiko rusak terbakar.
Urgensi Penyelamatan Ekosistem Tanjung Puting
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa fokus utama pemadaman api diarahkan ke titik-titik rawan guna memutus sebaran karhutla agar tidak makin meluas ke zona inti taman nasional. Penyelamatan TNTP menjadi krusial mengingat posisinya sebagai paru-paru dunia sekaligus aset keanekaragaman hayati Indonesia.
Comment