SURABAYA — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) melakukan kunjungan silaturahmi yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan ke Pondok Pesantren kediaman Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Surabaya, Jawa Timur.
Laporan dari Detik Jatim menyoroti bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari agenda penguatan sinergi antara institusi kepolisian dengan para tokoh ulama keagamaan guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Perkuat Sinergi Antara Ulama dan Kepolisian
1. Peran Ulama dalam Memelihara Kedamaian Masyarakat
Dalam dialog bersama pimpinan dan pengasuh pondok pesantren, Kapolri menyampaikan apresiasi tinggi atas peran aktif para ulama Nahdlatul Ulama (NU) yang secara konsisten membimbing umat dan menggemakan pesan-pesan persatuan, toleransi, serta kedamaian di tengah dinamika sosial.
2. Sinergi Kemitraan Strategis Menjaga Kondusivitas
Kunjungan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara aparat penegak hukum dan tokoh agama. Sinergi ini dinilai menjadi kunci utama dalam meredam potensi konflik sosial, menangkal paham radikalisme, serta menciptakan suasana yang aman dan kondusif, khususnya di wilayah Jawa Timur.
“Silaturahmi antara umara dan ulama merupakan pilar penting dalam menjaga keutuhan bangsa. Dukungan serta doa dari para kyai menjadi penguat bagi Polri dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat,” tegas pihak Kepolisian.
Komitmen Bersama Mewujudkan Kamtibmas Jawa Timur
Pertemuan tersebut ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa serta komitmen bersama antara Polri dan PBNU dalam memperkuat program-program kemasyarakatan di tingkat tapak:
-
Penguatan Edukasi dan Literasi Umat: Mendorong peran pesantren sebagai pusat edukasi moral dan kebangsaan bagi generasi muda.
-
Kemitraan Komunitas Lokal: Meningkatkan komunikasi berkala antara jajaran Polda Jawa Timur/Polrestabes Surabaya dengan pengurus pesantren untuk penanganan cepat isu-isu keamanan wilayah.
Comment