Kesehatan
Beranda / Kesehatan / Minuman Milk Tea Disebut Lebih Berisiko Memicu Kenaikan Berat Badan Dibanding Dua Piring Nasi, Ini Penjelasan Ahli

Minuman Milk Tea Disebut Lebih Berisiko Memicu Kenaikan Berat Badan Dibanding Dua Piring Nasi, Ini Penjelasan Ahli

Foto Dibuat Oleh Ai Google Plus Akun Dari : Fajar Hidayat
Foto Dibuat Oleh Ai Google Plus Akun Dari : Fajar Hidayat

Jakarta, Indonesia – Banyak orang mengurangi konsumsi nasi demi menjaga berat badan, tetapi tetap rutin mengonsumsi minuman manis seperti milk tea. Padahal, menurut penjelasan ahli gizi, kalori dari minuman manis dapat lebih mudah memicu kenaikan berat badan dibandingkan makanan padat karena tidak memberikan rasa kenyang yang optimal.

Kalori Cair Sulit Memberikan Rasa Kenyang

Ahli gizi menjelaskan bahwa minuman tinggi gula, termasuk milk tea, tergolong sebagai liquid calories atau kalori cair. Berbeda dengan makanan padat, kalori cair melewati lambung lebih cepat sehingga tidak memberikan sinyal kenyang yang kuat kepada otak.

Akibatnya, seseorang cenderung tetap merasa lapar meski telah mengonsumsi kalori dalam jumlah besar. Kondisi ini membuat total asupan energi harian lebih mudah meningkat tanpa disadari dan berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan.

Mengapa Dua Piring Nasi Bisa Lebih Mengenyangkan?

Saat mengonsumsi nasi dalam porsi besar, lambung akan meregang dan mengirimkan sinyal kenyang ke otak. Selain itu, nasi membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna sehingga rasa kenyang dapat bertahan lebih lama.

Sebaliknya, minuman manis tidak memicu respons kenyang yang sama. Walaupun mengandung kalori tinggi, tubuh tetap dapat merasa ingin makan kembali dalam waktu singkat.

PDIP Tegaskan Kader yang Terjerat OTT KPK Akan Langsung Dipecat, Respons Kasus Bupati Sukoharjo

Kandungan Gula Milk Tea Perlu Diwaspadai

Selain mengandung kalori, milk tea umumnya memiliki kadar gula yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi secara rutin tanpa diimbangi aktivitas fisik dan pola makan seimbang, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan.

Tidak hanya itu, konsumsi gula berlebih dalam jangka panjang juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko gangguan metabolik, seperti obesitas dan diabetes tipe 2.

Kebiasaan yang Sering Tidak Disadari

Banyak orang menganggap minuman hanya sebagai pelengkap makanan sehingga kalori yang berasal dari minuman sering kali tidak diperhitungkan. Padahal, satu gelas milk tea berukuran besar dapat menyumbang ratusan kalori, terutama jika ditambah gula, krimer, dan topping.

Jika kebiasaan ini dilakukan setiap hari, akumulasi kalori dapat menyebabkan berat badan bertambah meski porsi makan utama tidak berubah.

Cara Menikmati Milk Tea dengan Lebih Sehat

Bagi penikmat milk tea, bukan berarti minuman ini harus dihindari sepenuhnya. Konsumsi tetap dapat dilakukan dengan beberapa penyesuaian, seperti memilih kadar gula lebih rendah, mengurangi topping tinggi kalori, serta membatasi frekuensi konsumsi.

Kolaborasi UI dan Tsinghua Percepat Pengembangan Vaksin Dengue mRNA Buatan Indonesia

Di sisi lain, menjaga pola makan bergizi seimbang, memperbanyak konsumsi air putih, dan rutin berolahraga tetap menjadi langkah utama untuk mengendalikan berat badan dan menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *