Taipei, Taiwan – Tim peneliti internasional mengungkap mekanisme baru yang menunjukkan bahwa kanker paru-paru mampu memanfaatkan jaringan saraf sensorik untuk melemahkan sistem kekebalan tubuh. Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Cell ini dinilai berpotensi membuka jalan bagi pengembangan terapi baru untuk meningkatkan efektivitas pengobatan kanker paru.
Penelitian Ungkap Hubungan Saraf dan Sistem Imun
Penelitian tersebut menemukan bahwa tumor paru dapat mengaktifkan saraf sensorik di sekitarnya. Aktivasi ini memicu pelepasan senyawa Calcitonin Gene-Related Peptide (CGRP) yang berperan menghambat pembentukan struktur penting dalam respons imun terhadap kanker.
Akibatnya, kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan menyerang sel kanker menjadi menurun sehingga tumor dapat berkembang lebih cepat.
Adenokarsinoma Paru Menjadi Fokus Studi
Penelitian berfokus pada adenokarsinoma paru, salah satu jenis kanker paru yang paling sering ditemukan di dunia. Para ilmuwan menilai pemahaman terhadap mekanisme biologis penyakit ini sangat penting karena masih menjadi penyebab utama kematian akibat kanker.
Peran CGRP dalam Pertumbuhan Tumor
Hasil penelitian menunjukkan bahwa CGRP menghambat pembentukan tertiary lymphoid structures (TLS), yaitu kumpulan sel imun yang membantu tubuh melawan kanker. Semakin sedikit TLS yang terbentuk, semakin lemah pula respons imun terhadap pertumbuhan tumor.
Penghambatan Jalur Saraf Tunjukkan Hasil Positif
Dalam uji praklinis menggunakan model hewan, pemblokiran jalur CGRP berhasil meningkatkan pembentukan TLS, memperkuat respons imun, serta memperlambat pertumbuhan kanker paru.
Peneliti juga menemukan bahwa paparan asap rokok dapat mengaktifkan mekanisme biologis serupa, sehingga diduga tidak hanya menyebabkan mutasi genetik tetapi juga melemahkan sistem pertahanan tubuh melalui jaringan saraf.
Berpotensi Dikombinasikan dengan Imunoterapi
Pendekatan pemblokiran CGRP membuat tumor menjadi lebih responsif terhadap imunoterapi pada penelitian praklinis. Meski demikian, efektivitas metode tersebut masih harus dibuktikan melalui uji klinis pada manusia.
Uji Klinis Masih Dipersiapkan
Tim peneliti menyatakan saat ini mereka tengah mempersiapkan tahapan penelitian klinis bersama sejumlah rumah sakit. Jika hasilnya konsisten, terapi yang menargetkan komunikasi antara saraf dan tumor berpotensi menjadi strategi baru dalam pengobatan kanker paru di masa depan.
Komentar