Jakarta, Indonesia – Universitas Indonesia (UI) bersama Tsinghua University dari Tiongkok memperkuat kerja sama riset untuk mengembangkan vaksin demam berdarah dengue (DBD) berbasis teknologi messenger RNA (mRNA). Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah penting menuju produksi vaksin dengue buatan Indonesia sekaligus memperkuat kemandirian industri kesehatan nasional.
Vaksin Dikembangkan dari Strain Virus Dengue Indonesia
Vaksin yang sedang dikembangkan menggunakan materi genetik virus dengue yang berasal dari strain yang beredar di Indonesia. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan perlindungan yang lebih optimal bagi masyarakat karena disesuaikan dengan karakteristik virus lokal.
Teknologi mRNA yang digunakan juga dinilai mampu mempercepat proses pengembangan vaksin dibandingkan metode konvensional, sehingga berpotensi mempercepat respons terhadap ancaman penyakit menular di masa mendatang.
Kolaborasi Internasional Dorong Alih Teknologi
Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada penelitian, tetapi juga mencakup transfer teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga persiapan hilirisasi hasil riset ke tahap produksi.
Melalui kolaborasi tersebut, Indonesia diharapkan semakin siap mengembangkan dan memproduksi vaksin secara mandiri tanpa bergantung sepenuhnya pada impor dari luar negeri.
Menuju Produksi Vaksin Nasional
Pengembangan vaksin dengue mRNA merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan kesehatan nasional. Selain mendukung riset di bidang bioteknologi, proyek ini juga diharapkan mampu mempercepat lahirnya industri vaksin dalam negeri yang memiliki daya saing global.
Jika seluruh tahapan penelitian, pengujian praklinis, uji klinis, hingga proses perizinan berjalan sesuai rencana, vaksin tersebut berpeluang diproduksi di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan nasional.
Berpotensi Menjadi Terobosan Dunia
Pengembangan vaksin dengue berbasis mRNA dinilai sebagai salah satu inovasi penting di bidang kesehatan. Platform ini sebelumnya banyak digunakan dalam pengembangan vaksin COVID-19, namun kini mulai diterapkan untuk melawan virus dengue.
Keberhasilan proyek tersebut tidak hanya akan memperkuat kemampuan riset Indonesia, tetapi juga membuka peluang bagi Indonesia untuk berkontribusi dalam pengembangan vaksin dengue berbasis mRNA di tingkat global.
Diharapkan Perkuat Ketahanan Kesehatan Indonesia
Kolaborasi antara Universitas Indonesia dan Tsinghua University menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun ekosistem riset kesehatan yang berkelanjutan. Dengan dukungan pemerintah, akademisi, dan industri, pengembangan vaksin dengue diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap produk impor sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan Indonesia menghadapi penyakit menular di masa depan.
Komentar