Sains
Beranda / Sains / Misi New Horizons NASA Kembali Aktif, Siap Kirim Data dari Jarak 9,5 Miliar Kilometer

Misi New Horizons NASA Kembali Aktif, Siap Kirim Data dari Jarak 9,5 Miliar Kilometer

Foto Dibuat Oleh Ai Google Plus Akun Dari : Fajar Hidayat
Foto Dibuat Oleh Ai Google Plus Akun Dari : Fajar Hidayat

Washington D.C., Amerika Serikat – Wahana antariksa New Horizons milik NASA kembali aktif setelah menjalani masa hibernasi selama hampir satu tahun. Dari posisinya yang berada sekitar 9,5 miliar kilometer dari Bumi, wahana tersebut kini bersiap melanjutkan misi ilmiah untuk mempelajari wilayah terluar Tata Surya dan mengirimkan data penting kepada para peneliti di Bumi.

New Horizons Bangun Setelah Hibernasi Selama 321 Hari

NASA mengaktifkan kembali New Horizons setelah wahana tersebut menyelesaikan masa hibernasi selama 321 hari. Mode hemat daya ini diterapkan untuk mengurangi konsumsi energi dan memperpanjang usia operasional instrumen ilmiah selama melintasi kawasan antariksa yang relatif tenang.

Meski sebagian besar sistem dinonaktifkan selama hibernasi, sejumlah instrumen tetap bekerja secara pasif untuk mengumpulkan data mengenai lingkungan antariksa, termasuk debu kosmik, partikel bermuatan, dan angin surya.

Jarak Sangat Jauh Membuat Sinyal Butuh Hampir Sembilan Jam

Saat ini, New Horizons berada sekitar 64 kali lebih jauh dari Matahari dibandingkan Bumi. Karena jaraknya yang sangat ekstrem, sinyal radio yang dikirim wahana membutuhkan waktu sekitar 8 jam 52 menit untuk mencapai jaringan komunikasi Deep Space Network milik NASA di Bumi.

Meski demikian, laporan kesehatan sistem menunjukkan seluruh komponen utama wahana tetap berfungsi dengan baik setelah diaktifkan kembali.

China Berhasil Uji Pendaratan Roket Reusable Perdana, Saingi Teknologi SpaceX

Melanjutkan Penelitian di Wilayah Terluar Tata Surya

Pada fase misi berikutnya, New Horizons akan mempelajari heliosfer luar, yaitu wilayah perbatasan tempat angin surya mulai melemah sebelum berinteraksi dengan ruang antarbintang.

Data yang dikumpulkan diharapkan membantu ilmuwan memahami struktur dan dinamika batas Tata Surya, sekaligus melengkapi informasi yang sebelumnya diperoleh dari misi Voyager.

Misi Bersejarah yang Masih Terus Berlanjut

New Horizons diluncurkan pada 2006 dan mencatat sejarah sebagai wahana pertama yang melakukan terbang lintas dekat Pluto pada 2015. Empat tahun kemudian, wahana ini juga berhasil mengamati Arrokoth, objek di Sabuk Kuiper yang menjadi salah satu benda langit terjauh yang pernah dipelajari secara langsung oleh manusia.

Keberhasilan tersebut menjadikan New Horizons sebagai salah satu misi eksplorasi antariksa paling penting dalam sejarah NASA.

Data Baru Diharapkan Ungkap Misteri Tata Surya

Tim ilmuwan kini bersiap menganalisis seluruh data yang berhasil dikumpulkan selama masa hibernasi. Informasi tersebut diperkirakan akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi wilayah terluar Tata Surya, termasuk interaksi antara angin surya dan ruang antarbintang.

Mass Balance Uji Laboratorium Kimia Otonom di Luar Angkasa, Dorong Riset Penyakit Kompleks

Hasil penelitian dari New Horizons diharapkan dapat memperkaya pemahaman manusia tentang evolusi Tata Surya sekaligus menjadi referensi penting bagi pengembangan misi eksplorasi antariksa di masa depan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *