JAKARTA — Dalam penggerebekan sarang peredaran narkotika di kawasan Kompleks Permata (Kampung Ambon), Kedaung Kali Angke, Cengkareng, Jakarta Barat, tim gabungan Kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) menemukan fenomena unik.
Hampir di setiap sudut gang, dinding bangunan kosong, pintu rumah warga, hingga lemari di dalam indekos dihiasi oleh coretan graffiti dan stiker bertuliskan satu kata yang sama: “Alamo”.
Temuan Jejak ‘Alamo’ saat Penggerebekan Narkoba
Bersanding dengan Tulisan Provokatif dan Simbol Unik
Saat melakukan penggeledahan dan penyisiran lokasi, petugas menemukan tulisan graffiti “Alamo” dalam berbagai bentuk variasi:
-
Tulisan bergaya jalanan seperti “Alamo straight outta camp Ambon”.
-
Berdampingan dengan tulisan bernada kritik sosial seperti “All Cops Are Bastards” (ACAB).
-
Dicetak dalam ukuran besar dan dipajang tepat di bawah lukisan klasik ikonik.
Penggerebekan Amankan 7 Orang dan Barang Bukti
Dalam operasi penindakan tersebut, tim gabungan Polda Metro Jaya dan BNN berhasil mengamankan 7 orang, di mana 6 di antaranya positif mengonsumsi narkotika jenis sabu-sabu. Polisi juga menyita sejumlah paket barang bukti sabu, uang tunai, serta deretan senjata tajam (sajam) berupa pedang dan tombak yang diduga disiapkan untuk melawan petugas.
Makna di Balik Kata ‘Alamo’: Referensi Sejarah Benteng Texas
Merujuk pada Peristiwa Sejarah Benteng Alamo di Amerika
Berdasarkan penelusuran di lokasi, warga setempat mengungkapkan bahwa kata “Alamo” merujuk pada Benteng Alamo (The Alamo) yang berlokasi di San Antonio, Texas, Amerika Serikat.
Benteng tersebut terkenal dalam sejarah dunia atas pertempuran sengit pada tahun 1836, di mana sekelompok kecil pasukan bertahan dikepung oleh ribuan prajurit Meksiko selama 13 hari hingga titik darah penghabisan.
Simbol Filosofis Pertahanan, Bukan Nama Geng
Warga menegaskan bahwa sebutan “Alamo” bukanlah nama geng atau kelompok kriminal tertentu. Kata tersebut diadopsi secara kultural oleh sebagian warga permukiman karena merasa memiliki ikatan emosional dan filosofis terkait narasi “bertahan hidup dalam kepungan”.
Tanggapan Kepolisian Terkait Temuan ‘Alamo’
Pihak Kepolisian melalui Ditresnarkoba Polda Metro Jaya mengonfirmasi bahwa penyidik masih terus melakukan pendalaman terkait pola komunikasi, kode, maupun simbol-simbol street art yang tersebar di wilayah Kampung Ambon. Kepolisian berkomitmen untuk terus menggelar razia dan penindakan secara berkala guna memberantas rantai peredaran narkoba di kawasan tersebut hingga tuntas.
Comment