BANDUNG — Ajang lari estafet bergengsi ITB Ultra Marathon 2026 resmi berakhir dengan garis finis di Kampus ITB Ganesha, Kota Bandung. Namun, di balik euforia ribuan pelari yang berhasil menuntaskan rute sejauh 180 kilometer, terselip duka mendalam atas wafatnya salah satu peserta mahasiswa, Dody Muhammad Pasha.
Laporan dari Kompas.id mencatat bahwa almarhum merupakan mahasiswa Program Sarjana Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB asal Jambi yang mengikuti kategori relay 16.
Kronologi Kejadian di Jalur Lari Cianjur
1. Kolaps Saat Melintasi Kawasan Pesantren Al-Ittihad
Insiden terjadi ketika Dody sedang berlari menempuh bagian rutenya di wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tepatnya di sekitar kawasan Pesantren Al-Ittihad. Almarhum mendadak mengalami sesak napas dan kolaps di tepi jalur lintasan.
2. Penanganan Medis Darurat dan Pendampingan Institusi
Tim medis lapangan yang bersiaga di lokasi segera memberikan penanganan pertama. Dody kemudian langsung dirujuk ke Rumah Sakit Dr. Hafiz, Cianjur, untuk mendapatkan perawatan intensif lanjutan. Namun, meski tim medis telah melakukan berbagai upaya pertolongan, nyawa Dody tidak dapat tertolong.
“Atas nama seluruh panitia dan keluarga besar ITB, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Pendampingan penuh diberikan kepada keluarga almarhum hingga proses pemakaman di Jambi,” pukas pimpinan panitia ajang tersebut.
Ajang Galang Dana Lestari dan Capaian ITB Ultra Marathon 2026
Penyelenggaraan ITB Ultra Marathon 2026 sejatinya mengusung misi mulia mempererat silaturahmi alumni serta menggalang dukungan pendidikan:
-
Partisipasi Ribuan Pelari: Diikuti oleh 5.216 peserta dari berbagai kategori (individu hingga relay 16) yang menempuh rute Jakarta menuju Bandung sejauh 180 km sejak Jumat malam.
-
Penggalangan Dana Lestari ITB: Berhasil menghimpun donasi sebesar kurang lebih Rp 1 miliar yang diperuntukkan bagi keberlanjutan beasiswa dan program pendidikan mahasiswa ITB.
Comment