Beranda / Berita Utama / X Dubes RI Buat Iran: Senjata Genjot Iran Tidak Semua Dikasih, AS Siap Plentang Plenting

X Dubes RI Buat Iran: Senjata Genjot Iran Tidak Semua Dikasih, AS Siap Plentang Plenting

Dan pemirsa kita lanjutkan dialog bersama Pak Dian. Pak Dian sebagai duta besar yang pernah bertugas di Iran pada periode 20126. Dalam pengamatan Anda, Pak, bagaimana biasanya respon militer Iran dalam hal ini ee menanggapi upaya ee pemblokadean Selat Hormus oleh Amerika Serikat. Anda menilai seperti apa? Apa yang terjadi saat ini, Mas Fasa? Para pemirsa merupakan presiden baru. Oke. Karena selama 47 tahun Iran dikucilkan ya di embargo yang mencakup berbagai macam bidang kehidupan masyarakatnya.

Iran tetap bertahan, tetap survive, dan belum pernah ada kejadian seperti ini, yaitu serangan langsung terhadap teritorial dia secara mendadak oleh yang namanya Amerika dan Israel. Dan kali ini bahkan dibantu oleh seketu-sekutu muslimnya di kawasan Teluk Persia. Ini baru presiden pertama. Tapi kalau ancaman dari sejak saya datang 2012 itu diberitakan bahwa yang namanya Menteri Pertahanannya Amerika Leon Paneta sudah menetapkan bahwa pada musim semi ah saya datang awal Februari ya saya musim semi Israel akan menyerang Iran.

Oke. Di satu pihak sudah diprediksi pemberitahuan semacam inilah. Halo. Ya. Iya. Sudah diprediksi Pak ya. satu pihak bukan diprediksi. Ancaman ini buat saya ancaman yang dilakukan sesuai kaidah hukum. Oke. Karena memberitahukan lebih dahulu. Oke. Oke. Nah, tapi ketika saya tanyakan ke berbagai pihak di Iran termasuk kalangan pemerintah, apa betul akan ada serangan dari Israel? Jawaban mereka simpel. Ambassador kalau cuma ancaman seperti itu, sudah 40 tahun lebih kita menerima katanya. Jadi bukan hal yang aneh ya.

Waktu itu masih 30 tahunan lah. 30 tahun kita menerima ancaman itu dari waktu ke waktu tidak akan tidak ada yang terbukti. Apalagi kalau diingat zaman ketika itu Presiden Amerika adalah Obama yang nota bena dari Partai Demokrat yang ee lebih fokus pada masalah masalah kemanusiaan seperti HAM. Makanya ancaman-ancaman yang pendana perang ketika itu berasal justru dari kalangan militernya yang sudah apa namanya mungkin sudah gemes sudah lama enggak perang besar gitu ya. Mereka yang mendesak Obama untuk melakukan perang.

Makanya ancaman dilontarkan berkali-kali. Tapi yang terjadi apa? Obama malah punya pikiran yang waras ya, punya pikiran sehat bahwa yang diupayakan justru mengabaikan semua pandangan militer seperti itu. Bahkan mulai menjajaki, meneruskan dialog tentang perdamaian. Makanya pada tahun 2015 itu tercapailah yang namanya perdamaian di Timur Tengah khususnya antara Amerika dan Iran. Amerika tentunya dengan negara-negara Eropa ya, Uni Eropa ya, tercapai malah yang tadinya katanya akan diancam loh. Sekarang yang terjadi tanpa basa-basi,

Karena Fee Kendaraan Tanpa KTP Yang Punya Pertama Berlaku Nasional, Ucao Dedi Mulyadi Bikin Kaget

tanpa informasi, secara pengecut, secara licik diserang mendadak. Nah, Iran sudah siap. Kalau saja diperhatikan perang ketika tahun 0 ketika baru revolusi dianggap lemah oleh Amerika, dia menggunakan Irak untuk sama-sama menyerang Iran dengan harapan ketika itu militer Iran lagi bubar. Sebagian jenderalnya karena pengikut ee monarki e Palevi itu pada lari. Jadi militer Iran seakan kehilangan pimpinan jadi mudah ditundukkan dengan serangan mendadak. Ternyata tiga he. 8 tahun Iran bukan hanya bertahan,

bahkan bisa survive, bahkan bisa menang kalau mau jujur terhadap Irak. Ketika itu saja memang Iran sudah melakukan mobilisasi generasi mudanya untuk dilatih secara kilat langsung dikirim ke medan perang Irak. Nah, apa yang terjadi sekarang? Apakah Iran panik dengan ancaman yang sudah bukan ancaman lagi ya, dengan serangan mendadak yang bertubi-tubi dan brutal, tidak berperi kemanusiaan ini karena anak-anak pun jadi sasarannya Amerika dan Israel. Apakah Iran panik kemudian mobilisasi? Setahu saya belum ada

mobilisasi pengerahan tenaga muda untuk dilatih segera dan dipersiapkan untuk maju ke medan perang. Rasanya Iran masih menanggapi semua ancaman Amerika dan sekutunya ini secara wajar dengan kemampuan yang saat ini ada atau terlihat. Nah, kalau kita bicara kemampuan yang tidak terlihat, Amerika dan Israel sudah mengalami apa yang dirasakan. Ternyata rudalnya dengan mudah mencapai Israel tuh yang jarak terdekatnya 1500 bahkan yang 2.000 km pun terjangkau oleh rudal-rudal Iran. Nah, sekarang bisa dibayangkan pemirsa

kalau Amerika mulai gegabah dengan mengerahkan angkatan lautnya yang mau gagah-gagahan, saya kira Iran tidak akan tinggal diam karena senjata-senjata yang canggihnya belum semua dikeluarkan. Belum lagi kalau kita dengar berita bahwa bahkan Cina pun sudah mulai mengirim Heeh. ee alut sista untuk membantu Iran. Kalau Rusia sudah masuk barang apa namanya? Alut sistanya. Nah, coba kita perhatikan lagi. Kalau saja benar ancaman ini menutup memblokade dan akan menembak siapapun yang keluar dari pelabuhan Iran membawa minyak, selain

tidak benar tuh kapal-kapalnya juga yang berkeliaran di Teluk Persia kan tinggal sedikit sekarang. Ya silakan aja deh saya kalau cuman itu silakan aja nanti alamin sendiri deh buat saya pasti seperti yang sudah terjadi dengan adanya gencatan senjata ini. Capek Amerika sudah menghadapi Iran karena tidak di luar dugaan tidak bisa kata-kata Trump oke akan dalam sekejap bisa dihancurkan. Yang pontang-panting ya Amerika dan negara-negara sekutunya. Apalagi sekarang sudah jelas negara Eropa sekutunya Amerika di Eropa seperti NATO.

Donald Sempat Toa! Ambil Genjotan Senjata Berhasil & Iran Mengasih Akses Selat Hormuz!

beberapa negara kunci di NATO, Inggris, Prancis, Jerman, Ital, Spanyol itu sudah menyatakan tidak mendukung sama sekali blokade ini. Betul. Jadi apa yang dicari oleh Trump buat saya ya, dia mungkin sekedar retorika mengalihkan perhatian karena sebentar lagi ee nasibnya akan baik akan ditentukan oleh impeachment-nya dia akibat kejahatan kemanusiaan yang luar biasa, pedofili, dan kejahatan seksual. terhadap anak-anak yang brutal itu. Kemudian apakah Anda melihat tindakan-tindakan agresif yang dilakukan

oleh Amerika Serikat dalam hal ini dipimpin oleh Donald Trump ini dapat memicu runtuhnya kesepakatan gencatan senjata 2 minggu yang sudah disepakati oleh Iran dan juga Amerika Serikat. Anda melihatnya seperti apa? Kalau kita bicara tentang Trump? Ya, kalau kita bicara tentang manusia normal, ahli-ahli kejiwaan itu psikolog atau psikiater itu pasti dengan mudah meramalkan ee apa yang akan dilakukan seseorang yang waras. Tapi tanyakan kepada ahli-ahli kejiwaan, meramalkan, memprediksi apa yang dilakukan orang

tidak waras itu jauh lebih sulit bahkan mungkin tidak mungkin. Jadi kalau ditanya apakah apakah Trump akan melakukan serangannya ini setelah gencatan selesai, buat saya ya bisa saja. Namanya juga orang sakit jiwa. Tapi saya yakin, saya yakin konstituen dalam negeri Amerika sendiri sudah menolak. Jutaan rakyatnya, menolak kongres menolak semua menolak. Dan buat saya yang penting dengan banyaknya tim anggota timnya Pram yang baru, saya pikir mereka jauh lebih waras daripada pendahulunya yang sebenarnya waras tapi

dipecat oleh Trump. Jadi saya kira tidak terlalu di masalah apakah Trump akan melakukan serangan. Kalau saya sebagai ee diplomat dengan latar belakang saya, saya tetap berkeyakinan bahwa bahkan gencatan senjata pun mungkin diperpanjang. Mm. Oke. Oke. Jadi, Pak ee dibanding mendekati deskalasi bisa dikatakan ini justru malah dapat mengawali konflik yang lebih besar ya, Pak. Ya, tadi saya bilang meramalkan seorang Trump tidak mungkin bisa. Tapi sebagai diplomat saya berkeyakinan yang terjadi adalah deeskalasi dengan perpanjangan ee

gencatan senjata [mendengus] sampai Amerika khususnya Trump merasa kekuatan laut yang diharapkan datang dari pengerahan baru dari dari Pasifik atau dari ee Laut Tengah yang tidak ternyata tidak bisa melewati SUES karena tidak dikasih izin dan akan menghadapi masalah di ee Selat bab Elmandep yang dikuasai oleh huti. Jadi pengerahan angkatan laut dari laut tengah pun harus muter ke ujung Afrika. Buat saya ini akan memakan waktu untuk sampai di Laut Hindia di depan Selat Hormus. ini pun mungkin akan jadi

AS Persiapan Perang! Trump Berbicara Iran Bisa Hajar Lagi Jika Negosiasi Gatot

pertimbangan para apa namanya jenderalnya untuk memperpanjang ee kencatan senjata kalau memang Trump masih nekad akan mengerakkan angkatan laut artinya menggunakan kekerasan militer angkatan lautnya dalam rangka mencegah kapal-kapal yang keluar dari Teluk Persia melalui Hormus. Jadi saya kira masih akan sangat mungkin diperpanjang kecatan senjatanya ketimbang gegabah melakukan serangan ketika kekuatannya belum penuh terkumpul di Samudra India. Baik, Pak Dian Wiring Jurit, Dubes Republik Indonesia untuk Iran periode

2012-2016. Terima kasih, Pak, atas perspektif yang telah Anda berikan kepada TV1 dan terima kasih sudah bergabung bersama kami. Sehat-sehat selalu, Pak dan selamat melanjutkan aktivitas. Sama-sama. Terima kasih Masfasal. Terima kasih pemirsa. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Dan pemirsa BR News TV masih akan kembali usai jeda dan akan dilanjutkan oleh rekan saya Selia Alexandra. Tetaplah bersama kami. [musik]

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *