Final final Barcelona musim ini tidak memenangkan trofi Eropa. Beberapa musim terakhir kelab satu ini juga kerap diolok sebagai klab miskin, klab bangkrut, dan hinaan-hinaan lainnya. Namun, sadarkah kalian kalau klub yang diolok ini sebetulnya diam-diam sedang menjajah Eropa? Kalau tidak percaya, lihat saja fenomena-fenomena sepak bola belakangan. Fans Rival boleh saja membanggakan Troy UCL yang jumlahnya belasan. Tapi sadar tak sadar, Barcelonalah yang sedang menjajah dan memonopoli sepak bola Eropa. Mereka tak
punya piala untuk pembuktian. Tapi suka tidak suka, Barcelonalah yang mengubah wajah sepak bola Eropa lewat DNA mereka. Tak percaya? Di video kali ini starting 11 Moment akan mengulas bagaimana Barca diam-diam menjajah sepak bola Eropa. Mau tahu kenapa dan apa buktinya? Simak selengkapnya. Kita buka pembahasan dari yang masih hangat tentang Paris Saint-Germain. Memang betul Prancis adalah negara yang wajib berbangga atas prestasi PSG ini. Namun kalau kita melihat lebih dalam, Barsa sepatutnya juga berbangga. Kenapa?
Karena orang yang ada di balik kemudial tahu saja entrike adalah orang kedua yang berhasil juara back to back di era Champions League selain Sinedin Siden. Tapi yang membuat seorang Luis Entrik spesial adalah dia memenangkan tiga trofi UCL di dua tim berbeda. Sidan tak bisa melakukan itu. Kendati dulu ia memenangkan trofi tiga kali penonton bersama Real Madrid. Ditunjuk pada Juli 2023, Andri merevolusi total PSG. Ia tak butuh pemain bintang. Yang ia butuhkan adalah pemain yang mau nurut pada sistem
yang ia bangun. Lihat sekarang tanpa nama-nama besar macam Mbappe, Neymar atau Messi, PSG malah panen UCL. Jelas ini mempertegas status mereka sebagai tim paling disegani di Eropa. Di balik itu tentu saja ada taktik revolusioner al Enrique. Sudah bisa ditebakkan dari mana taktik Enrique lahir? Tepat Barcelona. Lebih spesifik di lancer dari BBC, Entrik sendiri mengakui kalau dirinya terpengaruh gaya Pep Guardiola. “Pep adalah referensi kami semua. Anda selalu mempelajari cara timnya bermain, kata Entrique. Dari sini
sudah mulai kelihatan kan? Bahkan tim terkuat Eropa saat ini saja dibangun dengan DNA Barca. Meski statusnya adalah pelatih PS, rasa cinta kepada Parsa sendiri tak pernah luntur. Bahkan beberapa waktu lalu, ia sempat-sempatnya bertanya ke jurnalis tentang skor El Clasico di sela-sela persiapan laga PSG dan langsung sumberingah waktu tahu Barca menang. Kita sekarang tahu kalau orang yang menguasai Eropa adalah orang yang berdna Barcelona. Tapi apakah itu satu-satunya bukti kalau Barca diam-diam menjajah
Eropa? Tentu saja tidak, Bung. Dari Prancis kita bergeser ke Inggris. Tanah yang disebut punya liga terpaik dunia. Tapi di liga terpoik dunia ini, siapa yang berkuasa dalam sedekade terakhir? Ya, Pep Guardiola. Kalian sudah tahulah ya sebarelona apa Pep Guardiola. Datang dengan reputasi mendarengnya sebagai mantan pelatih bola gerana. Pep merevolusi total sepak bola Inggris. Ia memperkenalkan trend positional play dan beraneka variasi taktik lainnya. Bersamaan dengan itu, City Aswan Pep mendominasi Premier
League dengan enam gelarnya. Catatan 20 piala untuk City Sa jelas menjadi bukti segila apa, Pep. Di tangannya Pep mengubah Premier League seperti Liga petani. Hampir tak ada tim yang berani mengusik Manchester City dari singgahsananya. Pep bahkan ikut melahirkan pelatih-pelatih berideologi mirip dengannya seperti Mikel Arteta hingga Enzo Mareska. Pada 2023 Pep juga pernah membawa City merai trebel. Lalu pada 2024 Pep membawa City juara IPL empat kali beruntun. Rekor yang tak pernah dicetak tim Inggris lain sepanjang sejarah.
Sekali lagi kalau ditanya dari mana ideologi Pep terbentuk, jawabannya adalah Barcelona. Lagi-lagi Barca memonopoli sepak bola. Pep Guardiola musim ini telah resmi berpamitan dengan Manchester City. Tapi apakah itu artinya DNA Barcelona yang mendominasi Premier League resmi lenyap? Sayangnya tidak. Meski Pep sudah tak lagi mendekam di IPL, masih ada pelatih-pelatih lain. Termasuk Michel Arteta orang yang dahulu juga pernah menimba ilmu di Barcelona. Hilangnya Pep mungkin membuat satu pengaruh Barca di tanah Eropa ikut
menghilang. Tapi kalau kalian lihat lebih teliti, monopoli Barsa terlihat di mana-mana. Di Inggris aja nantinya akan ada Arta, Sabi Alonso, dan Enzo Mareska. Ketiganya belajar dari satu nama yang sama, Pep Guardiola dan Pep dulunya belajar dari Barcelona. Bergeser ke Spanyol, Barcelona itu sendiri menjadi penguasa paling dominan dalam dua musim terakhir. Mereka membuat Real Madrid tak punya harga diri karena tak sekalipun diberi jatah trofi. Bahkan kalau kita lihat dengan kacamata lebih luas, meski tak
menggondol Trovi UCL, Barca pesutan Hansifik tetap jadi salah satu tim paling disegani di Eropa. Di Jerman, Bayern Munchen juga cap kali disebut sebagai tim paling berbahaya di Eropa. Betul bahwa Vincent Company memang tak pernah menimba ilmu di Barcelona, tapi ia berguru langsung pada Pep Guardiola yang DNA-nya Barcelona banget. Jadi dari sini kita bisa lihat kalau Barcelona memang sedang memonopoli Eropa. DNA mereka ada di mana-mana. Selain pelatih-pelatih tadi, ada juga nama Jose Mourinho di jajaran pelatih
elit dunia. Mo memang tidak mengawali karir di Parsa, tapi pengalamannya menjadi asisten dan penercuma di Barca selama sekitar 4 tahun lah yang membentuk jati dirimo. Mourinho pun mengakui hal itu dan merasa bersyukur pernah bekerja di Barcelona. Diakui atau tidak, kita harus sepakat kalau Barca telah berhasil menjajah dan memonopoli Eropa. Tapi satu pertanyaan penting yang perlu dijawab di sini adalah bagaimana bisa Barca menjajah dan memonopoli Eropa? Jawabannya mengarah pada satu nama. Dia adalah Johan Criff, orang yang banyak
berjasa terhadap Barca. Datang menangani Barca pada tahun 1988, Griff mengubah Barca menjadi mesin pencetak trofi yang galak dan berani. Filosofi total football yang ia bawa membawa Pulau Gerana menjuara UCL untuk pertama kalinya di tahun 1992. Dari sinilah ideologi Grieve mulai mengakar. Filosofinya menjadi kurikulum wajib buat setiap didikan Lamasia. Setiap orang yang pernah menimba ilmu di Barcelona atau Akademi Lamasia pasti akan dicekokoi ideologi total football ala John Griff. Enrique, Pep, Michel
Arteta, dan banyak nama lain pasti sudah familiar dengan taktik ala griff ini. Setelah mempelajari taktik itu, orang-orang ini menyebarkannya ke seluruh Eropa hingga jadilah seperti sekarang. Satu hal lagi, selama ini Barca dikenal sebagai tim yang mempunyai akademi kelas wahid. Barsa adalah tim yang benar-benar memperhatikan pemain akademinya. Daripada beli jadi, tim ini selalu memprioritaskan pemain akademi sendiri. Biarlah dikatain miskin, enggak punya duit, gembel, dan lain sebagainya. Tapi
justru dari sinilah dominasi Barca di Eropa itu lahir. Diakui atau tidak, suka atau tidak, Barcelona hari ini sudah menjadi klub yang begitu dominan di Eropa. Klub-klab lain mungkin boleh membanggakan jumlah trofi Eropa yang menghias kabinet mereka. Tapi soal warisan dan pengaruh, tak ada yang bisa mengalahkan Barca. Buktinya hampir di semua liga top ada DNA Barcelona di sana. Pertanyaannya sekarang, adakah klub yang bisa menyaingi Barcelona dalam hal memberi pengaruh sebegitu besar ke Eropa? Mungkin untuk saat ini belum ada tim
yang bisa melakukan itu, tapi di masa depan bisa saja ada tim yang mengikut jejak Barca. Caranya sudah pasti dengan mengikuti cara-cara Barcelona. Yang terpenting dari sebuah tim adalah visi jangka panjang bukan sekedar meraih trofi sesaat. Barcelona menerapkan hal itu. Mulai dari akademi hingga tim utama, mereka punya sistem yang mengatur semua elemen supaya selalu berjalan di atas rel yang sama. Yang paling penting, pembinaan adalah hal paling esensial di Barcelona sekarang. Model seperti ini kini banyak diadopsi
klub-klab lain. Bahkan klub seperti PSG yang katanya sultan saja mulai mengembangkan pemain-pemain binaan akademi mereka sendiri. Beberapa tahun ke depan Barca mungkin masih akan tetap memonopoli Eropa, tapi di masa depan bukan tidak mungkin era mereka akan tergantikan. Jadi itulah dia Footballs, ulasan mengenai Barcelona yang diam-diam menjajah sepak bola Eropa. Mulai sekarang kalian para fans rival enggak perlu dinayal kalau dominasi Barcelona di tanah Eropa itu memang benar adanya. Tapi kalau menurut kalian
sendiri, siapa klub yang nantinya akan mengakhiri dominasi Barca ini? Coba komen di bawah ya. Like videonya kalau kalian suka. Subscribe channel Starting Eleven Moment dan jangan lupa nyalakan notifikasinya supaya kalian gak ketinggalan setiap update serta bahasan-bahasan menarik seputar sepak bola lainnya. Terima kasih dan sampai jumpa. Yeah.

Komentar