Di Bali gemerlapnya nama-nama besar di pentas Piala Dunia 2026 muncul bintang-bintang baru yang tak kalah menghebohkan. Musim ini mereka menggila bersama klub masing-masing. Ada yang menggendong timnya bangkit dari keterpurukan. Ada pula yang berhasil menyelesaikan dengan persembahan trofi untuk klub yang ia bela. Mereka belum pernah melangkah ke pentas Piala Dunia. Tapi justru dari sinilah mereka berpotensi menghadirkan kejutan yang bakal bikin semua orang tercengang. Sepanjang musim mereka adalah bintang di
klub masing-masing. Kini mereka akan masuk ke panggung yang lebih besar dan penuh sorotan. Siapa saja para debutan yang siap menggebrak Piala Dunia 2026? Berikut starting levelist setelah merangkum daftarnya. Simak biar kalian enggak penasaran. Erling Haland butuh 28 tahun lamanya untuk Norwegia kembali ke pentas Piala Dunia. Tapi tahun ini mereka datang dengan kekuatan yang benar-benar menakutkan. Bayangkan saja di babak kualifikasi mereka memborong 37 gol hanya dari 8 laga. Gila bukan? Di balik catatan itu
ada satu predator paling menakutkan. Siapa lagi kalau bukan Erling Halan? Tak usah ditanya lagi seberapa Moncar Halan musim ini. Putra dari Alf In Halan itu berhasil menggelontorkan 27 gol di Premier League. Itu menjadikan Han sebagai pemain teror subur IPL musim 2025-2026. Ini adalah mahkota raja gol ketiga yang sudah didapat halan di kasta tertinggi Inggris. Kalau di level klub segacor itu, bagaimana dengan di timnas? Jangan ditanya, lebih ngeri. Total di babak kualifikasi Halan menggetarkan Jala
lawan sebanyak 16 kali. Itu artinya hampir separuh gol Norwegia di babak kualifikasi diborong oleh Halan seorang diri. Tak ada pemain lain yang mampu menyentuh dua digit gol di babak kualifikasi UFA selain Halan. Halan sendiri mengaku super gembira bisa membawa Norwegia ke Piala Dunia. Ini adalah pengalaman pertamanya main di ajang 4 tahunan tersebut. Tapi Hanen mengaku tidak nervous sama sekali. Malahan ia sangat ped. Kalau begini sih titip pesan aja buat calon lawan Norwegia. Hati-hati ya. Lamin Yamal.
Kalau bicara soal debutan apalagi yang masih muda tak lengkap rasanya apabila tak membahas Lamin Yamal. 8 tahun lalu, Kilian Mbappe mencuri perhatian banyak orang di usia 20 tahun. Tapi di Yamal ini Jo lebih muda lagi. Tahun ini Yamal akan bermain untuk timnas Spanyol di usia yang bahkan belum genap 19 tahun. Masih leka diingatan bagaimana Yamal menari-nari di Euro 2024 kemarin. Usianya waktu itu masih 17 tahunan. Performa impresifnya membawa Spanyol juara Euro 2024 dan membawa Barcelona juara membuat
Yamal jadi runner Palon di 2025 kemarin. Sekarang bocah ajaib satu ini bakal main di Piala Dunia. Sempat diterpa cedera Yamal nyaris terancam tak bisa memperkuat Spanyol di Piala Dunia 2026. Beruntung Yamal bisa pulih tepat waktu sehingga pelatih Luis de La Vente kembali memberinya kepercayaan. Yamal sendiri antusias menunggu momen ini. Yamal berujar membela Spanyol di Piala Dunia 2026 selalu menjadi impian terbesarnya sejak kecil. Kobe Maino. Coba angkat tangan buat kalian yang kaget setengah mati melihat daftar suu
Inggris Thomas Tuhall kemarin. Tenang, kalian enggak sendirian? Banyak orang yang terkejut bukan kepalan melihat pemain-pemain yang dipanggil Tuel. Tapi di antara Skianama, satu pemain ini cukup menarik perhatian. Dialah Kobi Maino. Sempat hilang di awal musim hingga menjelang pertengahan gara-gara banyak diparkir Ruben Amorim. Meno bangke di bawah asuhan Michael Carrick. Bertandem dengan Casemiro, Mao menjadi pilar utama di lini tengah Manchester United. Kehadirannya seringkiali jadi pembeda di momen-momen krusial maupun
saat-saat buntu. Kalau kalian tanya Kobi Meno masuk timnas Inggris enggak? 6 bulan lalu. Jangankan dijawab, enggak diketawain saja sudah untung. Tapi kalau pertanyaan itu diajukan sekarang, jawabannya jelas layak. Bahkan Tuhul sendiri yang bilang kalau Meno adalah bagian dari talenta muda emas Inggris yang melimpah ruah. Sebagai pengingat, menu ini kemarin juga dibawa Garet Shortgate ke Euro 2024. Jadi secara pengalaman di turnamen besar gelandang muda ini boleh diadu lah ya kenati begitu. Ini adalah pengalaman pertamanya
main di Piala Dunia untuk Inggris. Cuma ada satu kata yang ia ungkapkan setelah mendapat panggilan bersyukur. Joe Neves. Bertahun-tahun mencari trofi Piala Dunia pertama. Tahun ini sepertinya Hilal sudah terlihat buat Portugal. Betapa tidak skuad Portugal yang dibawa Roberto Martinez ke Piala Dunia 2026 penuh dengan kemewahan. Spesifik di lini tengah, Martinez membawa satu bocah yang sangat menarik perhatian. Dialah Jual Neves. Umurnya masih 21 tahun. Badannya juga termasuk kecil dibanding rata-rata gelandang
pertahanan. Tapi soal tenaga tak usah ditanya. Kecil-kecil begini Nefes punya tenaga bak badak Afrika. Enggak ada habisnya. Sedikit mengingat saja, Neverus ini adalah kunci kesuksesan PSG merai trebel musim 2024-2025 dan kembali ke final UCL musim 2025-2026. Main empat kali di babak kualifikasi, Neves berujar kalau tampil di Piala Dunia mengenakan kostum Portugal adalah mimpi yang jadi kenyataan. Apalagi Nefes akan bermain bersama idola masa kecilnya Cristiano Ronaldo. Neves pun akan kembali bertandem dengan
fitinya di Piala Dunia 2026 sama seperti di PSG. Mateus Kun. Dari negara-negara Eropa, kita menyeberang ke negara Amerika Latin tepatnya Brazil. Kisah berikutnya datang dari bintang Manchester United, Matius Kya. 4 tahun lalu Kunya punya kenangan pahit. Waktu itu K yang baru saja pindah ke Atletico Madrid sama sekali tak masuk skuad berhasil asuhan Tite untuk Piala Dunia 2022. Diakui sendiri oleh sang pemain dirinya depresi perat ketika itu. Kyan sampai-sampai menangis ketika mengetahui namanya tak dipanggil.
Namun berangkat dari sana, ex pemain Wolfes itu bangkit dengan catatan 10 gol di Premier League bersama Manchester United, Kya mendapat panggilan dari Carlo Ancelotti. Ancelotti sendiri mengatakan Kya adalah salah satu pemain yang ia butuhkan untuk turnamen Piala Dunia 2026 nanti. Bahkan menurut media Brazil UOL, Kunya adalah andalan baru Ancelotti selama babak kualifikasi kemarin. Main enam kali di bawah Ancelotti, Kunya pertekad menjawab kepercayaan sang pelatih dengan tampil mengesankan di turnamen final nanti.
Florian R. Di antara negara-negara lain, Jerman adalah salah satu negara yang menolak tua. Buktinya kiper Sevetano Neuer saja masih di bawah. Ikut serta pula nama-nama macam Leon Goresca, Antonio Rudigar, dan Pascal Gross. Meski begitu, Julian Eilsman juga membawa banyak talenta muda. Salah satunya adalah Florian Rich. Datang dengan label pemain termahal Premier League. Secara statistik, gol dan assis R sebetulnya kurang oke. Golnya cuma lima, sementara asisnya cuma empat biji saja. Tapi Rich di Liverpool dan Rich di Jerman adalah
entitas yang berbeda. Ketika sudah mengenakan jersey dar pancer, Witz adalah pemain yang berbahaya buat lawan. Aksi-aksi Rich meski di ruang sempit, acap kali membuat lawan kelapakan membendungnya. Belum lagi akurasi dan visi permain yang ia miliki seringkiali jadi senjata utama Jerman dalam kreasikan peluang. Itulah alasan mengapa Julian Elesman masih mempercayakan satu tempat pada RS. Bicara kepada laman resmi FIFA, Rid sendiri mengaku kalau dirinya termotivasi untuk membawa Jerman ke final. Bridge pun antusias menyambut
turnamen Piala Dunia pertamanya ini. Kalau pada 2014 Gose yang masih 22 tahun bisa jadi pahlawan, mungkin saja tahun ini giliran Rich yang unjuk kebolehan. Michael Olisse. Tidak semua negara memiliki skuad yang mentereng. Tapi ketika melihat skuad Prancis rasanya kita sepakat kalau diasam ini Pak menerima mukjizat terindah. Hampir semua lini diisi oleh bintang besar dan mewah. Tidak terkecuali pemain Bayern yang satu ini, Michael Olisse. Di bawah besutan Vincent Company Bayern Munchen menjadi tim yang amat sangat
menakutkan. Olise tentu saja berkontribusi atas status tersebut. Bersama Harry Kane dan Luis Diaz, penyerang Prancis itu membentuk trio paling menakutkan Eropa. Total ketiganya telah melesakkan 109 gol dengan 22 di antaranya berasal dari Olisse. Olise total mengemas dua gol dan satu asis di babak kualifikasi kemarin. Permainannya sepanjang musim ini mendapat apresiasi dari DDR Desa. Sang arsitek timnas Prancis itu berujar Olise akan memberi warna menarik bagi skuadnya. Desa menantikan potensi terbaik sang winger di turnamen final
nanti. Olise ini dikenal sebagai Mister noncalan alias cuek. Kendati begitu ketika ditanya soal Piala Dunia 2026. Pemain yang suka main cator online ini mengatakan dirinya antusias. Setelah musim 2025-2026 sepenuhnya tuntas, Olise siap mengalihkan fokus sepenuhnya ke Piala Dunia. Akan menarik ini Piala Dunia pertamaku, katanya kepada laman resmi baya. Itulah tadi tujuh pemain debutan yang sia bikin kita tercengang di Piala Dunia 2026. Terima kasih dan sampai jumpa.

Komentar