harus mikir terus dan kita terus main. Kamu boleh diskusi kalau mau, boleh diskusi sama… Sudah lama banget kita nggak lihat heavy metal football diterapin di Liverpool. Yang ada malah taktik bingung bingung muter-muter kayak gaya Arna Slot. Tapi buat fans Liverpool santai aja, Pak Arna udah dicopot dari kursi pelatihnya. Pergantian Pak Arna juga bakal jadi tanda kembalinya era heavy metal football. Kenapa? Lihat aja penggantinya. Andon Iraula memang belum punya nama besar, tapi apa yang dia tunjukin di…
Borneemot memberi secerca harapan. Kedatangannya Kanfield dipastikan tinggal menunggu waktu. Iraula bakal menghidupkan kembali taktik lama yang dulu sempat membuat Liverpool percaya. Lantas kira-kira sengeri apa Liverpool era Iraula nantinya? Kali ini starting 11 Moment akan mengulas prediksi Liverpool di era Andoni Iraula. Penasaran? Simak videonya sampai tuntas. Penantian fans Liverpool akhirnya tuntas. Bukan soal gelar juara, tapi soal arnas lat yang tak kunjung dipecat. Pria Belanda itu secara resmi mengakhiri
jabatannya pada 31 Mei 2026, tepat sebelum final Liga Champions. Tapi kita ke sampingnya dulu soal Pak Arne. Karena orang yang datang menggantikannya langsung bikin dunia sepak bola gempar. Bukan Luis Enrique, bukan pula Sabi Alonso. Orang yang datang ke Anfield ternyata adalah Andoni Iraula. Tanggal 2 Juni 2026, pakar transfer Fabriomano berkicau. Bahwasanya kesepakatan personal antara Iraula dan Liverpool sudah resmi terjalin. Itu artinya tinggal menunggu waktu sang pelatih diperkenalkan ke publik. Yang
menarik, Liverpool tak butuh waktu lama untuk langsung menunjuk Eraula. Sepertinya Liverpool memang sudah bawa payung sebelum hujan. Mungkin sudah dari kemarin-kemarin Liverpool merencanakan pemecatan Arnasla dan membidik Iraula. Begitu Iraula resmi meninggalkan Bornemot tanpa Fufa Babibu, Liverpool langsung mencomotnya. Sebetulnya Iraola sendiri sempat dikaitkan dengan atletic Bilbao. Namun karena Bilbao lebih memilih Edin Tersik, putra asli Basket itu akhirnya un mendapat pekerjaan baru. Iraula sempat
masuk radar Chelsea, tapi karena Chelsea akhirnya lebih memilih Sabe Aleno, Iraula kembali dipaksa menunggu tawaran tim lain. Hingga akhirnya Liverpool datang. Soal kedatangan Andoni Iraula sendiri, fans terbelah menjadi dua kubu. Mayoritas memang melihat Iraula sebagai kandidat potensial. Kenati begitu, tidak sedikit yang masih skeptis terhadap kembaran Finland Spider-Man itu. Pengalaman Iraula yang belum pernah membesut tim besar menjadi alasan utama di balik skeptisme tersebut. Tapi memangnya seperti apa permainan
Iraula semasa membesut Bornemot? Burukah? Oh, jelas tidak kawan? Kalian bisa lihat sendiri statistik Bornemot sepanjang 2026 ini. Terhitung sejak kekalahan melawan Arsenal, The Charis tak pernah sekalipun menelan kekalahan. Bahkan kalau kalian ingat, tim inilah yang membuat Manchester City gagal mengejar Arsenal. Kalau mau tanya segenas apa Iraula, kalian bisa tanya klub yang ngaku King King itu. Ya, King Mu. Menurut Transfer Max, Iraula sudah bertemu setan merah enam kali. Tapi bagi pelatih 43 tahun, haram
hukumnya kalah di tangan sang setan. Old Travotd bahkan pernah dua kali jadi taman permain Bornemot, yakni saat muu terpantai 3-0 pada Desember 2023 dan 2024. Sebagai catatan tambahan soal rekor unbaten tadi, keseluruhan Iraula membawa Bornemo tak terkalahkan dalam 18 pertandingan beruntun. Menguti BBC, itu adalah rekor unbaten terpanjang sebuah klub di lima liga top Eropa musim ini. Bahkan Bayern sendiri wajib sungkem sama Borneemot asuhan Iraula ini. Sebagai kado perpisahan untuk publik Vitality
Stadium, Iraola juga mempersembahkan satu hal spesial. Finish di urutan kanan membuat The Charis berhak mendapat satu tempat duduk di kompetisi Europa League. Tentu saja ini adalah kado paling manis buat Borneemot. Karena sepanjang sejarah berdirinya klub, Iraula adalah orang pertama yang membawa mereka ke Eropa. Kalau ditanya jujur, fans Liverpool pasti kangen sama sosok bapak-bapak Jerman pakai kacamata yang sering pakai topi, kan? Satu yang jelas paling dirindukan dari sosok beliau sudah pasti
gaya mainnya yang penuh energi, heavy metal football. Begitulah istilah keren yang dipakai untuk menggambarkan filosofi seorang Huren Club. Bahkan taktik klub ini masih bekerja di pakai Arna Slot di musim pertamanya. Namun di musim kedua, Pak Arna identitas heavy metal ini hilang. Yang ada cuma sepak bola bingung bin muter-muter alapa Arnes sendiri. Seringkiali Liverpool memegang banyak penguasaan bola. Tapi waktu sudah sampai depan, mereka bingung harus ngapain. Untungnya Andoni Iraula menjanjikan sesuatu yang berbeda.
Bersama The Cheris, Iraola ini memainkan sepak bola dengan intensitas tinggi dan gila-gilaan. Bornemo diselapnya menjadi mesin pressing yang menakutkan buat setiap lawan. Itulah rahasia di balik semua catatan manis Iraula di Bornem. Taktik Iraula sangat sederhana. Ketika kehilangan bola, timas hanya akan mempersempit ruang gerak lawan supaya mereka tidak bisa mengalirkan bola. Saat bola berhasil direbut, tim Iraula akan langsung mengalirkannya ke depan tanpa malu-malu. Identitas paling kentara dari
tim asuhan Irawola adalah mereka banyak mengandalkan gelandang tangguh dan winger cepat. Terdengar familiar? Tentu saja karena sepak bola semacam inilah yang dipakai oleh Yurken Club dahulu. Bisa dikatakan hilangnya identitas yang ditanamkan klub menjadi salah satu biang masalah terpuruknya Liverpool musim ini. Untungnya, Iraula menawarkan kembali strategi yang sudah lama disuntik mati di era Arnes Lot itu. Sekarang kita tahu bahwa Iraula adalah pelatih berideologi mirip dengan Huran Club. Tapi apa cuma itu yang membuat
Liverpool jatuh hati pada sosok kelahiran usur Bill Spanyol tersebut? Apa yang membuatnya lebih menarik di mata The RS ketimbang Sabi Alonso sem misalnya yang sudah menanti tawaran mereka sejak jauh-jauh hari? Jawabannya Iraula ini sebetulnya adalah sosok yang Liverpool banget. Kenapa bisa begitu? Memangnya doi pernah kerja di Liverpool? Memang belum. Tapi secara profil, Iraula adalah pelatih yang paling ideal untuk modal bisnis yang dijalankan. Alasannya adalah Iraula ini mau dijadikan head coach, bukan manager. Sejak kebergian,
Hurgan Club, Liverpool memang sudah mengubah model bisnis mereka. Kop adalah orang terakhir yang memangku jabatan manajer dan head coach sekaligus. Ketika tampuk kepemimpinan diambil alih Arna Slot, struktur manajemennya berubah. Slot bukan lagi manager melainkan cuma head coach. Kalau Liverpool menunjuk Sabi Alonso atau mungkin nama yang sering dijadikan mimpi pasa fans the RS Lewis Entritanya lain. Mereka pasti tak mau cuma jadi head coach minimal mereka harus jadi manajer. Sementara Iraula tak masalah cuma jadi
pelatih kepala. Jadi secara profil jelas ek pelatih Borneemot itulah yang paling pas. Di sisi lain waktu di Borneemot, Iraola ini pintar meramu tim dengan skuad seadanya. Ketika para pemain macam Semenyo, Wilson, Kerkes, dan lainnya dipreteli, memang Bornemot sempat goyah. Namun menjelang akhir musim mereka bangkit dan akhirnya amankan tiket Europa League. Lagi-lagi ini mirip dengan klub dan sasak semacam inilah yang dicari Liverpool. Secara profil Andoni Iraula adalah pelatih yang tepat. Secara taktik dan filosofi,
Iraula juga sejalan dengan mantan pelatih Liverpool, Hurken Clop masih. Jawabannya belum tentu. Masalahnya melatih Bornemo dan Liverpool adalah dua hal berbeda. Squad Bornemo tidak semewah squuad Liverpool. Bornemo tidak punya bintang-bintang besar berharga mahal seperti The Red. Itu artinya Iraula punya PR besar untuk mengendalikan ego para bintang di dalam Liverpool. Kalau kita tarik mundur lagi, ego jugalah yang membuat Arnlot pergi dari unfil. Ingat kan intrig yang terjadi antara slot dengan Salah? Kritikan salah lewat Smth
mendapat like dari banyak pemain Liverpool. Robertson yang juga pergi di akhir musim ini juga pernah menyinggung sedikit soal perbedaan perlakuan slot dengan klop. Semua itu bisa jadi pertanda kalau para pemain Liverpool sebetulnya punya kuasa terhadap keputusan klub. Terakhir tantangan terbesar jelas adalah soal ekspektasi. Di Borneot main di kompetisi Eropa saja sudah jadi prestasi luar biasa. Tapi di Liverpool itu adalah syarat minimal. Bahkan kompetisi yang dimaksud spesifik adalah Liga Champions.
Iraula tidak lagi melatih klub kuda hitam yang diperhitungkan, tapi diwajibkan untuk memenangkan piala. Pada akhirnya Iraula membawa satu ide yang bisa membangkitkan identitas selama Liverpool. Sebuah ide yang mungkin akan membawa kembali ders ke perburuan gelar pasca era kegelapan Arnasla di musim 2025-2026. Lalu menurut kalian sendiri fans Liverpool optimiskah kalian dengan Andoni Iraula? Komen di bawah ya. Like video ini kalau kalian suka. Subscribe channel Starting Eleven Moment dan jangan lupa nyalakan notifikasinya
supaya kalian enggak ketinggalan setiap update serta bahasan-bahasan menarik seputar sepak bola lainnya. Terima kasih dan sampai jumpa. Yeah.

Komentar