Olahraga
Beranda / Olahraga / Ya Gimana Lagi GAK ADA YANG BERANI! 7 Pemain Paling Galak Berkelakuan Kayak Preman

Ya Gimana Lagi GAK ADA YANG BERANI! 7 Pemain Paling Galak Berkelakuan Kayak Preman

Setiap pesepak bola punya ciri khasnya masing-masing. Ada yang terkenal karena skill olah bolanya yang menawan. Ada yang dikenal karena memiliki para serupawan atau bentuk tubuh idaman. Tetapi ada pula pesepak bola yang terkenal karena tampang galak dan kelakuannya yang mirip preman. Sebagai olahraga yang menuntut intensitas tinggi, sepak bola selalu menyajikan emosi. Namun, ada beberapa pemain yang menjadikan emosi sebagai branding diri mereka sendiri. Muka yang sangar, penampilan menakutkan, serta

kelakuan bak jagoan membuat nama mereka akhirnya dikenal hingga sekarang. Lalu siapa saja mereka? Di video kali ini, Starting Levelist telah merangkum tujuh pemain sepak bola paling galak dengan tampang dan kelakuan seperti preman Royin. Di urutan teratas tentu saja ada nama Royin. Meski kini ia sudah tidak aktif lagi sebagai pemain, Citra sebagai orang yang emosian tetap melekat dalam diri Kin. Jin kerap tampil sebagai komentator atau podcast-podcast sepak bola. Pembawaannya yang galak ternyata tak

berubah sampai sekarang. Kin dahulu adalah seorang gelandang bertahan. Ia punya gaya main yang sangat fisikal, petarung, dan tak segan menghentikan lawan dengan tackel-tackel kerasnya. Kin sering berkonfrontasi. Bukan hanya dengan lawan, pemain Manchester United juga kerap berkonfrontasi dengan rekan setim sampai pelatihnya sendiri. Kin pernah mengonfrontasi pelatihnya di timnas Republik Irlandia, Mick McCarty. Ia bahkan mengeluarkan kata-kata kotor dan kasar untuk pelatihnya itu. Dampaknya Kin ditendang dari skuad Piala Dunia

2002. Namun sampai sekarang kepribadiannya tak berubah. Kin tetap jadi seorang pandit yang berapi-api dalam setiap komentarnya. Genaro Gatuso. Bukan tanpa alasan, Genaro Gatuso dipanggil Rino alias Badak. Karakternya di setiap pertandingan selalu meledak-ledak. Katuso adalah seorang gelandang yang tangguh. Dulu di Milan maupun di timnas Italia, Gatuso bertandem dengan Andrea Pirlo. Kalau Pirlo adalah seorang gelandang flamboyan, Gatuso adalah orang yang rela melakukan kerja kotor. Saat bermain,

Gatuso selalu memperlihatkan semangat menggebu-gebu. Ia akan menghentikan lawan bagaimanapun caranya. Gatuso pun tak jarang terlibat pertengkaran dengan lawan. Jangankan lawan, Gatuso juga pernah mengamuk dan menyasar ruang gantinya sendiri, lebih tepatnya saat ia masih membela GO Rangers dahulu. Gatuso tak pernah mau kalah. Karakter itu ternyata masih melekat dalam dirinya hingga sekarang ketika ia sudah bertransformasi menjadi seorang pelatih. Karakter demikian membuatnya dipandang sebagai orang paling pas melatih timnas

Nagen Bos TERCENGANG! 7 Debutan Paling Bersinar yang Akan Berlaga di Piala Dunia 2026

Italia. Katuso tak setemperamen dulu. Tapi karakter yang selalu menggebu-gebu masih ada dalam dirinya. Wroney. Melihat salak Wen Roney, rasanya seperti melihat dua sisi mata Wike. Di satu sisi ia adalah seorang legenda, seorang striker House School dengan statistik yang luar biasa. Namun di sisi lain, Waza adalah pemain yang temperamental. Rooney sendiri mengaku ia pernah mengalami kesulitan dalam mem-manage emosinya. Rooney bersinar sejak usia muda, lebih tepatnya di usia 16 tahun. Di usia yang masih belia seperti itu,

Roney juga sudah dipercaya memperkuat timnas Inggris. Tekanan hebat membuat Roney tumbuh dengan emosi yang tak terkendali. Kegemarannya minum-minuman beralkohol semakin memperparah temperamen Rooney. Ada banyak kasus perkelahian yang melibatkan Rooney. Satu yang paling terkenal adalah cerita pertengkarannya dengan Cristiano Ronaldo pada Piala Dunia 2006. Ronaldo ketika itu melakukan provokasi yang membuat Roney marah dan mendorongnya. Kartu merah keluar dari Sakuasit. Roney keluar dengan persungut-sungut dan menendang botol

air. Perkelahian dan Roni memang menjadi dua hal yang tak bisa dipisahkan. Bahkan sebelum menjadi pesepak bola, Roney sempat hendak berkarir menjadi seorang petinju. Roney sendiri mengaku kalau dirinya juga kerap bertengkar hebat dengan sang ayah waktu masih muda. Rooney sudah pensiun dan kini menjalani profesi sebagai pandit. Sergio Ramos. Tubuh yang penuh tato serta muka yang garang membuat image seperti preman melekat dalam diri Sergio Ramos. Bagi fans Real Madrid, dia adalah legenda. Namun bagi klub rival, ia adalah sosok

yang amat dibenci. Apalagi buat fans Barcelona yang selalu disuguhi aksi-aksi kerasnya menekel pemain Barca di setiap partai El Clasico. Tidak perlu bukti seberapa kasar Ramos ketika bermain. Koleksi puluhan kartu merah miliknya menjadikan pria kelahiran Kamas 30 Maret 1986 adalah salah satu kolektor red card terbanyak. Tidak terhitung sudah berapa banyak pemain yang merasakan cara-cara keras Ramos dalam merebut bola. Cerita yang paling terkenal dari Ramos tentu tentang bantingan yang ia lakukan

terhadap Muhammad Salah pada tahun 2018 silam. Ketika itu, Ramos menarik Salah dan membanting lengannya ke tanah. Akibat insiden itu, Salah sampai cedora melewatkan sisa laga final Liga Champions 2018 dan hampir gagal membela Mesir di Piala Dunia 2018. Ramos sendiri tampaknya tak masalah dengan gaya bermainnya yang agresif. Orang banyak membencinya karena gaya main seperti itu. Namun, Ramos malah bangga bisa menjadi salah satu kolektor kartu merah terbanyak dalam dunia sepak bola. Di balik sosoknya yang galak dan

Ha? Buset? Bang Jay? Prediksi Starting XI Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni

kasar, Ramos juga dikenal punya akurasi dan insting mencetak gol yang cukup tajam. Diego Simone. Diego Simeone berhasil menanamkan doktrin yang selama ini ia anut ke dalam Atletico Madrid. Di bawah suanya Atletico menjadi tim yang tangguh terkadang juga keras. Karakter sebagai tukang pukul ini tak lepas dari karakter Simeone sendiri. Dahulu ia adalah gelandang yang keras, kuat, dan tangguh. Semasa masih aktif bermain, Simeone dikenal sebagai seorang gelandang box to box. Kendati demikian, ia tidak menjadikan posisi itu sebagai

posisi mutlak yang harus ia mainkan. Kalau begitu ia diculuki, selalu siap dimainkan di mana saja. Ia adalah seorang pemain serba bisa dengan tipikal sebagai seorang petarung. Ada beberapa orang yang mengira julukan Elcolo yang diberikan kepadanya lahir dari gaya main Simeone yang agresif. Namun, julukan itu ternyata tidak lahir dari gaya mainnya. Simeone sendiri tak tahu dari mana julukan itu datang. Tapi yang pasti julukan itu diberikan oleh seorang pelatih tim muda yang kagum dengan bakat kolobelia.

Diego Costa. Satu nama yang jelas tak bisa dilupakan jika kita membicarakan tentang pemain bermental preman adalah Diego Costa. Costa adalah seorang predator di depan gawang lawan. Insting mencetak golnya membuat setiap defender ketakutan. Namun lebih dari itu, wajah dan kelakuannya yang seperti preman juga membuat Kosta ditakuti. Ada banyak pemain yang sudah pernah diajak gelut oleh Costa. John Terry, Sergio Ramos sampai satu paling terkenal penggawa Liverpool Martin Skartel. Skartel adalah pemain galak selayaknya

Costa ketika keduanya bertemu pada sebuah laga antara Chelsea versus Liverpool pada 2014. Perseruan pun berlanjut di beberapa laga setelahnya. Faktanya, mentalitas preman yang tertanam dalam diri Kosta memang sudah tertanam kuat. Ia tidak hanya berani menantang lawan, tetapi juga berani melawan wasit bahkan rekan satu tim. Karena terkenal dengan image Galak saat baru gabung Woles, Costa dahulu diperkenalkan dengan image tersebut. Costa berdiri dengan mengenakan seragam kuning emas khas Wolfes yang memegang

sebuah rantai yang mengikat tiga ekor serigala di depannya. Serigala-serigala itu menyalak menimbulkan citra dingin, sangar, dan mengerikan. Mungkin itu adalah representasi paling pas buat Sosok Costa. Joy Barton. Andai kata tidak menjadi pesepak bola, mungkin preman atau tukang pukul adalah profesi yang akan digeluti oleh Joey Barton. Pada masanya Barton dikenal sebagai salah satu pemain paling bengal di Premier League. Citranya sebagai pemain galak semakin lengkap dengan gaya mainnya yang sangat keras. Borton adalah

Yah Malahan Ditinggal Banyak Pemain Bintang, Kenapa PSG Makin Gacor?

seorang gelandang. Ia lebih sering bermain sebagai seorang gelandang box to box yang terkadang juga bermain sebagai seorang gelandang pertahan. Permainan keras sudah menjadi ceri khasnya sejak pertama kali menetas. Banyak orang bilang bahwa separuh dari diri Barton adalah kekerasan. Pada 2006, Barton pernah mengejek suporter lawan dengan memamerkan bokongnya secara terang-terangan. Pada 2007, Barton ditangkap karena memukuli rekan setimnya di Everton, Osmani Dabo sampai babak pelur. Bahkan di tahun yang sama, Barton

pernah ditangkap karena memukuli seorang pria puluhan kali di sebuah kawasan di Liverpool. Burton saat ini sudah pensiun. Terakhir kali ia berkarir sebagai pelatih yang menangani Bristol Rovers pada tahun 2023 silam. Meski begitu, citranya sebagai salah satu pemain galak tidak akan pernah puda. Barton termasuk salah satu pemain dengan mentalitas preman yang akan selalu dikenang. Itulah dia football over tujuh pesepak bola paling galak dengan tampang dan kelakuan sekelas preman. Sampai jumpa di video berikutnya.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *