Kita beralih ke informasi lain pemirsa. Senator Filipina Ronalda Rosa dilaporkan telah melarikan diri dari kompleks senat setelah sempat berlindung selama beberapa hari dari kejaran Mahkamah Pidana Internasional. Istana kepresidenan mengkonfirmasi keberadaan mantan kepala kepolisian Nasional Filipina itu tidak lagi diketahui pasca insiden baku tembak antar aparat pada Rabu malam. Pihak istana kepresidenan Filipina melalui Wakil Menteri Claire Castro menyatakan bahwa senator Ronald Rosa telah meninggalkan lingkungan senat pada
Kamis pagi. Hingga saat ini otoritas terkait belum meluncurkan operasi khusus untuk melacak persembunyian mantan kepala polisi tersebut. Dari hasil investigasi awal terungkap bahwa kekacauan pada Rabu malam dipicu oleh tembakan peringatan dari petugas keamanan internal Senat saat agen Biro Investigasi Nasional atau NBI datang untuk melakukan penangkapan. Hal ini memaksa petugas NBI melepaskan tembakan balasan sehingga menimbulkan kepanikan di dalam kompleks Pasai. Suasana mencekam menyelimuti gedung
senat Filipina pada Rabu malam saat bunyi tembakan mengejutkan oleh para saksi mata dan jurnalis di lokasi kejadian. Peristiwa ini terjadi di tengah upaya penangkapan senator Ronaldo Rosa oleh pihak berwenang. Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari surat perintah Mahkamah Pidana Internasional atau ICC terkait dugaan pembunuhan. sedikitnya 32 orang saat Dilar Rosa menjabat sebagai kepala polisi nasional di arah Presiden Rodrigo Duterte. [tertawa] Sementara itu, puluhan pendukung senator Ronaldo Rosa, senator yang berlindung di
kompleks senat di Pasai selama dugaan penembakan pada hari Rabu berkumpul di luar gedung tersebut pada Kamis pagi. Mereka menuntut agar Dilar Rosa diadili di Filipina dan bukan di luar negeri. Para demonstran berkumpul dengan membawa bendera nasional dan potongan karton bergambar sang senator sambil mendengarkan pidato. Polisi membentuk barikade di sekitar senat, sementara kompleks tersebut tetap ditutup. Seorang pendomo menyuarakan sentimen menggaris bawahi bahwa negara harus mematuhi konstitusi dengan mengadili
sang senator di dalam negeri. Perkembangan ini terjadi setelah tembakan terdengar pada Rabu malam yang menyebabkan kekacauan di Senat. Aparat dilaporkan berusaha menahan Dela Rosa yang dicari oleh Mahkamah Pidana Internasional sebagai pelaku tidak langsung kejahatan terhadap kemanusiaan dan terlihat berlindung di dalam kompleks tersebut. Jelajahi cara baru mendapatkan informasi. Download Metro TV Extend sekarang. Yeah.

Komentar