Siapa sangka bocah yang dulu terkatung-katung di Liga Rusia sekarang sukses membuat pertahanan Arsenal karena mental di final Liga Champions 2026. Vikacelkelia membuktikan uang 85 jutao dari PSG tidak mubazir. Gelar pemain terbaik Eropa langsung ia sabat sekaligus membungkam bacotan para pengamat yang meragukannya. Hebatnya Fara menelanjangi taktik parkir pesawat Arteta tanpa perlu mencetak gol. Bagaimana bisa pemain negara Antarberanta mendadak jadi calon kuat perai Balon Door? Yuk, simak rangkuman
ulasannya sebagai berikut. Sebagian dari kita mungkin akan berdebat perihal siapa bintang utama di laga final UCL 2026. Namun mayoritas dari kita rasanya sepakat kalau Vik Faraskelia adalah bintang utamanya. Lagi pula UEFA saja sudah mengakui hal itu. Selepas final, Farel langsung mendapat penghargaan pemain terbaik UCL 2025-2026. Memang benar Farah tidak mencetak gol di Budapest, tapi kalau bukan karena kecerdikannya, PSG mungkin tidak akan bisa menembus parkiran pesawat Arsenal. Fara meliuk-liuk di sisi kanan
mempertahankan Arsenal pada menit 61. Akselerasi tak mampu dihalau Cristian Mosquera kecuali dengan pelanggaran di area terlarang. Sepanjang 120 menit, Fara tidak berhasil melepas satuun tembakan ke gawang Arsenal. Kendati begitu, lima sentuhan yang ia catat di area penalti Arsenal berhasil membuat Parisan pertahanan meriam melan dan tak bisa tidur. Aksinya di menit 61 tadi kemudian melahirkan penalti yang dieksekusi dengan manis oleh Osman Dembile. Secara resmi man of the match laga final itu adalah vtinya, tapi tanpa
Faraskelia, sepertinya PSG tetap akan kesulitan membongkar rapatnya pertahanan Arsenal. Wajar apabila saat seremoni pengangkatan trofi, Lewis Enrique begitu semringah memandang Farah. Pelatih PS itu sampai sempah ikut berselebrasi bareng sang pemain. Final Budapest 2026 adalah sekelumit kisah tentang Magis Faraskelia. Ini hanyalah sebagian kecil contoh bagaimana Magis Fara mampu menyihir semua orang. Karena faktanya, musim ini Fara memamerkan sihirnya di semua kompetisi. Sihir itulah yang menjadi kunci PSC
kembali mendominasi baik di level domestik maupun di UCL. Mau tahu seajaib apa Far Kalia? Kalian yang sering nonton PSG main pasti tahu sendirilah ya. Fara ini punya julukan Faradona. Selain karena pernah main di Napoli dan membawa tim Italia itu merengkus Kudeto layaknya Diego Maradona, gaya mainnya juga mirip. Fara punya kemampuan trible yang bakal bikin para defender lawan melungut tak berdaya. Bagi kalian yang belum atau jarang nonton PS main, silakan lihat sendiri. Tak perlu cari banyak-banyak
pertandingan, cukup satu dua laga saja. Kalian akan terpanah melihat permainan Fara. Seringkiali pemain satu ini dijaga banyak orang, tapi entah mengapa selalu bisa lolos dari jebakan pertahanan lawan. Soal statistik, di musim penuh pertamanya berkosum PSC ini, Fara mengemas 19 gol di semua kompetisi. Ini menjadikan sang pemain asal Georgia menduduki urutan kedua pemain tersubur Las Parisiens tepat di bawah Osman Dembele. Ya, bisa dibilang di musim penuh pertamanya di PSG ini Fara sudah bisa langsung menyihir semua orang.
Kita tahu bahwa 2025-2026 adalah musim yang begitu ajaib buat seorang Vika Farasgalia. Penampilannya di atas lapangan mampu membuat siapapun yang menyaksikannya tersihir tanpa banyak berkata-kata. Tapi Fara ini sebetulnya memang layak dijuluki sang penyihir. Kenapa? Karena kalau kita lihat perjalanan karirnya semua terasa buat keajaiban. sebelum dibeli Napoli pada tahun 2022, mungkin tak ada yang tahu nama Faraskelia. Wajar mengingat pemain 25 tahun ini cuma merumput di klub lokal Georgia Dinamo
Batumi. Far Ben sempat terkatung-katung di liga Rusia setelah konflik politik berkecamuk sekitar 2022 silam. Tapi sejak mendarat di Esadio Diego Armando Maradona, karirnya berubah. Fara menjadi bagian penting pasukan Lucianos Paletti. Di situ-orang yang menyadari sosoknya mulai jatuh hati. Tidak terkecuali Luis Enrique. Dibeli Napoli cuma seharga 10 jutao. Enrique berani meminta PS menebus 85 jutao untuk memain satu ini. Hingga akhirnya Fara mewujudkan mimpinya main untuk PSG. Kalian sudah pernah dengar
kisah Fara yang bermimpi main untuk PGC jauh sebelum ia mengenakan costum les pariens. Waktu itu sang istri membayangkan apa jadinya jika Fara main untuk PC dan tinggal bersama Fara di Paris. Tebak yang terjadi setelahnya. Bertahun-tahun kemudian secara ajaib doa itu dikabulkan oleh yang maha kuasa. Tak sampai di situ, Fara juga pernah punya kisah ajaib lain. Sebagai seorang genara tumbuh mengidolakan Cristiano Ronaldo. Ia bermimpi bisa satu lapangan dengan idolanya itu. Tahun 2024 diajang Piala
Eropa, mimpi itu kesampaian. Bahkan Fara turut mencetak gol dan mengalahkan Bang Dodo dalam laga lanjutan fase grup Euro 2024 itu. Hanya dalam sekitar tiga musim, Vik Faraskelia bertransformasi menjadi seorang bintang yang namanya dielu-elukan dunia. Tiga musim mungkin waktu yang wajar bagi seorang pesepak bola mencuri hati fans. Namun bagi Farah yang tiga musim lalu masih bukan siapa-siapa. Ini jelas pencapaian yang ajaib. 4 tahun lalu mungkin tak pernah terbersit dalam kepala Faraskalia bahwa
ia akan menjadi bintang besar. Sekarang ia malah sudah berhasil memainan kesuksesan termasuk juara back to back Liga Champions bareng Paris Saint-Germain. Lebih jauh Fara kini ada di jalur yang tepat untuk menggondol penghargaan paling prestasius Balondor. Setelah rekan satu timnya Usman Dembelly menggondol Balondor tahun lalu. Nambah Fara dijagokan sebagai orang yang menggondol penghargaan itu tahun ini. Namun apa jawaban Fara soal hal ini? Pemain asal Georgia itu memilih mendengarkan Erling Hand untuk stay
humble. Fara tak terlalu peduli soal rekor individu. Baginya yang terpenting adalah prestasi tim. Dalam wawancara bersama BN Sport, Fara sendiri mengungkapkan rahasia di balik mangis yang selama ini ia perlihatkan ke orang-orang. Menurutnya, kunci permainan ciamiknya adalah ia selalu menikmati setiap pertandingan. Setiap kali masuk lapangan, aku hanya berusaha untuk enjoy menikmati pekerjaan yang ku cintai ini,” kata Fara. Soal Balondor, Vika Faraskelia seharusnya punya segala hal untuk memenangkan penghargaan yang paling
presisius itu. Kecuali satu hal, trofi Piala Dunia. Iya, itulah yang selama ini masih jadi angan-angan Farah. Di balik semua magis yang ia punya, Farah belum mampu mengantar Georgia ke Piala Dunia. Sejak menjadi negara independen dan terdaftar sebagai anggota FIFA pada 1992, Georgia tidak pernah sekalipun berpartisipasi dalam Piala Dunia. Sebagai bintang paling dielalu-elukan di negaranya, Fara punya tekad besar untuk meloloskan negaranya itu. Namun sayang, tahun ini ia gagal menggapainya. Georgia tergabung ke dalam grup E
kualifikasi Piala Dunia zona Eropa. Sayang di grup itu Georgia harus berhadapan dengan dua negara kuat Eropa, Turki dan Spanyol. Hal hasil Georgia cuma bisa membungkul satu kemenangan dari enam pertandingan. Mereka menuntaskan kualifikasi ronde pertama di urutan ketiga dan gagal mendapat tiket ke Piala Dunia. Namun impian Fara masih belum berhenti. Baginya membawa Georgia ke pentas Piala Dunia adalah sebuah kehormatan tersendiri. Setiap orang Georgia pasti punya mimpi membawa Georgia ke Piala Dunia tak terkecuali
bagi Fara. Gagal di 2026, bintang PSG ini pasti akan mencoba lagi 4 tahun ke depan. So, pada akhirnya kita sepakat kalau Vika Farskalia telah berhasil menyihir dunia sepak bola selama semusim ini. Tapi kalau kita lihat keajaiban memang sudah jadi nama tengah Fara sejak bermusim-musim yang lalu. Kalau menurut kalian sendiri Football Lovers, apakah Fara Layak mendapat balon dooror dengan performa ajaibnya musim ini? komen ya, like video ini kalau kalian suka, subscribe channel Sorting Eleven Moment
dan jangan lupa nyalakan notifikasinya supaya kalian gak ketinggalan setiap update serta bahasan-bahasan menarik seputar sepak bola lainnya. Terima kasih dan sampai jumpa. Yeah.

Komentar