Berhubung Piala Dunia 2026 semakin dekat, coba deh kalian sebutin siapa pelatih yang kalian tahu. Carlo Ancelotti boleh, Thomas Tuhel cakep, atau Did Desong. Betul juga. Kebanyakan dari kalian pasti akan menjawab nama-nama besar yang membesut tim raksasakan. Padahal kalian enggak sadar kalau masih banyak nama-nama terkenal yang juga memimpin timnya di Piala Dunia nanti. Tapi mereka kerap dilupakan karena tertutup bayang-bayang pelatih dari tim-tim raksasa. Mungkin kalau mimin enggak bikin video ini, kalian masih
saja enggak sadar keberadaan mereka di turnamen akbar nanti. Lantas siapa saja para pelatih terkenal yang kerap dilupakan tapi ternyata masih memimpin timnya di Piala Dunia 2026? Benarkah salah satunya adalah guru besar dari pelatih hebat dunia di usianya yang sudah memasuki kepala tuuh Marcelo Billsa kini bersiap menjalani Piala Dunia ketiganya sebagai pelatih. Usai edisi 2002 bersama Argentina dan 2010 bersama Chile, Bils kini membawa Uruguay lolos untuk kelima kali beruntun sejak 2010. Maha guru dari
pelatih kelas dunia seperti Pep Guardiola ini sudah membesut La Celeste sejak 2023. Kesuksesan lolos edisi 2026 didapat setelah Uruguay finish di posisi keempat klasemen kualifikasi zona Konibol. Juara dunia dua kali itu tergabung di grup H bersama Spanyol, Arab Saudi, dan KPVD. Pernah membawa cilik 16 besar edisi 2010, Bilsa diharapkan bisa membawa Uruguay selamat dari fase grup. Sebab di edisi 2022, Uruguay kalah dari Portugal dan Korea Selatan. Dengan kapasitasnya sebagai pelatih senior berpengalaman, Bilsa tetap menjadikan
Spanyol sebagai lawan terberat di fase grup. Ia tak menampik bahwa Lafuria Roha besutan Luis de la Fuente adalah favorit juara tahun ini. Oleh karenanya, laga melawan Spanyol menjadi perhatian terbesar BSA dalam upaya lolos ke-32 besar. Hasil dari laga tersebut akan menentukan apakah Uruguay akan mendapat undian lawan yang mudah atau tidak di babak gugur nanti. Pernah dijek pelatih medioker di level klub Graham Porter menunjukkan kebangkitan bersama Swedia menggantikan John Daltomon semula tak sedikit yang
skeptis dengan penunjukannya. Habis gimana, Swedia butuh keajaiban lolos ke putaran final, tapi malah menunjuk pelatih yang pernah dipecat Chelsea dan West Ham. Bahkan Potter sebelumnya nihil pengalaman melatih timnas. Namun dengan keyakinan tinggi, Potter sukses memperlihatkan pesonanya bersama Blagw. Pria berpaspor Inggris itu menjadi pelatih yang meloloskan Swedia setelah absen di edisi 2022. Tuan rumah Piala Dunia 1958 tersebut mengunci tiket via jalur playoff zona Eropa. Menghadapi Polandia di final playoff grup B, Swedia
menang dengan skor tipis 3-2. Prestasi ini terbilang unik bagi Potter karena sekalinya melatih timnas doi langsung masuk Piala Dunia. Usai melangkah ke putaran final, fokus Pter selanjutnya adalah membawa Swedia melaju sejauh mungkin. Tantangan pertama yang harus dilalui lebih dulu adalah lolos dari fase grup. Swedia tergabung di grup F bersama Belanda, Jepang, dan Tunisia. Diperkuat oleh dua striker Premier League, yakni Victor Geeres dan Alexander Isak. Harapan besar rakyat Swedia ada di pundak Potter.
Memang kalau rezeki itu kalau sudah ditakar tidak mungkin tertukar dengan orang lain. Keberuntungan luar biasa itulah yang dialami pelatih Gek asal Portugal Carlos Queros. Awalnya nasib sial menimpa Cueros setelah gagal membawa timnas Oman lolos ke Piala Dunia 2026. Langkah Oman harus terhenti di putaran keempat zona Asia. Tergabung di grup A, Oman hanya menjadi juru kunci dengan satu poin di bawah Qatar dan Uni Emirat Arab. Kegagalan tersebut membuat federasi sepak bola Oman mendepak dari kursinya. Namun, roda nasib berputar
sangat cepat. Tidak lama setelah pengusiran itu datang tawaran emas dari Ghana. The Black Stars mengincar pelatih berpengalaman yang bisa memimpin mereka di Piala Dunia 2026. sampai kemudian raksasa Afrika itu menunjuk Kuero sebagai pelatih baru menggantikan posisi oto yang didepak karena hasil buruk di laga uji coba Maret. Bagi kueros pribadi, turnamen bergengsi ini menjadi Piala Dunia kelima sepanjang karir ke pelatihannya. Mantan asistencer Alex Ferguson itu sebelumnya sukses memimpin Afrika Selatan di edisi 2002, Portugal
edisi 2010, dan Iran edisi 2014 dan 2018. Di ajang akbar nanti, Gueros mengemban tugas berat bersama Ghana karena Black Stars tergabung dalam grup L yang cukup menantang bersama tim-tim kuat seperti Inggris, Kroasia, dan Panama. Kalau berbicara tentang menir Belanda yang satu ini, kita pasti langsung teringat akan kisah lucunya bersama tim nasional Kurasau. Dick Advokat berhasil mencatatkan sejarah luar biasa sebagai pelatih pertama yang sukses mengantarkan negara pulau tersebut lolos ke ajang bergengsi Piala Dunia. Kurasau
memastikan tiket kelolosan mereka dengan status yang sangat impresif, yaitu tidak terkalahkan sepanjang babak kualifikasi zona Konkekev C. Seketika advokat yang mulai melatih tim sejak tahun 2024 itu langsung dianggap sebagai pahlawan besar oleh seluruh masyarakat Kurasau. Namun drama menarik terjadi tak lama setelah mereka dipastikan lolos. Advokat tiba-tiba memutuskan mundur dari jabatannya demi merawat putrinya yang diketahui sedang sakit keras. Posisi kosong tersebut kemudian diisi oleh sesama orang Belanda, Fred Rutan.
Uniknya, baru berjalan dua pertandingan bersama pelatih baru, manajemen Kurasau kembali menunjuk advokat untuk memimpin tim. Kini mantan pelatih yang pernah menukangi Korea Selatan di Piala Dunia 2006 tersebut siap mengomandoi negara Karibia itu di grup E. satu grup dengan raksasa seperti Jerman, Pantai Gading, dan Ecuador. Para pendukung Real Madrid pasti tidak asing lagi dengan sosok pria yang satu ini. Meski sempat dinilai gagal saat melatih raksasa Spanyol tersebut, Julen LopeG kini justru meraih kesuksesan
bersama Qatar. datang untuk menggantikan posisi Luis Garcia, LopeGi langsung dibebani target yang sangat tinggi oleh federasi yaitu wajib lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. Prestasi itu tentu menjadi pembuktian yang luar biasa bagi dirinya mengingat sebelum melatih Qatar, ia baru saja menjadi korban pemecatan dari West Ham. Jalan Qatar menuju turnamen kali ini pun terbilang tidak mudah karena mereka harus berjuang lewat putaran keempat zona Asia terlebih dahulu. Terasa aneh sih, padahal selama
ini Qatar sering dijuluki sebagai anak kesayangan FIFA. Tergabung di grup A putaran keempat, Qatar akhirnya sukses lolos di peringkat pertama setelah menyingkirkan Uni Emirat Arab dan Oman. Keberhasilan ini membuat L PTG akan tampil di Piala Dunia pertama dalam karirnya di mana Qatar berada di grup Bersama Kanada, Bosnia, Herzegovina, dan Swiss. Nah, kalau pelatih yang satu ini para penggemar setia Manchester United pasti masih ingat betul dengan sosoknya. pernah menjadi bos besar bagi mega bintang Cristiano Ronaldo saat berada di
Old Trafford. Ralph Rangnik kini siap memamerkan taktiknya di Piala Dunia 2026 bersama Austria. Di bawah tangan dinginnya, Austria tampil cukup meyakinkan dan berhasil lolos sebagai pemuncak klasemen akhir di grup H dengan torehan 19 poin. Keberhasilan luar biasa ini sekaligus membuat Rangnik dinobatkan sebagai pahlawan yang sukses memutus dahaga panjang publik. Sepak bola Austria. Sebelum dilatih rangnik, negaranya David Alaba itu terakhir kali merasakan atmosfer putaran final Piala Dunia pada
tahun 1998 silam. Menatap turnamen akbar yang sudah di depan mata, Rangnik harus mempersiapkan strategi terbaiknya karena Austria dipastikan tergabung di grup J. Mereka akan menghadapi tantangan yang sangat berat karena akan melawan sang juara bertahan Argentina. Austria masih punya peluang sebagai runner up asal menyingkirkan Aljazair dan Yordania. Itulah tadi pelatih-pelatih ternama yang kerap dilupakan tapi akan melatih di Piala Dunia 2026 nanti. Kira-kira siapa di antara mereka yang akan membawa
timnya melangkah lebih jauh? Yeah.

Komentar