Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggelar pertemuan tertutup dengan para pembantu utamanya di ruang situasi gedung putih pada Jumat, 29 Mei 2026, khusus untuk membuat keputusan akhir soal perang Iran. Tapi hasilnya 2 jam berlalu dan tidak ada satuun keputusan yang lahir. Seorang pejabat senior pemerintahan Trump mengatakan kepada The News, pertemuan itu berakhir tanpa hasil konkret. Menurutnya, kesepakatan memang sudah dekat, tapi sejumlah perdebatan belum juga tuntas. termasuk soal pencairan dana untuk Iran. Sebelum
pertemuan berlangsung, Gedung Putih lebih dulu mengumumkan adanya nota kesepahaman atau MOU yang dirancang untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari dan membuka kembali Selat Rumus. Dalam kurun waktu itu, Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan menggelar pembicaraan lanjutan soal pembatasan program nuklir Teheran. Tak hanya itu, MOU tersebut juga disebut mencakup insentif finansial besar mencapai 300 miliar dolar Amerika Serikat sebagai dana rekonstruksi untuk Iran. Tapi Trump justru membantahnya
sendiri lewat platform through social-nya. Ia menegaskan tidak akan ada pertukaran uang sampai pemberitahuan lebih lanjut. Melalui media sosial yang sama, Trump juga mengungkapkan akan membuat keputusan akhir soal Iran dalam rapat di Gedung Putih. Sementara itu, Iran juga buka suara. Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan pembicaraan masih berjalan dan belum ada kesepakatan akhir yang tercapai. Teheran juga menepis klaim Trump yang menyebut Iran siap menyerahkan uranium yang telah diperkaya. Juru bicara
Kementerian Luar Negeri Iran Ismail Bakai menegaskan Iran akan fokus pada pembicaraan tentang mengakhiri perang dan tidak ada negosiasi mengenai isu nuklir. Di sisi lain, negosiator utama Iran, Muhammad Bakir Kalibav melontarkan pernyataan keras. Menurutnya, Iran akan mencapai hak-haknya bukan melalui dialog, melainkan dengan rudal. Sementara itu, Kepala Pentagon alias Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pit Hexet [musik] memberikan peringatan dari Singapura. Dalam sebuah KTT pertahanan, ia menegaskan Amerika Serikat lebih dari
mampu melanjutkan perang dengan Iran bila diperlukan. Situasi di Selat Rumus sendiri masih tegang. Amerika Surikat dan Iran dilaporkan saling baku tembak di selat untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata diumumkan Trump pada 8 April lalu. Angkatan bersenjata Iran juga dilaporkan melakukan pelancuran rudal dari wilayah selatan negeri itu meski tujuan pasir rudal tersebut masih belum jelas. [lonceng]

Komentar