Beranda / Berita Utama / Tidak Wani Melawan China! AS Pasrah Buka Blokade Selat Hormuz

Tidak Wani Melawan China! AS Pasrah Buka Blokade Selat Hormuz

Sebelumnya, saat pertemuan, Presiden Cina Xi Jinping nyindir negara-negara yang sering bertindak semaunya sendiri atau pake hukum rimba. Sindiran itu disampaikan waktu dia ketemu Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez.

“Dunia sekarang lagi kacau, tatanan internasional makin runtuh. Ini sudah kali keempat kamu datang dalam empat tahun. Cara kita memperlakukan hukum internasional dan tatanan dunia nunjukin gimana pandangan kita tentang dunia, nilai-nilai, tatanan, dan tanggung jawab. Cina dan Spanyol sama-sama negara yang punya prinsip dan moral, gak mau salah langkah dalam sejarah. Kita harus tambah komunikasi, bangun kepercayaan, kerja sama erat, lawan kemunduran dunia yang kayak hukum rimba, dan sama-sama jaga prinsip sejati serta lindungi dunia.”

Nah, Amerika Serikat akhirnya buka blokadenya di Selat Hormuz dan perundingan tahap dua antara AS dan Iran bakal digelar minggu ini.

untuk membahasnya sudah bergabung bersama kami ada analis dari Universitas Ala-Azhar ada Bapak Pizzaro Gozari Idrus. Asalamualaikum, selamat siang Pak Pizaro. Apa kabar? Waalaikumsalam warahmatullah. Selamat siang, Mbak Safa. Alhamdulillah baik, semoga sehat selalu. Baik, Pak Pizaro. Ini ee apa yang membuat atau menurut Anda mengapa Amerika Serikat tampak ee plinpan atau maju mundur untuk membuka blokade di Selat Hormos? Ya, memang setiap pertimbangan yang dilakukan oleh Trump itu dilakukan tanpa

pertimbangan yang sangat matang ya dalam berbagai macam kebijakannya. Ini kita lihat ee Trump mulai melunak ya karena sebenarnya apa yang sebenar terjadi ialah Amerika Serikat ini belum benar-benar siap untuk benturan dengan Cina. Ya, kita mengetahui ya Cina dan juga Rusia kemarin sudah bertemu ee Mbak Safa ada dialog ya antara Rusia dan Cina yang mereka kemudian memprotes tindakan Amerika Serikat yang melakukan blokade di Selat Hormus. Ingat ee kita mengetahui bahwa lalu lintas Latormus sekarang dibuka oleh Iran itu kebanyakan

Pelaku Terekam CCTV, Memang Pelaku Copet Begal Motor di Area Gunung Sahari Diringkus Polres Jakpus

dituju untuk kapal-kapal Cina. Dan ketika ini diblokade oleh Donald Trump, tentu ini akan membuat amarah yang akan hadir dari pemerintahan Cina. Dan pemerintahan Cina bukan tidak mungkin nanti akan mengawal kapal-kapal tanker mereka dengan kapal-kapal militer. Karena ada upaya sabotasi yang dilakukan oleh Amerika Serikat untuk menutup ee blok untuk menutup selat hormus. Ya, ketika kapal-kapal Cina itu ditemani oleh kapal-kapal militer dan kemudian berbenturan dengan Amerika Serikat ini akan menimbulkan eskalasi yang sangat

besar ya. Makanya kemarin kemudian ada komunikasi antara Trump dengan e si Jinping dan kemudian kita lihat ya sebenarnya Donald Trump ini agak melunak ya. Dia mengklaim bahwa Cina katanya sudah setuju atas berbagai pertimbangan dari Donald Trump dan kemudian ee ee Donald Trump juga mengklaim bahwa Cina memberikan dukungan terhadap keputusan-keputusan itu. Tetapi kalau kita lihat dalam statement yang disampaikan oleh pemerintah Cina dan juga Rusia, mereka jelas ya mereka tidak mau juga didikti oleh Amerika Serikat.

Mereka meminta agar Selat Hormus itu benar-benar dibuka, blokadenya itu dihentikan oleh Amerika Serikat. Karena kalau itu terjadi sampai perang antara Rusia dan Tiongkok, ini yang juga yang dirugikan ialah Amerika Serikat. Ya, makanya Amerika Serikat itu berupaya sebenarnya ee melakukan lobi kepada Cina ya. Sebenarnya kan blokade ini sebenarnya sasaran itu Cina, bukan hanya kapal-kapal Iran ya. Dia berharap ee Amerika Serikat itu mendorong Cina untuk menekan Iran agar Iran membuka blokade Selat Hormus dan kapal-kapal

internasional itu bisa kembali melewatinya. Jadi itu sebenarnya kenapa Amerika Serikat itu berupaya mengontrol Stratorus karena dia melihat 90% kapal-kapal dari Iran itu tertuju kepada Tiongkok. Oh. Baik. Jadi ini artinya masih ada sesuatu yang mengganjal dengan Cina begitu ya. Karena sebelumnya kan Amerika Serikat membuka blokade Selat Hormus untuk Cina dan karenanya Cina tidak akan mengirimkan bantuan senjata ke Iran. Betul. Jadi memang itu karena begini ya Iran itu salah satu bisa survive ya bisa

bertahan. Memang harus diakui menurut beberan ada suntikan militer, ada suntikan drone dan intelijen dari Tiongkok kepada Iran untuk melakoni perang yang sudah ee berlangsung hampir 2 bulan ini ya ee Mbak Safa ya. Itu yang kemudian membuat Amerika Serikat gusar ya. Karena tadinya Amerika Serikat berpikir bahwa ee Iran itu bisa dikendalikan dengan berbagai gempuran-gempuran yang dilakukan oleh Amerika ternyata bisa bertahan. Itu tidak mungkin tanpa bantuan Tiongkok dan Rusia. Makanya kemudian Donald Trump itu

Mau Tidak Perang, AS-Iran Pasti Akan Ngobrol Pada Pekan Ini

kemudian menelepon si Jin Ping kemarin menurut Donald Trump ya. Dan sebenarnya Mbak Safa ada beberapa hal yang ditawarkan oleh Amerika Serikat. Pertama adalah keringanan sanksi kepada kepada Amerika kepada Cina ya. Ee Donald Trump e memberikan angin surgalah kepada Cina. Kalau Anda berhenti mendukung Iran, kalau Anda berhenti memasuk kepada Iran, Anda saya akan kurangi sanksi-sanksi ekonominya. Kita mengetahui ada sanksi ekonomi, sanksi teknologi, dan sanksi-sanksi yang lainnya. Kemudian e Donald Trump itu

juga memastikan ya bahwa berbagai macam hubungan kerja sama ekonomi mereka itu bisa ditingkatkan, itu bisa membaik kalau memang Cina menghentikan bantuan kepada Donald Trump. Tampingnya tapi tampaknya di Jinping tidak mengikuti apa saja kata kata Trump. Karena gini Mbak Safa, kalau kemudian Trump itu kemudian mengisolasi Cina, yang rugi itu yang rugi itu Amerika Serikat itu sendiri. Kita masih ingat ya Amerika Serikat itu sampai sekarang itu masih mengandalkan pasar kerja murah yang ada di yang ada

di Cina. Makanya kan menarik Apple itu walaupun brandingnya Amerika Serikat tetapi pengolahan itu ada di Cina gitu. Jadi justru Jin Ping melihat bahwa kalau Anda mengisolasi kami Anda akan rugi sendiri. Itu yang tampaknya membuat Donald Trump itu gambling. Baik sebelumnya Iran juga memperingatkan akan memblokir jalur perdagangan di Laut Merah, Laut Oman dan juga Teluk Persia. Apakah ini juga yang sebenarnya dikhawatirkan oleh Amerika Serikat? Iya betul. Inilah kemudian yang tidak dikalkulasi oleh Amerika Serikat dan

kemudian ini baru belakangan dipikirkan oleh Trump. Kalau kemudian dia memaksakan menutup blokade kepada Selat Hormus, ya Iran tuh enggak punya cara lain. Dia punya strategi lain untuk menghadapi blokade dari Amerika Serikat. Dia balik akan menutup laut merah. Ingat Mbak Sah, laut merah itu 30% perdangan global itu laut situ termasuk minyak. Kalau serat hormos ditutup, kalau laut merah kemudian ditutup, habislah ekonomi dunia dan itu akan membawa kerugian ekonomi yang sangat besar kepada Amerika

Serikat. seperti itu. Kemudian ini jangan lupa ya apa ee rencana apa gerakan Trump untuk mempelodokal Statmus itu dengan mengharapkan bahwa bantuan dari Iran minyaknya kepada Cina itu akan membuat lumbuh Cina. Itu juga salah kalkulasi. Cina itu memang 90% ee Iran itu memang 90% memasuk ee minyak kepada Cina. Tapi itu hanya 8% dari kebutuhan total minyaknya Cina. Cina itu enggak cuman ngimpor dari Iran, dia ngimpor juga dari Rusia. Dia ngimpor dari Saudi, dari negara Afrika. Jadi walaupun hormus

Sekarang Memahami Kan? Alarm Kasus Genjot Seksual di Kampus

itu ditutup oleh Trump, dia masih punya sarana-sarana ekonomi yang lain. Apalagi kemudian jangan lupa Cina itu sekarang sudah mengembangkan energi terbarukan di dalam negerinya. Dia juga meningkatkan ee produksi ke batu bara domestik. Jadi Cina itu juga enggak begitu berpengaruh pada Iran. Trump ini kan salah kalkulasi. Seakan-akan ketika dia memblokadar Transformus, Cina itu akan mati, akan terisolasi dan kemudian balik menekan Iran untuk tidak melakukan serangan kepada Amerika Serikat. Nah, ini yang salah diprediksi oleh Donald

Trump bahwa Cina itu sebenarnya relatif independen walaupun kemudian Selat Warmus pun ditutup. Heeh. Heeh. Baik. Dengan Amerika Serikat yang masih terus memblokade Selat Horm, apakah perundingan tahap dua di Islam Abad Pakistan nanti masih akan tetap berlangsung nih, Pak Bizario? Iya, memang Iran itu pasti dia akan menuntut. Kalau kita ingin negosiasi, kalau kita ingin duduk bersama, Anda keluarkan dulu ancaman-ancaman yang Anda lakukan. hentikan untuk misalkan ya ini sekarang melakukan blokade salatus itu

pasti kemudian Iran meminta itu blokade itu kemudian coba di diangkat terlebih dahuluah tidak kemudian dilakukan gitu karena Iran pengin di mana-mana diplomasi itu enggak boleh dibawa ancaman, tidak boleh dibawa ultimatum tidak boleh dibawa tekanan harus sesama equal seperti itu. Walaupun mungkin Iran juga siap untuk melakukan negosiasi walaupun blokade sedang dilakukan oleh Startormus ya. Karena sebenarnya dalam konteks ini Iran tuh sebenarnya tidak mencari peperangan. dia mau mencari perdamaian asal tuntutannya itu

sama-sama relevan di antara mereka. Nah, sekarang ini kalau kita lihat kuncinya sekarang di Pakistan Mbah Safa itu sekarang ee jenderalnya Pakistan Asim Munir sudah mulai tur ya ke Saudi, ke Iran dan juga ee presid e Perdana Menteri Pakistan juga berkunjung ke ee Turki dan lain sebagainya. Ini artinya ada upaya negosiasi dalam jarak dalam jarak yang sangat dekat ya akan terjadi ya tinggal beberapa poin-poin itu nanti akan dibahas secara teknis. Makanya kan Jenderal Asim Munir nih sekarang ditunjuk sebagai mediatornya. dia tuh

panglima militer yang artinya kita sudah bisa membayangkan ini renegasi perundingan gencatan-kenjata fase kedua akan lebih bahas masalah teknis pertahanan keamanan untuk memastikan gencatan senjata itu betul-betul berlangsung. Baik. Baik. Ada dua poin yang masih jadi perdebatan para pihak di perundingan yang pertama yakni terkait pengembangan senjata nuklir dan juga e Selat Hormus ini. Ee bagaimana kemudian agar kedua hal tersebut bisa mencapai titik temu di perundingan selanjutnya? Mbak Safa, kita melihat sekarang kalau

kita lihat ya ee rincian dari gen senjata itu sudah mulai jelas ya, tidak lagi kabur seperti fase yang pertama gitu ya. Karena apa? Kalau kitaat sekarang Amerika Serikat sudah mengeluarkan angka nih bahwa dia pengin Iran itu membatasi pengaian uraniumnya sampai 20 tahun seperti itu dibatasi. Sedangkan Iran meminta hanya 5 tahun. Kalau dalam negosiasi biasanya nanti ada kemudian titik kompromi yang mempertemukan kedua negara Mbak E Safa ya. Kemungkinan besar akan ada titik tengah di mana Iran dibatasi pengayan

uraniumnya selama 10 tahun. Jadi itu dirasa tidak memberatkan Iran. Tetapi juga itu juga mengonfirmasi keinginan Amerika Serikat. Jadi ada titik tengahnya itu itu sekitar 10 tahun. Kemudian nanti di wilayah Stat Hormus itu nanti juga ada titik komprominya. Misalkan ya Iran kan selama ini mengontrol Slat Hormus dan sekarang dia sudah menerapkan biaya 2 juta dolar per kapal untuk lewat gitu. Mungkin ada titik jalan tengah nanti yang disepakati. Misalkan Selat Hormus masih dikendalikan oleh Iran, masih dikasihi

oleh Iran, tetapi sebagai gantinya Iran itu mencabut ya e syarat e concession fee itu ya sekitar 2 juta US dolar. Tapi itu belum selesai, Mbak Safa. Iran pasti meminta. Kalau saya mengontrol Satorbus, apa jaminan saya tidak diserang kembali? Kalau saya kemudian membatalkan 2 juta dolar per kapal itu apa jaminan untuk saya tidak diberikan agresif lagi oleh Amerika Serikat? Nah, titik jalan tengahnya ialah ada kapal-kapal dari Turki e Pakistan atau negara-negara yang dekat dengan Iran itu kemudian menjadi

garantor, menjadi jaminan mereka patrol di situ untuk memastikan ee Iran itu tidak lagi diserang oleh Amerika Serikat. Saya kira itu titik jalan tengah yang akan diambil oleh kedua negara nantinya ketika negosiasi putaran kedua. Karena ketika kita lihat ya bahwa sekarang aspirasinya adalah untuk membawa hal-hal yang lebih teknis, membahas hal-hal yang lebih rinci dan rigit dan kemungkinan ini akan kemudian dibahas secara lebih rinci di negosiasi putan kedua yang kita tidak tahu Mbak Safa apakah terjadi pekan ini atau pekan

depan. Tapi yang jelas saya lihat kedua negara ini butuh diplomasi ini karena kedua negara juga jika perang terus jika perang berkobar itu juga menghabisi ongkos militer dan ekonomi mereka. Oke. Baik Pak Pizaro dan pemirsa kita tahan dulu sejenak. Kita simak terlebih dahulu informasi berikut ini. Negosiasi damai antara kedua negara digelar di Amerika Serikat. Namun pertemuan keduanya belum membawa hasil. Saling serang antara Israel dengan Hizbullah pun terus berlanjut. Washington jadi tuan rumah perundingan

Israel dan Lebanon. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio menjadi tuan rumah perundingan langsung pertama antara Israel dan Lebanon yang diwakili duta besar masing-masing. Kedua pihak menyatakan diskusi berlangsung positif meski belum jelas apakah mereka menyepakati kerangka perdamaian untuk menghentikan serangan dari Israel maupun Hizbullah di Lebanon. in liberating Lebanon from an occupation power dominated by Iran called Hizbala. Lebanon is under their occupation and we are suffering from

their constant barrages of missiles and terror attacks trying to cross our border. We talked about a number of things most importantly vision the longterm vision where delineated border between our countries. Pertemuan antara pihak Israel dan Lebanon ini berlangsung pada momen krusial dalam krisis di Timur Tengah sepekan setelah gencatan senjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Sebagai mediator, Amerika mengakui bahwa pembicaraan antara kedua negara tidak akan menyelesaikan seluruh masalah yang

ada di Timur Tengah. Namun diharapkan dari pertemuan ini dapat membantu membentuk kerangka perdamaian. Ya pemirsa, kita kembali bergabung bersama analis, Pak Pizaro Gozari Idrus. Pak Pizaro, ini Israel juga sudah bertemu dengan Libanon untuk bernegosiasi. Tapi mengapa hingga kini Israel masih terus menggempur Libanon? Iya, ada problem yang sangat serius ya di dalam negosiasi antara Israel dan Libanon di Washington sekarang ya. pertama ialah karena pihak yang melakukan pertempuran, pihak yang melakukan perlawanan dengan Israel itu

tidak diajak yaitu Hizbullah gitu. Justru yang diajak di dalam negosiasi di Washington itu Libanon. Yang pemerintah Libanon itu sebenarnya tidak mengalami friksi yang sangat tajam dengan Israel gitu. Karena yang melakukan pertempuran perlawanan itu ialah Hizbullah gitu. Tapi Hizbullah itu tidak dianjak di dalam perundingan ya. Maka kita sudah bisa memastikan bahwa gejata senjata atau negosiasi antara Islam dan pemerintah Libanon sekarang itu sangat-sangat rapuh gitu. ini nanti akan mengulangi presiden yang sama Mbak Safa

ya. Kita lihat dulu di Palestina Israel kemudian melakukan negosiasi dengan otoritas Palestina ditengahi oleh Amerika Serikat gitu. Padahal pihak yang bertempur itu justru di Gaza itu Hamas yang itu bukan otoritas Palestina. Akhirnya gencatan senjata ataupun pertemuan antara otoritas Palestina dengan Israel itu berlangsung, tetapi pertempuran di jalur darat itu masih terus terjadi seperti itu. Nah, ini yang menurut saya akan sangat susah terjadi. Apalagi ini ya persoalan persoalannya ini kan negosiasi antara Libanon dengan

Israel itu bukan kali ini pertama aja tapi berlangsung. Tahunan pernah, tahun di Madrid pernah. Tapi problematikanya ialah ketika Libanon mencoba menahan diri untuk tidak melakukan perlawanan, Isra itu terus melakukan agresi di wilayah Libanon Selatan yang akhirnya itu membuat berbagai macam negosiasi yang dilakukan itu selalu buntu karena Israelnya juga sangat keras. Dia bukan hanya menyerang Libanon Selatan loh. Dia punya pikiran itu untuk mencaplok Lebanon Selatan. Itu untuk menjajah Libanon Selatan. Persis seperti yang dia

lakukan di jalur Gaza. Dulu klaimnya hanya memerangi Hamas. Tapi dia punya visi ialah bagaimana betul-betul menduduki Gaza. Kalau sudah niatannya seperti ini, kalau sudah itikadnya kayak gini, pasti Hizbullah tidak akan pernah berdiam diri. Karena Libanon Selatan itu wilayah basisnya Hizbullah. Kekuatan mereka itu ada di situ gitu sampai kemudian kepada wilayah Berut gitu. Maka ini kan hidup matinya Hizbullah tuh Libanon Selatan. Ketika invasi dan serangan masih dilakukan maka selama itu pulah dia masih akan melakukan

perlawanan. Dan jangan lupa Mbak Safa, kontelasi di Lebanon ini tidak hanya melibatkan wilayah Lebanon. Ada Iran, ada Palestina. Dulu tahun 2024 Lizbulah melakukan serangan kepada Israel. Itu sebagai respon Israel melakukan serangan kepada jalur Gaza. Begitu juga sekarang kan kenapa Isbuloh kembali melakukan perlawanan dengan e Israel? Karena Israel melakukan serahan kepada Iran. Iran itu kan bisa dibilang induknya Isbullah. Karena Isbullah adalah proksinya dari Iran. Maka tidak bisa meletakkan konsteks negosiasi antara

Libanon dengan Israel. Hanya melihat spektrum dari wilayah negara Libanon saja. Apalagi pihak yang diajak negosiasi itu pemerintah Libanganon, bukan Hizbullahnya. Seharusnya negosiasi ini berlangsung antara Israel dan Hizbullah. Dan itu sebenarnya sudah dirancang oleh Iran kan bahwa gencatan senjata Iran dengan Amerikat itu seharusnya dimasukkan juga Hizbullah. Tapi problematikanya Netanyo melawan kesepakatan ini dan Trump itu tidak bisa berbuat apa-apa. Terakhir kan Trump malah merevisi. Tadinya dia mengakui 10

proposal dari Iran untuk dibahas. Tiba-tiba direvisi. Saya tidak mau Libanon dimasukkan. Nah, ini artinya ada apa? ada Israel yang tidak bisa dikontrol oleh Amerika Serikat dan kalau ini terus berlangsung kita tidak akan pernah bisa melihat betul-betul perdamaian yang ada di Libanon. Baik. Lalu apa yang bisa mengakhiri kebuntuhan antara Israel dengan Libanon maupun dengan Hizbullah dan mungkinkah jika dalam waktu dekat bisa digelar pertemuan atau perundingan antara Israel dengan Hizbullah ini, Pak Pizaro?

Iya. Problematikanya Mbak Safa ya, Hizbullah itu sudah menolak adanya negosiasi dengan Iran karena ee dengan sori dengan e Israel. Karena Israel itu berkali-kali melakukan gencar senjata dan Israel itu punya visi bukan perdamaian tapi meminta Hizbullah itu menyerah dan menyerahkan wilayah Liban Selatan. Jika ini terjadi akan sangat sulit terjadi. Nah, bagaimana coba hal yang bisa menahan Israel? Simpel. Salah satunya ialah bagaimana Amerika Serikat itu tidak didikte oleh Israel. Israel masih sekarang bisa melakukan

peperangan, bisa melakukan kemudian genosida dan invasi. Simpel saja karena masih mendapatkan bantuan miliaran dolar dari Amerika Serikat. Dan itu per tahun loh ya bantuan itu per tahun diberikan oleh Amerika Serikat selama dia masih punya senjata, selama masih diberikan dukungan kepada Washington, selama itu pulalah Israel akan terus melakukan invasi. Tidak hanya ke Libanan ya Mbak Safa. Kita lihat sekarang juga ke Suriah ke wilayah Suriah ya. Kemudian juga ee Baitul Masjid Masjid Al-Aqso itu juga

dikepung oleh oleh Israel. Kenapa? Dia selalu mendapatkan dukungan dari Amerika Serikat. Makanya sekarangkan di internal Amerika Serikat itu Partai Demokrat sekarang itu kemudian mencoba sekarang mengajukan resolusi di kongres agar Amerika Serikat itu kemudian mulai membatasi atau bahkan mensuspen dukungan militer kepada Israel. Dan itu sekarang yang dilakukan oleh Italia kan Meloni secara ee mendadak mengatakan kita suspen hubungan kerja sama militer kita dengan Israel karena itu yang dijadikan

Israel untuk memperkuat amunisinya dan melakukan kekacauan di wilayah Timur Tengah. Baik, baik. Terima kasih, Pak Pizaro Gozari Idrus, analis tengah dari Universitas Alazhar Indonesia telah bergabung bersama kami di Breaking News. Selamat beraktivitas kembali dan salam sehat. Yeah.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *