LONDON / PARIS — Pemerintah Inggris dan Prancis secara resmi mengakhiri program uji coba pertukaran migran bertajuk “One In, One Out”. Kesepakatan yang dirancang untuk menekan angka penyeberangan ilegal di Selat Inggris (English Channel) tersebut dihentikan karena dinilai tidak efektif mencapai skala dampak yang diharapkan serta memicu berbagai kritik dari lembaga kemanusiaan.
Di bawah perjanjian yang berlaku sejak pertengahan 2025 ini, Inggris memiliki wewenang mengembalikan migran yang tiba secara ilegal menggunakan perahu kecil kembali ke Prancis, dan sebagai imbalannya menerima pencari suaka dalam jumlah setara yang mendaftar melalui jalur legal.
Alasan Penghentian Perjanjian Uji Coba Pertukaran Migran
Skala Operasional yang Terbatas dan Masalah Re-entry
Sejak disahkan, skema ini hanya berhasil memindahkan sekitar 1.500 migran kembali ke Prancis, sementara jumlah pencari suaka yang ditransfer ke Inggris mencapai jumlah yang hampir serupa. Angka ini dinilai sangat kecil dibandingkan puluhan ribu migran yang terus berdatangan melintasi Selat Inggris.
Selain itu, efektivitas skema ini dipertanyakan setelah ditemukan fakta bahwa puluhan migran yang telah dikembalikan ke Prancis berhasil menyeberang kembali ke wilayah Inggris menggunakan perahu kecil maupun truk kargo.
Kritik dari Aktivis HAM dan Hilangnya Kontak Puluhan Pencari Suaka
Laporan dari berbagai organisasi non-pemerintah (NGO) dan lembaga hak asasi manusia memicu tekanan politik tambahan. Ratusan pencari suaka yang dikirim kembali dari Inggris ke Prancis dilaporkan menghilang dari pengawasan otoritas lokal atau memilih hidup terpencil demi menghindari deportasi lanjutan.
Dampak Politik dan Strategi Pengamanan Perbatasan Selanjutnya
Tekanan Politik Domestik di Inggris
Isu penyeberangan perahu kecil (small boats) tetap menjadi salah satu perdebatan politik paling panas di Inggris. Kurangnya hasil signifikan dari perjanjian ini memicu gelombang protes publik dan memperkuat posisi partai-partai oposisi sayap kanan seperti Reform UK yang menuntut tindakan lebih tegas.
Langkah Lanjutan Pemerintah Inggris dan Prancis
Meskipun program pertukaran “One In, One Out” berakhir, Kementerian Dalam Negeri Inggris (Home Office) dan Pemerintah Prancis mengonfirmasi bahwa kerja sama intelijen dan pengamanan pantai bersama akan tetap berjalan. Kedua negara kini berfokus pada:
-
Pemberantasan Jaringan Penyelundup: Meningkatkan patroli bersama untuk menghancurkan sindikat perdagangan manusia.
-
Jalur Resetlement Resmi: Membuka dan memperluas rute pengungsian yang aman dan terencana bagi kelompok rentan.
Comment