Dunia
Home / Dunia / Internasional & Politik Global: Jelang Pemilu Serbia, Aleksandar Vucic Eksploitasi Sentimen Nasionalisme dan Sosok Jenderal Ratko Mladic

Internasional & Politik Global: Jelang Pemilu Serbia, Aleksandar Vucic Eksploitasi Sentimen Nasionalisme dan Sosok Jenderal Ratko Mladic

Aleksandar Vucic addressing supporters at a rally in Novi Sad, Serbia, last Friday.Credit...Marko Djurica/Reuters
Aleksandar Vucic addressing supporters at a rally in Novi Sad, Serbia, last Friday.Credit...Marko Djurica/Reuters

BELGRADE — Menjelang penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) pada 25 Oktober, mesin media pendukung pemimpin kuat Serbia, Aleksandar Vucic, gencar melancarkan retorika politik dengan menuduh para pesaingnya telah mencemarkan nama baik jenderal Serbia, Ratko Mladic. Langkah ini dipandang sebagai strategi utama Vucic untuk membakar sentimen nasionalisme dan menggalang dukungan suara di tengah besarnya gelombang penolakan publik.

Laporan dari The New York Times menguraikan bahwa penolakan atas kejahatan perang masa lalu telah dijadikan alat kampanye utama untuk memperkuat porsi keterpilihan partai berkuasa.

Figur Ratko Mladic dan Eksploitasi Isu Identitas Nasional

1. Rekam Jejak dan Kontroversi Jenderal Ratko Mladic

Ratko Mladic, yang wafat dalam tahanan di Den Haag pada Agustus lalu, merupakan sosok jenderal di balik pembantaian Srebrenica tahun 1995 di Bosnia yang berujung pada vonis kejahatan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Meski demikian, mayoritas warga Serbia tetap mengenangnya sebagai pahlawan perang yang membela identitas bangsa.

Sebagai bentuk penghormatan nasionalis, jenazah Mladic bahkan dimakamkan di ibu kota Belgrade pada bulan September melalui upacara militer resmi.

2. Isu Identitas Mengalahkan Pertimbangan Rasional

Profesor sosiologi dari Universitas Belgrade, Vladimir Vuletic, menilai bahwa eksploitasi sejarah ini memanfaatkan loyalitas etno-nasionalis masyarakat:

Internasional & Geopolitik: Jelang Pemilu Nasional, PM Netanyahu Perintahkan Penutupan Tepi Barat dan Pengepungan Kota Hebron

“Hampir semua politisi di Serbia memainkan kartu identitas yang sama. Sebagian besar warga paham akan kejahatan yang terjadi, namun pemakaman militer tetap diberikan. Ini adalah persoalan identitas nasional, bukan persoalan rasional,” ulas Profesor Vladimir Vuletic.

Ambisi Kekuasaan Vucic dan Perlawanan Gerakan Mahasiswa

Aleksandar Vucic telah menjadi figur politik paling dominan di Serbia sejak tahun 2012, baik saat menjabat sebagai Perdana Menteri maupun Presiden. Bulan lalu, ia memutuskan mengundurkan diri dari jabatan Kepala Negara guna memimpin langsung kampanye partai pengusungnya, Serbian Progressive Party, yang diubah namanya menjadi “Aleksandar Vucic — United Serbia”.

Kemenangan dalam pemilu ini diproyeksikan bakal mengembalikan Vucic ke kursi Perdana Menteri sekaligus memperkuat cengkeraman kekuasaannya setelah dihantam gelombang protes besar selama dua tahun terakhir.

Tantangan dari Daftar Kandidat Mahasiswa (Student List)

Di tengah dominasi media pemerintah, kelompok mahasiswa yang mengorganisir unjuk rasa meluncurkan daftar kandidat alternatif bernama “Student List — Students Win”:

  • Komposisi Kandidat: Daftar ini mengusung figur-figur independen yang direpresentasikan oleh gerakan pemuda.

  • Dukungan Jajak Pendapat: Sejumlah survei opini publik mencatat bahwa elektabilitas Student List menempel ketat porsi dukungan partai pengusung Vucic, menandakan sengitnya persaingan politik pada pemilu kali ini.

“Pemanfaatan narasi sejarah oleh rezim berkuasa menjadi benteng terakhir untuk menahan pergeseran dukungan pemilih muda di Serbia,” ulas analisis politik Balkan dari The New York Times.

Internasional & Geopolitik Asia Selatan: Kegagalan Mediasi Diplomatik Global, Konflik Pakistan dan Taliban Afghanistan Kian Memanas Lewat Perang Proxy

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *