kembali berbincang dengan Pak Robi Sugara. Pak Robi, kita ketahui bahwa selama ini Iran cukup keras dengan situasi di Selat Hormus yang menginginkan adanya tarif. Nah, apakah mungkin Iran ini bisa dengan ee rela mengikuti seperti yang di ee ada dalam draft perjanjian ini membuka kembali serut Hormus seperti sediakala tanpa adanya kompensasi lainnya misalnya ee ganti rugi perang dan beberapa kesepakatan lainnya yang diinginkan Iran sebelumnya, Pak Robi. Iya. Saya kira kalau tidak ada jaminan e keamanan ya akan sulit sekali melakukan
ee apa ni kesepakatan ee pembukaan ee Selat Hormos ya. Dan Iran saya kira ee tahu sendiri bahwa itu tidak mungkin ee dilakukan. Tapi kalaupun tidak, menurut saya bahwa sinyalemen ketika ee Pakistan yang juga berkunjung ke Iran itu bagian dari ee sinyalemen bahwa ada ee saya kira kesepakatan di di bawah tanah ya yang kemudian ee mereka pada akhirnya ee melunak ke kedua belah pihak. Dan saya kira saya belum mendengar lagi ada cuitan dari eh Donald Trump ya yang kemudian ketika kesepakatan damai yang
sekarang di diposting yang kemudian dipublikasikan itu tidak ada lagi yang mengatakan bahwa ada statement dari Donald Trump bahwa Iran telah menyerah dan kemudian memention eh dan bahkan dia hanya menyebut bahwa kesepakatan damai itu telah terlihat lihat dengan jelas dan ini ee apa lebih baik jauh lebih baik ee menyelesaikan Iran ketimbang ketika Amerika dipimpin oleh ee Barack Obama. Karena ini juga terlihat bahwa Trump juga di sini dia harus menyelesaikan ee apa perang ini itu tanpa harus kehilangan atau tercoreng ee dia sebagai
presiden, tercoreng dia sebagai yang punya partai ee apa ee ee republik. Nah, ini kan masalahnya adalah ee Trump ini memiliki beban yang ee ee bersayap ya atau saya sebut sebagai ee beban segitiga. Beban yang pertama adalah sebenarnya saya meyakini bahwa perang Iran ini keputusan untuk mengambil secara militer itu adalah bukan keputusan murni dari Amerika ya. Meskipun bahwa Trump menurut Benjamin Netanyahu, dia sering sekali mengatakan ke dirinya bahwa dia tidak setuju tentang kepemilikan uranium yang
dimiliki oleh dikembangkan oleh Iran karena berpotensi untuk mengembangkan senjata nuklir yang kemudian Trump juga setuju untuk melucuti dan itu brungkali diungkapkan ke Netanyahu. Dan langkah berikutnya akhirnya dia keluar dari joint comprehensive plan of action yang kesepakatan nuklir dari 2015 yang itu sebenar ada titik terang karena dipantau oleh beberapa negara pemilik e nuklir juga pemegang hak peto di Dewan Keamanan Perserikatan ee apa ee bangsa-bangsa. Nah, ini artinya bahwa perang ini ini
saya kira keinginan dari ee Israel khususnya Benyamin Netanyao. Karena kalau ini adalah murni keinginannya Amerika sebenarnya akan sangat selesai dengan cara gampang. Kenapa? Karena banyak saya kira ee peneliti para praktisi mengatakan bahwa perangnya Amerika, kebijakan luar negerinya Amerika khususnya tentang perang itu tidak murni karena Amerika menginginkan negara itu menganut sistem demokrasi. Tetapi murni adalah untuk kepentingan ekonomi, kepentingan politik, kepentingan geopolitik, kepentingan
energi. Jadi tidak ada ee meskipun di awal dia menginginkan adanya perubahan rezim sebagai covering dari alasan ee apa agresi militer ke Iran ini. Yang kedua adalah, nah masalahnya adalah ketika Amerika melakukan serangan terhadap Iran itu akhirnya mendapatkan respon yang pasif dari negara-negara teluk. Ternyata dia kena dampak, kena dampak secara serangan, kena dampak secara ekonomi karena e pasokan energinya tidak bisa ee dikirimkan. Ya, ini yang kemudian membuat Iran yang sebenarnya harusnya bisa diselesaikan
secara singkat. dia memiliki keuntungan dari ee negara-negara teluk yang itu tidak ee mendukung dia. Kemudian juga memiliki pertaruhan, saya kira beban pertaruhan di internal sendiri ee yang mana bahwa Trump ee berulang kali ini kan sebenarnya lagi proses pemulihan ya. Saya enggak tahu ee penyerangan yang terbaru ee ee senjata ya ee di gedung putih ini kan yang kedua kalinya itu apakah juga akan merubah landskap ee dukungan politik ee Amerika ya yang selalu dibumbui diwarnai oleh serangan-serangan terhadap atau
ancamannya terhadap ee Presiden sebagai upaya pemulihan ya. Selain juga Donald Trump juga mempromosikan apa namanya makhluk angkasa atau misalkan Euvoy sebagai sebuah ancaman atau dia ingin ditarik ke isu-isu global yang lebih berbahaya. Nah, ini yang sebenarnya ee ee apa namanya ee terjadi. Jadi, Iran sebenarnya saat ini bahwa dia mendapatkan semacam posisi yang untung di di saat itu. Dia tahu bahwa ini bukan keinginan 100% Amerika, maka dia tetap bertahan. Sebenarnya bargaining Iran di sini cukup cukup ini ya cukup kuat ya.
Karena itu meskipun saya kira dia tetap tidak harus kemudian memaksakan bahwa akibat perang ini itu harus ee mendapatkan ganti rugi dari Amerika atau negara-negara teluk atau yang terlibat. Ini kan kemungkinan kecil untuk disetujui. Tapi saya kira ee ee minimal dia sudah mengajukan tetapi kemudian ada alternatif-alternatif ee lain ya. Jadi isunya sekarang yang menarik menurut saya Iran itu adalah membawa ee akhir perang ini yang pertama adalah biaya rekonstruksi negaranya ya. Yang kedua ee saya kira juga jaminan ee ee apa
keamanan di di kawasan selama itu tidak terpenuhi menurut saya ini harus ada deklarasi dari Trump sendiri dari negara-negara teluk ya. minimal ada semacam press rilis kalaupun tidak ada kesepakatan di atas kertas bahwa tidak ada lagi serangan bahwa negara-negara teluk akan menjamin kira-kira keamanan ee Iran. Untuk selanjutnya kita akan bahas tentang ee apa kepemilikan ee uranium yang berpotensi digunakan untuk membuat senjata ee nuklir. Baik, Pak Robi. Seperti Anda katakan ada tekanan besar dari Israel dalam proses
negosiasi kecatat senjata kali ini. Nah, kita ketahui bersama bahwa sudah terang-terangan Israel menginginkan Amerika Serikat untuk kembali melancarkan serangan kepada Iran. Nah, apakah menurut pandangan Anda pandangan Anda ke depannya ini Amerika Serikat akan menuruti keinginan dari Israel atau justru akan lebih mendengarkan kondisi atau permintaan dari negara-negara teluk? Ya, jadi Israel saya kira sejak awal ingin opsinya adalah dia ingin melemahkan Iran selemah-lemahnya. Kenapa dia ingin ee apa melemahkan Iran? Yang
pertama bahwa Iran terbukti telah mendukung men-support kelompok-kelompok proksi, kelompok-kelompok yang menjadi sebagai ancaman bagi negara Israel. Yang pertama adalah Hamas yang sebelumnya tentu adalah ee Hizbullah. Hamas ketika didukung sebelumnya Hamas saya kira di-support oleh kelompok Ikhwanul Muslimin yang kemudian juga Israel ya ee juga turut menggulingkan ee apa kelompok Ikhwanul Muslimin yang saya kira pernah mendapatkan e memenangkan pemilu di Mesir. Akhirnya dikudeta oleh Jenderal eh Asisi Presiden yang sekarang ee
Mesir. Nah, dia mengatakan bahwa kenapa Hamas tu kuat? Kenapa Hizbullah itu kuat? Karena dia didukung oleh ada pendukungnya yaitu negara. Saat ini yang didukung adalah yang mendukung adalah Iran. Nah, teorinya adalah menurut Israel, jadi yang harus dilakukan, yang harus dilemahkan dulu adalah para pendukungnya. Maka untuk bisa mengalahkan Hamas, untuk bisa mengalahkan Hizbullah, maka yang harus dilemahkan adalah Iran. Nah, ketika perang berlangsung ini kan sebenarnya dia melakukan dua strategi yang menarik.
Yang pertama adalah Amerika kebagian untuk melemahkan ee Iran ya dengan kemudian ee blokade dengan memperpanjang kira-kira gencatan senjata yang dibikin tidak menentu. Kemudian ancaman serang militer. Sementara itu, Israel terus menggempur ee kelompok-kelompok Hizbullah di e Libanon yang kemudian dia sudah membikin semacam garis kuning di mana garis kuning itu sudah memakan 10% wilayah ee Libanon. Ketika ada siapapun, orang apapun yang melewati garis kuni yang tidak teridentifikasi, maka Israel
akan menembak mati ee orang tersebut. Kemudian juga serangan-serangan ee ke Hamas di Gajah sampai hari ini masih terus ee berlangsung sambil kira-kira menunggu bahwa Iran ee apa namanya ee melemah. Nah, atau bisa juga bahwa Israel di situ ketika tidak lagi ada opsi untuk kemudian bahwa internasional mendesak untuk bisa mengakhiri Iran. Sementara Iran sampai hari ini belum bisa dikalahkan. Maka adalah ee Israel juga mengajukan semacam ee apa namanya? Bahwa bahwa Iran tidak lagi terlibat di dalam mendukung kelompok-kelompok
proksinya yaitu Hizbullah dan eh Hamas Haoti yang kemudian juga di Yaman. Ini bisa dikomunikasikan menurut saya jika persoalannya ee bagi Israel adalah ee masalah ee itu. Nah, Trump saya kira ini akan menghitung Trump ini saya kira orang bisnis ya. dia akan menghitung eh menggunakan kalkulator ya kira-kira eh ketika dia menuruti eh Israel kemudian dia menghadapi kecaman seluruh dunia termasuk saya kira ee ee aliansi emasnya di negara-negara teluk ada Arab Saudi, Qatar. Kenapa? Kalau dia terlalu
memanjakan Israel, maka anak yang lain, aliansi yang lain, anak-anak emasnya di negara-negara teluk, bisa jadi, bisa jadi dia akan langsung mengontak Cina. mengontak Israel, tolong bantu keamanan di wilayahnya.

Komentar