Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu disebut disemprot Presiden Amerika Serikat, Donald Trump lantaran tak mau berhenti menyerang Libanon. Tudingan tersebut ramai dimuat sejumlah media internasional dari Amerika Serikat atau AS seperti CNN pada Selasa, 2 Juni. Dari sumber terpercaya disebutkan bahwa Trump mendesak Netanyahu agar segera menghentikan serangan ke Libanon. Panggilan telepon tersebut berlangsung pada Senin, 1 Juni. Bahkan kabarnya, Trump memaki-maki Netanyahu menggunakan kata-kata kasar untuk menghentikan
serangan ke Libanon. Trump juga mengancam Netanyahu apabila tidak menghentikan serangan ke Libanon, maka pihaknya tidak akan membela Israel dari serangan Iran. Trump juga memperingatkan Netanyahu bahwa pengeboman Libanon dapat semakin mengisolasi Israel. Pihak Gedung Putih pun tidak membantah atau membenarkan tudingan tersebut. Namun di media sosial, Trump mengakui telah menghubungi Netanyahu dan mendesak agar menghentikan perang dengan Hizbullah di Libanon. Trump mengklaim bahwa Netanyahu sepakat dengan kemauan Trump. Namun hal
itu berbeda dengan unggahan Netanyahu di X. Netanyahu mengaku tidak akan berhenti menyerang Hizbulo di Libanon Selatan. Netanyahu memastikan akan terus meluncurkan operasi di Libanon Selatan. Jangan lupa subscribe ya.

Komentar