Nasional
Beranda / Nasional / Klarifikasi Kemenhan: Diklat Manajer Koperasi Desa Fokus Bela Negara, Tanpa Aktivitas Fisik Berat

Klarifikasi Kemenhan: Diklat Manajer Koperasi Desa Fokus Bela Negara, Tanpa Aktivitas Fisik Berat

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) memberikan penjelasan resmi terkait pelaksanaan pendidikan dan pelatihan (diklat) dasar bagi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang disiapkan menjadi calon manajer Koperasi Desa, Kelurahan, dan Kampung Nelayan Merah Putih. Pemerintah menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan diklat tersebut sama sekali tidak memuat aktivitas fisik yang berat.

Respons Atas Isu yang Beredar dan Penjelasan Porsi Latihan

Pernyataan resmi ini dikeluarkan guna meluruskan informasi keliru yang sempat beredar di tengah masyarakat mengenai metode pelatihan para calon manajer tersebut.

Bantahan Keras Terkait Isu Latihan Fisik Militer

Kepala Pusat Komponen Cadangan Badan Cadangan Nasional, Brigadir Jenderal TNI Hengki Yuda Setiawan, menepis isu adanya latihan fisik berat di luar batas kemampuan peserta. Penjelasan ini sekaligus merespons kabar mengenai meninggalnya lima calon manajer Koperasi Desa, Kelurahan, dan Kampung Nelayan Merah Putih selama mengikuti program pendidikan.

Fokus pada Senam, Jalan Kaki, dan Peraturan Baris-Berbaris (PBB)

Brigjen TNI Hengki Yuda Setiawan menjelaskan bahwa aktivitas fisik yang diberikan kepada peserta SPPI masih dalam kategori sangat ringan. Kegiatan harian selama diklat dibatasi pada olahraga ringan seperti senam, jalan kaki, serta latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB). Tahapan awal ini murni difokuskan untuk membentuk kedisiplinan dan penguatan karakter melalui program bela negara.

Misi Utama Program: Membentuk Etos Kerja dan Membuka Ruang bagi Disabilitas

Kementerian Pertahanan menegaskan kembali visi utama dari program ini yang sejak awal dirancang untuk sektor pembangunan ekonomi, bukan militerisasi.

Tragedi Kematian dr. Icha di NTT: PB IDI Kutuk Keras Intimidasi Oknum DPRD dan Desak Regulasi Perlindungan Dokter

Bukan untuk Mencetak Prajurit Militer

Lebih lanjut, Hengki menyatakan bahwa tujuan awal program SPPI ini adalah menyiapkan para peserta agar memiliki disiplin, integritas, dan etos kerja yang baik sebagai manajer koperasi. Karena bukan ditujukan untuk mencetak prajurit militer, porsi latihan sejak awal perencanaan memang tidak dirancang dengan standar fisik militer.

Menerima Peserta Penyandang Disabilitas

Sebagai bukti bahwa program ini mengutamakan aspek manajerial dan inklusivitas, pihak penyelenggara juga menerima peserta dari penyandang disabilitas dalam proses rekrutmen. Kehadiran peserta disabilitas ini menegaskan kembali bahwa parameter kelulusan dan jalannya diklat tidak bertumpu pada kekuatan fisik yang berat.

Jaminan Sistem Pendidikan yang Terukur dan Sistematis

Sebagai penutup, Brigjen TNI Hengki Yuda Setiawan memastikan bahwa seluruh tahapan kurikulum pendidikan telah disusun secara sistematis dan terukur oleh para ahli. Pihak panitia menjamin proses pembelajaran akan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu serta tahapan yang aman demi keselamatan dan kenyamanan seluruh peserta hingga program selesai.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *