Bisnis
Beranda / Bisnis / Pemerintah Tebal Likuiditas Himbara Rp281 Triliun demi Jaga Pertumbuhan Kredit

Pemerintah Tebal Likuiditas Himbara Rp281 Triliun demi Jaga Pertumbuhan Kredit

Pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis dengan kembali menempatkan dana negara di perbankan, khususnya pada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), sebesar Rp281 triliun. Kebijakan ini merupakan bagian dari langkah evaluasi yang diperpanjang hingga akhir tahun 2026, lengkap dengan penyediaan dana siaga (standby) tambahan sebesar Rp100 triliun.

Langkah besar ini diambil guna memastikan likuiditas perbankan nasional tetap kokoh, sehingga penyaluran kredit yang pada bulan Mei lalu sukses tumbuh 11,5% dapat terus dipertahankan di level double digit.

BI Rate Naik Jadi 5,75% dan Modal Asing Mengalir US$ 9 Miliar

Guna membentengi stabilitas ekonomi nasional dari guncangan ketidakpastian global, Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan (BI rate) sebesar 100 basis poin menjadi 5,75%. Kenaikan ini ditujukan khusus untuk memperkuat nilai tukar rupiah.

Sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter ini fokus pada pengendalian inflasi dan menjaga kepercayaan pasar. Hasilnya pun positif, tercatat aliran modal asing masuk (inflow) ke instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menembus angka sekitar 9 miliar US Dollar sepanjang periode Januari hingga akhir Juni 2026.

Selamatkan Lapangan Kerja, Harga Gas LNG Industri Dipangkas Jadi US$ 13

Pemerintah juga memberikan perhatian serius pada tantangan di sektor energi riil, khususnya terkait melambungnya harga gas industri. Merespons langsung aspirasi dari pelaku industri dan serikat pekerja, pemerintah menetapkan dua skema harga gas yang lebih ramah kantong:

Pemerintah Turunkan Harga LNG Jadi 13 Dolar Demi Selamatkan Industri dan Cegah PHK Massal

  • Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT): Tetap dipertahankan rendah pada kisaran 6,5 hingga 7 dolar per MMBTU.

  • Gas Industri Berbasis LNG: Pemerintah resmi mengintervensi dengan memotong harga dari semula 20–23 dolar per MMBTU menjadi hanya 13 dolar per MMBTU.

Kebijakan pemangkasan harga energi ini dirancang secara khusus untuk mencegah gelombang PHK, menjaga keberlanjutan lapangan pekerjaan, serta mendongkrak daya saing industri nasional di pasar global.

Sinergi Kuat, Pemerintah Optimis Fundamental Ekonomi RI Tetap Kokoh

Secara keseluruhan, rapat koordinasi lintas sektor ini mempertegas pentingnya kerja sama yang solid antara otoritas fiskal, moneter, dan kementerian terkait dalam menghadapi dinamika geopolitik global.

Pemerintah menyatakan optimisme yang tinggi bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi yang sangat prima. Hal ini dibuktikan dengan defisit fiskal yang berhasil dikendalikan dengan aman di bawah batas 3% serta tren pertumbuhan penerimaan pajak yang tetap positif.

Harga Emas Sedang Koreksi: Pegadaian Sebut Momentum Emas bagi Investor Pemula

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *