Beranda / Berita Utama / Keadaan Miris! AS Blok Melalui Energi, China Akan Ambil Keadaan Tegas di Hormuz

Keadaan Miris! AS Blok Melalui Energi, China Akan Ambil Keadaan Tegas di Hormuz

[musik] Amerika Serikat resmi menutup Selat Hormuz. Kapal-kapal yang dari pelabuhan Iran sekarang gak bisa lewat Selat Hormuz lagi. Keputusan ini ditegaskan langsung oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dan ya, negara lain mungkin juga dihitung, tapi jujur kita nggak butuh negara lain, meskipun mereka sudah menawarkan bantuan. Nanti kita bakal umumkan besok, penguncian dimulai jam 10. Sementara itu, diingatkan bahwa Selat Hormuz adalah jalur perdagangan internasional dan nggak boleh ditutup. [musik] Cina

juga membantah mengirimkan senjata ke Iran. Selat Hormuz adalah jalur perdagangan internasional untuk barang dan energi, menjaga keamanan, stabilitas, dan kelancaran di kawasan ini sesuai dengan kepentingan bersama masyarakat internasional. Masalah utama terkait akses di selat ini berasal dari konflik dengan pasukan Iran. Solusi untuk masalah ini adalah segera menghentikan pertempuran. Semua pihak harus tetap tenang dan menahan diri. China siap terus memainkan peran aktif dan konstruktif. China selalu mengambil sikap hati-hati dan bertanggung jawab dalam ekspor senjata, mengikuti hukum dan peraturan ekspor dalam negeri serta kewajiban internasional dengan pengawasan ketat. Kami menolak tindakan yang merusak. Saat ini, kapal induk Amerika Serikat masih terus berjaga di Selat Hormuz. Tidak hanya di laut, Amerika Serikat juga sudah mengirim pesawat pembomnya ke pangkalan militer mereka di Timur Tengah. Karena tidak mencapai kesepakatan dalam negosiasi di Pakistan, Iran menegaskan kemungkinan Selat Hormuz tetap terbuka. Penasihat media.

Presiden Iran bilang, “Pemirsa, solusi buat Selat Hormus itu pasti ada karena nggak mungkin selat itu terus-terusan tertutup.” Untuk Selat Hormus, udah dari dulu masalah datang dan pergi, jadi pasti ada jalan keluarnya. Gimana pun juga, rumah sakit dan petugas medis nggak boleh jadi sasaran serangan dalam konflik apa pun. Perang selama 45 hari antara Amerika Serikat, [musik] Israel, dan Iran udah bikin banyak korban.

Tak cuma dari militer, tapi juga dari sipil. Di Iran, serangan Israel dan Amerika Serikat [musik] merusak banyak fasilitas medis dan pendidikan, mulai dari rumah sakit sampai pusat farmasi. Institut Pter Iran jadi salah satu tempat yang rusak parah. Laboratorium dan [musik] peralatan di pusat penelitian medis dan farmasi tertua di Iran juga ikut rusak. Israel dan Amerika Serikat sudah menyerang tempat ini sampai tiga kali. Institut ini nggak ada hubungannya sama militer, malah tempat yang jaga kesehatan masyarakat malah jadi sasaran.

dan saat ini Iran sudah melaporkan serangan terhadap beberapa fasilitas kesehatan dan pendidikan ke organisasi internasional. PBB juga mengingatkan kalau serangan ke fasilitas ini melanggar aturan internasional. Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut Paus Leo lemah setelah desakan pemimpin tertinggi umat Katolik itu untuk mengakhiri perang di Iran. Trump malah menegaskan kalau dia bukan penggemar sang paus. Pernyataan Trump itu dia buat di akun media sosialnya. Trump

Halah Gk Danta Bawa IHSG Makin Makin ke Level Kejiwaan 8.000-an, Seorang Ramai Menunggu Keadaan Sekarang

Menyebut Paus Leo lemah dalam memberantas kejahatan dan pengembangan senjata nuklir. Hal ini disampaikan Trump setelah Paus dengan tegas menolak perang. Trump mengingatkan Paus Leo supaya bertindak sebagai pemimpin umat, bukan sebagai politisi. Trump juga menegaskan bahwa dia bukan penggemar Paus. Saat perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pecah, Paus Leo menyampaikan khotbah Minggu Palma di Vatikan [musik] bahwa Tuhan tidak mendengarkan doa orang-orang yang berperang. Paus Leo juga secara terbuka mendesak…

Trump pengen ngakhiri konflik di Iran karena dia anggap perang itu mengerikan. Gue nggak yakin dia ngelakuin tugasnya dengan baik. Kayaknya dia suka kejahatan, gue rasa dia… ya, dia bikin kita mikir soal itu. Dia khawatir sama rasa takut. Tapi gimana dengan rasa takut waktu para menteri, pendeta, dan orang-orang hebat yang ditangkap selama COVID, padahal mereka jaga jarak 10 kaki, tapi tetap ditangkap. Jadi kita nggak suka itu. Kita nggak suka harapan yang bilang kalau punya senjata nuklir itu oke. Kita…

Gue nggak mau ada orang yang bilang kotoran itu oke di kota kita. Gue nggak suka. Gue nggak terlalu ngefans sama dia. Dia orang yang sangat liberal dan dia orang yang nggak percaya buat ngelawan kejahatan. Dia orang yang mikir kita nggak seharusnya main-main sama negara yang pengen punya senjata nuklir supaya bisa meledakin dunia. Gue nggak setuju. Dan merespon kritik Trump tadi, Paus Leo bilang dia nggak mau berdebat sama Trump. Dia tegaskan dia bukan politisi seperti yang dibilang Trump dan…

menekankan dia nggak takut sama pemerintahan Trump. Sebelumnya Paus Leo menyambut baik rencana gencatan senjata antara Amerika dan Iran, tapi perundingan antara kedua pihak ternyata nggak menghasilkan kesepakatan apa-apa. hanya lewat negosiasi lagi bisa nyampe ke akhir perang. Sementara itu, hubungan Inggris dan Iran terus memanas setelah Inggris memastikan nggak ikut blokade Selat Hormus. Inggris juga tegas minta Amerika supaya Libanon dilibatkan dalam perjanjian gencatan senjata.

membuka sepenuhnya selat itu karena kerusakan yang ditimbulkannya pada perekonomian di seluruh dunia termasuk ekonomi kita sendiri. Makanya kita sudah bekerja sama dengan negara lain di berbagai tingkatan dan nanti minggu ini kita akan mengumpulkan mereka dalam sebuah KTT. Inggris tidak akan ikut blokade yang diumumkan oleh presiden. Serangan diskriminatif terhadap negara-negara yang tidak pernah mencari konflik ini. Kerusakan besar yang terjadi di Teluk pada infrastruktur sipil dengan korban sipil.

Iran Gangguan? Begini Nego Jalur Sentosa Ketika AS Blokade Selat Hormuz

Korban jiwa itu sangat menyedihkan. Hal ini jelas mengejutkan kawasan dan kita semua. Kita harus ingat itu sekarang saat kita menatap masa depan. Karena meskipun gencatan senjata antara AS, Israel, dan Iran sangat disambut baik, situasinya juga sangat rapuh. Kawasan ini masih tegang dan banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk membuka kembali jalur langsung guna meredakan situasi menuju perdamaian yang berkelanjutan. Dalam upaya mencapai tujuan itu, kami mendesak Lebanon untuk segera dilibatkan dalam proses ini. Diplomasi adalah jalan yang tepat.

[musik]

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *