Selat hormos itu adalah senjata saya bilang. Jadi kalau sekarang Trump fokus ke senjatanya satu menunjukkan bahwa memang dia ada salah konsep di awal. kamu tidak bikin konsep ini dengan benar tentang peperangan ini. Sehingga bukannya kamu fokus pada tujuan perang di awal yang kamu buat katakanlah menurunkan rezim lalu kamu menjadi sibuk waktu dan tenaga semua termasuk prajurit Amerika itu untuk meladeni selat horm dan sama Iran dibikin cuman satu istilahnya kalau dalam bahasa Arab talauf bil alfaz cuman diksinya diubah
sedikit. Saya tidak menutup selat hormus. Saya cuman menjaga selat Hormus dari ancaman Amerika yang menyerang. sehingga Selat Hormus dinyatakan tidak aman sekarang. Iya. Saya tidak menutup seluruh seluruh kapal. He. Dia sadar karena itu takut melakukan pelanggaran hukum internasional. Saya cuma memberitahukan kepada orang yang mau nyeberang bahwa Selat Holmos tidak aman gara-gara serangan Amerika. Nah, sekarang justru Amerika menggunakan politik itu. Artinya apa? Dia menggunakan politik lawan. Mungkin saya sampaikan kemarin
juga terlalu naif kalau dikatakan ee Iran tidak terdampak dari ini semua. Oke. Baik. Dia terdampak tapi yang harus kita ukur bukan dampaknya kemampuan dia melawan. Itulah yang kemudian dia bilang kalau terus begini saya anggap ini apa namanya ee apa namanya pelanggaran genjatan senjata. Kalau terus blokado begini mungkin saya akan serang. Itu cara Iran merespon keadaan sekarang. Nah, pada pertemuan pekan lalu ee ini masing-masing pihak kan membawa poin-poin yang niatnya disepakati bersama tapi belum ketemu jalan
tengahnya begitu ya. Kira-kira pada pertemuan berikutnya apa saja yang bisa disepakati? Kita akan bahas ya. Tetap bersama kami di apa kabar Indonesia pagi? Kita lanjutkan ya Pak Asibullah. Tadi sebelum J kan saya sempat tanya kira-kira ketika dua belah pihak ini terjadi perundingan kembali poin-poin apa saja yang bisa disepakati? Iya. Ee sebenarnya kalau saya ngelihat dari awal kalau di sebelah saya sampaikan kemarin ini kan Trump istilahnya kau yang kau yang memulai, kau yang mengakhiri. H artinya dari tiga masalah ini Trump juga
kok yang bikin masalah. Jadi kalau dia mau berakhir dia juga punya kemampuan. Misalkan soal cerita nuklir gampang menyelesainya sebenarnya kan dia sendiri yang bilang dalam perang 12 hari sudah hancur semua. He. Tapi untuk menyerang ini kemudian dia buat bahwa ini tiba-tiba muncul lagi lalu dia nyerang. Itu cerita kau yang mengal mengawali kau yang mengakhiri. Jadi kalau cerita nuklir ini mau juga mau dianggap selesai, Trump bisa melakukan itu dengan cara memang memperhatikan dan mengikuti ee aspirasi
yang dimiliki oleh Iran yang membuat Trump dalam beberapa hari ini agak kesusahan untuk mengakhiri perang ini. Karena ketika mau mengakhiri dan tidak mempertimbangkan kepentingan Iran, Iran datang mengatakan, “Kau tidak bisa mengakhiri lagi. Saya yang bisa mengakhiri perang ini sesuai dengan kemampuan saya.” Artinya apa? Kontrol lapangan ada di Iran. Kekuasaan lapangan ada di Iran. Memang Amerika menyerang dengan berbagai macam kecanggihan. Tapi sekali lagi secara teori saya bilang sampai sekarang buktinya Amerika tidak
dapat yang dia mau. Kalau dia dapat yang dia mau ngapain berunding? Dia sudah dapat nuklirnya. Dia sudah dapat sudah hancur semua. Dia tinggalin. Dia berunding berarti dia belum dapat yang dia mau. Dan dia mencoba agar yang tidak dia dapat di lapangan, di peperangan, dia bisa dapat di perundingan. Masalahnya Iran sudah sangat piawai. Dia bilang sebaliknya, yang tidak kau dapat melalui peperangan, tidak akan kamu dapat juga melalui perundingan. Itu yang bikin dia deatlock. Karena itu kalau mau selesai
tadi ditanyakan dari tiga masalah sebenarnya sudah ketemu. Misalkan soal nuklir. Saya sudah sampaikan tadi itu bisa dikompromikan kok soal ee berapa hari, berapa tahun itu kan ya tawar-menawar bisa banget gitu. Iya. Oke. Soal hormos malah saya bilang, Iran sudah bilang kalau kalau kalau serangan berakhir enggak akan diserang lagi. Hormos terbuka memang enggak pernah ditutup kata Iran. Jadi di mana masalahnya kok kamu bikin heboh dunia lalu kan itu cara kamu untuk kemudian bikin seakan-akan ini masalah hebat gitu.
Soal diribanun sudah selesai. Jadi yang mana yang belum selesai? Oke. Cuman persoalannya penyelesaiannya kamu melibatkan Iran enggak yang sudah menjadi sebuah kenyataan baru? Itu yang harus dilakukan oleh Amerika. Pasfon ee mungkin kalau skenario yang paling realistis dalam 1 hingga 2 tahun ke depan apakah kemudian damai status ko atau malah perang terbuka? Iya saya kira ini masih sangat tergantung pada ee titik ketemu di deal nanti ya. Karena titik ketemu di deal nanti akan menunjukkan kira-kira berapa
lama dia akan bisa bertahan. He ya. Kalau kemudian ee poin-poin utama misalnya soal nuklir, kemudian soal kontrol atas hormus, soal jaminan terhadap serangan ee tidak adanya serangan dari Amerika Serikat dan Israel, lalu soal basis militer di Amerika Serikat itu akan seperti apa? Karena dia akan menunjukkan tingkat keterancaman dari masing-masing pihak ya. ketika misalnya kalau nanti disepakati pengayaannya cuma dibatasi dalam waktu yang sedikit, artinya tingkat insecurity dari Israel dan tentu saja dengan lobinya yang kuat
ke Amerika Serikat dan dari Amerika Serikat akan meninggi risiko untuk kemudian dia bahasanya mowing down the lawn gitu ya. Ee jadi di Gaza kan dulu digituin sama Israel ya. Jadi berapa tahun sekali dibom supaya enggak terlalu kuat. Nanti 3 tahun bom lagi, 3 tahun bom lagi, bunuh berapa ribu orang gitu. Jadi eh karena dia enggak bisa menghabisi, yang dilakukan adalah ya sudah sepakat dulu sebentar nanti dia agak tumbuh lagi, hajar lagi diturunin lagi degradasilinya lagi kapan ee kemampuannya. Nah, ini
bisa juga jadi salah satu skenario kalau kemudian ee dealnya disepakati e pengayaannya dibatasi sampai ke ee beberapa tahun gitu. Tapi ee buat Iran ee tergantung. Kalau dia cukup panjang, dia akan berpikir, “Oh, saya bisa membangun kapasitas balistik.” Kemudian yang kedua, bagaimana kesepakatan soal misil dan ballistik? Apakah kemudian dikurangi? Kan Amerika Serikat maunya misil sama balistiknya Iran itu dihabisi biar enggak bisa mengancam Israel. Buat Iran enggak bisa diterima. Pertama itu
kedaulatan untuk membela diri. Kedua, kalau dia enggak punya senjata, kalau Amerika kemudian nyerang, Israel kemudian nyerang, bagaimana dia membela diri gitu kan. Nah, jadi ee kalau poin ini kemudian misalnya ada pembatasan range, ada pembatasan ee jarak yang bisa diserang oleh misil itu yang kemudian bisa digunakan oleh Iran. Nah, ini akan menentukan lamanya stabilitas ini seperti apa. Jadi, kalau ditanya skenarionya seperti apa, menurut saya yang akan terjadi adalah kemungkinan besar kalaupun ada deal, deal-nya
temporary, deal-nya ee ini adalah periode tadi menunggu konflik berikutnya. Hm. Oke. Ee kecuali kemudian Iran bisa memainkan ee negosiasi ini sampai kemudian ee peta kawasan berubah. Amerika Serikat misalnya harus mengurangi keberadaannya di basis-basis militer, negara-negara teluk, orientasi politiknya oke berubah. Nah, itu mungkin akan lebih lama ee konfliknya. Baik, Mas. Ketika memang nanti tidak ditemui adanya titik tengah begitu ya, kita hitung tinggal kurang lebih 4 hari menuju gencatan senjata selesai. Apa
yang akan terjadi dampaknya terhadap dunia termasuk juga Indonesia? Iya, kalau kemudian tidak ditemui kedua belah pihak akan terlibat lagi di dalam perang. Nah, saya kira Iran juga sudah siap dengan kemungkinan ini. Dia itu perang sama Irak yang dibanking Amerika Serikat dengan senjata pemusnah massal waktu itu. Senjata kimia itu bisa bertahan lebih dari 8 tahun dengan hampir seteng juta orang ee tewas gitu ya, gugur pada peperangan itu. Jadi dia siap absorbing the pain. Amerika Serikat eh pertanyaannya adalah dia akan perang
lagi dan akan menggunakan semua kekuatan yang dia miliki. Masih aset-aset militernya masih ada di situ. Tapi seperti yang disampaikan oleh Mas Hasibullah tadi, dia bisa bertahan berapa lama? Musuhnya Amerika Serikat itu bukan Iran. Tidak ada yang bisa mengalahkan kapasitas militer Amerika Serikat untuk bunuhin orang, untuk ngancurin infrastruktur. Tetapi apakah dia kemudian bisa melawan waktu tadi? Dia berperang dengan ee waktu ee untuk pemilu midterm. He. Ini popularitasnya sudah semakin turun.
bahkan sekarang ribut sama orang-orang Katolik di Amerika Serikat yang itu blok pemilih yang sangat signifikan. Mau ribut sama Paus gitu kan. Ee ini sesuatu yang kemudian ee pasti akan mengurangi ee kemampuan Amerika Serikat untuk punya leverage. Jadi baik yang saya lihat kalau enggak ada deal tentu akan kembali pada perang tapi akan kembali lagi nego lagi ketika kartu-kartunya sudah keluar lagi. Oke. Baik. Terima kasih ya Pak Sofan, Pak Siula sudah berbagi analisa di apa kabar Indonesia pagi. Ini sebenarnya masih
banyak yang ingin ditanyakan tapi waktunya terbatas. Banyak mau disampaikan. [tertawa] Nah, itu dia simpan supaya kita lagi nanti kita diskusi lagi ya. Sekarang kita ajak pemirsa untuk jeda terlebih dahulu. Saya kami akan memberikan informasi untuk Anda. Di antaranya ada pasukan Zionis Israel di kota Palata Palestina yang melemparkan granat kejut ke arah jurnalis dan relawan. Kami hadirkan selengkapnya usai jedah. Yeah.
Komentar