Untuk Anda
Home / Untuk Anda / Harga Solar Melonjak, Peternak Oklahoma Tertekan dengan Tambahan Biaya US$1.400 per Minggu

Harga Solar Melonjak, Peternak Oklahoma Tertekan dengan Tambahan Biaya US$1.400 per Minggu

Oklahoma cattle rancher Scott Belden says he’s paying $1,400 more every week for the diesel that fuels his equipment. ABC News
Oklahoma cattle rancher Scott Belden says he’s paying $1,400 more every week for the diesel that fuels his equipment. ABC News

JAKARTA, INDONESIA — Lonjakan harga solar atau diesel di Amerika Serikat semakin membebani sektor pertanian dan peternakan. Scott Belden, peternak sapi generasi ketiga di Broken Arrow, Oklahoma, mengatakan pengeluaran bahan bakar untuk menjalankan peralatan dan kendaraannya meningkat sekitar US$1.000 hingga US$1.400 setiap minggu.

Dalam laporan ABC News pada 15 Oktober 2026, Belden mengungkapkan bahwa kenaikan biaya operasional membuatnya kesulitan mempertahankan keuntungan usaha, terutama selama musim panen. Ia menjalankan peternakan sapi sekaligus bisnis jasa pemanenan dan pengolahan jerami yang membutuhkan banyak bahan bakar.

Kondisi tersebut mencerminkan tekanan yang dihadapi petani, peternak, dan pelaku usaha transportasi ketika harga energi meningkat. Solar merupakan komponen penting dalam kegiatan produksi pangan dan distribusi barang di Amerika Serikat.

Harga Solar AS Melonjak di Tengah Konflik Internasional

Menurut data American Automobile Association (AAA) yang dikutip ABC News, harga rata-rata solar di Amerika Serikat mencapai US$6,32 per galon pada Kamis, 15 Oktober 2026. Angka tersebut meningkat lebih dari 65 persen sejak perang Iran dimulai pada Februari 2026.

Kenaikan harga bahan bakar terjadi di tengah gangguan pasokan energi global dan ketidakpastian geopolitik. Konflik di kawasan Teluk serta perang Rusia-Ukraina turut memengaruhi pasokan minyak dan produk olahan, termasuk diesel.

Ekonomi & Kebijakan Publik: Dorong Inklusi Keuangan 99 Persen, Pemerintah Siapkan Program Rekening Gratis Bersaldo Awal Rp50 Ribu untuk 25 Juta Warga

Peternak Menghabiskan Hingga 100 Galon Solar Setiap Hari

Belden mengatakan seluruh kendaraan dan peralatan yang digunakannya bergantung pada solar. Selama musim panen, konsumsi bahan bakarnya mencapai sekitar 90 hingga 100 galon per hari.

Kebutuhan tersebut membuat kenaikan harga solar langsung memengaruhi biaya operasional. Ketika harga bahan bakar meningkat, biaya penggunaan mesin pertanian, pengangkutan hasil panen, dan pekerjaan lapangan ikut bertambah.

Belden mengaku menghadapi ketidakpastian mengenai berapa lama kondisi ini akan berlangsung. Ia tetap harus membeli bahan bakar agar usahanya dapat beroperasi, terlepas dari tingginya harga di pasar.

Margin Keuntungan Peternakan Semakin Tertekan

Bagi peternak yang menjalankan usaha dengan margin keuntungan terbatas, kenaikan biaya operasional dapat mengurangi pendapatan secara signifikan. Belden mengatakan bisnis jasa pemanenan jeraminya menjadi tidak menguntungkan ketika biaya bahan bakar meningkat.

Biaya Produksi Sulit Dialihkan kepada Pelanggan

Salah satu tantangan utama adalah menentukan apakah kenaikan biaya harus ditanggung oleh pelaku usaha atau diteruskan kepada pelanggan melalui kenaikan harga jasa.

Pasar Modal & Investasi: Aksi Danantara Borong Saham BUMN Jadi Katalis Positif, IHSG Berhasil Rebound dari Tekanan Sentimen MSCI

Belden menjelaskan bahwa pelanggan juga menghadapi tekanan ekonomi sehingga menaikkan harga bukanlah pilihan yang mudah. Jika tarif dinaikkan terlalu tinggi, pelanggan mungkin kesulitan membayar atau mencari penyedia jasa lain.

Akibatnya, peternak harus menghadapi dua tekanan sekaligus: biaya produksi yang meningkat dan keterbatasan untuk menaikkan harga layanan.

Dampak terhadap Usaha Kecil dan Menengah

Situasi yang dialami Belden menggambarkan risiko bagi usaha pertanian dan peternakan yang sangat bergantung pada mesin berbahan bakar diesel. Ketika biaya energi naik lebih cepat daripada pendapatan, pelaku usaha dapat terpaksa menyerap kerugian atau mengurangi kegiatan operasional.

Jika tekanan berlangsung lama, dampaknya berpotensi meluas ke penyedia jasa pertanian, pengangkut hasil panen, dan sektor usaha lain yang mendukung produksi pangan.

Mengapa Kenaikan Harga Solar Berdampak Luas?

Solar tidak hanya digunakan untuk menjalankan mesin pertanian. Bahan bakar ini juga berperan penting dalam transportasi barang, pengiriman hasil panen, distribusi bahan pangan, dan kegiatan industri.

Ekonomi & Perbankan: Kredit Korporasi Tembus Rp700 Triliun, Bank Mandiri Perkuat Komitmen Pembiayaan Ekosistem Usaha Produktif dan UMKM

Biaya Bahan Bakar Memengaruhi Rantai Pasok

Truk diesel mengangkut berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari hasil pertanian hingga barang konsumsi. Ketika harga solar meningkat, perusahaan transportasi dan distributor menghadapi kenaikan biaya yang dapat memengaruhi tarif pengiriman.

Besarnya dampak terhadap harga barang di tingkat konsumen bergantung pada banyak faktor, termasuk biaya tenaga kerja, penyimpanan, pengolahan, dan distribusi. Karena itu, kenaikan harga solar tidak otomatis menyebabkan semua harga pangan naik dalam proporsi yang sama.

Meski demikian, jika biaya energi tetap tinggi, tekanan terhadap pelaku usaha di sepanjang rantai pasok dapat semakin besar.

Kebijakan Pemerintah AS Belum Menjamin Harga Turun

Pemerintahan Presiden Donald Trump telah mengambil sejumlah langkah untuk mengurangi tekanan harga bahan bakar, termasuk memperluas penggunaan diesel berwarna merah yang mendapatkan pengecualian pajak federal dalam kondisi tertentu.

Namun, kebijakan tersebut belum tentu cukup untuk mengatasi kenaikan harga yang didorong oleh keterbatasan pasokan dan gangguan pasar energi global.

Kesepakatan Pasokan Belum Memberikan Kepastian

ABC News melaporkan bahwa Trump sebelumnya menyatakan harga bahan bakar dapat turun setelah perang berakhir. Pemerintah AS juga mengumumkan kesepakatan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengimpor 300.000 ton diesel dari Rusia, disertai janji pasokan tambahan.

Meski demikian, para ahli yang dikutip dalam laporan Reuters menilai upaya peningkatan pasokan belum menghasilkan penurunan harga yang berarti. Ketegangan geopolitik dan kondisi pasar produk olahan tetap menjadi faktor penting dalam menentukan harga diesel.

Belden sendiri memperkirakan biaya bahan bakar akan tetap tinggi dalam waktu dekat. Ia mengkhawatirkan bahwa pelaku usaha tidak dapat terus menyerap kenaikan biaya tanpa konsekuensi terhadap keberlanjutan bisnis mereka.

Kenaikan Biaya Hidup Menjadi Perhatian Warga AS

Harga bahan bakar dan biaya hidup menjadi perhatian masyarakat Amerika Serikat menjelang pemilihan paruh waktu pada November 2026. Dalam laporan ABC News, Belden mengatakan kenaikan harga energi dirasakan oleh banyak pelaku usaha dan konsumen.

Belden merupakan pemilih yang telah mendukung Trump dalam tiga pemilihan presiden. Meski tidak menyatakan menyesali pilihannya, ia mengkritik keputusan pemerintah yang menurutnya turut memengaruhi harga bahan bakar.

Pernyataannya menggambarkan bagaimana tekanan ekonomi dapat memengaruhi pandangan sebagian pemilih terhadap kebijakan pemerintah. Namun, pengalaman seorang peternak tidak dengan sendirinya mewakili pandangan seluruh masyarakat Amerika.

Kesimpulan

Lonjakan harga solar di Amerika Serikat meningkatkan biaya operasional peternak Scott Belden di Oklahoma hingga sekitar US$1.000–US$1.400 per minggu. Ketergantungan pada bahan bakar untuk menjalankan mesin dan kendaraan membuat usahanya rentan terhadap perubahan harga energi.

Kenaikan biaya tersebut juga menunjukkan bagaimana gangguan pasokan energi dapat menjalar ke sektor pertanian, transportasi, dan distribusi pangan. Selama harga solar bertahan tinggi, peternak dan pelaku usaha lain harus mencari cara untuk mempertahankan operasional tanpa sepenuhnya membebankan biaya tambahan kepada pelanggan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *