BATANG — Kapolda Jawa Tengah Irjen Roy Hardi Siahaan memberikan jaminan keamanan penuh bagi para pelaku usaha dan investor yang menanamkan modalnya di wilayah Jawa Tengah. Komitmen tersebut disampaikan secara langsung saat menjadi pembicara dalam Forum Investasi Jawa Tengah yang menjadi bagian dari rangkaian agenda detikJateng-Jogja Awards 2026 di KEK Industropolis Batang.
Laporan dari detikJateng mengonfirmasi bahwa kepolisian daerah akan mengambil tindakan tegas terhadap segala bentuk kejahatan yang meresahkan masyarakat serta mengganggu iklim iklim bisnis dan investasi.
Langkah Konkret Kepolisian: Pendampingan Proyek dan Kerja Sama Lintas Instansi
Guna mengawal kelancaran aktivitas bisnis serta kepastian operasional para investor, Polda Jawa Tengah telah menyiapkan langkah-langkah taktis dan strategis:
1. Kerja Sama Pengurusan Lahan Bersama ATR/BPN
Kepolisian bekerja sama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk mengawal legalitas dan pengurusan lahan sejak tahap awal investasi.
2. Pendampingan Khusus Tingkat Polres
Polda Jateng menugaskan jajaran Kepolisian Resor (Polres) di tiap kabupaten/kota untuk melakukan pendampingan langsung pada proyek-proyek vital dan kawasan industri:
“Kami akan melakukan pendampingan di setiap satu kegiatan usaha. Pekerjaan-pekerjaan khusus ini dilakukan oleh pihak kepolisian, khususnya di tingkat polres yang akan kita jadikan satu proyek pengamanan di tempat dunia usaha,” jelas Kapolda Jateng Irjen Roy Hardi Siahaan di Nusantara Ballroom, KEK Batang.
3. Antisipasi Peredaran Narkoba di Lingkungan Kerja
Menindaklanjuti arahan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, pihak kepolisian juga memperketat pengawasan terhadap potensi ancaman kejahatan di area industri, salah satunya pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan pekerja demi menjaga produktivitas tenaga kerja.
Tren Positif Realisasi Investasi Jawa Tengah dan Penyerapan Tenaga Kerja
Jaminan keamanan dari aparat kepolisian diharapkan makin memperkuat daya tarik Jawa Tengah sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional:
-
Peningkatan Realisasi Investasi: Pemprov Jawa Tengah mencatat realisasi investasi sepanjang tahun 2025 berhasil menembus Rp 88,50 triliun, atau melonjak 28 persen dibandingkan periode tahun 2024.
-
Penyerapan Tenaga Kerja: Masuknya modal dalam dan luar negeri tersebut telah berhasil menyerap sekitar 326 ribu tenaga kerja lokal di berbagai sektor industri.
“Harapan kami adalah para investor, baik dari dalam negeri maupun mancanegara, dapat dengan tenang menginvestasikan modalnya untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah,” pukas laporan bisnis dari detikJateng.
Comment