Kita kembali melanjutkan perbincangan dengan Mas Hasib dan Pak Agung. Mas Hasib tadi menyatakan yang paling mengerikan, lebih mengerikan adalah ancaman Trump terhadap Oman. Ini artinya Oman adalah negara ke-15 yang diancam ataupun diserang selama dua periode Trump menjadi presiden. Dan bahkan analisis dari Aaron Blake dari CNN International menyebutkan ini artinya satu dari 13 negara di dunia ini sudah diancam oleh Trump. Artinya 15 dari 200. Satu dari 11 orang di dunia juga terdampak dari ancaman Trump. Lima
negara di Timur Tengah dan empat benua diancam oleh Trump. Mengapa ancaman Trump kali ini terhadap Oman mengerikan Mas Sasib? Iya, saya menggunakan istilah mengerikan dalam eh definisi atau bayangan yang disampaikan oleh Thomas Fritman, yaitu bahwa ini akan justru menjadi masa depan yang merugikan bagi Amerika. Di mana Amerika kemudian akan semakin ditinggalkan atau mengalami konflik atau krisis dengan sekutu-sekutunya. Sekali lagi sekarang uji petiknya ada di Tel dan kalau ee Oman kemudian betul-betul
memilih sikap untuk lebih mendekat kepada Iran, maka ini akan menjadi sebuah fenomena menarik. Karena selama ini teluk kita tahu walaupun mungkin dalam keterpaksaan mereka berada dalam kelompoknya Amerika dan juga dengan Israel. Saya selalu sampaikan ee bahwa ilustrasinya teluk itu seperti tubuh yang menoleh. Dari leher ke bawah itu adalah anti terhadap Israel terutama. Tapi dari leher ke atas mereka senyam-senyum dengan Israel. Nah, kalau kemudian ee Oman ini betul-betul berkongsi dengan Iran dalam konteks
pengurusan ee Hormos, maka yang pertama itu sangat mungkin akan menjadi krisis baru di antara Amerika dengan sekutu-sekutunya. Dan yang kedua juga sekaligus akan menjadi peta baru di Teluk ya. Kita tahu di Teluk sejauh ini sudah ada Uni Emirat Arab yang lebih condrong kepada Israel. Dan minimal kalau kita baca dalam pertemuan di nyodel hit terakhir itu jelas bagaimana ee Uni Emirat Arab sudah siap untuk berhadapan dengan Iran. Dalam hal ini dia lebih cenderong kepada Israel dan Amerika. Nah, tinggal memang
negara-negara besar seperti katakanlah Qatar dan ee dan Saudi yang nanti akan ee mengarah ke mana. Nah, persoalannya memang saya menganggap Mas Iqbal Teluk ini adalah sebagai tulang punggung politik kawasan sekaligus keamanan kawasan. Jadi, siapa yang menguasai teluk dia akan ee menguasai Timur Tengah. Nah, proposal Iran atau yang disampaikan oleh pejabat-pejabat Iran itu kan sebenarnya sudah menjadi proposal. Artinya apa? Kalau orang-orang Teluk mau memilih Iran, jadi barangnya tinggal bungkus. Karena Iran faktanya
sudah mampu dalam tanda kutip menjangkau pangkalanpangkalan militer di sana. Artinya apa? Kebutuhan keamanan kalau menggunakan bahasanya PIS sekian tadi itu tidak butuh lagi daripada ee pengamanan daripada pihak luar termasuk Amerika. Justru yang terjadi adalah sebaliknya. Alat-alat canggih yang dimiliki Amerika di Teluk tidak berguna. Buktinya tidak mampu menangkis. buktinya tidak mampu menghindarkan menyelamatkan diri dari roket-roket Iran, dari dudal-dudal Iran. Jadi, bagi Teluk ee mestinya perang 40 hari itu cukup
menjadi sebuah tamparan ee koreksi tentang apa yang harus diambil ke depan. Kalau tantangan saya untuk menentukan siapa lawan dan siapa kawan. Sekali lagi yang menentukan adalah Arab Teluk ke depan. Itu satu kalau berkaitan dengan Arab Teluk, Mas Iqbal. Yang kedua saya melihat ini ada waktu yang juga agak mengerikan kalau berkaitan dengan Arab Teluk. melihat konstellasinya seperti ini. Saya sebutnya katakanlah pasca haji. Ini harus kita betul-betul baca pasca haji. Kalau sekarang haji Arab Teluk punya gawai besar baik Arab Saudi
ataupun negara-negara Teluk sekitar karena banyak warganya yang melakukan ibadah suci ini. Tapi kalau sesudah sesudah haji menurut saya situasinya bisa berbeda. itu kita juga akan mengukur apa yang akan terjadi kalau misalkan ya genjatan-senjata ini belum segera dicapai, belum segera tanda tangan sampai timbul lagi eskalasi setelah haji. Sangat mungkin petanya menurut saya berubah daripada perang 40 hari karena berbagai macam konstelasi dan perkembangan politik di kawasan sudah berbeda. Jadi kalau kita berharap
perdamaian, saya berharap perdamaian itu segera dicapai seb segera ditanda ditandatangani sebelum musim haji ini selesai. Karena kalau musim haji selesai, saya menduga akan ada konteks, akan ada realitas, dan akan ada tantangan yang berbeda yang kita juga belum tahu apakah akan membuat Timur Tengah semakin berdarah-darah atau justru semakin ee adem, adem, damai, dan tentram ke depan. Oke. Dengan dinamika yang terbaru ee Pak Agung ee antara e Kuwait ya ini kan bisa dibilang mengirimkan pesan tersendiri ancaman
Trump ini bagi negara-negara teluk lain yang tadinya mengklaim sebagai garan of security atau penjamin keamanan kok justru malah seolah-olah ingin menyeret negara-negara teluk ini ke area konflik yang berbahaya di situ yang menjadi mungkin menjadi pertimbangan bagi negara-negara Teluk. Nah, menurut Anda ancaman dari Presiden Iran Persiskin bukan ancaman ya, pernyataan dari Presiden Iran yang menyatakan bahwa negara kawasan ini akan sangat dirugikan jika masih bekerja sama menyediakan wilayah mereka untuk pangkalan militer
Amerika Serikat. Apakah ini akan membuat mereka berpikir ulang terutama mempertimbangkan dengan persediaan persenjataan mereka? Apakah mereka akan berpikir ulang untuk mengizinkan wilayahnya dimanfaatkan sebagai pangkalan Amerika Serikat? Pak Agung. Oke. Jadi ee tertarik ya mengenai Oman tuh Iran tuh umurnya kerajaan Iran dan berjadi di Republik Islam Iran itu umurnya sudah 2500 tahun lalu. Oman itu yang nomor dua di Timur Tengah. Dia sudah umurnya sudah 1275 tahun. Jadi kerajaan tua Iran Oman itu punya budaya
juga, punya sejarah, punya riwayat. Namun negara-negara lain seperti Saudi baru 94 tahun terbentuk dan itu pun dibantu oleh Inggris dan negara-negara teluk lainnya semua itu adalah bentukan daripada Inggris dan itu tidak bisa disangkal. Memang itu kejadiannya. Ee dengan itu maka memang dari awal memang terbentuknya negara-negara ini sebagian besar adalah negara-negara yang dikaitkan dengan kepentingan barat terkaitnya khususnya terkait dengan minyak terkait dengan sumber energi. Jadi tentu saja ee akan menimbulkan
persoalan lain dan saya kira ee Trump sudah dapat informasi bahwa untuk Oman itu harus diancam tidak bisa dengan pendekatan biasa. Karena apa? Karena Oman ee menurut sejarahnya ya juga adalah negara yang berdaulat, negara yang juga ee seberani Iran untuk mengambil keputusan. Dan sejak ini kan memang selama ini Amerika tidak berhasil menaruh ee pangkalan di Oman karena memang Oman tidak meminta bantuan Amerika untuk mengamankan negerinya lain dengan negara lain. Pertanyaannya apakah negara-negara itu akan berpikir ulang?
Ee jadi mereka tentu mereka dalam kurun waktu sejak mereka merdeka. ee baik yang merdeka ee pada zaman ee masih seb ee sebelum perang dunia kedua yaitu Saudi dan yang negara lain yang mungkin merdekanya baru belakangan tahun 50 ke atas ee negara-negara seperti Unia Emirat, Qatar, Bahrain dan ee lainnya itu adalah ee tentu mereka juga berpikir ulang karena pada akhirnya mereka tahu bahwa perlindungan mereka yang diberikan kepada Amerika ternyata juga tidak kebal atau tidak membuat mereka menjadi
ditakuti atau membuat mereka jadi aman. Nah, mereka mungkin enggak akan langsung mengusir Amerika besok pagi ya, karena struktur militer masih tergantung pada Amerika atau Barat. Namun di bawah meja negara melaksanakan hedging atau lindung nilai. Itulah kenapa mereka mulai menjalin kemitraan strategis dengan Tiongkok, kemudian dengan Rusia dan menormalisasi hubungan diplomati dengan Iran. Karena pemin di Teluk sadar bahwa Amerika itu memang sedang diklaim, sedang menurun dan siibuk dengan berbagai front di Eropa Timur, di
Pasifik. Mereka sudah mulai menyadari menjadi pion garis depan bagi hejemon Amerika ini dalam perang ini akan langsung melawan Iran dan tiket menjadi kehancuran total baik karena mereka hancur secara militer atau hancur secara pengaruh rakyatnya. Karena hasil dari penelitian sebagian besar rakyat diteluk itu malah pro kepada Iran karena Iranlah yang satu-satunya berani melakukan tindakan kepada Israel. Oke. Praktis. Eh, betul kata dari sebagian pengamat bahwa kehancuran negara-negara di e mana di daerah teluk ee itu
kebanyakan karena rakyatnya tidak setuju dan ditakuti oleh mereka bahwa Amerika bisa melindungi dia tapi ternyata tidak bisa melindungi dan Amerika. Apakah mereka akan membantu mereka pada saat nanti rakyatnya berontak? Dan kenyataan banyak revolusi di negara-negara ini ee Timur Tengah karena dibuat oleh negara barat dan mereka tadinya takut seperti sekarang Oman. Ancaman Amerika kepada Oman itu seperti ancaman yang selain ancaman militer yang jelas sampaikan Trump juga kesulitan untuk ancaman untuk
membuat rakyatnya demo. Nah, tapi lain dengan negara-negara ee teluk lainnya yang ee sangat ringki yang dengan mudah mereka digulungkan karena bila rakyatnya berhasil dipersuasi atau berhasil dibujuk untuk melaksakan demo seperti yang dilaksanakan oleh Israel kepada Iran. merekacaya. Jadi ee sebagai penutup bahwa ee dalam perang ini maka hukum perang tidak menal belas kasihan bagi negara yang memfasilitasi seran militer kepada Iran dan memastikan bahwa Iran akan membalas kepada itu. Jadi menjadi pertimbangan
mereka. Namun Amerika itu jauh di seberang lautan. Iran berada persis 100 km di seberangnya. Jadi kemungkinan besar mereka akan mulai hedging ke Iran untuk e menghadapi bahwa Timur Tengah yang lebih baru yang di mana Amerika sudah tidak lagi terlalu berpengaruh. Ini kebetulan ini relevan e yang dinyatakan Pak Agung barusan dengan ee seruan dari Sayid Mtaba Hammene Massiasib yang menyerukan persatuan negara muslim dan menyebut kawasan Asia Barat atau Timur Tengah ini tidak lagi menjadi tameng bagi Amerika Serikat.
Tapi mengapa ya kenyataannya negara-negara Tuluk ini masih mau bekerja sama dengan Amerika Serikat dengan menyediakan pengalaman bagi Amerika Serikat. Mas. Iya. Saya rasa itulah politik, Mas Iqbal. Itulah kepentingan yang membuat yang jauh jadi dekat, yang dekat ee jadi jauh. Tapi ee terus terang saya berharap dari berbagai macam peristiwa ini ee teman-teman di Teluk bisa lebih kritis saya menyebutnya begitu karena terlalu banyak ketidakadilan-ketidakadilan yang dilakukan kepada mereka terutama dalam
persekutuan. yang terbaru misalkan soal tiba-tiba Trump meminta agar negara-negara ini menandatangani eh Abraham Abraham itu itu jelas-jelas bagaimana bagaimana Trump itu kemudian hanya mengedepankan yang dia pikirkan dengan Netanyahu. Saya menduga itu adalah sebagai politik kompensasi dia kalau akan tanda tangan dengan Iran di mana di mana Israel menjadi kalah gara-gara kepentingannya tidak terakomodir dalam dalam kesepakatan itu. Karena itu mau dikompensasi dengan menekan Arab-arap teluh agar mau
menormalisasi hubungan dengan dengan Israel. Tapi sekali lagi itu bentuk keseminaan kalau bagi saya bentuk ketidakadilan kepada Arab Teluk kepada ee dari Amerika kepada Arab Teluk. Apalagi kalau dilihat dari sikap Arab Teluk sebelum perang. Kalau kita ikutin dari awal, Arab Telu ingin damai karena mereka tahu perang itu hanya bikin hancur. Mereka sudah terbiasa dengan perang dari zaman dahulu tuh. Zaman batu yang kata Trump mau diancam, mau dikembalikan ke zaman batu. Mereka sudah biasa dengan perang-perang begitu dan
mereka belajar enggak mau perang gitu. Tapi kan persoalannya yang mengambil keputusan perang itu adalah Trump dengan ditanya dan yang harus menanggung kerugian. Bahkan yang paling rugi bagi saya adalah Arab Teluk karena dia yang ada di lintasan dan saling berhubungan dengan ee kepentingan-kepentingan di kawasan. Nah, oleh karena itu menurut saya memang ini waktunya mestinya bisa lebih ee mandiri, lebih otonom untuk memikirkan bagaimana yang terbaik bagi mereka ke depan. Ms saya juga tidak ingin untuk pindah dari satu musuh ke
musuh yang lain. Kita enggak perlu berpikir untuk mengakhiri satu perang untuk memulai perang yang lain. Kalau saya bilang teluk bersatu, bersatulah untuk perdamaian kawasan termasuk menerima Israel dengan Abraham Makqot. Yang penting syaratnya adalah merdekakan Palestina. Wujudkan Palestina merdeka. Silakan terima Israel berikutnya. Saya rasa itu solusi dua negara yang paling menjamin kedamaian dan ketentraman kawasan. Kalau hanya one state solution, mau Palestina, mau Israel, kita hanya akan mengulangi perang. Kalau kita mau
mengakhiri perang, maka terima, wujudkan kemerdekaan Palestina dan setelah itu mau menerima Israel, merah itu kembali kepada prinsip dan e kepentingan kita tentang perdamaian. Jelajahi cara baru mendapatkan informasi. Download Metro TV Extend sekarang. Yeah.

Komentar