Dunia
Home / Dunia / Budaya Urban & Transportasi: Pemerintah Inggris Tindak Tegas Penumpang Bus dan Kereta Tanpa Headphone, Denda Hingga £100

Budaya Urban & Transportasi: Pemerintah Inggris Tindak Tegas Penumpang Bus dan Kereta Tanpa Headphone, Denda Hingga £100

Traveling on the London subway in April. Prime Minister Andy Burnham announced a national campaign against “one of the most annoying things on public transport” — people blasting music or videos from their phone.Credit...Hannah McKay/Reuters
Traveling on the London subway in April. Prime Minister Andy Burnham announced a national campaign against “one of the most annoying things on public transport” — people blasting music or videos from their phone.Credit...Hannah McKay/Reuters

LONDON — Etika tak tertulis di moda transportasi publik Inggris—seperti menyepadankan pandangan mata secukupnya dan meminimalisasi interaksi—kini menghadapi tantangan baru seiring maraknya perilaku penumpang yang memutar video atau musik dengan pengeras suara (speaker) perangkat genggam tanpa menggunakan headphone.

Laporan dari The New York Times menyoroti langkah tegas Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, yang mengumumkan kampanye nasional untuk menindak apa yang ia sebut sebagai “salah satu hal paling mengganggu di transportasi umum.”

Ketentuan Aturan Baru dan Implikasi Denda Bagi Pelanggar

1. Instruksi Penggunaan Headphone dan Sanksi Penurunan Penumpang

Melalui kebijakan baru ini, pemerintah mengimbau seluruh penumpang kereta untuk selalu menggunakan headphone saat menikmati konten audio visual. Petugas berwenang diberi hak untuk meminta penumpang yang melanggar agar keluar dari rangkaian kereta atau mengenakan sanksi denda di tempat.

2. Denda Hingga 100 Poundsterling di Moda Bus Kota

Guna menekan perilaku antisosial ini, pemerintah mempublikasikan kembali regulasi daerah yang memungkinkan otoritas lokal menjatuhkan denda hingga 100 poundsterling (sekitar Rp2,1 juta) bagi penumpang yang memutar musik dengan volume keras di dalam bus publik.

“Kebijakan ini dirancang untuk mengembalikan kenyamanan dan rasa saling menghargai antarpenumpang di dalam moda transportasi massal,” pukas laporan The New York Times.

Pro dan Kontra dari Komuter London: Antara Dukungan dan Realitas Pengawasan

Langkah tegas pemerintah ini menuai beragam tanggapan dari warga komuter di London yang mengandalkan jaringan Underground dan bus merah khas kota tersebut:

Teknologi & Keamanan Siber: Tersembunyi Selama Satu Dekade, AI Berhasil Ungkap Celah Keamanan Fatal pada Bahasa Pemrograman PHP yang Menopang Internet Global

  • Dukungan Atas Kenyamanan Publik: Sejumlah komuter senior menyambut baik upaya pemerintah. Mereka menilai bahwa inisiatif ini mengambil alih beban warga yang selama ini enggan menegur langsung penumpang tidak sopan karena khawatir memicu konflik.

  • Tantangan Implementasi Petugas Lapangan: Meskipun dinilai positif, wacana ini menimbulkan pertanyaan besar terkait teknis penegakan hukum di lapangan. Sebagian warga meragukan apakah pemerintah akan mengalokasikan anggaran khusus untuk menyiagakan petugas patroli secara rutin di setiap gerbong dan bus.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *