Pemirsa, diplomasi yang sedang ditempuh Amerika Serikat dan Iran masih sulit ditebak. Akankah mereka benar-benar damai atau terus memelihara konflik ini dalam batas waktu yang tidak tentu? Untuk membahasnya sudah bersama kami pengamat Timur Tengah, Bapak Ritwan Habib yang merupakan juga direktur The Indonesian Intelligence Institute. Selamat siang, Pak Ritwan. Selamat siang, Lista. Baik Pak Ritwan. Kalau misalkan kita lihat untuk perundingan antara Amerika dan Iran ini masih terus berlangsung begitu. Tapi kalau misalkan menurut Anda
ee apakah pernyataan dari juru bicara Kemenlu Iran sebelumnya ada 14 pasal nota kesepahaman yang sudah disusun. Sementara Amerika juga yakin untuk separuh kesepakatan ini sudah deal. Begitu. Kalau misalkan menurut Anda kedua negara ini mana yang sebenarnya paling menginginkan perdamaian Iran atau justru Amerika? Yang pertama tentu saja Iran itu dalam posisi yang pasif ya. Mereka siap ee kalaupun Amerika Serikat melanjutkan peperangan. Jadi tidak ada masalah bagi Iran kalaupun misalnya Amerika terus
melanjutkan peperangan. Jadi menjawab pertanyaan lista tadi yang paling pengin segera damai atau dalam konteks ini adalah menyelamatkan muka mereka ya. Ini adalah pihak Amerika Serikat. Oke. Tetapi tampaknya tampaknya eh beberapa analis militer di baik di Timur Tengah maupun di Amerika sendiri meragukan kesepakatan ini akan berhasil karena ada satu yang mengganjal yakni tentang uranium. Ee Amerika Serikat dan tentu saja sekutunya Israel itu minta semua pengayaan uraniumnya dihyuntikan. Termasuk uraniumnya diambil ke luar dari
Iran. Sementara dari pihak Iran tentang uranium ini harga mati. Karena perintah dari pimpinan tertinggi Iran atau yang disebut dengan rahbar, pimpinan tertinggi negara Iran, Muttabak Khomenei, uranium ini enggak boleh dibawa keluar. Jadi sekitar 440 kg uranium yang sekarang berada di Iran itu tidak boleh dibawa keluar. yang yang ee itu satu perintah yang sudah tegas dinyatakan oleh ee Mustaba Hamenei. Jadi kalau dalam konteks urainium ini tidak menemui jalan tengah atau tidak ada kata sepakat, maka tampaknya ee agreementen
akan sulit untuk ditandatangani. Kalau yang soal-soal lain ini akan lebih mudah ya, kayak Selat Hormus itu Iran mau ee misalnya berbagi dengan Oman kemudian membuka sebagian itu enggak ada masalah. Kemudian soal sanksi perdagangan minyak, Amerika mau mengurangi atau membuka itu juga tidak ada masalah. Tetapi e faktor uranium ini nanti lista yang akan tentu saja mengganjal e perundingan ini ke depannya. Baik, sebelumnya Pak Ritwan, kalau misalkan ada dua negara yang tengah berseteru dan adanya nota-nota
kesepahaman kalau misalkan kita merujuk ke ee perundingan ee kasus serupa begitu. Kalau misalkan ada 14 poin, tetapi ada misalkan dua atau poin yang tidak sejalan, apakah memang ada perdamaian di antara kedua negara tersebut? Atau jika kita melihat lagi untuk kasus Iran dan Amerika Serikat, kalau misalkan memang lagi-lagi buntu dan tidak ada jalan tengah begitu, apakah eskalasi perang akan kembali meningkat dan mereka dari kedua negara tersebut apakah dua-duanya masih punya dana untuk berperang? Pak Ritwan.
Iya. Menjawab tiga pertanyaan itu dari yang terakhir Lista ya. Dana. Dari sisi dana Amerika sebenarnya sangat sangat cukup ya. Tetapi tentu saja mereka membutuhkan izin dari kongres untuk mengeluarkan dana itu. Iya. Sementara di sisi Iran ya mereka kan selama ini memang melakukan pertahanannya secara terbatas. Maksudnya dia melawan dengan sumber daya yang ada. Misalnya melawan dengan drone yang lebih murah. Kemudian rudalnya juga dalam kapasitas yang biaya produksinya lebih murah. Ee sebenarnya dari sisi itu Iran
juga masih bisa survive karena mereka juga punya jalur perdagangan di luar Selat Hormus yang masih berjalan dengan Tiongkok dan Rusia. Kemudian yang kedua, kalaupun misalnya nanti itu akan ee terjadi apa negosiasi poin per poin, kalau poin-poin yang lain saya kira tidak akan menjadi masalah. Tetapi begitu sampai pada poin uranium itu nanti yang akan mengganjal kecuali Amerika Serikat menurunkan tekanannya atau menurunkan permintaannya dalam konteks uranium. Kalau kalau Amerika Serikat misalnya mengatakan bahwa oke,
Iran boleh menggunakan uraniumnya secara damai dan tidak harus memindahkan uraniumnya keluar dari Iran, maka insyaallah ini akan terjadi perdamaian atau setidaknya ee genjatan senjata yang lebih panjang gitu ya. Tetapi kalau Amerika Serikat ini terus apa ee kekehek gitu ya ee bersikukuh dengan uranium ini harus dibawa keluar dari Iran dan sama sekali tidak boleh ada pengayaan nuklir, maka tampaknya tidak akan ada perundingan, tidak akan ada perdamaian di sisi ini. Selanjutnya memang Israel juga harus kita baca ee lista karena
Perdana Menteri Netanyahu mengatakan dalam ee postingan dia di media sosialnya di X bahwa bagi Israel pengayaan uranium Iran senjata nuklir Iran itu tidak boleh ada. Tidak boleh dan tidak harus apa? Harus tidak ada. Artinya kalau kemudian nanti terjadi negosiasi antara Amerika dan Iran, mereka kemudian berdamai, kemungkinan besar Israel akan melakukan serangan sendiri. Jadi nanti yang yang berperang adalah Israel dan Iran tanpa lagi mengelibatkan Amerika. Ini yang saya kira nanti juga harus kita
cermati. Tapi kalau misalkan kita lihat Pak Ridwan beberapa kesepakatan sebelumnya pada saat ee dianggap ada angin segar, Israel lagi-lagi seringki menyerang Iran mengatasnamakan memang sekutu dari pihak Amerika. Kalau misalkan kita lihat untuk perundingan ketiga, apakah ada kemungkinan Israel akan memberanikan diri kembali menyerang Iran? Ya, bahkan kemarin Lista kalau Anda mengikuti rapat darurat ee Trump hari Sabtu dan Minggu kemarin di White House itu kan tiba-tiba saja kan ada penembakan di White House. Ini ini
ini yang diduga juga ada unsur mosad di situ. Jadi eh pelakunya ini diduga apa ya agen dalam tanda petik ya maksudnya jejaring atau orang yang pernah dimanfaatkan oleh intelijen Israel untuk mengganggu mengganggu proses apa rapat Trump itu. Karena rapat Trump itu sudah mau menyetujui apa perdamaian dengan Iran gitu. Jadi kemudian diganggu dengan adanya serangan tembakan itu di luar wouse. Lalu kemudian rapatnya bubar karena Trump kan harus dievakuasi. eh dia harus dikeluarkan dari wus karena situasinya sudah tidak memungkinkan.
Nah, banyak analis termasuk analis juga dari Amerika yang mengatakan bahwa penembakan white house ini sebenarnya adalah upaya apa intelijen gelap atau intelijen eh black intellig yang kemudian mengganggu mengganggu ee apa? Negosiasi atau rapat ee Trump yang sedang mengarah kepada perdamaian. Oke. Jadi memang betul kata Lista tadi memang ee pihak Israel ini selalu senantiasa mencoba jangan sampai kemudian terjadi perdamaian. Karena kalau terjadi perdamaian Iran ini makin kuat. Apalagi kalau benar nanti sanksi minyaknya itu
dibuka oleh Amerika Serikat, otomatis pendanaan ke Iran makin besar. Oke. Tapi kalau misalkan kita lihat tadi sudah disebutkan sama Pak Ritwan, kalau persetuan antara Iran dan Amerika ini terus berlanjut, maka Israel yang mendapatkan keuntungan. Tapi kalau misalkan kita lihat jika memang adanya ee perdamaian begitu bisa dikatakan Israel merugi. Tapi untuk jangka panjangnya ini akan seperti apa nantinya kalau perang ini masih terus berlangsung? Ya, kalau terus berlangsung apalagi perangnya berjalan pada masa musim haji
ya, besok dan hari besok Selasa dan Rabu ini kan puncak haji kan wukuf di Arafah dan juga e puncak hajinya di tanggal 10 Zulhijah. Kalau saja Israel atau Amerika berani melakukan serangan pada saat puncak haji, besok dan lusa, 48 jam ke depan, maka itu akan membuat semua negara-negara Islam mengutuk keras serangan itu dan bisa saja membuat negara-negara teluk akan berbalik mendukung Iran. Karena mereka kecewa dengan Amerika Serikat yang berani menodai kesakralan ee ibadah haji dengan melakukan serangan ke Iran pada saat
musim haji sedang berjalan. Jadi ee ini kita lihat nanti apakah memang benar nekad provokasi dari Israel ini ataukah nanti tiba-tiba Trump apa NPD-nya kumat lagi ya. Tadi pagi dia sudah posting satu foto yang sangat provokatif di media sosialnya di Trut sosial. Dia posting ada kapal terbakar begitu lalu kemudian ada bendera Irannya lalu orang terlempar semua lalu ditulis adios begitu. Ini kan ini kan sinyal yang bisa dibaca sebagai sinyal untuk mengawali perang baru gitu ya. Ini ini diposting oleh seorang presiden negara besar
Amerika Serikat. Bayangkan itu. Jadi ee tampaknya memang kita masih memonitor kelas apa memonitor sangat seksama terutama 48 jam ke depanista ini karena sangat-sangat krusial. Kalau dalam waktu 48 jam ini nanti tiba-tiba saja Amerika berbalik, artinya kemudian melakukan serangan, maka ya sudah itu akan menciptakan perang besar yang berkepanjangan di kawasan itu. Tuan, kenapa hingga saat ini belum ada negara-negara adidaya lainnya yang belum turun tangan untuk mendamaikan kedua negara ini? Sebenarnya secara bawah tanah ya atau
back channel itu kan berjalan ya. ee China misalnya sudah mengirimkan surat kepada Iran agar menahan diri melalui Menteri Luar Negerinya Abbas Araji. Kemudian Rusia juga apa menyediakan diri sebagai mitra untuk dialog ya. eh Presiden Putin sudah menelepon Presiden Iran untuk kalau misalnya dibutuhkan ee Rusia bisa menjadi penengah dalam situasi ini. Tetapi memang ee ada semacam apa role yang tidak tertulis antara negara-negara besar ini untuk tidak saling melakukan intervensi langsung. H termasuk bagi Rusia dan Cina. bagi Rusia
dan Cina. Iran ee keputusan Amerika Serikat menyerang Iran ini pasti merugikan Amerika. Dan kalau Amerika rugi, Rusia dan Cina ini untung. Jadi mereka diam saja karena mereka menikmati keuntungan. Ya, misalnya Rusia dia langsung mendapatkan keuntungan harga minyak yang langsung naik karena orang kemudian beli minyak dari Rusia. Iya. Jadi ee Cina dan Rusia ini juga tampaknya diam-diam saja karena ya semakin lama Amerika terjebak di Iran maka semakin menguntungkan buat negara mereka. Oke. Tapi itu kalau misalkan memang
perang berlangsung panjang ee memang ada beberapa negara yang mengalami keuntungan. Tapi kalau misalkan dari sudut pandang misalkan dari pihak Iran menyetujui dari permintaan Amerika bahwa uranium yang diperkaya ini bisa keluar dari Iran. Lantas dampak ke depannya jika Iran menyetujui pasal tersebut, apa yang akan terjadi di masa depan nanti? Yang jelas pertama kemungkinannya kecil sekali ya. Itu hanya bisa terwujud kalau ee Mab Khomeninya meninggal karena mereka pasti enggak berani melawan pimpinan dari ee tertinggi Iran. Tapi
kalau saja misalnya Mustafa Komenei itu kemudian berubah pikiran dan membolehkan uraniumnya dibawa keluar Iran, maka yang pertama tentu saja perdamaian akan terjadi. Oke. Yang kedua, yang kedua Iran tentu saja akan mencari cara baru untuk memasukkan uranium baru karena mereka punya punya teknologinya untuk itu ee untuk pengayaan ini. dan ya nanti mungkin 5 tahun 10 tahun ke depan Iran akan kembali mempunyai ee uranium dan senjata yang siap digunakan lagi. Jadi ini semacam apa? Jeda sejenak saja
ini semacam paus begitu dan ee ya kita berharap sih begitu ya karena memang dampaknya ke ekonomi dunia kan mulai terasa ya ee termasuk juga imbasnya bagi perekonomian Indonesia. Perang ini kalau terus berlanjut seperti ini ya akan berdampak juga untuk perekonomian kita. Oke. Tapi kalau misalkan kita lihat Amerika, alasan Amerika kenapa bisa dikatakan dalam tanda kutip ngotot untuk meminta uranium yang diperkaya, apakah memang dari hasil uranium yang diperkaya ini bisa mendapatkan efek nuklir yang jauh
lebih dahsyat atau seperti apa sih sebenarnya, Pak Ritwan? Iya, ada dua versi ya. Versi dari Badan Atom Internasional atau IAEA mengatakan bahwa uranium di Iran itu adalah uranium energi listrik dan pengayaannya baru mencapai sekitar 7 sampai 8%. Itu itu itu memang skalanya untuk energi untuk pembangkit listrik. Oke. Tetapi versi dari Amerika Serikat yang kemudian dijadikan dalih mereka untuk melakukan serangan pertama kali pada tanggal 28 Februari kemarin 2026 itu adalah mereka sudah mendapatkan data
bahwa pengayaan Iran ini sudah mencapai 60% artinya sudah siap menjadi senjata nuklir. Oke. Jadi kemudian bagi Amerika ini merupakan ancaman ee ancaman bagi mereka bagi Amerika dan terutama ancaman bagi Israel sekutu Amerika di kawasan itu. Jadi memang ada dua versi ini dan bagi Iran sendiri dia mengatakan bahwa kita tidak ada niatan untuk melakukan apa serangan nuklir ke negara manaun. Itu kan sudah dinyatakan oleh menteri luar negeri mereka. He. Jadi mereka mengatakan bahwa tuduhan bahwa Iran punya niat jahat dengan
uranium itu adalah tuduhan yang dibuat-buat oleh Amerika Serikat sebagai dalih untuk melakukan agresi ke pihak Iran. Baik, terima kasih banyak Pak Ritwan Habib selaku pengamat Timur Tengah sekaligus direktur The Indonesian Intelligence Institute sudah bergabung bersama Breaking News. Selamat kembali beraktivitas. Salam sehat Bapak

Komentar