Berita Terpopuler
Beranda / Berita Terpopuler / Iran Kasih Persiapan Petaka, 5 “Kehancuran Semua” Hantui Amerik Serikat Jika Perang Ronde Kedua Nih Bos

Iran Kasih Persiapan Petaka, 5 “Kehancuran Semua” Hantui Amerik Serikat Jika Perang Ronde Kedua Nih Bos

Amerika Serikat benar-benar tak punya jalan keluar. Kalau berperang lagi, Iran siap meladeni. Sementara kalau bergulat di meja diplomasi, Iran justru menggunakan momen itu sebagai panggung untuk memamerkan kepercayaan diri militer mereka. Senen mengungkapkan gambaran yang membuat Washington berpikir dua kali. Iran disebut memiliki lima senjata yang mampu menghadirkan apa yang mereka sebut sebagai kehancuran total. sebuah ancaman yang bisa menyasar tempat-tempat yang bahkan tak terbayangkan oleh pihak lawan. Artinya,

jika diplomasi berujung pada kegagalan, terang bukan lagi jadi solusi bagi Amerika Serikat, melainkan jadi awal dari petaka sesungguhnya. Lantas petaka macam apa yang sesungguhnya tengah disiapkan Iran? Bayangkan dunia tanpa aliran minyak, kapal-kapal tanker berhenti, harga bahan bakar meledak, dan kepanikan ekonomi yang menjalar dari satu benua ke benua lain hanya dalam hitungan minggu. Itulah gambaran yang sedang disiapkan Iran sebagai kartu ancaman pertamanya jika diplomasi dengan Amerika Serikat

benar-benar runtuh. Iran sudah membuktikan bahwa menutup Selat Horum efektif mengguncang Amerika Serikat sekaligus dunia. Tapi Iran tak berhenti di Selat Hurmus. Kini para pejabat Iran memberi sinyal yang jauh lebih berbahaya. Kalau perang dengan Amerika Serikat kembali meletus, Iran tidak hanya akan menutup satu pintu, melainkan dua pintu sekaligus. Pintu kedua yang dimaksud adalah Selat Bapel Mandep, jalur maritim vital yang menghubungkan laut merah dengan Teluk Aden dan menjadi urat nadi perdagangan

antara Eropa, Asia, dan dunia Arab. Caranya cukup dengan mengaktifkan kembali mesin perangnya di Yaman yang bernama kelompok Hoti. Hati sudah berpengalaman mengganggu Laut Merah. Memblokade Selat Bapel Mande bukanlah perkara sulit. Ancaman kedua bukan lagi menyerang ke jalur distribusi energi, tapi langsung ke jantung energi kawasan Teluk. Selama perang berlangsung, Iran sudah beberapa kali menyerang kilang dan jalur pipa minyak negara Teluk. Tapi masih dalam batasan bahwa fasilitas yang dirusak

bisa dipulihkan kembali. Tapi kini Iran mengirim pesan yang berbeda. Seorang anggota Komite Keamanan Nasional Iran, Ahmad Baksya Yesr Destani secara terang-terangan menyatakan jika Amerika Serikat berani menyerang fasilitas minyak Iran, maka balasannya bukan lagi pipa, melainkan langsung ke sumber minyak negara-negara Teluk Arab. Menyerang sumber minyak jauh lebih destruktif dan jauh lebih sulit dipulihkan dibanding serangan ke kilang atau pipa. Sumur yang terbakar atau rusak bisa membutuhkan waktu

Nih Wagub Rano Karno Melihat Kebakaran Habiskan Ratusan Rumah-Rumah di Kemayoran

berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk kembali berproduksi. Dan jika yang menjadi sasaran adalah jantung energi Arab Saudi, Uni Mirat Arab atau Kuwait, negara-negara yang menjadi tulang punggung pasukan minyak dunia, maka dampaknya bisa jauh melampaui kawasan Timur Tengah. Jika blokade selat dan serangan ke sumur minyak adalah cara Iran menghancurkan ekonomi dunia dari luar, maka ancaman ketiga dan keempat yang disiapkan Iran jauh lebih personal. Selama perang dengan Amerika Serikat, Iran sebenarnya sudah menunjukkan pola

serangannya ke negara-negara Teluk Arab. Rudal ditembakkan di hotel dan bandara. Pengalamika Seria di kawasan teluh juga jadi sasaran. Iran juga menyerang pembangkit listrik tenaga nuklir Uni Emirat Arab di Abu Dhabi lewat proksinya di Irak. Arab Saudi pun menjadi sasaran serangan drone yang diterbangkan oleh Aliansi Iran dari Irak. Tapi selama ini, Iran masih menahan diri untuk tidak menyerang fasilitas desalinasi, tempat di mana air laut diubah jadi air minum yang jadi penjamin hidup jutaan warga

teluk. Kalau perang pecah lagi, tak ada jaminan Iran akan menahan diri lagi. Awal bulan Mei 2026, IRGC mengunggah gambaran satelit di akun Telegramnya. Foto satelit itu diklaim menunjukkan pesat-pesat Amerika Serikat yang terparkir di bandara Chanya, Yunani. Lewat unggahan itu, Iran seolah berkata, “Kami tahu di mana klien Amerika Serikat berada, bahkan di Eropa sekalipun.” Pada bulan Maret lalu pun Iran diyakini telah meluncurkan dua rudal belisik jarak menengah ke Diego Garcia, pangkalan militer gabungan Amerika

Serikat Inggris di Samudera Hindia. Jaraknya lebih dari 3.000 km, tapi Iran yakin rudalnya bisa menjangkau tempat itu. Bahkan baru dengan rudal jarak menengahnya. Artinya kalau Iran saja berani menyerang Diego Garcia, seberapa aman pangkalan-pangkalan Amerika Serikat lainnya di Eropa? Farzi Nadimi, peneliti senior dari The Washington Institute menduga targetnya kemungkinan besar adalah Raf dan Rafentheit di wilayah Inggris atau Ramstein, pusat logistik dan telekomunikasi Amerika Serikat yang ada

di jantung Jerman. Selat Babel Mandep, infrastruktur energi dan fasilitas militer adalah sasaran-sasaran yang potensial diserang Iran. Tapi yang tak kalah penting dengan senjata apa Iran akan menyerangnya. Para ahli pertahanan menyoroti bahwa Iran sedang menyempurnakan strategi serangan menggunakan kawanan drone berkemampuan artificial intelligence atau AI. Kawanan drone itu dirancang untuk berkomunikasi satu sama lain dan menyesuaikan jalur penerbangan secara real time untuk mengecoh pertahanan udara musuh. Tidak

Guru SMPN 111 Jakarta Senang dikunjungi Presiden Prabowo: “Anjay Mantap bangga!”

berhenti di situ, Iran juga berupaya meningkatkan rudle jelajahnya hingga mencapai kecepatan supersonic sekaligus melengkapi diri dengan teknologi pengacau komunikasi militer serta satelit pengawasan lawan. Jika selama ini Amerika Serikat percaya bahwa kampanye pengeboman besar-besaran mereka berhasil melumpuhkan kekuatan rodal Iran, kenyataannya jauh dari itu. Investigasi terbaru menunjukkan bahwa strategi pengeboman Amerika Serikat mengalami keterbatasan yang cukup fatal. Amerika Serik dan Israel sudah

menghabiskan sumber daya besar untuk menghancurkan pintu masuk terongan dan memutus akses jalan ke gudang rodal bawah tanah. Tapi Iran bisa bergerak cepat membuka kembali pintu masuk terowongan. 50 dari 69 pintu masuk terowongan yang sebelumnya terkubur kini sudah dibuka kembali. Iran pun dia kini masih menyimpan sekitar 1000 rudel di fasilitas bawah tanah mereka itu. Itu tadi lima kehancuran total yang tengah disiapkan Iran. Semua itu jadi pengingat keras bagi Amerika Serikat bahwa jika perang babak kedua

benar-benar pecah, Iran takkan lagi menahan diri. Ancaman tak hanya akan dirasakan kawasan teluh, tapi juga negara Eropa penampung fasilitas militer Amerika Serikat. Kira-kira apa pilihan Amerika Serikat? Akankah Amerika Serikat berkompromi dengan tuntutan Iran di meja diplomasi atau mereka akhirnya memilih jalan menyakitkan dengan memulai perang babak kedua? Pantau terus perkembangannya hanya di kanal YouTube Kompas.com.

 

Kepulangan Jemaah Haji Sangat Mengharukan, Pelukan dan Sujud Syukur Menjadi Pemandangan Haru

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *