Dulu kalau saya marahin Anda pasti Anda bilang saya belum di sini. Ya kira-kira gitu ya. Untuk saya agak aneh kalau gitu pasti investornya kalah. Pasti kalah atau dikalahkan. Enggak mau berbagi untung. Padahal sudah ngundang investor. Harusnya dari pertama kalau mau gitu sediain dari awal. Ini kan jadi kusut. Harusnya dari pertama enggak usah ngundang. Tapi kalau begini kan jadi kacau. Di tempat Anda praktiknya seperti itu apa enggak? Isu aduan utama untuk PT Perusahaan Air Indonesia Amerika ini merupakan
perusahaan PMA yang didirikan berdasarkan hukum negara Republik Indonesia yang bergerak di bidang air bersih ee dengan proses desalinasi air laut dengan pemegang saham joint venture antara ABD Paragon Singapore itu 74,96%. ee ini adalah pemegang saham investor asal Amerika, Singapore, dan juga Arab Saudi. Bersama dengan PT Adik Karya sebesar 25% dan EDB Paragon Holding LLC 0,04%. Perusahaan bergerak di bidang penyediaan air berbasis teknologi Sea Water Reverse Osmosis di KEK Mandalika. Isi aduan
utamanya dari PT PA adanya kesenjangan pemenuhan kewajiban infrastruktur di mana ITDC Pak ee itu dinilai belum memenuhi kewajiban penyediaan infrastruktur pendukung sebagaimana diatur di dalam landation and development agreement. Kemudian juga ada ketidaksesuaian pengelolaan dan skema komersial dengan kesepakatan awal di mana terdapat perubahan terkait penguasaan lahan, pengaturan tarif, dan juga skema penyediaan air yang dinilai tidak sepenuhnya melalui kesepakatan bersama para pihak. Dan yang terakhir
ada ketidakberlanjutan operasional SWRO yaitu dalam perubahan skema bisnis mempengaruhi kelayakan ekonomi serta keberlanjutan investasi fasilitas SWRO. Jadi PT Paya ini, Pak sebenarnya dia sudah beragreement dengan ITDC. Hanya waktu itu Paya ini belum berdiri. Jadi yang berperikatan di dalam kontrak awalnya yaitu yang ee Bower ADB ini, Pak. Ee kemudian kan harus dilakukan amandemen terhadap perjanjiannya. Nah, menunggu itu rupanya berprogres gitu ya kalau enggak salah ada ceritanya berprogres ee ITDC kemudian yang
seharusnya membangunkan fisik ya, Pak ya terhadap fasilitasnya. Nah, ini ee TDC agar melakukan sori pembangunan fisik, tetapi itu ee dilakukan terlebih dahulu oleh PT Paya seperti itu ya. Jadi muncul Pak perjalanan ini permintaan dari para pihak. Artinya kedua belah pihak ini saling mengklaim ee bahwa proses atau projek ini belum bisa ee dilaksanakan. Karena dari Paya itu bilang, “Kenapa ITDC kemudian berperikatan dengan ee PDAM Lombok Tengah? Jadi, anak perusahaan daripada ITDC berperikatan
dengan PDAM. Kemudian dia menghentikan perikatannya dengan Paya sebagai pencuplai air bersih. Otomatis dengan menghentikan ini PT Paya utilisasinya enggak dapat, biaya operasionalnya enggak dapat, hanya 10%. Nah, jadi bisa dibaca bahwa perjanjian ini seperti one prestasi, Pak Menteri. Nah, pada saat titik ini saling menunjuk. Ingin lanjut tapi menunjuk. Bayar dulu dong kewajiban finansialnya di mana kemarin kami sudah membangunkan terlebih dahulu infrastrukturnya. Sementara yang satu sisi ya punya juga kewajiban untuk
membayarkan kewajiban finansial lainnya. Artinya terus-menerus seperti itu, Pak. Jadinya proyek benar-benar enggak jalan. Intinya seperti itu, Pak. Oke, makasih Buita. Dari ITDC bisa jelaskan sedikit gambaran ee kasarlah proyek ini. Proyek apa sih nanti belakangnya? Kenapa macet? Baik, ee terima kasih. Selamat pagi, Pak Menteri. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita semua. Yang pertama, Pak kami sampaikan bahwasanya kami KK Mandalika yang memiliki luas seluas 1135 hektar di mana
ITDC sebelumnya telah mengelola Nusa 2 dan satu lagi yang masih baru yaitu Golomori. Di dalam awalnya ini kejadian lama Pak sebelum kami juga manajemen. Bapak sejak kapan jadi diut TDC? Saya sebagai ee saya Plt Dirut sejak Desember kemarin, Pak. sekarang masih PLT. Saya masih PLT, Pak. Oh. Ee belum ada rups kembali, Pak. Jadi, nah kami sama-sama manajemen baru masuk 2022 Agustus. Nah, kemudian ee izin Pak Menteri ee kami sedikit ceritakan bahwasanya ini kejadian mereka mulai invest di tahun 2015-2016
itu dimintakan karena untuk Mandalika harus ada kickof di mana ee PAIA ini kita minta masuk waktu itu oleh ITDC supaya segera diresmikan sehingga mereka membawa barang-barang dan membuka SWR. Kemudian PAIA ini merupakan investor. Biasanya kalau investor masuk, Pak, entah itu air, entah itu eh hotel dan lain-lain itu ada kewajiban yang namanya land use eh development agreement, luda, perjanjian sewa jangka panjang. Ini umurnya 30 tahun. Jadi ada kewajiban mereka, tapi mereka kita beri hak akses sampai dengan
jalan utama. untuk jalan masuk sendiri ee tentunya seperti developer kami ee diserahkan kepada masing-masing. Jadi itu yang terkait dengan infrastruktur. Jadi mereka beroperasi dari sisi komersialnya mereka beroperasi ee menyediakan air untuk di Mandalika which is di mana kami selaku KEK itu harus menyediakan minimal estate regulation kami itu minimal ada dua penyedia. Kalau satu mati tentunya satu hidup. Makanya di tahun 2022 kami juga membuka hubungan dengan ee PDAM. Karena apa? Kalau ini ada
ketidakreliability, kita mendeteksi ada yang kurang reliable dari supply ini mati. Kami harus menyediakan itu kepada para tenan kami. Jadi secara sebenarnya ini urusan bisnis to bisnis, Pak. Dan perjanjiannya kami sudah ada temuan BPK di tahun 2024 bahwasanya kenapa tidak menagihkan dan tidak ditagih sewa ludanya yang menunggak sebesar sekitar 6,2 miliar. kami sampaikan mereka memang belum sanggup untuk membayar, masih proses. Kemudian yang kedua, akhirnya atas dasar ketidaksepakatan itu seperti tadi yang
disampaikan ee komplain itu, saya silakan Anda untuk ee karena tidak bisa dimediasi B2B, silakan pergi ke hukum. Akhirnya mereka menuntut kami di Siak, Singapura. Singapura International Arbitrage Center. Nah, di Siak itu kami juga ee maju ke sana bukan hanya untuk PAI ini, Pak. Tapi untuk satu lagi ee perusahaan ee pria namanya pria. Jadi untuk diketahui PA ini ada ee 25%-nya dimiliki oleh Adik Karya. Kemudian kalau PR itu 25%-nya teman kami yang dari PP Pro. Nah, atas hal tersebut maka kami bersengketa,
artinya berhukum, beracara hukum di Pengadilan Singapura. Namun demikian berhenti, Pak karena mereka tidak melanjutkan pembayaran kepada arbitrator di sana. Ya sudah, akhirnya kami ajukan lagi prosesnya adalah proses ee mediasi melalui jamdatun. ee dan berbagai forum lintas kementerian. Namun mediasi deadlock karena PA PAIA tetap minta hak eksklusivitas suplai air tersebut ya yang tidak dapat kami setujui karena kami harus menjaga sustainability kepada kawasan. Anda ngomong sustainability supply ya. Tapi kan PAI produksinya
turun jadi 10 hanya 10% dari kapasitasnya. Berarti sisanya dipikasih kepada PDAM apa gimana? Jadi pada saat itu kejadiannya, Pak ada beberapa kali terjadi suplai dari sisi kualitas maupun kuantitas itu berhenti, Pak. Stop tiba-tiba on off. Mungkin mereka kehabisan biaya operasional atau apa. Nah, mau tidak mau kami harus menyediakan backup. Makanya dari anak saya dulu ke PT ya. Anda kan bisa jawab kan bukan saya dari pria. Pria oh. Jadi izin Pak kami di sini perwakilan dari pemegang sahamnya sebenarnya karena
karena pemegang sahamnya apa? Pria. Betul. Pria itu apa? Pria Pak 2B. 2B. Oh nanti oh setelah kasus ini ada yang kenapa di sini juga dia sama-sama sama-sama dia enggak usah ikut di sini Mandalika Pak yang satu terkait dengan yang jadi perwakilan dari situ enggak ada ya ituampitan saya pengin tanya aja waktu itu betul ada ketidakmampuan paya dalam men-suplai air ke ITDC C yang saya tahu bahwa ee boleh enggak dia telepon sekarang? Bisa. Bisa. Iya. Biasanya diikut lewat telepon. Siapa namanya? Waji.
Waji. Iya. di California, Pak. Tadi baru bicara. Lanjut, Pak. Baik, Pak. Jadi itu kemudian pada tahun 2025 bulan September mereka menyurati bahwasanya mereka menyatakan untuk menghentikan beroperasi, Pak. Meanwhile kita sedang proses di arbitrase dan pada saat itu mereka juga arbitrasenya ee berhenti juga. mereka menghentikan arbitrase. Jadi, Pak ke depannya tentunya kami masih tetap menginginkan yang bersangkutan karena salah satu daripada sumber suplai ke depan Mandalika sudah akan banyak, sudah mulai
banyak masuk. Tentunya kita juga tidak boleh tergantungan PDAM. kita ingin melanjutkan sebetulnya hubungan kerja dengan PAI ini entah dengan investor baru atau dengan apa tentunya kita masih bisa B2B untuk berbicara dengan mereka itu Pak B2B dengan mereka berapa lama macet-macet juga di sini di pengawasnya Pak Danantara ya ada Danantara di sini Anda ngawasin juga enggak gimana ee menurut Anda kasus ini darantara silakan Lanjut juga ya. Ee izin Pak Menteri ee memang dari Danantara sebagai aset ee manajemen kita
sebagai holding operasi memang kita monitor Pak tadi juga kita sudah discuss Pak Dirut dari ITDC memang sudah ada diskusi juga dengan investor. Ee pada dasarnya kita mendukung Pak kalau misalnya memang dari investor ini kita punya cari jalan yang memang dia bisa lanjut di Danantara. Tapi sudah pasti kita harus cek juga ke ITDC bagaimana prosesnya itu tetap bisa ee ITDC kan sebagai landlord ya, Pak ya. Dan ada fasilitas yang harus disampaikan ke tenan-tenannya. Jangan sampai ee nanti suplly-suplai itu juga terganggu, Pak.
Jadi memang kita fokus kalau bisa kita cari jalan tengah yang dua-duanya bisa men-supply ITDC, kita pasti coba cari jalan yang tengah, Pak. Tapi ee karena memang ini kita sebagai eh shareholder di sini, Pak, memang kita peran aktifnya memang nanti akan ada di ITDC, Pak, dalam menjalankan diskusi B2B ini, Pak. PPL-nya HP-nya HP tidak kemudian jang Jadi pada dasarnya mau jalan ya kira-kira ITDC mau jalan apa enggak? Kami intinya sangat keterbukaan untuk tetap membicarakan itu untuk tetap berjalan Pak.
Sebelah sana siapa? PKPM PKPM KEK Pak Oh, KEK-nya yang mengawasnya itu kan berarti KEK. Iya, KK. Dari KEK pandangan Anda apa? Mohon izin, Pak Menteri. Tadi ee apa yang terkait dengan kawasan ekonomi khusus memang kami sudah mendorong untuk apa percepatan investasi, Pak dan sudah kita laporkan ke Kemenko Perekonomian dan juga apa ee waktu itu beberapa kali juga dirapatkan oleh Pak Ses maupun Pak Elen, Pak. Mohon izin terakhir oleh Pak Elen dan ini apa percepatannya juga sudah apa namanya sudah cukup panjang.
Mohon izin Pak Elen. Mohon maaf Pak Elen. Pak Elen tahu ya. Iya. Iya Pak. Jadi memang apa sudah kita dorong untuk apa namanya percepatan untuk investasinya Bapak. Jadi yang ini PT ini. Iya Pak dan juga sudah kita dulu menurut Anda kendalanya apa sehingga masih kusut seperti ini? Ya ee mohon izin Pak karena ini apa terkaitnya dengan B2B Pak antara apa ee badan usaha dengan pelaku usaha Pak. seharusnya akan bisa diselesaikan. Kalau enggak jalan kan Anda mesti getok salah satu ya kita sudah mau fasilitasi bisa pasti
cuman fasilitasi harus diinjak juga kalau enggak jalan loh Pak gimana si rapat terakhir jadi gini Pak izin Pak Pak Menteri Pak Pimpinan rapat jadi begini Pak ini sebenarnya ada dua perusahaan makanya tadi disebut Pak yang pria PA tapi investornya sama nih Pak yang mulai berawal berkontrak itu namanya pria dulu ingin membangun satu kawasan saya 10 hektar ya. Nah, pada waktu di awal mereka ingin membangun semacam ee kalau enggak salah bangun kayak Paramon, Hotel segala macam, Pak. Gitu ya, Pak. Dan ini kemudian tanda
tanganilah kontraknya 2020 pada waktu itu. Bahkan ini juga untuk mendorong MotoGP. Salah satu dari lot lahan yang dialokasikan itu yang dibilang tadi dituangkan dalam luda itu itu pada waktu itu masih bermasalah. Satu lot ya eh ya satu lot ya itu lebih kurang berapa. Tapi pada waktu itu kita dorong enggak bisalah digunakan yang ini. Tapi yang prianya tetap menganggap bahwa harus penuh dulu baru dia akan bangun. Ya, Pak ya. Kemudian dalam konteks itu mereka bangun lagi namanya PAIA itu yang perusahaan untuk memenuhi infrastruktur
air minum. Mereka bangun dulu memang dikejar pada waktu itu dilakukan kontrak lebih awal oleh mereka untuk men-suplai air minum untuk kebutuhan MotoGP, Pak. Gitu ya, Pak ya. Giruk. Mereka membangun ini dulu yang PA-nya yang prianya tadi itu masih bersengketa mengenai slot lahan tadi. Karena mereka minta penuh dulu mendapatkan semua HGB-nya. Mereka bilang pakai yang ini dulu yang sisanya akan diselesaikan. Ini mereka enggak mau. Bayang Pak Pia ini akhirnya bangunnya di sebagian tanah pria. Apa belum bangun?
Beda lagi. Belum membangun apa-apa. Paya paya payah sudah membangun untuk ee ini pakai osmosis ya, revers osmosis sudah Pak mereka sudah bangun, sudah jalan ya sudah jalan sudah di sudah diambil airnya pada waktu itu oleh mereka gitu ya. Kalau enggak keliru nih, Pak sudah lama nih. Nah, setelah itu ITDC mengatakan bahwa standarnya ITDC itu yang dibilang aset regulation sebagai pengelola KEK. Karena itu nanti akan ada investor-investor ee tanda petik yang utama asing itu meminta ada persyaratan dua supplier untuk jaminan
supaya airnya itu continue. Kalau misalnya di listrik dua IPP, Pak. Jadi di sini dua sumber air gitu ya, Pak. Itu berarti si ITDCnya bikin sendiri aturan itu. Iya. Karena di state regulation-nya diatur sendiri oleh mereka. Nah, sehingga dengan demikian mereka bikin kontrak tuh dia bikin anak perusahaannya ITDC NU ya, Pak. Bukan Muhammadiyah NUC ITDCU TDC NU untuk mengambil. Jadi untuk membuat perjanjian di samping Payia ini dia bikin satu perusahaan lagi kerja sama dengan PDAM Lombok Tengah untuk
meng dua supplier berapa persen kepemilikan ITDC di ITDCNU ini dengan untuk beli dari PD PDM ini saya lupa persentasi berapa hampir serut ee 99,9% 100 Pak sebenarnya sih 1% siapa yang punya 1% koperasi iya karyawan Nusa 2 berarti anak perusahaan Anda sendiri itu. Iya. Itu anak perusahaan kami. Nah, ini sudah jalan, Pak. Perusahaan yang pria tadi yang untuk membangun kawasan itu yang hampir 10 hektar itu, itu akhirnya ee ee dibawa ke ee buntulah intinya ya. Ee mereka bawa itu enggak belum bisa bangun karena minta penuh.
Mereka bawa ke SIA tadi, Pak, Singapura. ini I itu kan Anda punya kontraktor dari luar negeri ke sini, terus Anda buat kompetitor perusahaan Anda sendiri. Kira-kira begitu pasti enggak akan fair. Harusnya Anda lempar ke supplier yang lain. Kalau gini pasti Anda ada conflict of interest. Dulu kalau saya marahin Anda, pasti Anda bilang, “Saya belum di sini.” Ya, kira-kira gitu ya. Untuk saya agak aneh kalau gitu pasti investornya kalah. Pasti kalah atau dikalahkan entah harganya ini entahnya gitu. Karena Anda
pasti conflict of interest kawasan enggak ngawasin ini. Ini kan bisnis yang enggak benar. Kalau begini ee mohon izin Pak ee Menko. Jadi kalau kami kan ada apa namanya pengaturan mengenai estate regulation ya Pak. Kalau untuk estet regulation memang apa kami serahkan B2B Pak tergantung dari badan usahanya seperti itu. Ini bukan B2B B tob terus anak ke dia sendiri kusut kalau gitu enggak mungkin kompetisiah hitungan saya ya pasti dikalahkan. Gimana menurut ee Pak Elen? Iya. Jadi gini Pak karena ini sudah jalan dan kemudian ee
apa namanya? Ee kan tidak diambil lagi ya setelah itu ya. ingat. Makanya kemudian dia menggunakan yang NU tadi. Nah, betul Pak Regulation tuh tadi dibilang Pak NU dia cabang sendiri sebetulnya itu. Iya. Dia badannya dia menguasai air sendiri juga kawasan itu. Betul kira-kira karena enggak mau berbagi untung padahal sudah ngundang investor. Harusnya dari pertama kalau mau gitu sediain dari awal ini kan jadi kusut. Gimana? Izin, Pak. Dan antara gimana? Iya. Menurut Anda gimana Anda mengizinkan seperti itu sistemnya?
Ee izin mungkin nanti ITDC akan bantu detail jelasin ya, Pak ya. Tapi pemahaman saya yang tadi dijelaskan oleh tim ITDC itu INU itu memang mengambil dari dua gitu ya, Pak ya. Satu dari Paya dan satu dari PDAM karena mereka memang butuh dua supplier untuk bisa men-supply ke ee tenan-tenannya mereka gitu. Yang PDAM siapa? PDAM sendiri bukan Inus bukan. Tapi PDAM itu supply ke inus pengalaman saya, Pak, ya. Ah, itu itu menurut saya conflex of interest-nya. Dia enggak bangun apa-apa tapi ngambil profit itu
iitu enggak dia mau nyis nyisikan investor setelah masuk. Ya itu kan menurut investasi. Harusnya dari pertama enggak usah ngundang tapi kalau begini kan jadi kacau. Di tempat Anda praktiknya seperti itu apa enggak? Di Danantara. Tapi e mungkin nanti Pak, saya nanya pandangan Anda. Jangan tangan pandangan dia. Dia jelas konflik. Pandangan Anda gimana? Boleh enggak seperti itu? Kalau yang informasi yang saya dapat tadi, Pak ya kan ada kerja sama pertama dengan Paya. Lalu dikatakan bahwa Paya itu memang suply-nya kadang-kadang nyala
mati. Jadi kan secara reliability supply kan mungkin enggak terjamin, Pak. Ini ketika yang orang yang menjelaskan mempunyai conflict of interest, ceritanya bisa jadi enggak jelas. Bisa iya, bisa enggak untuk menciptakan excuse. Betul enggak? Kan begitu insentifnya kira-kira kalau saya mau masukin punya saya, yang lain gua bilang, “Jelek aja lu, jelek, jelek, jangan bisa masuk.” Jadi dari situ aja udah agak aneh untuk saya ya. Di mana yang bisa komentar lagi? BKPM gimana? Kita cari masukan sebanyak
mungkin. Silakan sebelum kita putuskan. Iya, Pak. Mohon izin, Pak Menteri. Jadi kalau ee kami tidak mengikuti dari awal, tapi untuk investasi PT Paya sendiri waktu itu kami fasilitasi awal pada saat konstruksi. Excellency, how are you? I fine. Please tell me about the problem that you are facing. Thisc told me that you are you stop the service the the supply of water to ITDC because of your equipment is not working perfectly or it’s not working as expected. Is that true? No, your honor this is absolutely not
true. And Pali was there at the time and he knows that it’s actually Inu didn’t want to take the water from us anymore and all the record is available. All the record shows that uh they stopped taking the water and we kept producing water for one month after that without them taking uh one drop of water. So we shut down because first they held the payment for three four month they were not paying and we continued because we knew that they were trying to create a situation and then we continued producing the water and then
they stopped taking the water and started taking the water from PDI. Uh and uh after a while when they completely for one month didn’t take even one drop of water from us. That’s when we shut down the plant. You’re telling me also that your supply is not reliable. The continuity of your supply is not reliable. Is that true? Totally not true. We have all the records the we actually have recommendation letters from the Novotel. We have a very specialized subcractor, a water company out of Band that is
running the plan for us. They run multiple plans for uh in Indonesia at peak and so we have a professional local subcractor that run our equipment and the plant was producing water of the highest quality and pullman and Novotel were enjoying it. But your accuracy the problem they don’t have enough supply uh demand the actual problem they don’t have demand and they wanted to have for their own reasons that we don’t understand they wanted to go and do uh take water from PDI. So the reality is
that there’s not enough demand in Mandalika and then they are not honoring the agreement that we were the exclusive supplier in the Mandalica area. Uh but just before this we had a uh meeting I had a quick conversation with Mr. and he said I’m surprised that they are saying that because just because of the before the meeting he said that they want to try to find a solution that they will restore uh the supply and bring a new investor and allow us a an amicable exit ah amicable compromise something like that please
tell me also why stopping the process of apa in Singapore apa eh arbitra process in Singapore why we stopped it yeah so when we stopped it is because adikarya had a meeting with the uh previous CEO of ITDC and they asked us to withdraw from the arbitration in uh Singapore in order to find an amicable solution through Jamatoon. So they required that and pa Al personally uh met with the CEO of ITDC and the CEO of Adicaria and they agreed that they will release our money because they were holding our payments. So they said they
requested us to do two things. First to stop the arbitration in Singapore. to uh continue to accept that they’re going to make us the payment in uh in uh different in progress. they don’t want to pay the whole amount and then they will find a solution to continue uh the uh the process and palwi uh agreed on our behalf with both the CEO of Adikaria and the CEO of uh ITDC and then the CEO of ITDC did not comply it was before Mr. Fajer, the one before him, I forgot his name but he changed his mind.
He didn’t comply. I think there was pressure from the Inu people because they had another agenda and they want to with with some other plans. Uh but we we are of course we can always go back to arbitration but that is not the the intention. Uh we we wanted an amicable solution. So you want an amicable solution? Please explain to me briefly what kind of a makable solution that you are seeking. Okay. So in the conversation just an hour ago with Mr. Fajar he proposed can he will need sir please continue.
Yeah. We can they can take uh the uh source of water they can reinstate taking the water immediately because they should have back up sources of water. He said they shouldn’t have only one PDM. He said actually they wanted to make an agreement with PDM because they have to have two sources of water that we will have they will rein the relationship with us but they will keep PDM as a as a support uh uh as a second source of water for emergencies and then we will bring an investor he will bring an
investor to replace us so we can exit safely so whatever they want they can take over the plant they can become the new investor on the on the equipment or delute us and keep us as a as a minority shareholder. But the most important thing is that they will should have the demand and allow the plan to go back into operation so any investor is willing to to go back and take over. We are not interested to work with them anymore and it seems they don’t want to work with us anymore either. So the best
way is for us to exit and be replaced with another investor. But any investor that’s going to come and replace us, they have to guarantee that the market, if there’s no market, if they’re not taking the water, nobody would want to operate that uh in that environment of course and this is the essence of the problem. That is his proposal, right? What do you think? Which which one that you can accept? Do you really want to quit? or if there’s a chance to continue working together with them you’re
willing to do so. We we are willing to do anything that Papurbaya finds uh fair and it would be would be uh monitored uh by you. So they will not uh find a way to to to create a problem again. So if it is monitored by you your excellency and you think it’s fair we will uh go with it but the most important thing is that we would need to eventually of course we are investors we are not operators we want to exit so when it’s back into operation our intention is to exit and there are so many investors from Singapore
even from Indonesia and from China that would love to replace us no problem as long as the project is feasible and for the project to be feasible itdc has to provide a safe investmentviron ok thank you very much clear enough for me thank you bye thank you very much jadi kira-kira begitu anda sudah ngomong dengan dia ya sebetulnya ya gimana proposalnya. Jadi ee saya sudah sampaikan intinya kan dia pengin investment dia initial investment-nya kembali. Saya bilang it is not easy. Eh except ada investor,
investor pun akan bicara ke depan he appraisal dan sebagainya. Mereka investment-nya pasti akan harganya pasti sudah turun tapi dia akan oke let’s talk. Jadi saya sudah bikin action plan, Pak. setiap minggu kita akan zoom bareng apa solusinya dan apabila dia ada investor atau kami ada investor, let’s talk itu, Pak. Itu salah satu statement dia adalah demandnya harus naik di sana. Sebetulnya gimana di sana tuh sudah mulai membaik belum? Itu kan ee pernah ke kepukul krisis kemarin COVID kan. Sekarang seperti apa di sana?
Iya, Pak. Jadi sejak ee setahun terakhir ini demand sudah cukup meningkat, Pak. Karena dulu kapasitas dia 3.000 terpasangnya yang terpakai baru sekitar 500. Sekarang sudah mulai banyak sekali investor-investor baru. Jadi kalau boleh saya cerita sedikit, Pak. Di tengah itu sirkuit di mana setiap event itu kita harus ada backup. Jadi biasanya kami beli itu, Pak, untuk me-backup takut mati dari PAIA ini. Kami beli ee air-air galon dari truk-truk gitu. Nah, dari kontainer kemudian di tengah itu sirkuit, Pak.
Anda selalu komplain PA takut mati kan mereka juga engineering company pas di situ ya. Pasti ada backup-nya juga di sana mesinnya. Saya pikir sih kenapa enggak dipastikan itu aja. Di sini yang engineer siapa? Kamu Anda engineer bukan? Dari mana dulu kuliahnya? Engineer dari mana dulu? Gimana kalau menurut Anda engineering-nya desainnya itu ada backup plan-nya dua mesin segala macam apa enggak? yang di PTPA itu. Oke. Ee terima kasih Pak Menteri. Ee jadi mungkin saya ee sedikit ee meluruskan Pak ya dari awal. Ee saya
dari ITDC Utilitas anak usaha ITDC yang bekerja sama dengan PAIA sejak tahun 2021 adalah INU, Pak. Karena PAIA berkontrak dengan ITDC ludanya itu hanya untuk produksi air. Yang memaksimalkan ee mengoptimalkan produksi dia adalah ITDIL. Jadi ee sejak 2021 kita ada kontrak dengan P. Jadi Ibu yang yang berkepentingan ya yang ee meningkatkan e produktivitas Ibu ya menjalan apa? Iya saya yang bertugas menjualnya Ibu bagian Ibu bagian menjual ya jadi ibu yang kerja sama dengan Paya langsung. Iya. Ini anak perusahaan ITDC.
Iya. Oh Ibunya apa di situ? Kenapa, Pak? Jabatannya apa di situ? Ibu direktur utama Pak. Direktur utama. Lapor ke ke pemulan saham. Iya. Oh. Kalau banyak anak perusahaan masih ini kita dalam proses merager Pak bulan Juni ini. Manager ng ee jadi ee ini, Pak. Jadi ee 2021 sampai 2024 kita ada perjanjian kerja sama itu eksklusif Pak. Jadi saya hanya menggunakan air dari PAIA itu startingnya eksklusif Pak. Awalnya 3 tahun pertama itu eksklusif. Ohusus. Tetapi historicalnya pada saat kami bekerja sama eksklusif dengan PA, mereka
itu kadang mati ee terus listriknya misalnya mati, kita yang harus memperbaiki segala macam. Jadi ee pada saat event pun pernah mati gitu. Nah, sehingga pada saat itu, itu ini kan saya sudah tanya ke dia tadi enggak seperti itu. Jadi ini kan kata-kata Ibu lawan kata-kata dia. Jadi ee saya enggak tahu kalau gitu siapa hakimnya. Kalau kami ada surat-menyurat semuanya sih, Pak, dengan PA. Sama dia bilang juga sama surat menyurat tadi kan. Iya. Saya enggak tahu yang mana yang betul. Jadi ee jangan nilai aja ini kapasitas seperti apa sih
ya. Jadi kapasitas terpasang mereka itu kalau saat ini kita di maksimal di 1000 kubik per hari, Pak. Kapasitas terpasang mereka itu di 6.000 plus 750 kubik. Eh, jadi kapasitasnya itu over capacity sebenarnya yang dipasang di sana. Dan saat ini kita hanya bisa di ee untuk saat ini ya kalau sebelumnya 500 sekarang di 1000 Pak. Berarti kan masih masih di bawah kapasitas ya. Sebenarnya kapasitas terpasang dia masih cukup. Waktu kontrak gimana dulu? Berapa kapasitas terpasangnya? Mintanya ee waktu kontrak dengan ITDC di 3.000
kubik, Pak, per hari. Oh, dia pasti jadi sudah dua kali kan bagus. Iya. yang dipasang itu lebih banyak desain dua kali ya ee jadi itu itulah engineering desain seperti itu nih saya pikir begitu dan mungkin juga harusnya ada backup mesinnya kalau ini kalau ada masalah kalau engineer biasanya begitu ibu lihat enggak itu di sana nah jadi gini Pak sebenarnya kenapa kami bekerja sama dengan PDHM karena di tahun 2025 mereka mengirimkan surat untuk stop beroperasi pada saat itu di tanggal 4 Oktober kita ada GP Pak itulah PDAM kita
ee ee mulai ee mempus PDAM untuk bisa segera melayani klien kami yang ada di ee yang sudah ada karena pada saat GP kan kita full banget. Jadi ee itu yang terjadi sebenarnya, Pak. ini kok bolak-bolak nih kalau dia bilang dengan PDAM dulu makanya dia berhenti jadi kebalik-balik nih kita enggak tahu nih yang betul yang mana. Jadi gini aja deh ya ini mesti dua-duanya di sini kan dan mesti lihat surat-surat banyak sekali ke depan Ibu maunya apa? Nah, kami sebenarnya ee seharusnya sejak awal beroperasi 2021 dia memenuhi
perizinan, Pak. Nah, kami hanya mengedar pemenuhan perizinan untuk pengolahan air dari PAIA. Jadi, saat ini kami masih waiting, Pak. Jadi, ee kalau PAIA mau lanjut berproduksi, kita masih tetap menerima. Enggak ada izin loh, Pak Lwi. Iya. Jadi, e soal perizinan ini memang menjadi krusial sekali, Pak. ee rapat terakhir di mana saya hadir di situ ee dari ITDC juga ada, ee Adik Karya juga ada dan Ibu Retno juga ada. Kita berusaha bagaimana supaya perusahaan ini bisa berjalan seperti biasa supaya jangan ribut-ribut di
belakang. Nah, Ibu ee insist bahwa harus ada izin. Oke, saya katakan saya katakan bahwa kalau izin izin dari siapa ya? Iz izin yang diminta oleh izinnya itu KBLI 36001, Pak. Setiap karena kan kita air itu kan sangat relate dengan kesehatan manusia ya, Pak. Dari PKPM dari siapa yang izin? izinnya kalau 36001 itu ee jadi lintas ee ada yang dari LH juga, Pak. Ada dari LH terus yang pertama kali sih dari ee dewan Kek juga ada rekomendasi terus baru diproses semua, Pak. Kek gimana izin apa ini? Kenapa sudah berprasi?
Saya teruskan izin silakan Pak. Silakan. Saya teruskan, Pak. Ya. Jadi ee sewaktu itu kita cari jalan keluar supaya supply bisa jalan terus. ee Ibu juga setuju, Adik Karya semuanya kita setuju bahwa ee dari pihak ee PAI ini akan berusaha untuk menunjukkan good will dengan memohon izin bahwa kita akan dalam proses mendapatkan izin. Izinnya itu isu itu keluar tahun berapa gak? ini untuk izin yang khusus ini gak tahu apa izin apa ini kami itu izin itu kan 3601 tahun berapa ini isu ini keluar itu kita sudah minta dari tahun 2021 Pak
sebenarnya jadi kami setelah ee apa namanya terus-menerus ya ya jadi ya Ibu insist izin waktu itu kita berusaha untuk supaya jalan kita bilang baiklah dari pihak kita akan mengajukan permohonan izin tapi ini biar jalan ya apa namanya Ini siapa yang ngeluarin? Dari siapa yang ngeluarinnya? Jadi gini, Pak. Di mana ya? Izin aja nih. Ke mana dia? Di KEK itu sebenarnya diberikan kewenangan administrator. Jadi kita ada administrator kita di sana. Nah, administrator ini kalau dia enggak mampu dia tinggal melibatkan KL. Jadi mungkin
nanti tolong disampaikan TDC apakah ini sudah pernah disampaikan ke administrator? Jadi kemenangan ada di administrator, Pak. Eh, lu kan bosnya Kek bisa mutusin lu dari Kek. Coba nih. Ini bos nih. Iya. Izin, Pak Menteri. Eh data kami, Pak, kami sebagai administrator KEK Mandalika, Pak. Eh untuk izin perizinan dasarnya memang e masih ada, Pak. Walaupun ee untuk perizinan lingkungannya masih pakai UKL upl yang kalau di KEK rezimnya sudah RKL RPL rinci, Pak. Nah, ini tinggal tinggal konversi saja.
Oke. Sekarang untuk usaha ini aja yang gampang. Dia perlu izin apa sebetulnya? Jangan pusing. Sebenarnya izinnya ini, Pak. Karena dia ngambil dari air tanah. Jadi walaupun air asin, dia ngambil dari air tanah, Pak. itu izin namanya izin surat izin ee pengusaha air tanah, Pak, yang ee dulu dikeluarkan oleh SDM. Sekarang yang ngeluarin siapa? Nah, sekarang sebenarnya ee yang ngeluarin administrator, Pak. Kemarin kami sudah koordinasi administrator administrator KEK. Administras KK siapa? Anda kan, Bapak kan?
Siap. Oh, berarti saya yang ngeluarin gitu. Iya, Pak. Gitu kan Anda yang ngeluarin kan? Iya. Kenapa enggak bisa keluar sekarang? Ee belum diajukan, Pak. Kemarin mereka baru berkonsultasi ke kami. Kami sendiri yang sebenarnya mengusulkan, Pak. Kami yang merekomendasikan mengusulkan supaya mereka mengurus untuk izin ee pengurusan air tanahnya, Pak. Kalau mereka minta izin berapa lama keluar? Kalau keluarnya secara es ee secara ee ini sebenarnya enggak lama, Pak. Jadi prosesnya itu sekitar 2 minggu saja,
Pak. 2 minggu? Iya, Pak Elen. 2 minggu itu kelamaan, Pak. Sebenarnya gini gini, Pak. Ini kan ada dipindah loh. Enggak. Ini gini, Pak. Izin, Pak. Kita punya namanya standar ya, NSPK. NSPK-nya kalau di situ sebenarnya 5 hari, tapi pengajuannya itu nanti dia kan butuh namanya semacam surveyor atau apa untuk memastikan ini. Itu aja. Kalau itu bisa disediakan ITDC, Pak hasilnya itu langsung bisa ditetapkan oleh administrator. Dan itu sudah kita tuh bilang LPDP lagi tadi bukan ITDC. ITDC Pak. Saya pikir si Yono Yon Yono Yon
sudah keluar sudah keluar. Jadi kalau itu bisa dibantu oleh TDC Pak administrator nanti hasil dari surveyor itu yang untuk memastikan bahwa dia memenuhi NSPK-nya itu bisa langsung pada detik itu dia bisa keluarkan, Pak. Dan saya ITDC enggak mau bantu. Saya tanya sekarang ITDC mau bantu enggak? Iya, Pak. Sejak 2021 kami sudah membantu untuk memproses ini. Bu Ratna mungkin saya enggak percaya sudah berapa tahun ngurus izin enggak selesai-selesai. Sekarang 2000 berapa? 2006 kan sudah 5 tahun selama itu. Awalnya
sebenarnya ITDC yang memohon izin untuk pengambilan air tanahnya, Pak. Ee tapi kan tidak hanya untuk izin pengambilan air tanah. Jadi izin pembuangan brin itu juga ke lautnya itu seperti apa. Jadi mereka harus menyiapkan gambar teknis ee sehingga bisa meyakinkan ee apa saya tapi kan sudah 5 tahun masa enggak ada kemajuan selama sudah tahu belum? Silakan, Pak. Mereka ada kalau izin ini, ini juga menjadi dispute. Saya mau bacakan sama Bapak memorandum of understanding. Waktu mereka pertama datang kemari, apa
isinya, Pak? Ya, ITDC shall be responsible for obtaining any license, permit, or approval and shall register with the tax and other competent authorities. wajib bilang bahwa soal izin itu bukan urusan kita. Dia sudah komit bahwa ITDC yang akan mengeluarkan izin. Di sini jadi dispute Ibu. Oke, kalau gitu clear itu kan perjanjian ya. Sekarang ITDC bisa beresin enggak itu izin-izin itu? Kalau izin selesai keluar beres kan. Kalau izin itu ITC ITGC bisa bantu enggak ngeluarin izin? Kalau enggak saya akan bantu dari sini.
Oke, Pak. sedikit Pak ee mungkin MOU yang dibacakan Pak Alwi tadi Pak itu adalah MOU untuk melaksanakan exhibition Pak jadi bukan luda. Jadi MOU itu adalah untuk exhibition di mana pada saat exhibition ada pengurusan perizinan itu yang bertanggung jawab adalah ITDC. Anda bisa mampu enggak ngurus izin itu ITDC? Pak Faj Fajar siapa bisa bantu apa enggak? Bisa bantu, Pak. ke ini kan kami support ke admin admin Kek saya rasa bisa Pak Kak Eka beresin ya secepatnya ya kalau begitu keluar nanti kalau enggak hati lu
ini bos ni bos nih ini bos nih anak bol lu kali tuh B cukai kamu dari B cukai betul Pak sedang penugasan Pak anak bollo tuh gimana tuh nanti diberesin ya Jadi setelah izin untuk selesai, selesai bisa jalan apa gimana? In praktis itu sebenarnya bisa jalan, Pak. Artinya kita hidupan kita cek lagi karena sempat berhenti kemarin ee membrannya harus kita cek lagi untuk menghidupkan kembali teknis ya. Jadi gini, jadi berhentinya mereka ini setelah rapat itu, Pak, siap untuk jalan kembali, tetapi dari pihak tidak mau
menerima. Padahal sudah ada kesepakatan bahwa kalau kita mengajukan secara goodwill saja, mohon izin, perusahaan bisa jalan kembali. Ternyata sudah demikian. Tidak juga di ini. Oke, clear Pak. Nanti bisa diberis ini Pak Fajar izin diurus nanti yang ini di dijalankan sesuai dengan kontrak bisa. Baik, Pak. Karena untuk saya Anda conflict of interest dengan itu perusahaan Anda punya Anda sendiri. Nanti sambil jalan dicari investornya kalau ada yang mau. Tapi yang jelas gini, kita kan yang ngundang mereka masuk ke
Indonesia kan. Setelah itu karena Anda berkuasa bukan Anda ya, dirubah seenaknya aja. Itu yang akan kita hindari supaya message ke investor asing clear. Tapi saya akan juga bantu semua proses-proses yang ada di sini. Ini kebutuhan orang Buka ini. Jadi gampang ininya beresinnya ya. Betul. Sama BKPMnya kayak gitu ya. Nanti sambil berjalan kita monitor progresnya seperti apa. Sekian. Saya dengar izin itu memerlukan dana yang cukup besar di atas miliaran. Coba, Pak, lu jangan biasa di cukai lu. I ee sedikit Pak saya saya jelaskan,
Pak. Untuk ee izin air tanah itu tersebut kami sudah komunikasi ke direktorat apa SDM, Pak yang di Bandung itu ee izin air tanah dan tata kelola geologi kalau enggak salah PGTL. Memang di situ posisinya PTPA ini kan dia berusaha tanpa punya izin. Jadi masuk ke dalam sistem apa ke klaster penataan, Pak. Penataan itu kena namanya denda administrasi. Tapi yang kami lihat di lampiran denda administrasi itu maksimal Pak kalau tidak salah R5 juta, Pak. Maksimal R5 juta. Udah gini kamu bantu aja itu secepatnya ya. Kalau bisa kecilinya
kecilin itu maksimal kan. Jadi nanti ee ITDC ngajuin ke sana Anda monitor juga 55 juta di sini ada orang domestiknya enggak ada. Ada domestik. Iya. Kenapa enggak ikut yang dalam negerinya? Orang orang dalam negerinya sudah resign Pak karena sudah enggak ada kerjaan lagi. Oh tutuplah perusahaan untuk kita menciptakan pengangguran. Boleh juga sih. Sejak kerja sejak rapat yang ditetapkan bahwa akan jalan kembali kalau ada ee apa namanya? Goodwil untuk kita mohon izin. Oh, itu jas mereka sudah enggak bisa lagi apa-apa.
Ya sudah, gini ajukan izin ke sana nanti saya monitor ya dari itu Kak Ibu yang monitor ya. Ini kan dari Oh, lu monitor ini bos bos pajak nih. Jadi harusnya cepat. Ibu bisa ngajauin berapa lama? IT saya bisa ngajuin berapa lama ya? Kami ee sesegera mungkin Mbak Ratna yang perlukan apa? Oke. Eh, jadi untuk pengajuan izinnya memang sesuai dengan data yang disampaikan 55. Tetapi ada kajian yang dibutuhkan Pak Misalnya kajian pembuangan air ke laut itu kajiannya harus disiapkan PA. Kita membantu memfasilitasi kepada instansi.
Oke. Tetapi kajiannya sekarang orangnya sudah enggak ada gara-gara kebijakan Ibu yang lalu kan sudah enggak ada orang di sana mau kajiin lagi. Tapi kajian untuk pembuangan air ke laut itu kan teknis Pak. Gambar dan segala macam itu harus dibuat konsultan. Dan itu ee yang mungkin yang biasar itu ee itu tergantung dari kesiapan PAIA untuk memberikan data teknis, Pak. Detail engineering desain yang dia rencanakan untuk pembuangan air ke laut itu seperti apa? Tidak, saya bisa ambil hal itu enggak? Eh,
ya ini kan entitas ya, Pak ya. Nanti akan kami cek, Pak, governance antara Anda bisa pakai ITDC enggak untuk kerjaan itu? Ee untuk hal ini mungkin saya enggak tahu saya bisa saya saya enggak yakin bisa jawab sekarang, Pak. Ya, apalagi saya pengawas juga di Danantara kan. Iya, Pak. Paham, Pak. Pernyataan Anda saya tulis belum? Maksud saya gini, Pak. Ini kan kalau misalnya diambil alih tuh apakah maksudnya diambil operasi entitasnya gitu, Pak? itu enggak di Payawab mereka ini sudah apa namanya istilahnya
kami ini sepertinya habis manis sepah dibuang kira-kira begitu ee ee ee pemikiran mereka eh Pak Menteri izin dari kek butuh apa entar dari kek butuh apa ee kami mungkin nanti Jadi ee karena verifikasi teknisnya ada di kewenangannya ada di SDM, Pak. Karena nanti dia akan melihat pemeriksaan lokasi segala macam. Ya, mungkin itu saja, Pak, dukungan dari teman-teman SDM, Pak. Izin, Pak. Pak, izin, Pak. Kami perbaiki. Jadi, sebenarnya administrator itu punya dua opsi. Bisa dengan minta bantuan KL atau
minta bantuan tenaga ahli atau ee konsultan dan lain sebagainya. Nah, kami agak koreksi tadi kalau SDM itu kan air bawah tanah, ini kan air permukaan. Eh, izin Pak Elen. Ini posisinya dia ngambil dari bawah tanah walaupun air asin, Pak. Oh, tetap air bawah tanah. Air tanah, Pak. Jadi, gini, Pak. Kalau ingin mempercepat biasanya kami di prapa KK juga bisa membantu eh bisa melalui bantuan konsultan, Pak, untuk ee melakukan ee apa namanya? pemenuhan standar itu. Nanti d konsultan itu nanti bisa ee
menjadi ee entry bagi administrator untuk menerbitkan izinnya. Kak, siapa yang lakukan tadi? Siapa konsultan yang bayar? Siapa yang bayar? Harus ada yang bayarlah. Ini kalau TDC bisa membantu akanlah cepat selesai. Mau dia pasti enggak mau kan ya. Ini kan tenan kami, Pak. Artinya kami ada conflict of interest apabila membayari tenan kami. Begitu Anda enak aja ngomong conflict of interest ketika Anda rugi. Ketika menciptakan anak perusahaan, Anda enggak bilang conflict of interest. Oh, bukan Anda waktu itu ya.
Izin, Pak Menteri. Boleh saya memberikan masukan? Sekiranya nanti kajian sudah dilakukan dan sebagainya, kami juga memerlukan orang-orang atau siapa yang akan mengoperate. Mereka sudah enggak ada lagi, Pak, di sana, Pak. Kami tinggal menjaganya aja, begitu. Ini kan cara ITD saya membunuh investor begitu gampang pasti kabur. Kalau begitu dia akan cut kabur. Tapi image-nya buat kita jelek sekali. Terus Pak Alwi kalau mau jalan gimana? Kapan orang itu bisa datang lagi ke situ? Let’s say dari meeting ini saya
simpulkan, saya pastikan jalan itu bisa ada orang lagi enggak? Kalau enggak siapa yang jalan mesinnya di sana? Kita akan bilang bahwa ini bisa jalan. Itulah yang sebenarnya beberapa bulan yang lalu yang kita harapkan jawaban bahwa bisa jalan. Tapi karena tidak bisa jalan jadi sudah tidak ada hope. Nah, sekarang I jalan kan yang lain-lain bisa semua kan. Kita yakin, Pak. Karena kita kan juga membutuhkan suplly seperti itu. Nanti jangan habis ini ada lagi, ada lagi, ada enggak ada lagi ya? Tidak, Pak. Dan Inu sudah kami
streamline, kami jadikan satu ke ITDC semua, Pak. Supaya efisien dan semua dalam kontrol ITDC. Demikian, Pak. Jangan sampai saya ngomong janji palsu nih sama sana. Betul ya? Bisa ya? Saya akan tanya mereka kalau ini jalan Anda kapan bisa mulai siap kirim orang ke sana lagi sehingga kan mereka yang ngerti teknisnya mereka yang ngerti. Sudah pada rusak belum alatnya? Kita belum press dan check lagi Pak. Pak Mr. Wajib this isb again ya. Halo. Halo. We are still discussing the issue in your investment here in
Indonesia. Can you hear me? Halo. Gak dengar. Putus-putus nih. Well, I think this has agreed to eh quote unquote continue this project. But the problem is that there’s no one in the in the location that will operate your equipment. Let’s say we are decided today that this project can be continued. When do you think you can send your people to maintain or to make sure that your equipment can work properly? This afternoon our partner is Bali and uh we have staff for our subcontractor and bawa so they can mobilize hopefully in
the next four to six hours we can have uh a team uh back in the plan. No problem. So I can say in one week for sure that you people will be there right less than one week in in several days right oh yes even maximum we can by tomorrow by by tonight we can mobilize tomorrow morning we can have our team back in there no problem oke thank you very much cukup jadi mereka siap tuh ee timnya ada di bal rupanya sebagian jadi bisa dia mobiliz dia bilang 4 jam bisa ke sana. Ee mungkin besok sudah bisa ke sana tuh.
Jadi enggak ada masalah untuk ee teknikalnya untuk operasi alatnya. Ini teknis dibicarakan dengan mereka ya. Tapi yang jelas untuk izin nanti dibantu oleh kek. Kek dari kek yang aktif ya. Kejar dokumennya seperti apa. Aja cukup ya. Dicek aja cukup. Dicek cukup. Cek cek cukup ya. Enggak usah PKPM. Oke, clear ya. Anda kejar ya. Ini seperti apa? Tiap hari diceklah sampai mana progresnya. Nanti kita cek dari sini setiap minggu. Saya usul, Pak. Kalau seandainya disetujui dan Mister Wajih siap maka kita sambil jalan izinnya. Karena I
doubt itu, izinnya keluar. Pak Sabtu enggak mungkin keluar karena Sabtu Minggu mungkin studinya keluar tuh. Habis itu masuk ke izin, izinnya akan cepat keluar karena akan kita monitor. Nanti kita lihat kecukumannya seperti apa. Tapi yang jelas proses berjalan terus. Iya. Jadi Mas Waji biar siap untuk jalan begitu, Pak? Iya. Itu sudah siap kita kira-kira bisa ya, Pak Fajar ya. Enggak ada masalah kan nanti kalau ee keributan lagi kasih tahu saya lagi kita akan yang jelas di sini akan monitor terus
clear ya. Kira-kiraak bisa jalan ya. Ini jalan. Jadi bilang Pak Wajih this is a goal. Iya. Nanti kalau masalah cara investor nanti belakangan. Tapi yang jelas ini harus jalan dulu. Investor juga kalau jinnya sama aja problem akan dihadapin. Iya. Ini adik karya ada enggak di sini? Enggak ada. Dia punya 30% ya. 25% sudah dicabut enggak? Enggak tetap ada tapi mereka sudah enggak aktif. Enggak aktif sudah bangkrut enggak? E itu mungkin nanti bisa dilapor ya Pak Alwi ya. Iya. di Adik Karya selama ini Pak di
dalam berbagai kegiatan ini. Dia investor pasif ituang preman ya. Kira-kira gitu. Kalau enggak tertarik agak aneh 25% loh. Oke. Clear clear ya Pak Fajar. Baik Pak. Pak ee Alwi. Nanti Mas dari KK ngawasin nanti kami akan monitor juga dari sini. Kalau enggak ada lagi. Terima kasih semuanya. Rapat saya tutup. Wasalamualaikum.

Komentar