Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen TNI Muhammad Nas, menjelaskan alasan anggota TNI ikut menjaga aksi aliansi mahasiswa BEM UI di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Jumat, 12 Juni 2026. Menurutnya, keterlibatan TNI dilakukan atas permintaan dari pihak Polri. Sesuai dengan mekanisme yang berlaku, pengamanan tersebut bersifat perbantuan kepada kepolisian.
Massa dari Aliansi Mahasiswa BEM UI dihadang oleh anggota TNI dan kepolisian di depan Gedung Thamrin Nine Ballroom, Jakarta Pusat. Mereka dilarang bergerak lebih jauh untuk melakukan demonstrasi dengan tema ‘Menuju Indonesia Bangkrut’ yang rencananya dilaksanakan di Bundaran HI. Ratusan massa aksi yang sebelumnya berjalan kaki dari arah Semanggi telah tiba di depan lokasi penghadangan pada pukul 15.10 WIB. Bus yang ditumpangi oleh para mahasiswa juga dilarang melaju ke arah Bundaran HI oleh petugas, yang kemudian membuat barikade penutup jalan.
Ketua BEM UI, Yatalatov Maksum Imawan, mengungkapkan bahwa aksi tersebut diikuti oleh lebih dari 1.000 mahasiswa yang berangkat dari kampus UI Depok dengan menggunakan bus yang dibagi ke dalam 16 kloter. Namun, aparat kepolisian melarang mereka melakukan aksi di kawasan Bundaran HI dan memaksa mahasiswa untuk memindahkan lokasi unjuk rasa ke depan gedung DPR.
Aliansi Mahasiswa memilih untuk berunjuk rasa di Bundaran HI sebagai bentuk simbol ketidakpercayaan terhadap pemerintah. Mereka sengaja menghindari lokasi istana dan menolak melakukan aksi di gedung DPR, karena mereka meyakini bahwa aspirasi yang disampaikan ke DPR tidak akan mengubah situasi, mengingat DPR dinilai sebagai lembaga yang justru mewakili kepentingan pemerintah.

Komentar