Jika kalian merasa sedih karena terlahir sebagai WNI, mungkin kalian perlu menonton laga Indonesia versus Oman sejenak. Memang menonton laga itu tidak membuat nilai tukar rupiah menguat atau membuat kita lupa atas kasus korupsi, tetapi di laga ini kita bisa melihat seorang kiper yang mungkin membuat kita lebih bersyukur, siapa lagi kalau bukan Emil Audero. Padahal dulu membawa Emil terasa seperti mimpi yang tak bakal kesampaian, namun penampilannya di laga melawan Oman sanggup membuat bangga seluruh masyarakat Indonesia, bahkan ia menjadi man of the match.
Laga Indonesia versus Oman menjadi momen bersejarah. Saat tim lain bersiap menyongsong Piala Dunia, Indonesia melakoni laga uji coba dan berhasil menang telak 3-0. Tiga gol bersarang di gawang Oman, sementara gawang Indonesia yang dijaga Emil Audero tak kebobolan sama sekali. Permainan penuh energi, pressing intens, dan gaya main cepat ala tim Eropa yang diterapkan pelatih John Hartman membuat Oman kesulitan. Kemenangan ini sekaligus memecahkan kutukan 38 tahun karena terakhir kali Indonesia menang melawan Oman adalah pada tahun 1988.
Dalam laga tersebut, tak ada pemain yang lebih bersinar daripada Emil Audero. Kiper berdarah Italia ini tampil ciamik, termasuk menggagalkan tembakan keras pemain Oman dari luar kotak penalti, mengamankan bola rebound, dan yang paling krusial adalah menepis tendangan penalti Hatem Al Rushadi pada menit ke-36. Selain piawai melakukan penyelamatan, Emil juga menjadi inisiator build-up yang lincah membantu serangan tim.
Kemampuan Emil bukanlah hal yang mengejutkan karena ia memiliki statistik kelas dunia di Serie A. Ia tercatat sebagai kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak di Serie A musim 2025-2026 dengan 125 penyelamatan dan persentase penyelamatan mencapai 71,4%. Pengalamannya sebagai pemenang empat gelar Scudetto bersama Juventus dan Inter, serta pernah menjadi murid Gianluigi Buffon, terbukti sangat berpengaruh.
Kisah naturalisasi Emil Audero sendiri cukup menarik. Dulu, ia sempat dianggap sombong dan menolak menjadi WNI karena merasa masih memiliki peluang di timnas Italia, bahkan ayahnya, Pak Edy, sempat menepis kemungkinan tersebut dengan kata-kata “mimpi kali”. Namun, realita berubah seiring waktu. PSSI yang mulai berbenah membuat Emil melihat peluang bahwa takdirnya ada di timnas Indonesia. Awal tahun 2025, ia resmi menjadi WNI dan kini, bahkan sang ayah pun merasa bangga melihat putranya mengenakan seragam Garuda.
Indonesia kini beruntung memiliki dua kiper kelas dunia, yakni Emil Audero yang berkelas Serie A dan Maarten Paes yang berkiprah di Eredivisie bersama Ajax. Kehadiran mereka memberikan kedalaman skuad yang sangat baik bagi timnas Indonesia ke depannya.

Komentar