Lembaga-lembaga survei itu enggak semuanya kompak menjatuhkan rating Indonesia. Jadi dari limbah negara besar, investor besar, lembaga rating yang bilang outlook negatif buat Indonesia tiga. He. Dua masih stabil. Kemarin lu bilang katanya Indonesia [musik] bakal collaps gitu kan ya. Lu down rating kita eh malah nawarin utang. Katanya Indonesia gelap katanya Indonesia bakal nyungsung tapi malah ditawar enggak logis nih mereka. Berarti mereka sedang bermain trik lah. Ada triknya. Sayangnya kita kalah di
bisnis propaganda. Nah, itu kelemahannya kita. Kita kalah di bisnis propaganda. Heeh. Pemerintah tidak paham. Akibatnya banyak yang turun dan ca-caw di situ. Oh. Oligarki main, oligarki lokal, oligarki [musik] luar main, negara luar juga main gitu. Ada satu menteri yang saya pernah ketemu. Iya. Dia tahu dia dikepung sama PNS saya sendiri. Bayangin dia tahu dia dikepung program dia, dia kasih program segala macam buang tempat-tempat. di mana birokrat itu mencengkram siapapun yang jadi menteri yang berkuasa PNS.
He realita emang Prabowo punya bikin program yang jalanin pasti PNS juga. Siapa lagi? Siapa lagi? Emang dia sendiri macul-macul ada pang kan? Iya. I [musik] to the point aja [musik] ya. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Sobat Sindo. Kita ketemu lagi di To the Point Aja dan saat ini kita akan membahas tentang masih soal perang nih ee antara Amerika, Iran, dan juga Israel ya dan juga perkembangan geopolitik dan ekonomi termasuk juga iklim investasi yang ada saat ini. Nah, bagaimana perkembangannya dan bagaimana
sebenarnya nasib Indonesia ke depannya dari POV? sosok yang cukup tenar di media sosial yaitu Bang Beni Batara dari Benix Investor Group. Nah, yang sudah hadir di sini bersama juga dengan Mas Pung ya. Ayo, Mas Pung. E, Mas Benik, apa kabar? Aduh, ini luar biasa. Ini adalah sebuah sebuah apa ya? Kesempatan langkah bisa ngobrol soal ee konflik geopolitik gitu ya dengan Mas Benik karena dia punya POV yang sedikit berbeda biasanya ya Mas Bung ya. Dan kalau menurut Mas Benik sendiri kira-kira nih ee perkembangan saat ini
gitu ya, termasuk di iklim investasi terutama di Indonesia ini seperti apa sih? Tambah seru. Tambah seru ya. Tambah panas ya. Tambah seru. Tambah panas. Tambah banyak lubang jebakan ya. [tertawa] Nah ini dia nih. Tapi tambah menantang ya bagi tambah menantang. Menantang ya. Jadi kita bisa pakai begitu banyak variabel sekarang. Enggak bisa lagi cuma baca laporan keuangan perusahaannya. I. Jadiudah harus banyak gimana sih nilai kurs gimana sih harga minyak, apa sih yang kita impor, apa yang kita ekspor. Jadi sudah makin banyak variabel
dalam dunia investasi lah. Seruah. Seru ya. Seru. Seru. Happy kita. Wah. Kenapa happy? Katanya dengar-dengar apa inflasi akan datang ke Indonesia nih. Pasti sudah pasti karena semua itu butuh yang namanya semua ekonomi kita berasal dari karbon. Hidol karbon ya. Minyak bumi. Baju kita, kursi ini, TV ini, semua pakai plastik. He, semua pakai minyak bumi, termasuk mikrofon ini. Jadi, kalau harga minyak bumi naik ya semua bahan baku itu naik. Jadi kayak harga plastik juga UMKM sudah banyak yang jerit-jerit karena harga plastik
naik. Bentar lagi dunia pertanian, pupuk, pestisida itu juga naik ujung-ujungnya karena pupuk kita juga pakai minyak bumi juga. Heeh. Dan pupuk itu adalah bahan bakunya kedelai, jagung, beras. Ujung-ujungnya krisis minyak bumi mengakibatkan krisis pangan gitu kan. Wu ini bingung ini. Seru nih. Jadi ekornya banyak banget nih dari satu peristiwa ya. Menariklah. Menarik. Menarik ya. Tapi kalau menurut ee [menghela napas] Mas Benik sendiri nih dari kondisi saat ini kira-kira kita bisa survive enggak sih?
Ee bisa sangat bisa sangat mungkin. Apalagi kita khususnya tadi ya krisisnya itu banyak multidimensi. Jadi bukan cuma krisis energi. Krisis energi bisa mengakibatkan krisis pupuk. Kris pupuk mengakibat krisis pangan. Ya, kita sih bersyukur banget ya. Ternyata kita punya Menteri Pertanian yang sampai hari ini programnya itu paling the best menurut saya sasada pangan gitu dan sudah terealisasi tinggal komoditasnya aja yang ditambahin. Jadi bukan cuman padi doang mungkin sudah bisa ke jagung, ke tebu,
syukur-syukur bisa nanam sorgum gitu. Ya, dari sisi itu kita punya resiliensi lah. Jadi kalau let’s say ada orang yang bilang Indonesia panik karena ketahanan energi kita katanya enggak nyampai 1 bulan. Iya. Tapi ternyata kalau ngomongin ketahanan pangan kita pun tahun sebetulnya masih bisa tahan gitu loh. Jadi kita ada oh ada yang menyenangkan dan malah jadi ada peluang karena harga beras bakal makin naik kita bisa ekspor dapat cuan lagi. Kris pangan juga artinya krisis ee CPO bahan baku pangan.
CPO kita punya banyak. Kalau krisis minyak makin mahal, CPU juga bakal makin naik lagi. Jadi, dunia komoditas, which is Indonesia kuatnya itu komoditas, kita enggak bisa bikin microchip, semiconductor, tapi kita bisa komoditas kita ini natural resources ya, natural resources ya kita tambah cuan. Nah, ini yang harus dihitung. Banyak ahli ekonomi bilang Indonesia bakal bubar gitu kan kalau minyak naik terus di atas 120 mungkin bisa bubar gitu loh kalau negara kita 100% impor zaman dulu. Yes, betul. Beras impor Thailand, impor
Vietnam. Heeh. semua kita impor. Kalau sekarang kita sudah cukup resilien. Jadi bahkan bisa dibilang ketika dolar itu naik harus dihitung. Kalau sekarang jangan-jangan kita cuan dari CPO karena CPO dibayar pakai dolar. Jangan-jangan kita cuan dari batu bara. Batibara dibayar pakai dolar. Nikel kita dibayar pakai dolar. Kalau harganya naik terus ya kita tambah cuan gitu. Artinya kalau pertimbangan indikatornya kan semakin banyak nih yang harus dihitung. He. Dan pengambilan keputusan pun harus benar-benar
ee tepat gitu. Betul. Betul. Betul. Salah. Bisa jadi kebalikan nanti. Bisa jadi [tertawa] bisa jadi kena prank apalagi kalau datanya palsu. Makanya harus direformasi tuh [tertawa] Kementerian Keuangan tuh bagus juga tuh kemarin sih. Oke. Oke. Ini ini pasar keuangan dan pasar modal juga jadi perhatian kan. Apa ini hasilnya ee lawatan Pak Menteri Purbaya ke Amerika ini ke luar negeri pertama kali ini? I ak katanya langsung akhirnya [tertawa] ke luar negeri akhirnya langsung ketemu dan meyakinkan apakah cukup meyakinkan bagi
investor asing yang memang pemain besar di sana gitu. Kita sih ee ada hasilnya lah. Hasilnya adalah lembaga-lembaga survei itu enggak semuanya kompak menjatuhkan rating Indonesia. Hasilnya. Iya. Jadi dari limbah negara besar, investor besar, lembaga rating yang bilang outlook negatif buat Indonesia tiga. Heeh. Dua masih stabil. Oke, gitu. Jadi mungkin itu hasil yang paling utama lagi. [tertawa] Jadi persepsi dulu ya. Persepsi level psikologis nih. Iya. Karena mereka juga bermainnya di level persepsi juga menurut saya enggak fair
karena kan mereka apakah tahu situasi real di Indonesia kayak apa kan mereka juga enggak tahu. Kalau harga minyak di Amerika sudah pada naik sekarang. Di Asia Tenggara, di Singapura dan Indonesia toh enggak naik. [berdehem] Jadi apakah inflasinya semasif itu harus diukur lagi gitu loh. Dan seberapa panjang kita punya nafas nih buat tahan ini? Itu sih. Jadi menurut saya itu this is a very good news. Kenapa? Karena kita cukup tanggap situasi MSCI kita bakal diownload apa enggak. I betul. Kita ikutin apa maunya MSCI di
depan layar tapi kan harus mau tahu di belakang layar layar pengin apa. Ini kan lembaga for profit, lembaga cari cuan. MSI PT. Iya. Betul. [tertawa] Iya. Ada pemegang saham yang butuh cuan. Ngobrol dengan pemegang sahamnya. Nah, kemarin lah kan kita ngobrol akhirnya menteri kita dengan pemegang sahamnya MSCI. Heeh. Ngobrol dengan investor-investor besar dunia. Heeh. Dan menurut saya ini cukup unik. Kalau zaman dulu mungkin enggak kepikiran. Zaman dulu mungkin kepikirannya gimana kita ngutang sama
IMF, meeting sama, ngutang sama World Bank, ngutang sama gitu loh. Tapi baru kali ini kita punya menteri yang sadar benar dengan pentingnya capital market sampai dia ngurusin MSI yang sebenarnya mungkin bukan tugas dia juga. pergi [tertawa] mungkin orang bursa efek kek iya atauantara k apa ojek k tapi malah menteri nih seorang menteri yang akhirnya mau enggak mau harus urusin itu dan ya saya happy. Oh iya, dia care dengan ini. Dan mau enggak mau kita ngomong bursa effect berhubungan dengan persepsi.
I iya kan psikologi market ya. Ini salah satu sinyal yang benar bahwa memang pemerintah enggak tutup mata dengan dunia investasi ya. Kita senang bangetlah sebagai seorang investor. Hopefully itu bawa hasil yang positif. Kemarin itu saya jujur nih Mas Pung nih Mas Andi saya 70% yakin Indonesia di-downgrade sama MSI. Wah. Iya. Yakin. Kita pun sudah ngobrol sama teman-teman. Oh. Investor investor asing itu sudah siap-siap ya. Mereka semua sepakat Indonesia di downownrade oke okelah baguslah kita persiapan kita
pegang hold cas lah kan gitu. Iya. Oke. Tapi setelah lawatan kemarin itu ee persepsi jadi berubah karena banyak dari mereka mendadak tiba-tiba beli surat utang kita itu konyol menurut saya itu konyol. Kemarin lu bilang katanya Indonesia bakal collabs gitu kan ya. Down grade rating kita eh malah nawarin utang. Ah, I ya kan ada yang nawarin utang. Lu ambil utang hampir setengah kuadriliun. Imagine setengah kuadrun 500 triliun. Gilaun katanya Indonesia gelap. Katanya Indonesia bakal nyungsep tapi malah ditawarkan enggak logis nih
mereka. Berarti mereka sedang bermain trik lah. Ada triknya. Oh karena lu enggak mungkin nawarin utang sama negara yang mau colollaps. Iya ya. I ya. Iya dong. Kenapa kita malah dipaksa-paksa ngutang-ngutangutang? Berarti dia juga ngelihat memang ada cuannya nih. Gitu kan. Oke. Ada potensinya nih. Ada potensinya. Dan bukan artinya bisa jadi rating yang mereka kasih ke kita juga fake. Nah. Nah, itu yang kita harus bertanya-tanya. Yang dulu kan kita sempat punya pertimbangan, jangan-jangan ini ada
tujuan lain menurunkan rating itu untuk mencari barang murah gitu ya. Kira kira-kira ya. [tertawa] Betul. Bukan kira-kira pasti namanya investor gede dan ini terverifikasi di sini. Terverifikasi di sini bahwa mereka memang mau nyari cuan yang murah gitu ya. Betul. Mereka ca-cawe. Iya. Memainkan persepsi. persepsi biar dihancurin kita terus kita akibatnya bisa dibeli dengan harga murah negara kita. Oke. Ada dua indikator, Bang, yang membuat ee orang tuh masih ragu apa tuh pasar modalnya e IHSG-nya masih di
sekitar 7.000-an gitu. Kalau itu persepsinya ee membaik gitu ya daripada sebelumnya berarti kan akan kembali ke 9.000 gitu kira-kira gimana kalau pendapat itu? Oh, kalau soal ISG saya yakin sih bakal jatuh dulu ke 6.000. Oh, jatuh dulu. Iya, that’s ok. Normal. Iya. Oke. Normal enggak ada masalah. Tapi bakal bonch maksudnya Pak pasti akan bounce. Jadi enggak langsunglangsung tiba-tiba pulang terus naik gitu enggak ya? Oh enggak [tertawa] enggak itu sudah jadi dukun dong namanya. Enggak bisalah kayak tukang urut
pijit-pijit tulang nyambung lagi gitu kan. Enggak bisalah. Jadi ee yang namanya ekonomi ya begitu namanya investasi grafik itu begini begini begini normal wajar. Tapi dalam jangka panjang ya kita berada dan mengarah ke arah yang lebih baik begitu. He. Dalam jangka pendek mau enggak mau ya krisis global, krisis hormus, krisis perang gitu kan ya di mana-mana pasti bakal jangankan Indonesia ya, saya yakin Amerika bakal inflasi tinggi, Eropa harga PLN di sana listrik sudah naik 70%. He. Di Belanda bahkan sudah di rasio orang
mau laundry aja dibatasin pemakaian airnya.Oke, bentar lagi mungkin pemakanan gasnya juga dibatasin. Tapi kan kita enggak tahu yang di sini gitu. Di sini kita happy-happy aja gitu. Jadi nanti di bawah 6.000 terus nanti mau naik lagi di Oh, saya sih yakin iya kalau Purba bilangnya di atas R.000 ya. Menurut saya ke 20.000 pun sangat realistis sebetulnya. Oh gitu. Iya. Tapi tentu enggak bisa dalam tahun ini. Hm. I think within the next two or three years ya kita itu harusnya udah di zona 20.000. Jadi
Oh gitu. Jadi enggak ada masalah dengan krisis yang terjadi saat ini. Even pun kita didowngrade sama MSCI dan ini ada buktinya. Oke. Eh, awal tahun 2000-an itu Argentina juga diserang sama IMF. Heeh. Oke. IMF and the Gang mereka downgrade. Jadi, darinya dia mereka di bursa emerging market turun ke frontier market. Semua orang panik frontier ya. Frontier Market. Iya. Dia waktu itu sekitar 60.000 sampai 60.000 peso lah harga indeksnya di mereka naik turun naik turun. Hari ini sudah lebih dari R juta.
Hm. 2 juta poin. Jadi naiknya ribuan pers gitu loh. Justru karena dia didowngrade malah naik malah naik ribuan pers. Dan ini fakta bisa dicari sendiri sama teman-teman riset sendiri. Yang saya bilang fakta dia diowngrade malah naik. Memang ketika hari diowngrade crash marketnya. Oke, that’s ok. Tapi habis itu kan perusahaan luar juga bakal reindexing lagi. Tetap mereka punya wajib invest di negara berkembang. He. Jadi mereka akan cari-cari lagi mana yang bagus, mana yang bagus. Nah, ini peluang sebetulnya buat perusahaan tir
2, tier 3. He. Yang bakal naik. Tapi ini kabar buruk bagi perusahaan tier 1, big bang. Heeh. Bank buku empat. He. Yang sama ini terima duit dari Black Rock lah, GP Morgan yang memang cuma bisa invest di perusahaan gede gitu ya. Mereka yang apes hari ini nih dan akan tambah nyungsep pasti. Oke. That’s ok. Normal. Bukan artinya kemarin ada yang bilang, “Wah, Bang BCA turun terus, I BRI turun terus, Indonesia bubar.” Enggak ada hubungannya. Bisnisnya tetap jalan enggak ada hubungannya. Karena dunia capital market
itu enggak ada hubungannya dengan itu. Karena BB sahamnya kemahalan. Oke. Dan in fact dari tahun lalu gua udah bilang Heeh. Bank BC pasti turun terus. BRI bahkan bisa tembus di bawah 3.000. That’s ok gitu loh. Bukan artinya Indonesia bubar, enggak ada hubungan. Ini justru kesempatan bagi investor ya. Iya. Kalau orang yang investor jangka panjang ya kalau mereka paham justru dari peluang buat investasi. Nah itu. Oke Bang. Jadi soal rupiah tadi kan sudah IG sudah dijelaskan bahkan nanti akan kembali ke
bisa di level R.000 20.000. Nah, bagaimana dengan rupiah? Kan selama ini kan kelihatan sudah di atas 17.000. Bagaimana penjelasannya nih, Bang? Ee ya sesuai yang seharusnya gitu malah aneh kalau rupiah malah meng ya. Jadi sudah sesuai normal-normal aja. Kita bahkan pernah bilang sampai Rp20.000 harusnya rupiah. Dan sepanjang Indonesia masih hobi minum minyak bumi gitu kan, kita ini ketagihan ya. Iya. Kalau minyak bumi itu narkoba berarti orang Indonesia ini hobinya ee sakau semua gitu loh. [tertawa]
Hari bakar terus gitu. Impor terus dibakar, impor dibakar. Kita bikin skeneria waktu itu gini. Kalau seandainya satu barel minyak itu 0, I terus andai kata naik ke 120 artinya kan satu barelnya tetap sama. Tapi duit [berdehem] yang harus dibelanjakan 50% dari 80 ke 120 ya kan 50% lebih mahal. He artinya rupiah yang digadaikan juga 50% lebih banyak. Itu penggadaian rupiah sebetulnya. Iya. I artinya seiring harga minyak makin mahal, semakin banyak rupiah yang harus dijual ditukar ke dolar. Dolarnya buat impor
minyak sampai Indonesia dibakar lagi gitu kan. Konyol memang. Tapi itu yang kita lakukan bertahun berhari-hari juga kan nambah hari nambah dolar yang kita bakar. Iya. Artinya seiring hari berjalan udah hukum alamnya rupiah bakal makin melemah. Tinggal itu bisa dipercepat atau bisa diperlambat. Heeh. Tergantung negara mau dibawa bubar secepat mungkin gitu atau ditunda gitu kan atau dibatalkan. Nah, itu ya kembali lagi gimana kemampuan kita diversifikasi energi. Karena ternyata ya minyak bumi ini
efeknya ke mana-mana kan ternyata bisa ke pangan gitu ternyata bisa ke UMKM. Iya. Kemarin ada kemarin kita ketemu ada tukang cilok. Harga cilok itu satu biji 500. Iya. Nah, beli plastiknya udah lebih mahal daripada cilok. Betul. [tertawa] Harga plastik mahal sekarang. Ternyata plastik dari minyak bumi gitu. Jadi dia baru ng gitu. Waduh mahal banget. Nah, itulah yang memang kita perlu ada amaran-amaran lain gitu ya supaya bukan cuma suasembada pangan, kita real suasembada energi. Heeh. He. Atau minimal ngurangilah yang bahan baku
yang kita impor. Ya, hopefully lah kita punya amaran-amaran yang baru gitu ya. Atau amran sekalian aja lah menteri pangan sama menteri minyak bumi gu atau menteri [tertawa] energi dan kita sempada energi toh nanti semoga minyak sawit bisa berubah jadi solar dalam skala besar. Semoga gitu kan. Begitupun tebu karena di Brazil orang ngisi di pom bensin. He etanol. Pakai etanol dari jagung itu kan dari pertanian. Iya. Jadi kalau dipikir-pikir ya Amran mauak mau sukaak suka, lu siap-siap jadi Menteri Energi juga. Menteri pangan jug.
Menteri pangan dan energi gitu. Menteri pangan. Kita perlu perlu kita perlu kita perlu karena kalau enggak Indonesia bakal jadi budak minyak. Kalau kita jadi budak minyak, kita jadi budak dolar. Oke. Dan siapapun presidennya selama Indonesia masih impor minyak pasti terus melemah. Kecuali besok bisa bayar dolar pakai beli minyak pakai bulu ketek gitu kan. [tertawa] Iya kan. Enggak bisa beli minyak pakai rupiah juga enggak bisa gitu. Mau enggak mau ya kita harus kurangi pembelanjaan minyak. Memang harusnya kita dukung itu
apa penggunaan kendaraan listrik, tapi anehnya he malah katanya mau dipajakin kendaraan ini gimana gitu. Aneh PNS disuruh WFH suruh libur nih supaya menghemat minyak kan. Iya. Iya. Tapi di sisi lain orang mau ganti ke kendaraan listrik kayak dipersulit malah dipajakin lagi. Ini enggak ngerti ini. Jadinya Heeh. Aneh. Aneh. atau kalau ada ide Pak Amran ini kan kadang-kadang out of the box ya. Ide gimana kalau kita menghentikan ekspor CPO gitu. Iya. I e itu [tertawa] kira-kira itu bagus bagus ya. Ee maksudku bagus buat diuji itu
teorinya. Zaman dulu pernah ada menteri yang mau lakukan itu. He. Oh i iya sempat ditahan kita mau ekspor CPO karena harga minyak goreng naik tinggi. Saya enggak mau sebut nama. Jangan sebut nama. I. Tapi yang jelas enggak lama setelah itu terjadi, He ee karyawannya ditangkap ah karena di bawah cewek-cewek jual izin ekspor. Oke. Oke. Jadi ya jadi indikasi korupsi selanjutnya lah. He. Em itu kalau sandai itu kita dilakukan itu kabar baik enggak? Menurut saya kabar baik buat emak-emak ya. Emak-emak rumah tangga UMKM bisa tetap
belanja masak dengan harti yang tenang lah. Terus yang kedua ada kepastian buat program Biosolar supaya kita suplly. Iya. yang bakal menjerit sudah harus siap-siap kita digangguin sama India sama Cina karena mereka butuh CPO kita. Benar. Benar. Terbesar mereka di Cina dan India ya. Betul. Kalau kita miliaran ya kita berhenti mereka pakai apa itu? Iya. Bakal pakai apa? Apa mereka besok jadi makan bakmi rebu semua gitu kan [tertawa] rebu semua. Ee bisa jadi mereka bakal komplain juga dan memang faktanya kemarin juga
komplain ketika era menteri yang dulu itu lakukan itu. Oke. Heeh. Dan ketika mereka komplain artinya ada gangguan geopolitik juga. Oh, siap enggak kita diserang tuh? Oke, kita dica cewek-cewek karena ini sudah ngomong urusan perut negara lain. Rakyat mereka gitu kan. Tapi saya dukung enggak itu saya dukung banget karena artinya kalau kita stop CPO artinya harga CPO naik tinggi. Nah, ini kan dapat cuan lagi. Dapat lag dapat cuan lagi. Apalagi ditakar pakai kuota misalkan kayak batu bara ada RKB dibatasin kamu [berdehem]
cuma bisa ekspor 700 juta ton tahun ini. Misalkan CPO di RKB-kan saya yakin harga SPO makin naik tinggi kita tambah cuan lagi gitu. Jadi selalu ada opportunity buat teman-teman yang ngerti gitu kan dunia investasi ternyata semenarik ini. Iya. Iya. I gitu. Artinya kan kita itu sebenarnya selain importir minyak memang itu yang yang patut kita segera atasi ya. Kita itu sebenarnya eksporter juga satu SCPO dan batubara. He. Apakah ini juga bisa dimainkan secara geopolitik untuk agar bisa mengimbangi
rupiahnya biar tetap harga? Iya. Harusnya bisa dan harus Iya harusnya bisa dan itu harusnya jadi agenda strategik negara ya. Jadi harus ada sinkronisasi itu. Termasuk ngetrack yang kita ekspor tuh berapa juta ton sih sebetulnya di harga berapa sih masuk ke negara apa sih itu harusnya bisa. Betul. Dan peluangnya bukan cuma di situ apalagi kita ada nikel. Iya. Besok itu kita ada dari boxit boxit jadi aluminium. Aluminium bisa jadi stainless steel. E kita harusnya bisa jadi pemain besar di situ. Makanya ada tiga minimal ya.
Iya. Ada CPO, ada nikel sama batu bara. Batubara. Heeh. Kira-kira kita sudah memiliki kemampuan untuk mengelola ini sehingga menjadi barang yang bisa mengimbangi kekuatan kalau mengembang sudah tinggal gimana kita bisa melebihi bahkan melebihi nilai impor dolar itu buat impor minyak. Nah, itu yang harus dipikirkan karena kalau kayak batu bara kan belum dihilirisasi. Iya. Oke. CO pun belum dihilirisasi. Kita ekspor bahan mentah sebetulnya sudah dihilirisasi itu nikelah sedikit. Oke. Tapi kalau batu bara sama sip kita bisa
hilirisasi berarti kita bisa ekspor farmasi lebih kuat lag kita ekspor minyak goreng, kita ekspor body lotion itu semua bahan bakunya kan CPO dari CPO yang ada malah kita impor skinc nih dari Iya [tertawa] benar dari Korea. Dari Korea gitu harga di markap gila-gila bahan bakunya dari kita. Iya aneh banget. Nanti beli dibeli kita kita impor dari mereka kan lucu juga ya. Iya lucu. Kita sempat ngomong ilirisasi rumput laut di Indonesia itu harga rumput laut Rp3.000 sampai Rp10.000 Iya. I heeh. Kita jual ke sana kita impor udah R.000
sekilo. Barangnya dari kita juga. Tapi kalau dicatat eksportir rumput laut terbesar di dunia Cina malah. Nah, padahal dia impor rumput laut dari kita gitu loh. Aneh. Aneh tapi nyata. Heeh. Ya itu ya begitu banyak peluang lah yang sebetulnya kita bisa menikmatilah. Artinya kalau kita sudah jadi negara berbasis ekspor tadi Pak Iya. Ketika rupiah melemah kita happy. Nah, itu makanya kita harus jadi negara yang happy ketika mata uangnya lemak kayak Cina. Iya, Ben. Cina bahkan sampai nyogok gitu loh,
sampai lakukan manipulasi operasi pasar supaya yuan dia lemah terhadap US dollar sehingga barang ekspor dia kompetitif di Amerika, murah barang dia. Nah, kita harusnya sudah punya mindset begitu gitu. berani bilang bahwa ya kita mau jadi negara eksportir, kita harus mau rupiah kita melemah. Cuman sayangnya yang digoreng-goreng belakangan ini banyak kalau karena kesan psikologis ya. Rupiah melemah itu gambar buruk. Betul. Rupiah menguat itu kabar baik. Enggak. Itu berarti mindset mindset-mindset
orang yang hobi impor. Hmm. Kenapa lu hobi impor? Lu mungkin mafia obat kali gitu kan di sini. Iya iya iya. Lu mungkin mafia kendaraan atau apa barang-barang impor. Iya. Mafia skincare kali. Mafia skinc gitu [tertawa] kan. Impor barang dalam dolar. Kalau rupiahnya makin menguat lu senang. Rupiahnya sama lu mah lu bett gitu. Tapi janganlah kita harusnya punya mindset kita mau jadi eksportir. Heeh. Karena dulu gua eksportir ya memang zaman [berdehem] waktu rupiah itu masih Rp9.000 perak gitu loh. Heeh.
Jadi sempat waktu itu rupiah itu naik ke Rp1.000. Iya. Gua juga kaget gitu. Oh, ternyata gua bisa cuan ya. Barangnya sama. Gua enggak ada tambah strategi marketing apapun. Tapi Om Z langsung naik 20 30% karena rupiah melemah. Karena selisih kurs rupiah melemah. Di situlah aku baru nge. Oh, rupiah melemah itu kabar baik bagi eksportir. Bagi eksportir. Di situ aku baru ng tuh gara-gara itu. Jadi kalau bagi importir ini petaka ya. Petaka. Petaka. E itu petaka. Dan itu enggak boleh. kita harus kalau mau jadi negara maju harus
lebih gede ekspor dibandingkan impor. Ekspor dikurang impor selisihnya itu adalah GDP. Rumus GDPO pengin GDP 8% syaratnya konsumsinya naik, government spending naik, selisih ekspor impor lebih banyak ekspor. Iya, betul. Jadi penting banget kita memang ekspor kalau mau GDP naik gitu ya. Ini jadi ya sinkron lah sebetulnya. Jadi mau tidak mau kalau menaikkan di di GDP ya pasti harus ada ekspornya lebih tinggi gitu ya. Betul. Kalau mau ekspor lebih tinggi, suka enggak suka, rupiah itu ya harus kompetitif,
terjangkau, murah maksudnya. Kalau enggak ya orang mendingan beli barang Vietnam misalkan atau barang Cina gitu. Tapi dengan tiga komoditas tadi, Mas Benik itu kita bisa jadi penentu harga enggak dari Batubara, terus kemudian Nikel. Iya, Nikel kan CPO. Sama CPO. Menarik nih. Ini menarik nih. Ini karena sudah ngomongin strategik nih. Ini ngomongin geopolitik nih. Even kayak batu bara aja sampai hari ini kita punya Ichi. Jadi call indeksnya Indonesia. But realitanya banyak orang ketika ekspor impor batu bara indeks Newcastle
[berdehem] dia pakai batu bara. Newcastle enggak di Indonesia. Newcastle di Australia itu yang based on [mendengus] pengiriman ke Inggris sebetulnya zaman dulu. Nah, ya gimana ya kalau kita ngomong itu ya jujur kita belum punya kedaulatan di situ, belum punya nyali lah. Belum punya kekuatan untuk itu ya. Iya. Ngomong way back itu misalkan 10 20 years ago Indonesia eksportir terbesar TI baku. Even Apple pun pakai tima kita iPhone tapi yang nentuin harga TA bukan kita gitu. Aneh. Iya. Heeh. Udah pasti settingan elite global
yang kita sebetulnya bisa kalau ada menteri yang punya hati ya, punya passion dia bisa masuk ke sini itu bisa kita pegang sebetulnya CPO Nikel yang pegang sekarang di Cina. Heeh. Meli besar mereka ee batu bara masih pakai Newcastle. Ya, sayangnya sih kita belum seberdaulat itu. Oke. Sayangnya dan itu saya yakin settingan by setting. Saya [berdehem] pun kalau jadi orang ee misalkan orang ngomong metal, emas segala macam pakai indeks di London. Heeh. Heeh. Apa mau landen kehilangan pengaruh itu? Iya.
Belum tentu. Pasti enggak sih. Pasti enggak. Pasti enggak maunya pasti enggak mau. Pasti enggak mau. Pasti lakukan segala cara. Heeh. Supaya ya mereka tetap berkuasa nyetel harga pasti. Dan itu banyak juga ee yang mengkondisikan di dalam sini ya agar kita tu agar tidak kuat di hilirisasi dan tadi kedaulatan untuk menentukan harga. Pasti. He pasti. He. Jadi mungkin kakitangannya elit global itu kakitangannya elit global karena mereka enggak mungkin jadi triliuner kalau enggak ada kerja sama dengan elit global
itu. Jadi banyak jadi triliuner-trunioner lokal yang bandel juga [tertawa] banyak. Kalau CPO sendiri ditentukan di mana itu harganya, Bang? Ee hari ini kita CPO masih bisa masih bisa mengendalikan. Masih bisa mengendalikan. Tapi again ini tergantung dari big buyer-nya, tergantung kontraknya. Oke. Beberapa [berdehem] kali kayak India itu pengin bikin indeks sendiri. Bahkan mereka banyak ngundang oligarki kita buat bikin penghilangan di situ. He. Jadi agak aneh nih. Kita suruh bawa CPO kita ke India.
Di India oligarki kita yang sebetulnya adalah oligarki Malaysia berbaju Indonesia. Buka penghilangan, merubah CPO jadi minyak goreng di situ. Jadi yang menikmati nilai tambah harusnya kan kita orangnya kita dong bukan India ya. Harusnya kita keluarin minyak goreng dong. Kenapa harus harga murah gitu ya? Ya itu tadi pengkondisian itu berarti India sudah melihat peluang itu dan mengambil itu maunya ya kan? Iya betul. karena dia termasuk importir terbesar di GPO karena penduduknya miliaran itu [tertawa] dan Cina ya.
Iya. Harusnya kita punya power lah ya. Gua enggak gua enggak mau kirim sama lu CPO. Kalau mau lu beli minyak goreng betul bikin pabrik di sini. Air tenaga kerja lagi di sini. Jadi nilai [berdehem] tambahnya kita yang ngambil bukan mereka gitu. Tambah banyak musuhnya Amran tuh pas itu. Iya. [tertawa] Ayo Pak Amran bikin Pak. Sudah pastilah. Saya yakinlah. Sudah pastilah karena mereka sudah invest gila-gilaan di India. Oke. Nah, ini terkait sebentar lagi akan ada pengumuman nih ee apa Q126. He. Pertumbuhan ekonomi.
Hm. Nah, kira-kira gimana ini, Bang Benik? Setelah melihat ini kan agak beda dari pengamat ya. Ini perspektif POV-nya dibandingkan Q4 2025. Oke. Kemung besar turun dan harusnya turun. Iya dong, harusnya turun ya kan perang. Iah. Kalau kita bilang naik ini tukang sulap berarti ini enggak mungkin. [tertawa] Enggak mungkin gitu loh, Pak. Jadi pasti turun kalau bandingkan dengan Q4 2025. Tapi kalau ngomongin full year, he full year Q1, Q2, Q3, Q4, 2026 saya yakin lebih tinggi dibanding 2025 kalau ngomongin fulier. Jadi enggak bisa
ngomong satu kuartal doang. Iya. Oke. Satu kuartal kayak trader, investor [tertawa] kan ngomong jangka panjang gitu. Kalau ngomongin jangka panjang, saya yakin bisa di atas 5,6% bahkan. Jadi lebih tinggi pertumbuhan ekonomi kita dibanding 2025. Bahkan sangat mungkin bisa masuk ke zona 6%. Kenapa? Heeh. Heeh. Harga komoditas naik. Oke. Itu yang enggak dihitung sama banyak ekonom. Harga komoditas naik. Nikel kita ada invest di nikel waktu itu harga sahamnya harga bukan saham harga komoditasnya 14.000 per ton.
Oke. 1 tahun yang lalu hari ini sudah 19.000 per ton. Oh. Itu yang membuat nanti kemungkinan he 2026 akan ditutup di 5,6 sampai 6. Positif. Iya. Ini kita masih ngomong nikel ya. Yang lebih gede kan ada tadi CPO Batubara dan kemungkinan bakal ada hilirisasi lain yang kita masuk. Oke. Dan tren harga komodity akan naik terus pasti. H hm. Kalau horumu semakin kacau. Hm. Gitu loh. Karena ada enggak ada minyak orang butuh makan. Oke. Iya. Dan Indonesia banyak masih ada contoh kayak pupuk ya. kita itu di urea
bisa ekspor urea. Terakhir saya tahu he India itu sampai kirim orang buat impor pupuk dari Indonesia. Dia sudah ketakutan gagal panen di mana-mana. Wah itu bahaya sekali. Bahaya karena mereka impor urea dari hormus. Heeh. Oh. Oh gitu. Ah itu dia. Jadi satu hormus itu banyak banget tuh dampaknya. Betul. Iya. Pupuk ternyata banyak dari hormus. Karena bahan baku pupuk itu dari gas. Iya. Iya. Oil and gas 20% dari hormus alirannya. Jadi gitu kerananya ditutup ya, wah Cina sama India bakal panik nih.
Heeh. Iya. I ya. Penduduknya paling besar. Penduduknya paling besar. Kalau kelaparan bisa gejolak sosial itu sana. Gejala sosial. Berat berat. Berat. Berat. Jadi Q1 ini akan agak lebih turun. Pasti harus bahkan dibanding 2024 eh dibanding Q4 2025. Jadi nanti teman-teman bakal lihat banyak orang menyebarkan kepanikan. Kan buktinya kan Indonesia negara gagal nih. Iya. GDP-nya turun nih karena dibandingin ke Q4 2025. I jelas aja. Heeh. Kalau dibandingin Q1 2025 ee menurut saya juga pasti ada penurunan
sedikit atau sama atau penurunan sedikit karena kita ada perang Q1 kemarin enggak ada perang gitu. Tapi then again Indonesia ini uniknya ya negara kan ingat komponen GDP itu ada government spending. Iya. I kalau Bapak-bapak tahu pengeluaran negara kita yang super ajaib ini he anggaran negara itu cairnya di Q4. Oke. Selalu agak aneh gitu. Iya. Jadi justru Q4 itu kan biasanya musim hujan ya, orang aspal jalan lah, bongkar kan aneh Q4 soalnya gitu loh. Kalau ngerti logika spending yang konyol itu akibatnya aspalnya rusak terus.
Iya di aspalnya di akhir tahun. Tapi ya dari situ kita bisa lihat pertumbuhan Indonesia itu gradually seharusnya dari Q1 itu bawah terus naik naik naik di akan naik terus di Q4. Iya. Bukan karena negaranya abal-abal enggak. Tapi memang kebijakan konyol [tertawa] rezim keuangannya dari walikota, kepala desa jangan-jangan juga kelurahan, gubernur sama semua di Indonesia. Aneh aneh banget. Padahal enggak boleh begitu ya. Harusnya memang sudah ditaker kita spending itu berapa gitu. Tapi katanya kan di Q1 ini
udah banyak yang belanjanya lumayan gede termasuk MBG segala macam ya. Itu kira-kira mempengaruhi pertumbuhan enggak itu? Mempengaruhi dong. mempengaruhi tapi belum sampai ke lebih gede dari Q1 2025. Iya ya. Sama aja bong kalau yang punya APBD. Heeh. Ee gubernur ini lulusan SD mana gitu kan atau [tertawa] bupati walikota gitu kan ya. Iya. Heeh. Ya enggak sinkron jadinya dengan arah ee pemerintah pusat. Terus yang satu lagi kayak BGN misalkan MBG kan saya pro MBG by the way. Gua setuju stunting di belantas setuju banget. Tapi
yang gua enggak setuju ini BG ini banyak ngacaunya juga gitu. Jadi he boleh idenya bagus badan gizinan nasional cuma lama-lama bisa jadi badan gelo nasional. Kalau kayak kemarin tuh apa mau beli laptop sampai trilian, beli kaos kaki, beli motor, beli apa yang enggak enggak enggak jelas enggak ada hubungan tuh. Janganlah ini Prabowoonya harus ngeh nih. H banyak orang yang dukung MBG. Kita ketemu banyak ke daerah-daerah kecil di Indonesia. Woi, senang banget. Ibu-ibu juga senang. Enggak usah harus bangun pagi-pagi masak
buat. Iya. Iya. Iya. Banyak yang happy. Cuma kenapa beritanya banyak yang buruk? Iya. Implementasinya memang banyak yang kacau. Enggak semuanya kacau sih. Gua sudah ketemu banyak dapur yang bagus, SPPG bagus, proper yang tapi suka enggak suka memang implementasinya banyak yang belum belum bagus. Masih banyak yang perlu diperbaiki. Iya. Iya. Iya. Nah, ini harus harus ada auditor, harus ada orang yang ngawasin karena dana itu independen karena dananya gede sekali. Dananya gede sekali. Ratusan triliun 300 ya. [berdehem]
300. Bukan karena negative thinking, bukan. Tapi karena kita pengin programnya berhasil, jadi pengawasannya harus jalan gitu. Iya. Harus ketat ya. Harus ketat karena kalau berhasil akan berdampak kepada ekonomi Indonesia juga. I ekstrem. Iya. Langsung ke petani sayur di bawah, spir driver angkotnya, pickupnya, tukang masaknya, tukang cuci piringnya. Wah, banyak itu loh. Perputaran ekonomi jelas ya. E iya drastis. Duit sekian triliun tiap hari berputar ke bawah. Iya. Iya. Hari ini, Bang, ada kuat sekali isu tentang resvel. Hm.
Kira-kira kalau resvel harapan investor kayak apa ini? [tertawa] Waduh, aduh, waduh, aduh, aduh, aduh, [tertawa] aduh. Kita enggak, enggak berbicara politik nih. Kita enggak politik praktis nih. Tapi ya tadi ya mungkin kalau [berdehem] seandainya bicara soal resavel itu ee ada beberapa namah kementerian yang mungkin harusnya di segera di direformasi lahinya ya. Kalau menurutku nih, menurut gua nih personal banget yang oke menurut saya Amran sudah jelaslah Amran oke banget buktinya ya swat pangan itu
Purbaya oke. Menteri Kesehatan ini menurut gua juga oke. Iya. Heeh. Ee kalau yang lain jujur gua enggak kedengaran juga sih ya siapa menterinya gua juga ditanya mungkin enggak tahu [tertawa] kali. Nah itu yang harus benar-benar dicek. Iya yang paling menurutku paling namanya dunia investor ya. mungkin berharap gua jawab menteri apa, tapi gua jawab agak lain [tertawa] menurut gua dari sisi investasi. Iya. Heeh. Menteri yang harusnya membangun perspektif publik yang netral. Oke. Yang yang tidak menakut-nakutin.
Tidak nakut-nakutin. Oke. Itu ya jawaban sendiri. Kementerian apa itu yang harusnya direformasi? Karena itu yang paling penting. Sentimen. [berdehem] He lah. Kalau sekali buka matsot isinya Indonesia gelap. Buka yang ini Indonesia bubar. Iya. Iya. [tertawa] Indonesia apa Indonesia lah hancur sudah selesai gitu. Kita enggak usah ngomong kementerian yang lain ya. Ini baru ngomong persepsi yang ada besok orang turun ke jalan demo semua. Iya. I padahal mungkin enggak sekacau itu, mungkin tidak separah itu. Tapi
sayangnya kita kalah di bisnis propaganda. Nah, itu kelemahannya kita. Kita kalah di bisnis propaganda. Heeh. Pemerintah tidak paham. Akibatnya banyak yang turun dan cawe-caw di situ. Wow. oligarki main, oligarki lokal, oligarki luar main, negara luar juga main gitu loh. Oke. Artinya memang ada kekosongan di di wilayah itu. Iya. Di wilayah itu ada kekosongan sehingga mereka bisa supply itu. Oh. Karena demand-nya ada. Jadi ada ada sesuatu yang kosong kemudian orang liar semua di situ ya. Liar narasinya jadi liar
sehingga enggak karu-karuan. Bukan duit yang kecil. Iya. Iya. Oh iya. LSM bisa dapat 5 juta dolar. Karyawan cuman 11 orang. Wah, gede banget itu dapat 7 juta dolar gitu. Ya, teman-teman mungkin juga udah pada tahulah gitu. Dan bukan cuman satu dua biji, ada ribuan. So, can you imagine perputaran duitnya di situ ya? Iya. I hanya main perang narasi aja itu ya. Perang narasi aja. Heeh. Karena tadi itu betapa pentingnya persepsi ya. Persepsi itu penting banget. Ternyata persepsi itu penting banget dan
mungkin ini yang perlu disegera di ee respon oleh presiden. Menurut diperbaiki itu pemerintah gagal total di situ. Menurut saya gagal. Saya enggak tahu juga k bisa gagal total, tapi realitanya ketika kita buka itu adanya berita kiamat aja terus. [tertawa] Tapi k kita investor ya, kita harus pilah-pilah berita mana yang benar, mana yang enggak supaya kita tambah cuan gitu. Faktanya hari ini kita tambah cuan dan tambah happy. Eah, break through-nya apa tuh kira-kira nanti untuk pemerintah ya supaya
investor itu juga akhirnya datang ke sini gitu? Ee kayak ee presiden yang sebelumnya kan banyak bikin infrastruktur nih gitu. Heeh. Tapi kok nyatanya enggak mendatangkan investor yang signifikan juga? Kalau kita ngomong yang di konsep di Indonesia lah ya. Kalau menurutku itu yang butuh itu stabilitas. Nah, ini yang enggak ada. Iya. Contoh kayak kemarin tuh kena prank Hyundai di sini katanya buka pabrik Indonesia cuma boleh jual mobil listrik kalau punya pabrik. Datanglah Hyundai buka Korea. Begitu sampai sini orang Cina bisa
impor. Iya. I langsung fisik gitu. Itu kan ada perubahan orang sudah buka pabrik, sudah beli lahan apa regulasi kita enggak inilah. Heeh. Ee itu yang penting stabilitas itu. Jadi ada stabilitas kebijakan bisa ditebak arahnya ke mana. Ada transparansi. Let’s say oke perizinan bakal telat 3 tahun misalkan atau 3 bulan tapi terukur. Mereka bisa lihat transparansi itu ada. Oh dari tahap ini next butuh izin lingkungan, next butuh izin an next butuh izin apa seb nah yang ketiga jelas ya. Jelas tahapannya ya.
Tahapannya jelas. Yang ketiga ini korupsi. Nah jadi memang korupsi ini wajib diberantas nih di Indonesia. Heeh. Ini tiga sinyal ini begitu kita bisa lakukan e ekonomi kita bisa melesat, tinggi. Nah, Teman-teman banyak yang kurang ini juga lah bilang [berdehem] korupsi ini akarnya banyak banget. Enggak bisa orang serta-merta korupsi diberantas. Cina aja hari ini per bulan itu ya mereka itu hukum koruptor itu sekitar R.000-an lah per Iya ya. Penduduknya kan miliaran. I ini banyak banget [tertawa]
20.000 orang gitu loh ya. Karena penduduknya berapa kali lipat kita gitu tapi 20.000 R000 orang yang dia periksa, yang dia masukin penjara saking banyaknya di sana. Bukan artinya dia [berdehem] bersih dari koruptor, enggak, banyak memang yang dia singkat gitu loh. Tapi kenapa ekonomi dia bisa maju? Artinya kan korupsi di situ ada. Iya ada. Heeh. Mungkin ada yang dibiarkan sama negara mungkin karena sejalan visi misi demi kepentingan bangsa. Kepentingan lebih besar biar begitu lu enggak sesuai diberantas.
Ya. Oke. Jadi kayak pilih-pilih ya that’s ok. Tapi kenapa investor tetap invest di Cina dengan segitu banyak korupsi? Heeh. ideologi komunis. Padahal kapitalis sen yang liberal katanya. Tapi Maluk ke Cina, enggak masuk ke negara demokrasi Indonesia. Ternyata yang dia butuh dari Cina kepastiannya itu jelas. Iya. Kepastian ya. Kepastian. Pemerintah pusat bilang A sampai kepala lurah, desa, camat A. Semua sama. Iya. Di sini enggak. Nanti ada pergup ini bilang B. Ah. Peraturan bupati bilang C gitu. Iya.
Peraturan walikota bilang X gitu. AB sudah selesailah bubar. kepasien itu penting. Makanya kalau dari urutan itu menurut saya itu ada stabilitas itu kepastian, ada transparansi. Yang ketiga ini korupsi. Korupsi di negara mana pun ada. Tapi yang penting itu bisa dimanage lah. Manageable. Oke. Iya. Kalau sekarang yang terkait korupsi ini ya ada ee di internal beberapa kementerian itu ada pencopotan dirjen-dirjen nih. Oh ada di KemenQ [berdehem] ada dua Dirjen, terus Kementerian Perumahan dua Dirjen,
Kementerian PUA Dirjen. Itu kira-kira menimbulkan persepsi baik enggak bahwa birokrasi itu sedang dibersihkan gitu kalau menurut saya. Iya. Hm. Harusnya begitu memang. Jadi ketika orang naik masuk ke sana jadi menteri yang ini yang udah-udah yaudah kita ngobrol banyak negara itu dikungkung oleh birokratnya. Oh jadi ini curhatan temanku dia eslon sat lah kalau di Jepang. Oke. Eson di Jepang jeang ya. Dia bilang Ben lu ni bilang kan kita suka ngobrol kita muji-muji kita pengin kayak Jepang nih. Git-gitu gitu.
Dia bilang gini Ben lu ee Yosi Hero Samada kalau enggak salah namanya. Ben, Ben, lu kira Jepang tuh bagus. Heeh. Enggak. Lu bayangin di Jepang itu orang bisa berkantor di satu perusahaan sampai 50 tahun, 60 tahun swasta ya gitu. Bayangin apalagi PNS-nya. Waduh. He. Dan itu bisa sampai ke anaknya, ke cucunya turun-temurun gitu. Turun-temurun PNS-nya. So, lu bayangkan ketika ee ada orang di sana jadi PNS berkarir 60 tahun dan punya anak juga di situ. I terus tiba-tiba ada menteri Heeh. baru siapapun menterinya di Jepang. Apa
bisa bikin kebijakan? Enggak bisa. Ujung-ujungnya mereka pasti ini Dirjen sudah kerja 40 tahun dari tukang parkir sampai sampai jadi Dirjen. Sampai jadi dirjen semua pejabat kiri kanan kenal dia. Lintas dinas, lintas kementerian. Terus kucuk-kucuk masuk orang jadi menteri. Heeh. Apa kata dirennya di sana? Ini bosnya dia kan. Dia salat. Iya. Heeh. Ah lu paling enggak 3 tahun lagi hilang. Oh. Oh ya. Menterinya. Iya. Iya juga gua dengerin lu karena jabatannya cuma segitu. Gua pensiun masih 30 tahun lagi
misalkannya [tertawa] umur panjang-panjang nih i benar benar benar. Buat apa gua dengerin dulu lu 3 tahun lagi juga diganti. Heeh. So ternyata Jepang jadi negara yang dikunci sama birokrasinya. Sama birokrat. I jadi birokrat lebih berkuasa dibanding eksekutif. So siapapun yang jadi presiden, siapapun yang jadi menteri enggak bakal bergerak. Mah sekarang kita lihat Jepang ya stagnan bahkan tambah nyungsep pasti. Iya iya iya. yang maju di sana PNS-nya. Dan lebih kacau lagi karena dia sudah bertahun-tahun misalkan dia jadi PNS di
bidang perindustrian lah misalkan atau perhubungan lah kementerian perhubungan di Jepang sudah berpuluh-puluh tahun. Begitu pensiun apa yang dilakukan? Dia di-hire sama oligarki sana. Oh. Hm. He. Untuk mengawal mengawal jadi direktur apa atau komisaris apa. Pertanyaannya ketika besok tiba-tiba Jepang pengin punya program mobil listrik, subsidi mobil listrik, marah enggak oligarki otomotif di sana? Ya marahlah pasti. Pasti akan meeting dong CEO-nya, direkturnya dengan orang kementerian yang junior dia.
Iya. Direkturnya kan pensiunan sana. Iya. Lu kan anak buah gua dulu. Lu dengerin kata siapa [tertawa] nih? Pasti dengerin kata ini dong. B jadi terjebak sama birokratnya send. Rumit juga di Jepang ternyata ya. Rumit. Rumit. Dan memang dia sudah meramalkan ee Jepang tambah nyungsep. Ee kita ngobrol tuh dari tahun 2009 tuh. He. Dan ya memang faktanya tambah nyungsep. Berarti kuat sekali ya ee ee pengaruh birokrat di sana. Betul. Nah, bisa bayangkan Indonesia yang cita-cita 90% manusianya adalah jadi PNS. [tertawa]
Iya. Iya. Gitu kan ya. [mendengus] Jadi bisa dibayangkan gimana birokrat itu mencengkram siapapun yang jadi menteri. He he. Yang berkuasa PNS. Heeh. Realita emang Prabowo punya bikin program IO yang jalanin siapa? Pasti PNS juga. Siapa lagi? Siapa lagi? Emang dia sendiri macul-macul ada pang kan [tertawa] ya pasti ke bawah ee PNSF. E inilah yang penting buat bersih-bersih di sana. Ada satu menteri yang saya pernah ketemu. He. Iya. Dia tahu dia dikepung sama PNS-nya sendiri. Bayangin dia tahu dia dikepung
program dia, dia kasih program segala macam buang tempat sampah. Tapi hebat dia enggak cari musuh nih. Oke. Brilian ini bisa diiru nih sama yang lagi dikepung sama kementerian sendiri. Sepertinya banyak yang lagi dikepung. [tertawa] Banyak yang lagi dikepung. Cuman enggak berani cerita aja. Cuman enggak berani cerita. Tapi ini menurutku I karena ya menterinya berhasil ya dia suksess story lah gua mau sharing lah. Oke. He ee ada seorang menteri yang gua ngobrol ketika ada dirjen atau pejabatnya itu
bandel [mendengus] atau koruplah atau cawel-cawel segala macam. Cara dia singkirkannya dia mutasi he atau pindah ke divisi lain metodenya banyak dia kan enggak berani juga mempermalukan karena pasti sudah berakar nih gengnya dia kan gengnya di dalam banyak dia lakukan dia peluh. Hm. He. Jadi ada kode di kementerian itu. Oh, kalau dipeluk dipeluk sama Pak Menteri. Dipeluk itu ada bisikan mesra. Oke. Oke. Bapak istirahat dulu. Oke. Nanti kalau Bapak sudah siap setahun lagi, 2 tahun lagi balik lagi ke pos
ini. Heeh. Sebentar ini saya isi dulu mungkin dengan orang lain. Iya. Oke. Heeh. Oh, brilan juga nih dia. He. Jadi dia enggak main kasar ngata-ngatain orang di publik. Pejabat eselon 1, eselon 2 gitu. Dia pakai peluk. Heeh. Jurusnya jurus peluk. Wah, ini menarik nih. Menarik. Iya, menarik ya. Tapi enggak semua menteri bisa nih kayaknya nih. [tertawa] Ada yang tendang juga itu menurutku ada yang jawab menterinya [tertawa] yang keceblos menterinya ya. Ada ada ada ya. I ya ya [tertawa] itu ilmu yang
perlu dipelajarin lah ini. Dan akhirnya apa ya kementerian itu programnya berhasil jalan. ED kan rakyat itu bukan pengin yang di atas pada berantem gitu kan dunia. Iya. Iya. Dewa-dewa di esolon 2, esolon enggak nyambung rakyat itu enggak enggak peduli juga rumit untuk dipahami dan dia mau tahu kebijakannya kebijakannya dia rasakan hidupnya lebih enak tambah sejahtera kan itu itu iya iya ya karena menteri yang satu ini ya kita lihat banyak petani itu happy sekarang gitu loh oke ee hasil panen dibeli di harga tinggi
gitu oke saluran irigasi dibangun di mana-mana orang enggak susah dapat air segala macam jadi ya ya hebat Hebat lah gua bisa bilang hebat lah. Padahal dia enggak punya track record birokrat tapi ngerti mindset PNS Indonesia itu gimana gitu. Jangan dipermalukan di depan umum. I senangnya disanjung-sanjung. Jadi harus sering muji-muji anak buah sendiri. Iya. [tertawa] I padahal anak buah sendiri. Tapi dia yang muji-puji. Enggak boleh main kasar. Harus kolon nuwun. Permisi. Strategi peluk lah gua bilang ya.
Ini hebat nih. Ini hebat. Meskipun banyak juga serangan ke menteri ini pasti. Sudah pastilah. Saya paham siapa dia [tertawa] banyak jebakan. Cuman intinya adalah jadi menteri pusing. I pasti pusing. Jangan anggap jadi menteri itu enak gak enggak ada. Apalagi kalau menterinya benar ya, Pak. Pengin kerja pasti gangguin banyak. Iya. I dari dalam aja banyak ada dari luar. Oke. Jadi cirinya kalau dia bekerja dengan baik yang gangguin pasti banyak. Banyak. Kalau belum ada yang gangguin berarti enggak kerja. [tertawa] Berarti
enggak kerja. Itu tandanya. Berarti enggak kerja. Jadi semua orang Iya. I [tertawa] ha-ha. Ngopi-ngopi aja. Aduh. Kalau ke kementeriannya di kantinnya banyak aja. Orang ini enggak pernah kerja nih apa ngopi aja terus. [tertawa] Yang penting aman. Yang penting aman. Yang penting aman. Tapi ada juga yang kerja tapi salah mulu. Nah, ada [tertawa] ada juga. Wah, ada juga. Itu salah strategi itu. Ngopi-ngopi sama Mas Pung dulu nih. [tertawa] Seru, seru, seru, seru, seru. Oke. Iya. Mungkin terakhir ya.
Iya. Di antara negara ASEAN ini kan kemarin Lawrence Wong sudah ngomong menyerah ya. Ekonomi akan minus katanya. He. Ee pasti Indonesia dianggap yang terbesar dong, Bang. Kira-kira gimana, Bang, kalau dari visi? Apakah ini ee benar begitu atau memang ini persepsi aja yang dibangun? Yang dibilang Lorence Wong itu betul gitu dan mereka itu sudah ketakutan. Terakhir kita ke Singapura tuh kalau enggak salah 2 minggu lalu itu bahkan mereka sudah banyak shadow fleet itu masuk yang sebetulnya enggak boleh. Shadow Fleet itu kapal tanpa
bendera. Oke. Mereka lakukan transaksi jual beli minyak lepas pantai di luar. Iya. Kemungkinan minyaknya itu dari negara yang diembargo sama Amerika Serikat. I ya semua orang sudah tahu rahasia umum Singapura tempat cuci duit. Tapi mereka enggak pernah sebatan itu ngizinin orang cuci minyak di wilayah dia. Oke. Wilayah dia. Dan itu sudah jadi pembicaraan umum. Kok tiba-tiba ada kapal tanker ini dari bendera ini atau pakai bendera Rusia atau bendera Iran. Oke, that’s the reality lah. Mereka juga
sudah pada panik. Panik ya? Iya. Mereka panik. Mereka wajib panik. Yang Indonesia harus siap-siap adalah berarti yang harus dilakukan Singapura selanjutnya nih. Catat nih Singapura wajib nyerang Indonesia. Oh, wajib. dia harus lakukan itu untuk bertahan. Untuk bertahan berarti kita harus gimana ini? Oh, itu panjang lagi tuh ceritanya. [tertawa] Tapi yang paling penting gimana caranya oke dia nyerang Indonesia. Heeh. Ah. Jadi teman-teman bakal lihat yang dia lakukan adalah dia bakal nginjak rupiah.
Sing dollar akan dipush naik ke atas. Oh, singnya ya. Iya. Sing dollar dipush ke atas. Rupiah diinjak hancur ke bawah. Nilai tukarnya terhadap sing dollar. Akibatnya banyak orang kaya di Indonesia tarik rupiahnya nabung di Singapura. Singapore Singapura. Capital outflow. Oke. Strategi bertahan ee Singapura dia enggak bisa jual kelapa sawit ya. Enggak punya apa-apa dia. Iya. Benar. Benar. Enggak punya batu bara. Nikel enggak ada. Tapi dia bisa bilang kita adalah tempat yang paling bagus buat transaksi finansial bagi investor
paling aman. Heeh. So yang akan dilakukan dia akan download rupiah sebesar-besarnya. Oke, ingat komponen GDP i konsumsi, government spending, ekspor lebih besar dari impor. Yang terakhir investasi. Nah, mereka enggak bisa kejar ekspor, enggak ada kelapa sawit bara. Oke. Heeh. Loverment spending berkurang karena banyak krisis di tengah akhirnya nyawa dia diinvestasi. Oke. Itu harus dia push ke atas supaya GDP dia naik. Naik. Artinya dia harus banyak tarik duit negara terbesar di ASEAN. Heeh. supaya panik di sini
bawa duitnya ke sana. Nah, ini teman-teman bakal saksikan kebenaran ramalan Benix dalam paling lama 2 bulan ke depan lah bakal makin ekstrem pelemahan rupiah terhadap Singapura dolar. Berarti sing dolar akan naik drastis naik operasi khusus. Wah, ini operasi khusus ngeri loh. Termasuk narasi-narasi berarti kita lihat aja. I ini menteri keuangan sudah paham belum ini kira-kira? Enggak enggak hopefully lah ya. [tertawa] Tapi itu wajarlah dalam konteks berbisnis aja pelaku usaha kan berkompetisi. Dalam konteks perusahaan swasta kan
saling berkompetisi. Dalam konteks bernegara mereka juga [berdehem] berkompetisi. Malah jadi aneh kalau Singapura enggak nyerang konyol. I ya. Dia harus lakukan itu. Dia harus lindungin rakyatnya. H. Oke. Dia harus naikin GDP dia. He. Punya proxi enggak Singapura di sini? Banyak. Banyak ya? Iya banyak. Jangan khawatir. [tertawa] Over supply. Pengkhianat bangsa itu. Over supply di sini. Iya. I ya. Kirain sedikitnya over [tertawa] supply ternyata banyak. Ternyata banyak. Oke. Aduh seru seru. Luar biasa tu. Menarik
menarik sekali. Nanti mungkin kita undang lagi setelah ada pergerakan serangan-serangan baru. [tertawa] Siap. Setelah ada serangan dan ruji. Iya betul. Oke terima kasih Mas Benik atas waktunya. E kita nanti ngobrol-ngobrol lagi ya lebih detail karena waktunya udah mepet banget ini. Kita sudahi dulu to the point aja sampai jumpa. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. to the point aja

Komentar