Berita Terpopuler
Beranda / Berita Terpopuler / Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku akan mengikuti arahan Presiden RI Prabowo Subianto

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku akan mengikuti arahan Presiden RI Prabowo Subianto

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku akan mengikuti arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, menanggapi pernyataan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi soal usulan pemangkasan anggaran program makan bergizi gratis atau MBG. Purbaya belum menghitung secara rinci berapa besaran jumlah pemangkasan anggaran dari program MBG. Pihaknya akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional yang baru yakni Nanik S. Deyang.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya memastikan akan ada pengurangan anggaran di program MBG untuk kepentingan efisiensi. Prasetyo menyatakan pemerintah melalui Kementerian Keuangan dan BGN akan menghitung anggaran MBG. Adapun anggaran program MBG tahun 2026 ini ditetapkan sebesar Rp268 triliun. Angka tersebut turun Rp67 triliun dari alokasi anggaran program MBG tahun 2025 sebesar Rp335 triliun.

Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah telah menyepakati bersama terkait penataan menyeluruh dari program MBG yang ditargetkan dapat selesai dalam waktu satu bulan ke depan. Dalam proses penataan itu, pemerintah juga melakukan penataan ulang atau refocusing penerima MBG termasuk mengurangi distribusi ke sekolah-sekolah yang berdasarkan data dan prioritas tidak masuk dalam prioritas penyaluran MBG. Kelompok-kelompok penerima MBG yang diutamakan termasuk kelompok masyarakat di daerah terpencil. Prasetyo menambahkan, pemerintah juga terus berupaya meningkatkan penerima MBG dari kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Kini program MBG tengah menjadi sorotan setelah Kejaksaan Agung menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam dugaan korupsi tata kelola program MBG di BGN, di antaranya mantan kepala BGN Dadan Hindayana. Usai penetapan tersangka tersebut, MBG Watch menggelar aksi demo di depan kantor BGN di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat pada Rabu, 10 Juni 2026. Dalam hal ini ada sejumlah tuntutan yang dibawa oleh sejumlah organisasi yang tergabung dalam MBG Watch di antaranya meminta program MBG dihentikan sementara. Kemudian tuntutan kedua, yakni soal keterbukaan anggaran pengadaan meminta BGN membuka seluruh informasi soal penunjukan yayasan dan SPPG mitra BGN.

Geger pembunuhan berantai di Patikraja Banyumas, pemuda 24 tahun nekat habisi nyawa selingkuhan dan tenggelamkan neneknya ke sumur

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *