Persoalan sinyal dan komunikasi diduga menjadi penyebab kecelakaan kereta Argo Bromo Angkrek dan juga KRL komputer line di stasiun Bekasi Timur. Ya, namun KNKT belum menuntaskan penyelidikan sehingga penyebab pasti kecelakaan belum bisa disampaikan secara utuh. Komisi 5 DPR mengundang Menteri Perhubungan Direktur PT Kereta Api Indonesia dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT dalam rapat dengar pendapat. Mereka ingin mendapat penjelasan terkait kecelakaan antara kereta api Argo Bromo Angrek dan
KRL komputer lain yang terjadi di stasiun Bekasi Timur April silam. Dalam pemeriksaan awal KNKT menduga kecelakaan dipicu persoalan sinyal dan komunikasi. Soalnya masinis kereta Argo sudah menerima kabar dari pusat pengendali di stasiun Manggarai terkait insiden yang terjadi di dekat stasiun Bekasi Timur. Dari jarak 1300 m setelah menerima berita bahwa di depan ada temperan, Mas ini sudah melakukan pengereman. Cuman karena situasinya kan di Pusdal itu tidak tahu yang sebenarnya karena komunikasinya kan lewat suara saja lewat
voice. Jadi kondisi lapangannya seperti apa dia enggak tahu. Cuman memberitahu bahwa ada temperan di depan rem-rem dikit terus kemudian banyak-banyak ee melakukan semboyan 35. Namun KNKT belum menyampaikan penyebab kecelakaan secara gamblang karena penyelidikan belum tuntas dilakukan. ada beberapa hal yang masih kita dalam e penelitian. Jadi untuk menyimpulkan apa yang menjadi penyebab masih terlalu dingin loh. Kita perlu waktu lagi untuk mengevaluasi ada beberapa ee data yang masih kita butuhkan dan masih kita olah
untuk melengkapi data-data tersebut. Kecelakaan yang terjadi tidak terlepas dari peristiwa tertempernya taksi listrik di perlintasan sebidang di kawasan Ampera atau tidak jauh dari stasiun Bekasi Timur 28 April silam. Untuk itu, pemerintah langsung menutup lebih dari 170 perlintasan sebidang tidak resmi. Sebagai langkah ee untuk menertibkan lintasan perlintasan sebidang, kami bersama dengan kereta api dan juga stakeholder lainnya itu sudah mulai menutup untuk 172 lintasan sebidang yang ee tidak resmi. Selanjutnya ada sekitar
1638 perintasan sebidang yang ee belum terpasang palang pintu dan belum terjaga akan segera dibangun dan kita harapkan dapat selesai dengan ee segera. Kecelakaan berawal ketika KRL jurusan Cikarang, Jakarta menempel sebuah taksi di perlintasan sebidang Ampera dekat stasiun Bekasi Timur. Tidak lama berselang tiba KRL tujuan Cikarang di stasiun Bekasi Timur lantaran banyak orang di lokasi temperan taksi KRL tujuan Cikarang menunda perjalanan. Saat itulah muncul kereta Argo langsung menabrak bagian belakang KRL yang tengah
terhenti. Akibatnya 16 orang tewas dan 90 lainnya mengalami luka-luka. Anika pribadi melaporkan dari Jakarta.

Komentar