Kalau ada sesuatu yang selalu bikin heboh tiap Piala Dunia, timnas Inggrislah jawabannya. Belum mulai turnamennya, bahkan belum diumumkan skuadnya. Tiga singa ini sudah bikin heboh. Awalnya desas-desus mengatakan kalau banyak bintang tak dipanggil. Ternyata setelah muncul pengumuman resmi, desas-desus itu benar adanya. Banyak bintang besar tak dibawa. Tohal malah memasukkan nama-nama yang bisa dikatakan sudah hampir habis. Semua orang tentu bertanya-tanya kenapa Tuhal melakukan perjudian demikian besar?
Apakah ini cuma penyesuaian taktik yang akan ia mainkan? atau ada rencana lebih besar yang sedang disiapkan Tuhal di balik layar. Simak videonya karena kali ini starting 11 Moment akan mengolah strategi aneh Mashal untuk timnas Inggris. Menjelang Piala Dunia 2026, satu persatu negara peserta mengumumkan skuadnya. Tapi ada satu negara yang selalu bikin heboh. Siapa lagi kalau bukan Inggris? Belum juga muncul pengumuman resmi, satu dunia sudah bikin heboh. Betapa tidak, seleksi skuadasu itu sudah bocor sehari
sebelum pengumuman resmi. Jurnalis-jurnalis dari BBC, diatletik, dan masih banyak lagi mengumumkan fakta mencengangkan. Banyak bintang besar tidak akan dibawa Tomas Suhal ke turnamen final nanti. Memang awalnya berita-berita ini hanyalah sebuah bocoran yang belum resmi, tapi justru bocoran inilah yang bikin publik gempar. Toal langsung jadi sorotan. Banyak pemain seperti Har langsung curhat di matsos begitu melihat namanya tidak masuk ke dalam daftar. Berselang sekitar 1 hari kemudian, tiga singa merilis skuad resminya. Publikam
tentu tidak. Karena apa yang dirilis secara resmi 100% mirip dengan skuad yang sudah bocor sebelumnya. Warga net utamanya fans timnas Inggris langsung menghujani Tuhal dengan hujatan. Bahkan sumpah serap. Betapa tidak, bagaimana bisa pemain-pemain yang performanya moncar malah tidak di bawah. Yang lebih parah, kok bisa pengumuman squuad bisa bocor sebelum rilis resmi? Udah kayak soal ujian aja. Melihat banyaknya protes terhadap pemilihan tohal, kalian penasaran kan siapa saja yang ditinggal? Ya, bisa
dikatakan banyak generasi emas timnas Inggris yang diabaikan eksploati Chelsea itu. Meguire tadi sudah disebut. Korban berikutnya adalah Phil Foden dari Manchester City dan Col Palmer dari Chelsea. Iya, kalian tak salah dengar Foden dari Palmer yang bisa memberi kreativitas untuk tim malah ditinggal oleh Tohal. Ketika ditanya alasannya menepikan mereka, Tuhal mengatakan stok pemain nomor 10 sudah melimpah. Di sisi lain, Tuhal melihat ada penurunan performa yang signifikan dari keduanya. Tren Alexander Arnold dari Real Madrid
juga tidak dibawa. Padahal ex Liverpool itu sudah pulih dari cedera dan bisa menawarkan umpan-umpan manja untuk para pemain depan Inggris. Sama halnya dengan gelandang Celal Palace, Adam Won. Performa solidnya di lini tengah Pes ternyata belum mampu meyakinkan Tohal. Lebih mencengangkan lagi, itu hal pun tidak membawa Morgan Gibs White. Padahal kalau kita melihat statistik di sini, Gibs White adalah pemain Inggris tersubur di Premier League. Tak berhenti sampai di sana, Toal juga tak memanggil Luke Shao. Padahal musim ini Soo adalah
pemain paling konsisten di dalam skuad Manchester United. Bisa dikatakan banyak pemain yang ditinggal tu halal ini adalah pemain-pemain yang menjadi andalan Garet Shotgan. Misalnya saja Col Palmer. Kalau kalian ingat 2 tahun lalu Palmer mencetak gol yang hampir menyelamatkan Buka Inggris di final Euro 2024. Sayang waktu itu Palmer dan skuad 3 Singa kalah 2-1. Loh, kalau pemain-pemain kelas kakap seperti tadi ditinggal, siapa dong yang di bawah? Tenang, karena kalian mungkin akan lebih tercengang melihat daftar
pemain yang di bawah Tuhal. Masih ingat dengan iPhone Tunny? Jordan Herson atau si paling jago gojeki Madue. Ya, kurang lebih mereka-mereka inilah yang di bawah. Kita mulai dari Evan Suny. Sempat jadi sorotan waktu masih memperkuat Brandford, Tony belakangan menghilang dari peredaran. Catatan golnya musim ini sih menyentuh 32 gol. Tapi Tony ini main di liga Arab Saudi yang secara kualitas jelas beda dengan liga-liga top Eropa. Dengan usia 30 tahun dan sudah ada Harurry Ken memang masih layak. Lalu ada
veteran Jordan Henderson. Ya, soal senioritas Henderson ini memang sih tak punya lawan, tapi dengan usia 35 tahun apakah ia masih menawarkan kualitas permainan terutama di aspek fisikal yang masih baik? Pertanyaannya apa yang membuat Henderson lebih dipilih Tohal ketimbang Adam Warden? Nah, kalau yang satu ini sih yang paling mencengangkan tu halal memanggil Noni Maduwie ke dalam squad. Memang dia ini juara Premier League, tapi lihat catatan gol dan asisnya cuma tiga biji. Statistiknya masih kalah jauh dibanding Palmer,
Forden, Charet Bowen, bahkan GS Wine. Kalau kalian mengira kejutannya cuma sampai di sini. Tunggu sampai kalian melihat Jess P Henderson. Denburn dan Charlanza yang tiba-tiba masuk daftar. Bahkan fans Man City saja terkaget-kaget kok bisa Johnson yang jarang main malah masuk squad. Untuk lebih lengkapnya kalian bisa cek sendiri di sini. Nah, setelah melihat pemilihan Squad sama Sohal, mari kita menerka-nerka isi kepala mantan pelatih Vasi itu. Toal sendiri telah membeberkan bahwa semua pemain yang ia pilih sudah sesuai
kebutuhan, baik itu dari segi taktikal, pengalaman, maupun mental. Tapi benarkah demikian? Kalau melihat gaya main tuh hal yang direct dan cepat, rasanya skuad yang ia pilih memang cocok. Lihat pemain-pemain yang ditinggal. Kebanyakan dari mereka adalah tipikal pemain pengontrol, sedangkan yang dipilih adalah pemain-pemain cepat dan eksplosif. Tak heran kalau Noni Medweke dan J Spans bisa masuk. Tapi kalau kita mundur ke belakang, ada satu hal menarik yang mungkin perlu kita bahas. Ingat, ketika Tuhal pertama kali diumumkan
sebagai pelatih timnas Inggris, waktu itu masyarakat Inggris banyak yang protes. Apa sebah? Tak lain karena Tohal adalah warga negara Jerman. Sudah menjadi rahasia umum kalau Jerman dan Inggris tidak pernah akur, utamanya dalam hal sepak bola. Negeri Pan adalah rival alami negeri tiga Singa. Maka dari itu, rasanya aneh melihat ada orang Jerman dipekerjakan sebagai pelatih Inggris. Nah, keanehan serta rasa khawatir fans maupun rakyat Inggris sepertinya terjawab di momen pemilihan skuad ini. Coba pikir, bagaimana bisa
banyak generasi emas Inggris malah ditinggal? Kalau gantingnya sepadan sih masuk akal. Tapi melihat komposisi pemain seperti tadi saja sudah bikin fans geleng-galeng kepala. Mungkin ini keputusan rasional secara taktikal, tapi bisa juga ada udan di balik batu. Entahlah hanya itu hal yang tahu. Per tahun ini, Inggris sudah 60 tahun lamanya tidak lagi mengangkat trofi Piala Dunia. Beberapa tahun ke belakang, performa skuad tiga singa bisa dikatakan ada di titik terbaik. Mereka punya banyak generasi emas. Gaung It’s Coming
Home seringkiali terdengar. Tapi melihat skuad seperti tadi akankah jadi kenyataan? Sementara negara-negara lain membawa skuad menakutkan, Inggris malah membawa pasukan yang membuat rakyatnya pasimis. Tapi tak apa, begini-begini Inggris kan masih masuk Piala Dunia. daripada ada tuh satu negara yang ggak lolos Piala Dunia, tapi malah bikin film layar lebar soal perjalanan ke Piala Dunia. Ngomong-ngomong soal It’s Coming Homes, slogan ini sebetulnya bermakna positif tentang harapan bahwa Piala
Dunia akan kembali ke Inggris, negeri yang katanya asal mula sepak bola. Tapi fans Inggris kalau lihat skuad tadi gimana jadinya kalau slogan ini malah bermakna sebaliknya. Bukan trofi yang coming home, tapi malah Inggrisnya sendiri. Inggris sendiri tergabung ke dalam grup L. Anggotanya antara lain Ghana, Panama, dan Kroasia. Harusnya sih secara matematis Inggris bisalah ya tembus babak gugur. Tapi di babak gugur inilah masalahnya. Dengan skuad seperti tadi rasanya meragukan Inggris bisa melaju jauh. Toal jelas akan jadi
sorotan utama. Kalau keputusannya membuahkan piala, maka mungkin kita-kita yang meragukan pilihan beliau wajib sungkem dan minta maaf. Tapi kalau gagal, apalagi kalau mentok cuma di babak grup, enggak kebayang akan seperti apa nasib Tuhal. Tahu sendiri kan media Inggris? Well, pada akhirnya keputusan ada di tangan Toal. Sekontroversial apapun dialah yang punya wewenang menentukan tim Inggris yang akan berlaga di Piala Dunia. So, menurut kalian bakal sejauh apa Inggris melaju? Apakah trofinya bakal coming home atau justru
Inggrisnya yang coming home duluan? Komen di bawah ya. Like video ini kalau kalian suka. Subscribe channel Sorting Eleven Moment dan jangan lupa nyalakan notifikasinya supaya kalian gak ketinggalan setiap update serta bahasan-bahasan menarik seputar sepak bola lainnya. Terima kasih dan sampai jumpa. Yeah.

Komentar