mengkoordinir pekerjaan dan mengkoordinir [musik] handphone Polda Lampung membongkar praktik kejahatan siber berupa love scamming atau penipuan bermodus asmara yang dijalankan dari dalam Rutan kelas 2B Kota Bumi Lampung Utara. Kasus ini terungkap setelah polisi menerima laporan pengaduan pada 30 April 2026. Dari hasil penyelidikan, aparat menemukan praktik penipuan terorganisir yang dikendalikan para narapidana dari balik jeruji besi. Sebanyak 137 warga binaan diduga terlibat dalam jaringan tersebut dan
kini dipindahkan sementara ke rutan kelas 1 Bandar Lampung untuk mempermudah proses penyelidikan lanjutan. Kapolda Lampung Healthy ACF menyebut jumlah korban mencapai ribuan orang. Tercatat 1286 orang menjadi korban chat penipuan. Sementara 671 lainnya terjebak modus video call. Dari seluruh korban, sebanyak 249 orang diketahui telah mentransfer uang kepada pelaku dengan total kerugian ditaksir mencapai lebih dari 1,4 miliar. Blok B 36 orang warga binaan. Blok C 53 orang warga binaan. Dari hasil pemeriksaan patut diduga
pelaku sebanyak 137 orang dan saat ini seluruhnya telah dipindahkan sementara dari Rutan kelas 2B Kota Bumi ke Rutan kelas 1 Bandar Lampung untuk mempermudah proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Peran terduga pelaku sebagai berikut. Satu, mereka ada beberapa kelompok yaitu pemuka. Satu pemuka merupakan kepala blok yang mengkoordinir pekerjaan dan mengkoordinir handphone para terduga pelaku. Yang kedua, penembak atau yang mengeksekusi melalui handphone. Orang yang berperan menelepon korban
yang mengaku sebagai personil propam atau polisi militer. Yang ketiga yaitu pekerja. Yaitu orang yang berperan membuat akun fake media sosial sebagai polisi atau sebagai anggota TNI dengan mencari korban wanita, mengedit foto atau video call seks, dan meminta uang kepada korban. Untuk korban data jumlah korban korban CET kurang lebih 1236 orang. Korban video calls 671 orang. Korban yang sudah melakukan transfer 249 orang. Kemudian dua orang korban dari Jawa Timur. Dalam pengungkapan kasus ini, polisi
turut mengamankan sejumlah barang bukti. Mulai dari seragam dinas harian Polri lengkap dengan atribut brick pol dan logo Polres W kanan, kaos dalaman Polri kemeja putih dengan pin reser. Selain itu, petugas juga menyita 156 unit handphone, buku tabungan beserta kartu ATM hingga kartu SIM siap pakai yang diduga digunakan untuk menjalankan aksi penipuan. yang mengaku sebagai personel ang

Komentar