Ya, malam hari ini kita akan mencoba membahasnya, pemirsa. Saya sudah menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai perspektif untuk e memandu jalannya diskusi malam hari ini. Saya akan perkenalkan untuk Anda satu persatu. Di sebelah kanan saya sudah hadir Marsma TNI Purnawirawan Agung Sasongko Jati, pakar strategi PPU dan juga alumni US World War Air War College ya. Selamat malam Pak Agung. Sehat ya, Pak Agung? Alhamdulillah sehat. Oke, di sebelah Pak Agung juga kami hadirkan ada Mbak Tia Mariatul Kiptia, pengamat hubungan
internasional Universitas Binus. Selamat malam, Mbak Tia. Selamat malam, Mbak. Sehat, Mbak? Alhamdulillah. Dan narasumber ketiga kita ini juga sudah hadir ada Mas Rizal Dharmaputra, pengamat intelijen. Selamat malam, Mas Rizal. Malam, apa kabar, Mas? Alhamdulillah baik. Saya terlebih dahulu ingin membukanya ke Mbak Tia ya. Mbak Tia ini kalau kita lihat ada dugaan pelanggaran gencatan senjata. keduanya ini saling ee kemudian melempar pelanggaran begitu yang dilakukan oleh masing-masing. Kalau menurut Anda, apa yang sebetulnya
terjadi di tengah deeskalasi yang tengah berlangsung saat ini? Iya, saya sebetulnya melihat bahwa pelanggaran sispire agreement ini yang berlaku kata Trump itu tanpa batas waktu sebetulnya ini dipicu dari Amerika Serikat sendiri. Jadi, Iran ini sebetulnya aktor yang hanya menunggu menunggu kemudian hanya melakukan retaliation. Jadi kalau misalnya Amerika Serikat melakukan action di Sathmus terutama dia akan melakukan feedback. Misalnya ketika Amerika Serikat tiba-tiba ada double blokade tentu Iran
akan marah maka dia akan action. Kemudian kapalnya tujuh itu diserang, dia pasti akan meon action juga. Jadi apapun yang dilakukan Amerika Serikat tiba-tiba ada freedom project sekarang dan IR Iran juga tidak akan diam. Jadi setiap apa yang dilakukan oleh Iran, Mbak Vena, maka e Amerika Iran itu hanya melakukan respon begitu. Jadi bukan kedua belah pihak saya pikir, tapi salah satu pihak yang menyalahi e sispire agreement. Amerika melakukan action, Iran akan melakukan respon. Terus saja seperti itu. Jadi ini tidak
selesai-selesai begitu ya dan kondisi harga minyak terus naik. Ini yang sangat disayangkan. Kita berharap ada round 3 segera terjadi. Ada perundingan yang cukup signifikan memberikan efek terhadap perdamaian. Tapi sepertinya sulit karena juga ini ada e provokator juga dari negara-negara teluk yang saya pikir akan diam sampai ee perang ini berakhir. Tapi ternyata Saudi Arabia dan Kuwait melakukan satu kebijakan, saya pikir ini kebijakan yang salah, tiba-tiba membuka pangkalan militer Amerika Serikat. Ini tentu akan
menaikkan ee tensi, Mbak Vena, saya tidak percaya bahwa pembukaan pangkalan militer itu untuk ee perdamaian di Timur Tengah ini pasti akan dilakukan ee cara Amerika Serikat menyerang Iran. Karena secara letak teritori kan lebih dekat dari Saudi Arabia dan dari Kuwait. Saya tidak paham apa maksud dari kedua negara ini tiba-tiba melakukan keputusan tersebut. Mudah-mudahan negara gafantris lainnya tidak mengikuti ya apa yang dilakukan ee dua negara ini karena efeknya itu akan menaikkan tensi di kawasan bukan meredam. Justru kita
sekarang berharap bahwa segera begitu ya perang ini berakhir kemudian ada round 3, ada perundingan dan masing-masing pihak itu akan menemukan satu kesepakatan. Tapi ternyata ada lagi ada lagi project freedom. Kemudian ada pembukaan pangkalan militer. Terus apaagi? Begitu. Oke. Saya mau ke Pak Agung. Pak Agung, kalau Anda melihat Iran ini, kalau kata Mbak Tia ini hanya merespon apa yang dilakukan oleh Amerika Serikat. Ee Amerika Serikat serang Iran, Iran hanya merespon. Begitu. Kalau menurut Anda,
apa yang terjadi antara keduanya ini? Kedua negara ini menjual apa yang ingin mereka jual dan membeli apa yang ingin mereka beli. Ini maksudnya. Jadi dalam berhadapan ini mereka tidak hanya menggunakan militer, tapi dia menggunakan instrumen kekuatan nasional, diplomasi, informasional, militer, dan ekonomi. Secara diplomasi Iran gimana caranya dia tetap menjaga hubungan baik dengan banyak orang. Dia berlobi ke mana-mana, Iran ee Cina, Rusia, ke negara-negara lain. Dia dengan di belakang layar dia
berhubungan untuk menjalin komitmen lah untuk segera mengeluarkan ee Amerika. Di sisi lain kehilangan teman-teman dengan yang salah nih Trump sendiri. Dia kadang dia perlakukan ee sekutu-sekutunya lebih buruk daripada musuh-musuhnya. Dia bully mereka, dia gini. Nah, itu masalah besar di diplomasi karena Trump seperti ini. Tapi kehilangan teman banyaklah. Kemudian secara informasional Iran memposisikan diri sebagai pihak traniaya, pihak ee berani melawan hegemoni. Namun dia tertindas. Dia diperlakukan semena-mena.
Sementara Amerika sendiri ingin menunjukkan bahwa saya tetap mengendalikan e di ee teluk. Saya tetap e apapun itu, saya yang tetap menjadi penguasa di sana. Saya yang mengendalikan mengontrol, maka dia agresif. Iran bersifat ee apa? Defensif. Nah, secara militer Amerika jelas dominan. Namun masalahnya di selat yang kecil ini terlalu dominan dan terlalu tinggi teknologi ini menjadi masalah. Kalau mereka tidak berhati-hati malah justru menimbulkan masalah kerusakan. Contohnya sekarang ada kebocoran di Pulau Karp itu
mesti karena sasarannya harusnya tidak ini tapi bocor juga hilang kena sehingga bocor minyaknya itu tidak diharapkan Amerika karena makin sedikit minyak yang bisa diproduksi makin rugi dunia ini. Nah itu adalah secara militer. Jadi Iran ee pokoknya yang jelas e dia lempar saya gigit. Nah artinya Iran juga membuat takut juga. Amerika enggak berani sembarangan juga karena balasan juga menakut. Maka sekarang Iran ee Amerika andalannya hanya nyerang tanker satu. diserang pun tidak ditenggelamkan tapi
dirusak kendalinya. Dirusak kendalinya ya itu bisa tidak terlalu mengancam tetapi memberi ini loh ee kepada pendukungnya nih kita tetap eksis mereka enggak bisa apa-apa meskipun enggak bisa apa-apanya juga tanda tanya banyak juga yang lolos dan secara terakhir adalah ekonomi. Nah, ekonomi Iran memang ditekan secara ekonomi. Tetapi laporan dari CIAE terakhir yang dikutip oleh New York Times dan eh W Journal adalah Iran masih bisa setengah tahun lagi. Enggak ada masalah. Karena apa? Karena ternyata ee input
yang masuk di dalam e impornya pun banyak dan tapi kan enggak punya uang. Tapi kan bisa pinjam uang juga Cina dan Rusia dengan sukaral ya daripada ngirim mending mengirim makanan bahan lain yang membuat Iran tetap hidup dan survive kelihat. Tapi memang Iran menunjukkan saya lagi susah nih, sedih kekurangan kekurangan itu. Padahal secara praktis selama 6 bulan dia enggak apa-apa karena itu C sendiri yang bilang. Tetapi Amerika nah masalahnya eh US Treasury 4,5% ini sudah makin naik dan akibatnya
apa? resesi akan tidak terhindarkan. I tapi yang paling parah adalah bukan aja resesi akibat ekonomi, inflasi, inflasi maukan yieldnya naik, akhirnya e semua bunga bank naik, orang enggak bisa bayar bunga dan itu akan dibukul ke masalah geopolitik. Tapi yang paling parah adalah adalah makanan. Kenapa? Karena ternyata Amerika itu sangat tergantung pupuknya ee dari pupuk naik sekali di Amerika sama kayak minyak naik di teluk, maka di Amerika naik pupuk juga sama. Dan harga pupuk sekarang membuat 46% ee
agriculture Amerika, petani Amerika enggak bisa kalau dia nanam bangkrut. Logikanya begini, jadi kalau pupuk itu kurang 10% maka tanaman itu akan berkurang hasilnya 30%. Lah sekarang mereka hanya mampu beli pupuk 50%. Akibatnya apa? Tanaman itu mungkin paling banter 50%. Lah kalau nanti dia ee apa ee lahan seluas 100 hektar menghasilkan gandum 100 hektar terus kemudian eh 100 ton lah anggapnya. Kemudian karena pupuk ini dia gandum menjadi 50 ton, pinjamannya harusnya cukup untuk 100 hektar, sekarang enggak
cukup. Akhirnya apa? Banyak yang bangkrut. Bayangkan nanti akan terjadi famin dan diperkirakan kalau sampai seperti ini tidak berubah bisa di atas ratusan juta orang yang akan kelaparan akibat ee dengan ee apa ee dengan ee tidak adanya ee pupuk yang mengakibatkan dunia ini akan kesulitan untuk memberikan makanan ee bagi e penduduknya. Karena kita tahu bahwa makanan itu adalah hidrokarbon yang diberi energi, dirubah jadi ee pupuk dan dirubah jadi makanan. Jadi hidrokarbon. Kenapa? Karena kebanyakan dari pupok itu
berasal dari ee minyak tanah atau dari gas. He. Oke. Ee saya ingin mencoba untuk membaca pola serangan yang dilakukan Iran dan juga Amerika Serikat di tengah deeskalasi ataupun perundingan yang tengah berlangsung di Gencata Senjata ini. Ee Mas Rizal ini kalau Anda melihatnya ini kan semua terfokus di Selat Hormus begitu ya. Sehingga saling serang ini juga dilakukan di Selat Hormus. Bagaimana kemudian ee membaca ataupun memverifikasi klaim saling serang antara kedua belah pihak ini dari sisi intelijen? Ya. Jadi begini, ini
sebetulnya kan suatu proses diplomasi yang belum selesai. Masih ada beberapa tahapan diplomasi lainnya lagi ya masih berlanjut. Nah, untuk memperkuat diplomasi ini tentu perlu ada tekanan. Hm. Dari sisi pandangan realisme politik ini adalah bahwa kedua belah pihak harus melakukan tekanan. Tekanan apa? Ya, tentu tekanan militer. Nah, tekanan militer dalam hal ini adalah Amerika Serikat mencoba untuk mengimplementasikan apa yang pernah sukses dia lakukan pada waktu krisis Kuba, yaitu dengan melakukan blokade. Ya,
jadi dia blokade lagi. Iran menguasai selatan rumus. Iran mengimplementasikan apa yang dinamakan anties dan area area denial ya. Jadi anties adalah bahwa setiap ee kapal entah itu kapal militer, kapal perang atau ee kapal yang mengangkut ee bahan bakar, kapal tanker itu akan dicegat oleh Iran, akan coba dihancurkan oleh Iran. Kemudian juga apa yang dimaksudkan dengan area denial adalah bahwa area tersebut adalah dikuasai penuh oleh Iran. Ya, ini karena faktor letak strategisnya Iran itu pada selatan
rumus. Jadi, Kakik mencoba melakukan tekanan dari sisi geostrategis untuk meningkatkan posisinya nanti di perundingan berikutnya. Oke. Hm. Ini juga menarik ya, sambil kita juga membaca makna dari kedua [berdehem] belah pihak yang kemudian saling mengklaim, saling serang satu sama lain. Apakah ini bisa dibaca serangan Amerika Serikat ini sebagai sinyal kekesalan di tengah deeskalasi ini atau justru ada makna lain? Berarti ya? Ya, harusnya ya kalau kita merujuk kepada ee Undang-Undang Tindakan Militer
yang di Kongres harusnya berakhir Mbak Pena 1 Mei. Saya tidak berpikir ini akan panjang lagi. Harusnya selesai 1 Mei karena berdasarkan Undang-Undang ee apa namanya? Power Resolution 1973 itu war eh war Power Resolution 1973 itu menyebutkan tindakan militer yang dilakukan oleh seorang presiden Amerika Serikat di luar izin kongres harusnya terpanjang itu 60 hari. Jadi kalau dihitung itu harusnya 1 Mei selesai kemarin selesai karena memang tekanannya kan cukup ee tinggi ya terhadap republik dan hanya satu orang tinggal satu orang
yang tidak setuju dan masih setuju untuk terus ee Amerika melancarkan serangan terhadap Iran begitu. Jadi saya berpikir ini selesai nih 1 Mei. Tapi tidak tapi tiba-tiba ada project freedom, ada serangan lagi ke Iran. Kemudian ditambah lagi sekarang dua negara itu ee Arab Saudi dan Kuwait membuka akses militernya Amerika Serikat ee apa namanya untuk bisa ee tujuannya adalah untuk damai. Tapi saya pikir bukan Amerika namanya ya. Jadi saya ragu bahwa ini menuju perdamaian begitu. Jadi panjang sementara ini ee kondisi yang tadi Pak
Agung jelaskan satu harga pupuk semakin tinggi karena memang pupuk dan energi itu terbesar Mbak Vena melewati serat hormus ini. Efeknya bukan hanya ke Amerika ya tapi seluruh kawasan itu kena dampaknya begitu. Harga minyak sekarang sudah di 114 kalau tidak salah. Ini juga memberikan satu efek yang luar biasa. Sementara kalau kita mau survive di Indonesia saja harus ada di kisaran 70 80 atau 80 90 USD per barrel ini kalau misalnya mencapai 114 sudah tidak aman begitu. Jadi terus ini meningkat dan
kembali saya tekankan bahwa segala keputusan terjadinya perdamaian atau kita menuju kepada round 3 tergantung dari Trump. Tapi saya tidak paham dengan Trump ini. Tidak tidak berubah dan saya pikir saya melihat semua strategi yang dia lemparkan itu salah gitu. H Trump itu. Jadi ee misalnya ya kalau andaikan Trump bisa mengikuti kongres, saya pikir Amerika mundur tidak dengan rasa malu. Itu bisa. Jadi tidak menyatakan diri kalah, tapi justru publik internasional memberikan respectek terhadap Amerika Serikat
mundur dari perang Iran. Menyatakan bahwa sudah selesai, tidak terjadi apa-apa, mundur. Kemudian saya pikir publik internasional akan menghormati Amerika Serikat karena kan memberikan dampak ekonomi begitu. Tapi kan ini tidak ada lagi, ada lagi ada projek lain lagi, terus ada lobi-lobi lagi. Nah, sementara Iran culture politiknya dia tidak akan diam, dia akan terus membalas. Begitu yang tadi Pak Agung katakan 6 bulan dia masih kuat. Saya saya berpikir mah lebih, Pak. Belum nanti dia jual minyaknya itu ke Cina dan
Cina akan selalu membeli. Bahkan sekarang yang terbaru itu intelijen Amerika Serikat menyatakan beberapa perusahaan, dia sudah menemukan beberapa perusahaan Cina yang selalu membeli minyak dari Iran. Jadi itu akan diboikot juga. itu akan kena sanksi juga oleh Amerika Serikat dan ini memberikan keresahan juga terhadap Cina. Panjang jadinya, Mbak. Jadi, sudah mulai memboikot perusahaan orang begitu ya. E kemudian sudah meneliti perusahaan-perusahaan mana yang membeli minyak dari Iran. Karena Iran ee Amerika
ini bukan berharap selesai perang saja, tapi memang ingin menghabisi Iran secara ekonomi juga dan ini akan memperpanjang tidak akan selesai begitu. Trump itu yang harus bisa menyelesaikan begitu. Oke. Benarkah kuncinya ada di Trump? Begitu. Sehingga apa yang dilakukan Trump saat ini, Pak Agung ini masih terus melakukan serangan militernya walaupun ini menuntut adanya upaya damai bisa segera disepakati oleh kedua pihak. Tapi nanti kita jawab usai jeda, Pak Agung. Kami kembali untuk Anda. Sesaat lagi
Anda kembali menyaksikan apa kabar Indonesia malam. Kita lanjutkan diskusi kita. Pak Agung ini kalau kita membaca pola ataupun strategi yang dimainkan baik itu Amerika Serikat dan juga Iran, kita tahu e negosiasi masih terus berlanjut tapi kemudian serangan militer dari keduanya ini masih terus dilancarkan. Bagaimana sebetulnya? Jadi apa yang kita lihat sekarang ini menurut saya adalah bukan bagaimana seharusnya Amerika berperang ataupun ee berdiplomasi ataupun bernegosiasi dengan negara lain. Kita lebih melihat sosok
Trump yang sangat mendominasi keputusan-keputusan sehingga apapun yang disusun dengan baik oleh bawahannya akan selalu tereliminasi atau selalu terkoreksi menurut pendapat Trump. I. Jadi saya akan membahas e Presiden Trump ini gimana. Jadi di dunia ini banyak orang macam-macam yang punya sifat, punya ini. Tetapi Trump itu jelas-jelas seseorang yang sangat mulai sifat mencintai diri sendiri, narsisnya tinggi. Dan orang ini juga empat kali bangkrut loh, menyatakan bangkrut. Bayangkan dia pengusaha real estate. Kemudian dia
empat kali nyatakan bangkrut dan dia memiliki kasino apa ee perjudian kan di jadi ee dia jadi sangat sangat mengetahui bagaimana perjudian. Tapi yang paling fatal adalah bagaimana dia menghadapi persaingan. Karena dari yang saya baca di biografinya dan dari orang lain, jadi Trump tuh punya semboyan begini. Kalau dia berneogisasi dengan orang, apapun urusannya, pertama dia gunakan, mohon maaf saya bahasa Inggris ya, attack attack atau serang serang serang serang orang itu dulu ee agar dia punya posisi lebih jadi serang serang
serang. Dalam kehidupan berani juga seperti itu. Kemudian setelah itu denai denai denai atau sangkal sangkal sangkal. Hasil serangan itu apa? Kalau bagus ya bagus. Tapi kalau hasil serangan tidak sempurna atau kurang baik sangkal. He itu tidak benar. Tidak benar-benar. Kemudian setelah selesai apapun jadinya ee anu twist twist twist twist itu di ditwisting apa diplintir plelintir plelintir. Dan itu betul persis dengan apa lakukan Trump. Dia bilang, “Wah, ini acaranya akan sukses nih sebentar lagi akan
begini begini.” Itu nyerang orang gini supaya orang cepat ya dikeluarkan. itu saya yakin akan cepat keluar begitu selesai enggak keluar artinya ya ini mungkin ada suatu masalah namun kita aknya ee dia deny sangkal itu bukan karena kita sangkal terakhir ditutar ini kesalahan mereka yang mau ini. Jadi dia balik nyalahkan orang. Jadi sifat-sifat ini tampak jelas ini dan itu bukan sifat yang baik untuk berdemlokasi, bernegosiasi atau apapun. Dan masalahnya dia adalah ee apa ya panglima tertinggi atau apa ee komando
terinti di Amerika yang membuat semua rencana yang bagus disun anak buahnya ee menurut kaidah yang normal dan akan bisa diterima itu menjadi bubar jalan. He. Tetapi yang paling parah lagi adalah dia, saya tahu gimana, dia punya hubungan khusus dengan Israel atau dengan orang-orang Israel atau lobi Yahudi yang membuat apapun yang dia putuskan meskipun dia juga sudah memutuskan sesuatu menjadi terkoreksi. Contohnya seperti saat ee ini ee konferensi atau perundingan ee terakhir bulan Februari yang soal apa nuklir itu
sudah mudah capek. Dia sendiri juga bilang, “Oh, ini kelihatan bagus-bagus saja.” Tapi pada saat terakhir kemudian Iran menyatakan ini serangannya akan sukses nih. Bayangkan dalam 5 minggu akan runtuh. Rejim change dia percaya habis itu dia rubah lagi. Kenapa? Karena dia kembali ke filosofi dia bahwa serang serang serang nanti dia bisa dapat keuntungan. Nah diuntung keuntungan ini dia lihat begitu tidak untung maka dia sangkal sangkal sangkal. Itu bukan rencana saya. Dia suruh anak buahnya
menyangkal. Kemudian twist bahwa sekarang Iran yang justru mengganggu kita enggak mau tidak mau jujur berbohong apa se. Nah, itu memang pola itu dan itu adalah harus kebohongan. Memang Trump orang yang sangat pandai berbohong. Namun kita tahu di dunia ini, termasuk di Indonesia juga pendukung-pendukungnya ya orang-orang yang senang akan sosok semacam ini yang ee tidak mengemukakan apa yang sesungguhnya. Yang penting menang, yang penting enggak peduli orang lain tertindas, orang kalah. Memang ada
tempat untuk orang-orang dunia, tapi harusnya tidak menjadi presiden Amerika. itu karena membuat Amerika sekarang menjadi not great again tetapi e apa ya loser jadi loser nih sekarang ak karena apa karena pasti nanti ini tidak akan pulih ekonomi ini sampai 6 bulan dibuka sekarang enggak akan pulih dan itu akan merusak tapi mungkin juga dalam hati kecilnya peduli amat Amerika nanti bisa survive tetapi dia mungkin meninggalkan legasi ee Eropa berantakan negara lain berantakan dengan itu dia bisa menginjak
di tempat lain. Jadi mungkin dipikir jangan-jangan nih sengaja ya biar biar dunia ini menjadi kacau ekonomi sehingga dia bisa lebih powerful. Jadi sekalian kamu enggak powerful sekalian kamu manut sama saya pilihannya dengan Cina atau saya. Karena sebetulnya musuhnya Cina. Tapi saya enggak yakin juga karena Trump sendiri di balai ini dia mencari keuntungan. Dia sebelumnya bukan bilioner loh sebelum presiden dia hanya mungkin 900 juta dolar atau rus juta. Sekarang dia bilioner selama presiden dan sekarang mantunya itu
kunner itu bisa menjalin 5 miliar dolar ee kontrak dengan Qatar untuk pembangunan real estate dan lapangan golf itu bayangkan berarti kan korap ya sebetulnya. Tapi enggak tahu gimana negara Amerika bisa memiliki pemimpin seperti itu. Jadi inilah yang menyebabkan tanyakan Trump kan kenapa kok ini bolakbalik bolakbalik. Tapi yang pasti adalah Trump akan ee dikalahkan pada pemilu sela kalau dia tidak segera ee memperbaiki ini. Tapi apakah dia peduli apa republik akan kalah? Itu yang kita khawatirkan. Nah, nanti dia akan
dilengserkan oleh ee partainya sendiri atau kabinet itu sendiri kalau ini dan memang orang-orang juga ee kelihatannya seperti itu. Nanti ini bisa dijelaskan k oleh para ahli politiknya. Silakan. I Mas Rizal kalau dari perspektif intelligence seperti apa membaca sikap ee langkah yang diambil Trump begitu seperti apa yang dikatakan Mas Agung kemudian menyangkal kemudian ada juga pelintir begitu. Ini berdampakkah dengan situasi saat ini dengan sikap yang ditunjukkan oleh Trump sejauh ini? Iya. Jadi begini, ee sebenarnya dari s
sistem politik di Amerika ini sudah terjadi anomali ya. Jadi sistem politik di Amerika biasanya dia membuat kebijakan buat keputusan itu pendekatannya pada ee pendekatan birokrasi atau birokratic approach kalau kami di uang internasional atau kepada yang dinamakan actor models di mana aktor-aktor rasional inilah yang kemudian membuat kebijakan yang mempengaruhi si pimpinan ini untuk merumuskan satu kebijakan. Nah, namun apa yang terjadi sekarang? Faktor pengaruh dari individu yang sangat besar. Ya, ini apa yang
dinampakan faktor idiosinkretik. Nah, biasanya dalam menganalisa faktor idiosinkretiknya hanya digunakan untuk menganalisa negara-negara yang otoritarian. Tetapi sekarang justru mengin menganalisa Amerika ini adalah pendekatannya ideosinkretik. Jadi artinya apa? Jadi faktor birokrasi, faktor ee aktor-aktor rasional sudah tidak berlaku lagi. Apa itu faktor birokrasi? Biasanya dalam pembuatan kebijakan di Amerika itu setelah presiden ada yang namanya National Security Council, ada kemudian ada CIA, ada Pentagon
Departemen Pertahanan, ada State Departement, Departemen Luar Negeri, ada kemudian juga Westwing, kemudian juga ada yang dinamakan ee Komisi Hubungan Intern, Komisi Hubungan Luar Negeri dari ee kongres atau senat itu semuanya biasa mereka berinteraksi dan menghasilkan suatu kebijakan yang rasional. Tetapi apa yang terjadi sekarang? Yang terjadi sekarang adalah bahwa semua keputusan kebijakan luar, kebijakan keamanan didominasi oleh faktor individu Trump yang mana ini merupakan anomali dalam eh US foreign policy seperti itu. Nah, jadi
artinya akan terjadi banyak deviasi dalam keputusan-keputusan yang akan diambil. Nah, di satu sisi Amerika seperti itu. Di lain pihak ini tidak mudah juga bagi Amerika Serikat ini. Oke, saya lepas Timur Tengah, kita chees fire dan kemudian tentu misalnya terjadi ee perdamaian secara opini dan juga secara geopolitik yang akan lebih dominan ada di Iran. Namanya akan naik Iran. Israel, Arab Saudi enggak mau ditinggalkan oleh Amerika Serikat gitu. Jadi tadi ee disampaikan juga bahwa ada kemungkinan provokasi dari
beberapa negara menyediakan kembali wilayah Yahyu untuk pangkalan militer, menyediakan akses bagi Amerika Serikat untuk menyerang kembali Iran dan lain sebagainya. Nah, ini ada bean negara yang mana kalau mereka ini ditinggalkan oleh Amerika Serikat dan selesai sudah gitu Iran akan dominan di wilayah tersebut. He. Oke. Yang jadi pertanyaan adalah sampai kapan situasinya harus berulang seperti ini? seperti yang tadi Mbak Tia sampaikan, apakah situasi ini ee akan terus berlanjut sampai dengan ee yang
disampaikan oleh Pak Agung tadi bahwa Iran ini mungkin masih kuat sampai 6 bulan bahkan lebih dari ini menunggu sampai batas waktu Iran selesai atau sebetulnya ada kunci lain berarti ya yang bisa menyelesaikan. Saya saya sepakat [berdehem] Mbak Vena dengan ee Mas Rizal ya. Jadi studi hubungan internasional ini di bawah Trum berantakan. kitaak bisais berdasarkan misalnya model denganevel analisis itu harusnya kan berurutan ya dalam teori hubungan internasional kalau kita melihat dari state level analisis tapi
tiba-tiba kita bisa menganalisis sosok Trump ini dari idiosinkretic yaitu memang secara personality leadernya begitu yang dalam hubungan internasional itu juga ada tapi tatanan global tatanan politik global tatanan internasional law semuanya jadi hilang jadi kita seperti tidak ada gunanya begitu ya kalau di bawah Trump karena dia tidak mengikuti international law. Dia semana-mena melakukan decision. Kemudian dia juga tidak mengindahkan tekanan parlemen yang seharusnya secara political science ketika kongres menyebutkan bahwa ini
harus mengikuti ee Undang-Undang 1973 harusnya kan selesai. Tapi ini tidak selesai. Kemudian si Spire oke kita berhenti dengan Iran. Iran itu sudah tidak punya apa-apa lagi. Pangkalan lautnya sudah tidak ada. dia dia umumkan itu, tapi tiba-tiba dia serang dan Iran melakukan retaliasi lagi. Dan sepertinya Trump itu tahu kalau dia melakukan serangan Iran akan menyerang balik dan dia melakukan itu begitu. Jadi Mbak Vena yang tadi Mbak ee tanyakan kapan jadinya Mbak Tia selama Tram memimpin itu kita
tidak bisa memprediksi kapan karena kalau kita merujuk kepada internasional law kepada studi hubungan internasional seharusnya sudah selesai. Nah, sekarang kita kembalikan kepada ee kongres di Gedung Putih. Bagaimana sekeras apa bagaimana atau sekeras apa republik bisa menekan Trump atau misalnya ada wacana impeachment yang sekiranya itu bisa mengerem Trump untuk melakukan statement-statement yang justru menaikkan tensi begitu. Saya saya yakin pembukaan pangkalan militer di Saudi dan Kuwait itu juga atas lobi dia. Karena
sebetulnya kondisi kemarin kan negara-negara Tuk sudah diam, sudah melihat bahwa protection Amerika sudah tidak berguna, mereka sudah akan netral. Tapi tiba-tiba kan kita dikejutkan dengan ini. Begitu. He. Jadi sebetulnya kondisi saat ini ini kan dalam situasi gencatan senjata, Pak. Apakah memang masih gencatan senjata atau sudah mulai perang kembali keduanya? Jadi Amerika itu dari dulu itu terkenal dengan ehionalism atau pengecualian. Dia punya adik kecil namanya Israel juga memiliki ekepsionalism karena backingnya Amerika.
Dan sebagai negara ee adidaya satu-satunya sampai ee tahun 2017 Amerika ee kelihatan ya enggak banyak dosanya karena banyak hal dia jadi polisi dunia dia ngatur tetapi kecil-kecil. Tapi sekarang pada saat ternyata dengan aturan rule base order yang lama ternyata mereka enggak bisa bersaing. Dan ini kan dia bisa bersaing orang ikut ee apa WTO ikut Wi dengan Amerika terpeling untung tapi Amerika juga harus memberi yang lain agar yang lain juga senang gitu. Ternyata pada suatu titik sadar loh ternyata negara lain seperti
Cina seperti Rusia seperti negara lain untung juga ya dengan gini saya harus lebih untung lagi. Kenapa? malah mereka yang punya produksinya di tempat mereka. Mereka dapat lebih, mereka lebih makmur, lebih sejahtera lah. Saya rakyatnya malah banyak yang di jalan-jalan homeless dan segala macam. Nah, itu enggak bisa dibiarkan. Makanya Tram mengambil keputusan untuk itu menurut saya benarlah itu sebetulnya tetapi dia ekstrem ya. Dia langsung membuat menjadi realis isolasionis. Dia langsung tidak ada hubungan internasional, tidak ada
yang berlaku umum. Sekarang dia barter satu-satu kamu 20% 30% pal sekarang kamu nego sama saya. Itu jelas untuk menunjukkan dia ingin punya. Tetapi masalahnya adalah begitu dia punya power di situ, maka power itu tend to corup. Begitu dia ternyata saya punya power sini. Nah, sekarang baru dia punya ide. Wah, itu Venezuela itu kan macam-macam. Saya akan lebih meningkat anunya kalau saya anu Venezuela diatur direkayasa bisalah. Nah, sekarang berikutnya siapa? Datanglah Israel bilang itu Pak Iran itu. Itu hajar saja. Nah, dengan apa?
Udah bisa dengan segala. Tadi kan dia enggak tertarik isu Iran itu urus sana karena dia sebetulnya batu masuk saya akan tidak akan ada perang berlanjutnya. perang sepanjang masa enggak akan ada lagi. Saya akan stop tidak ada lagi apa namanya regim change. Dia bilang begitu yang dia jualan dia. Tapi ternyata begitu masuk di sini nah ini menarik juga ini karena setiap proyek rezim change atau setiap proyek itu datangnya uang. Proyek balkanisasi memecah Yugoslavia itu banyak negara dapat keuntungan karena nanti banyak orang
bisa masuk peluang baru. Negara ini pinjam utang baru. Jadi akhirnya jadi memecah negara itu mendapatkan uang. Nah, sekarang potensi Venezuela bisa dikalukkan ada uang nih masuk bisnis. Nah, Iran lebih gede lagi nih bisnisnya nih bisa didapat kalau kita bisa membuat Iran ini menjadi negara yang lebih terbuka, bisa banyak peluang-peluangnya, potensi itu. Jadi, saya kira di belakang itu seperti itu. Jadi, sekarang balik lagi ee bagaimana ke depannya? ke depannya ya Iran harus seperti ini. Dia harus jangan mau ngalah karena pada
akhirnya Trump pasti akan dihentikan entah oleh rakyatnya langsung atau oleh kabinetnya sendiri pada saat ee beban ekonomi tidak tertanggungkan. Ingat, dia tidak ada masalah untuk membiayai perangnya. Enggak ada masalah. He. Masalahnya adalah biaya enggak kelihatan. Kan bilang, “I sekarang cuma total 30 miliar dolar loh habisnya. Saya punya anggaran 900 miliar dolar. kelihatannya cuma sedikit hanya sekian persen atau 3% daripada anggaran perang. Iya. Tapi kerugian Amerika selama dia dari bulan Februari sampai selama 3
bulan atau 2 bulan ini sudah kehilangan 3,2 triliun dolar. Padahal Amerika itu setahun 3,4 triliun dolar. Padahal dia setahun dia GDP-nya ataupun ee produknya hanya 34 triliun dolar. Berarti sudah 10%. Dan itu akibatnya nanti kelihatan itu sudah gejala akan ada inflasi besar akan jadi resesi, akan mungkin depresi. Jadi orang mikir lah cuman biayanya cuman 30 miliar murah anggaran saya 900 miliar. Iya tetapi kerugian pada masyarakat Amerika dan banyak bisnisnya terganggu itu sudah 3,4 triliun dolar hanya dalam 2 bulan.
Berapa nanti sampai akhir tahun? Itu kan enggak dihitung. yang dihitung cuman biaya perangnya, tidak biaya kerugian akibat banyak hal yang tidak terlaksana, yang tidak bisa ditanam, yang tidak bisa dikirim. Bisnis besarnya banyak yang ee sahamnya rontok semua kan itu tidak disampaikan. Hm. Begitu. Oke. Mas Rizal, kalau Anda membacanya saat ini tuh masih adakah peluang untuk negosiasi damai serius antara keduanya atau justru sudah mengarah ke perang yang lebih besar dalam waktu dekat? Iya, sebenarnya begini. ee untuk
apakah akan ada negosiasi terus kemudian juga akan ada perdamaian. Saya masih optimis gitu ya karena ada negara besar lain yang tentu akan bisa menggiring ke arah perdamaian. He. Dan kemudian juga bagaimana dunia ini tidak akan bisa menerima gitu loh. Apa yang dilakukan oleh Amerika Serikat ini dampaknya sudah ke mana-mana dari soal minyak bu apa minyak segala macam pupuk dan lain sebagainya itu mempengaruhi ekonomi dunia. Nah, kemudian negara apa yang bisa menekan? Ya, ini Cina dan Rusia. Dua negara besar ini.
Dua negara besar ini yang akan bisa menggiring kembali ke perdamaian. Demikian juga ee negara regional yang relatif tidak terlibat cukup banyak dalam peperangan ini, ya. Ini Pakistan. Pakistan memiliki posisi yang cukup baik hubungan dengan Amerika Serikat. dia punya pengalaman panjang dalam global war and terror. Kemudian juga punya pengalaman sekutu bersama dalam perang dingin. Tetapi sekarang Cina dan Pakistan ini memiliki hubungan yang sangat erat sekali gitu loh. Jadi Pakistan dia dekat hubungan dengan Iran, dia juga
punya pengaruh ee terhadap dengan Cina. Nah, dan juga memiliki faktor historis dengan Amerika Serikat. Jadi saya lihat ini Pakistan yang relatif akan leading untuk bisa menjembatani komunikasi antara Iran dengan Amerika Serikat. Di samping Rusia dan Cina yang sebagai negara besar bisa untuk ee apa namanya? Mempengaruhi dan menggiring ke arah ee perdamaian berikutnya. Oke. Tapi kan yang jadi pertanyaan kalau misalnya memang sudah ada negara yang menjadi mediator, tapi kemudian dua-duanya ini masih kekeh
dengan proposal perdamaiannya masing-masing seperti gencatan ee perundingan dua perundingan sebelumnya ini akan bagaimana Mbak Tia? Sebetulnya kan yang proposal terbaru ya, Mbak Vena, yang 14 poin itu hampir ketemu. Sewaktu di Islam Abad juga hampir ketemu. Kalau tidak tiba-tiba kabarnya itu Netanyah HU telepon sama JDV ngapain gitu loh. Mereka lagi berunding terus si eksternal ini ikut-ikut serta begitu kan. Jadi semuanya jadi deadlock kembali. Jadi ada beberapa poin yang saya amati bisa ketemu sebetulnya antara Amerika Serikat
dengan Iran terutama yang berkaitan dengan uang itu Amerika Serikat tidak masalah Mbak Vena. misalnya pelonggaran sanksi primer sekunder atau pelonggaran sanksi yang lain, pencairan aset Iran itu tidak masalah. Bahkan saya melihat ee soal hormus juga tidak masalah sebetulnya itu akan bisa kembali kemudian Iran tidak melakukan ee pungutan. Jadi Sat Horus menjadi salah satu jalan ee apa namanya? tanker-tankker minyak [berdehem] dari Timur Tengah ke beberapa kawasan yang saya lihat justru yang menjadi batu
sandungan itu mengenai front karena itu berkaitan dengan Israel. He. Saya kembali menyalahkan Israel ya. Karena memang salah satu faktor yang menyebabkan Trump se itu juga adalah Israel. Karena apa? Dalam proposal Iran, Iran meminta Amerika Serikat melihat bahwa beberapa front Iran di Timur Tengah itu dianggap sahabat. Itu enggak mungkin. Jadi dianggap berdamai, dianggap bukan musuh. Nah, itu yang membuat juga Amerika Serikat makanya tiba-tiba Trum menyatakan tidak masuk akal proposal [berdehem] Ian tersebut.
Saya melihat bahwa apa yang dimaksud dengan tidak masuk akal itu selain berkaitan dengan nuklir begitu ya, pengayaan uranium adalah juga karena permintaan damai front-front yang dimiliki Iran di kawasan Timur Tengah. Kita hitung front itu siapa? Hamas di Gaza walaupun tidak disebut dalam proposal. Yang kedua, Hezbollah di Lebanon, Koti itu di Yaman itu tiga-tiganya berbahaya. Belum yang di Irak begitu ya. Tapi yang paling dianggap dan mereka menganggap itu teroris itu adalah tiga. Ini secara politik belum ee secara yang lainnya
begitu yang Israel itu tidak mungkin mengapprove itu. Sementara lobi Israel juga cukup IPAK tuh cukup sangat keras di parlemen Amerika Serikat di kongres mereka main semuanya konglomerat-konglomeratnya. Bahkan ada satu aturan di IPAC itu kita akan mendukung siapapun kandidat presiden Amerika Serikat yang mendukung superniti Israel. Jadi kalau tidak mendukung superti Israel mereka tidak akan keluarkan uang. Nah itu juga cukup kuat eh Mbak Vena. Jadi ini tarikmenarik antara keinginan publik Amerika Serikat yang stop eh di
this SWAR dan keinginan si lobi ipak ini sama besarnya begitu. Ini ini saya melihat dari perspektif politiknya begitu ya. Jadi complicated tidak akan selesai. Trump mau mau melihat melihat rakyatnya. Oke. Ee perang ini akan selesai. tiba-tiba ada lobi masuk lagi. Tidak jadi lagi. Belum dengan e kondisi dari personality dari dalam diri dia sendiri yang tiba-tiba e mengeluarkan statement-statement yang memang menaikkan tensi. Jadi tiga faktor itu. Satu, Amerika Serikat rakyatnya dia kadang ee mendinginkan. Kedua, tiba-tiba dia
nyeleneh lagi. Itu keluar dari diri diri dia sendiri. Ketiga, faktor eksternal yaitu Israel yang yang selalu membisiki jangan berhenti untuk berperang dengan Iran. Oke. Nah, ini yang menyebabkan terus ee kondisi Timur Tengah tidak pernah selesai. Dengan faktor-faktor tersebut, langkah apa yang seharusnya dilakukan begitu secara ee di mata dunia begitu? Apa yang dunia bisa lakukan untuk bisa sama-sama menemukan jalan tengah dari ee konflik antara keduanya ini? Nanti kita akan dalami usai jeda. Kami kembali
sesaat lagi pemirsa bersama kami Anda kembali menyaksikan apa kabar Indonesia malam. Kita lanjutkan diskusi kita. Saya mau ke Pak Agung. Pak Agung. Jadi kalau untuk kemudian mencari solusi bersama agar ee konflik ini bisa menemukan titik terang, apa yang harus dilakukan, Pak? Dunia setelah Perang Dunia Kedua dibentuk dengan sistem yang ee berdasarkan suatu pola ee di mana ada PBB dengan Dewan Keamanan dan Majelis Umum di mana Dewan Keamanan itu ee terdiri dari beberapa orang kota dipilih dan pengit tetap yang memiliki hak veto.
Hm. Pemegang hak veto ini adalah ee negara seperti Amerika, Rusia, Cina, ee Jerman dan eh Jerman apa Inggris dan eh Prancis. Ini yang membuat masalah karena tidak semua dari pemilik KVT itu berani semena-mena. Namun Amerika ee dengan segala eksepsionalismennya membuat dia bisa bertindak di luar itu. Namun memang Amerika tuh di dari lahirnya itu lahir bebas dari ee penjajahannya ee kolonia Inggris kan. Nah, dari suatu kerajaan dia berontak karena raja ngasih pajak banyak. Dan dari situ timbul suatu
sifat-sifat ataupun cara pandang yang memandang bahwa mereka adalah orang yang ditakdirkan untuk menjadi apa? Menjadi contoh di dunia. Contoh yang baik. Dulu mereka ee isolasionis tapi sekarang menjadi itu. Nah, sistemnya di dunia setelah perang dunia kedua setelah e berakhirnya perang dingin di mana e jenis Soviet kalah kan dia tumbuh selama tahun 91 sampai ee sampai hampir 25 tahun kemudian itu membuat Amerika tuh punya suatu apa ya suatu posisi yang istimewa dan memang istimewa negara ini. Namun dia sangat
menguasai tidak saja diplomasi informasi militer, ekonomi, tapi juga culture, budaya, financial budaya dia sangat semua. Kalau suruh milih tinggal di Iran atau Amerika, mungkin orang pengin tinggal Amerika kan asal punya duit. Ee kemudian finance. Finance dia menguasai banyak ini dan dia punya kemampuan finance karena dolar itu menjadi apa? Menjadi ee pedoman apa yang digunakan untuk ee ee transaksi apapun apa e terutama kalau begitu ee minyak dipack kepada 6 metro dolar. Nah, sekarang apa yang dilakukan oleh dunia?
Karena ternyata kelebihan ini atau ee semacam keistimewaan daripada Amerika ini digunakan secara sewenang-wenang, maka tentunya ee negara-negara lain juga harus mulai menunjukkan sikapnya dan itu sudah berjalan. Eropa sudah mulai mulai tidak patuh, di Asia mulai tidak patuh. Maka kita bersama-sama seharusnya negara-negara ini ee tetap menjalin hubungan dengan Amerika, tetapi jangan sampai mau terikat pada perjanjian contohnya perjanjian dagang. Habis itu nanti kita sepakat penyandang Amerika nanti kita ikut embargo negara lain.
Karena kemampuan perjanjian semacam ini yang membuat banyak negara berdagang dengan Amerika tetapi kemudian dia ikut menjadi ee proxinya Amerika untuk membuat negara lain yang di tidak disukai menjadi lemah. Akhirnya semua dibauasan. Iya. Nah, mungkin sebaiknya ya dunia-dunia itu membatalkan semua kerja khususnya yang dibuat sama Trump yang terakhir ini yang banyak perjanjian dagang yang dipaksakan untuk persentas semua membatalkan seperti Malaysia sudah membatalkan. ada negara lain membatakan itu harus diambil
tindakan seperti itu. Tapi kan itu hanya pendapat saya ya. Tetapi yang jelas apa yang dilakukan oleh ee Iran itu bagus sekali dalam konteks membuat Amerika sudah kelihatan tidak mampu tidak suatu negara yang tidak lebih kuat Amerika mampu membuat Amerika menjadi gentar dan itu membuat dia menjadi praktis di Timur Tengah dia sudah tidak ee ee tidak lagi posisinya sama dengan yang dulu. Oke. Jadi yang perlu kita kerjakan adalah kita sebenar caranya kita jangan selalu mau masuk perjanjian yang merugikan
hanya bilateral saja. Itu aja Mas Rizal. Ada analisa lain apa yang harus dilakukan? Ya. Jadi begini ee kalau saya lihat awal dari bagaimana Amerika Serikat ini mencoba untuk menggoyang Iran sebetulnya sudah lama. He. Cuman yang terjadi pada masa Donald Trump itu apa yang dilakukan adalah bagaimana melakukan operasi intelijen. Oke. Operasi intelijen dengan mendorong kelompok monarki ini ya, pendukung monarki dan kaum liberal ini untuk demonstrasi-demonstrasi di jalanan. H. Nah, kemudian juga untuk melakukan
perlawanan bersenjata dia coba melakukan subversi melalui kelompok Kurdi. Iya. Dan semuanya itu diawaki oleh CIA dengan unit yang dinamakan National Clandestone Service dari CIA. Dan tapi ternyata itu gagal. Itu gagal. Akhirnya Trump itu memiliki opsi yang dia pilih adalah militer melakukan invasi bersama-sama dengan ee Israel dan juga ternyata itu juga gagal berkeman. Jadi akhirnya di sini menyimpulkan bahwa perumusan kebijakan itu seperti saya bilang tadi selalu dinominasi oleh faktor individu
dengan sedikit agak mengabaikan pertimbangan profesional dari ee stakeholder terkait terutama ee kepenttian departemen luar negeri, kepti pertahanan dan juga dari ee pimpinan dari intelijen itu sendiri. Nah, sekarang apa yang harus kita lakukan? Dan tentu sekarang dampaknya ini sudah sangat luas sekali. tidak hanya di regional, tetapi juga di ee global dan juga terutama terhadap Indonesia juga dengan naiknya harga minyak, gas, dan juga kemungkinan potensi kita kelangkaan gas dan lain sebagainya. Nah, tentu harus
ada langkah diplomasi proaktif bersama-sama dengan negara yang sudah terlebih dahulu leading dalam mencoba untuk menggiring ke arah perdamaian. Ya, seperti disampaikan tadi Pakistan, Cina, dan Rusia itu merupakan tiga negara besar yang bisa men-drive untuk bagaimana ee perdamaian itu bisa diimplementasikan. Oke. Jadi mungkin tekanan peran dari Indonesia bisa dilakukan dengan lebih proaktif dengan bekerja sama dengan negara-negara tersebut. Oke. Lebih proaktif ya. Berarti ya terakhir sebagai penutup adakah analisa
lain? Ya, saya pikir karena background-nya Trum itu adalah bisnis bisnismen ya, jadi harus diselesaikan dengan cara bisnis juga. supaya dia diam, kita bikin dia rugi bagaimana caranya begitu ya. Jadi kalau dia mengeluarkan statement efeknya itu adalah ke kerajaan bisnis dia itu rugi, maka saya pikir dia akan menghentikan perang itu dengan sendirinya karena Trump sudah tidak takut dengan partainya, Trump sudah tidak takut dengan rakyatnya, begitu ya. Jadi memang bagaimana caranya supaya secara bisnis pribadi itu dia merugi
begitu ya. Jadi ee tidak tidak ada yang bisa mengerem dia. Sementara perang ini tergantung dari dia. Kalau dia bilang selesai, selesai. Kemudian kembali ke perundingan. Nah, dalam perundingan mungkin saya pikir juga harus ada perubahan mediator. Oke. Saya berharap Cina mau tapi kenyataannya Z sampai hari ini belum ada statement itu, Mbak Vena. Iya, kita tentu sambil memantau ya bagaimana perkembangan terbaru. Mudah-mudahan keduanya ini benar-benar berhasil bisa masuk ke meja perundingan dan juga bisa muncul begitu
hasil ee upaya damai negosiasi damai yang disepakati oleh keduanya agar tidak lagi kemudian ee mengarah kepada perang yang lebih besar. Terima kasih Pak Agung, terima kasih Mbak Tia, terima kasih Mas Rizal sudah bergabung bersama kami di Apa kabar Indonesia malam. Semoga semuanya sehat selalu.

Komentar