Berita Terpopuler
Beranda / Berita Terpopuler / Rumah Respons Kelaksanaan Unjuk Rasa di BGN: Menerima Kritik Masyarakat, Sistem Dapur Terus SOP

Rumah Respons Kelaksanaan Unjuk Rasa di BGN: Menerima Kritik Masyarakat, Sistem Dapur Terus SOP

Gelombang unjuk rasa yang melanda kantor pusat Badan Gizi Nasional atau BGN langsung memicu respons cepat dari lingkaran dalam istana kepresidenan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membuka suara terkait tuntutan masyarakat dan mengakui adanya kluster permasalahan dalam tata kelola program makan bergizi gratis. Saat memberikan keterangan pada Kamis 11 Juni hari ini, Mensesnek Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pemerintah telah memetakan kluster-kluster hambatan yang harus segera dibenahi dan ditata ulang.

Kendati diwarnai aksi protes warga hingga pengendara jalan, Prasetyo mengklaim sebagian besar operasional program pemenuhan gizi di lapangan sejatinya masih berjalan lancar sesuai mekanisme dan SOP yang ditetapkan. Guna meredam polemik, Prasetyo membeberkan hasil rapat darurat bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Pemerintah menyepakati adanya penataan menyeluruh terhadap sistem birokrasi di internal BGN. Langkah evaluasi total ini sekaligus menandai babak baru transisi program di bawah Nahoda pimpinan baru BGN Nanik SDang pasca pencopotan jajaran manajemen sebelumnya yang tersandung kasus hukum.

Di bawah kepemimpinan baru, istana menegaskan arah implementasi program makan bergizi gratis akan dirombak dan difokuskan ke wilayah 3T, yakni daerah tertinggal, terdepan, dan terluar di Indonesia. Tak hanya geografis, sasaran penerima manfaat juga akan diperketat demi menjangkau kelompok rentan atau 3B, yang mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta balita non PUD yang selama ini luput dari pengawasan. Pergeseran strategi ke wilayah Privery dan kelompok rentan ini menjadi ujian perdana bagi manajemen baru BGN untuk mengembalikan kepercayaan publik dan membersihkan program prioritas nasional dari celah penyimpangan anggaran.

SG sekarang juga segel segel segel PG segel PG sekarang. Terima kasih teman-teman kita senasib enggak guna MPG enggak guna enggak guna guna pendidikan lebih pendidikan lebih penting lebih dari terus kita berangkat apa yang dilakukan Kami juga.

Geger pembunuhan berantai di Patikraja Banyumas, pemuda 24 tahun nekat habisi nyawa selingkuhan dan tenggelamkan neneknya ke sumur

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *