Hai di sini apa kabarnya di sana? Kalau kabarnya MSCI ini sudah mengeluarkan hasil rebalancing-nya di bulan Mei 2026 dan hasilnya memang ada belasan Miten Indonesia yang dikeluarkan. Lalu bagaimana dampaknya untuk market kita? Langsung saja kita bahas bersama pengamat pasar modal ada Mas Hendra Wardana di sini. Terima kasih Mas Hendra sudah bergabung bersama kita di Cionom Putaan. Mas Hendra langsung aja ya. Ini kan sudah keluar nih hasilnya dari hasil rebalancing MSCI di Mei 2026 ini. Apa yang paling mengejutkan? Kalau
dari perspektif ee Mas Hendra, ada enggak sih yang bikin mengejutkan gitu? Sebenarnya enggak ada yang mengejutkan ya, karena udah di eh reminder, sudah diingatin juga oleh MSCI bahwa memang ee akan ada yang didelate salah satunya memang saham-saham yang mengandur atau high shareholder concentration. Dan kalau misalnya kita lihat sesi 1 hari ini ISG sendiri melemah sebesar 1,81% atau 124 poin atau berada di level 6.734. Dan di antaranya saham-saham yang ee terdelete itu seperti eh AMRT mengalami
pelemahan 2,47%, AMMN sebesar 10,32%, TPI mengalami minus yang cukup signifikan 14,85%, cuan 9,52%, brand 8,03%, dan DSSA sebesar 9 eh 9%. Nah, kalau misalnya kita lihat terkait dengan ee review dari MSI sendiri terkait dengan ee dini hari ee tadi ee terkait dengan tanggal 13 Mei 2026 dengan tanggal efektifnya 29 Mei 2026 setelah penutup perdagangan memang hasil review ini memang memvalidasi terkait dengan kekhawatiran pasar nih. Jadi tidak ada ee penambahan terkait dengan saham baru eh Morgas capital index eh
Indonesia gitu kan. dan terdapat 6 yang tadi di-delete dari standar index serta 13 dari small cap index dengan IMRT mengalami downgrade dari standar ke small cap. Jadi kalau misalnya dibilang apakah saat ini sudah press in gitu kan bisa dibilang tidak sepenuhnya press in. Karena kalau misalnya kita lihat sejak awal Januari sampai kemarin tanggal 12 Mei, asing sendiri sudah mencatatkan ee di pasar modal kita sudah mencatatkan nel sebesar 49,2 triliun. Jadi menunjukkan bisa dibilang sebagian besar
tekanan sudah terserap. Namun penjualan asing kemungkinan masih akan terjadi ketika misalnya mendekati ee 29 Mei dengan estimasi kemungkinan total outflow sekitar 10 sampai 31,5 triliun triliun. terutama terhadap saham-saham yang eh sudah keluar dan saham-saham yang eh terkait dengan HC atau high shareholder concentration. Mungkin itu dulu, Mbak Riska. Oke. Berarti sampai tanggal 29 Mei akan diberlakukannya ke apa ya keputusan ini gitu, itu polatilnya masih akan sangat tinggi gitu ya atau detailnya akan
seperti apa sih respon dari market ini? Iya, betul sekali ee Mbak Riska. Jadi bisa dibilang kondisi market kemungkinan masih akan bergerak dalam range yang cukup lebar. Jadi bisa saja ISQ akan menyentuh level psikologis 6.700 atau bahkan 6.600 atau bahkan 6.500 gitu loh. Walaupun memang kalau kalau kita lihat saham-saham perbankan seperti BBCA, BBCA saat ini tidak mengalami koreksi yang signifikan, hanya mengalami koreksi sebesar 0,82. Terus juga kalau misalnya kita lihat katakanlah ee BMRI saat ini
hanya mengalami koreksi 0,9 ee%. Jadi memang saham-saham yang lebih ee lebih dampaknya terhadap IASG adalah saham-saham yang terdelete dari murgan ST capital index yang membuat bobot dari IASG itu bisa dibilang akan mengalami pelemahan atau mengalami koreksi. Kemungkinan ISG dengan kondisi sekarang ISG berada di level 6.740 745 bisa saja ISG akan coba ee di level psikologisnya di level 6700 atau bahkan 6.600. Kita akan lihat nanti sampai tanggal 29 Mei kemungkinan masih akan ada ee aksi taking profit atau aksi eh
rebalancing. Jadi akan ada saham-saham yang pastinya e akan outflow asing akan outflow di sana. kita akan lihat nanti pada saat ee selesai perdagangan apakah hari ini asing mencatatkan selal berapa gitu. Oke. Nah, kalau ngomongin tentang emiten SAM yang dikeluarkan itu kan tadi ada enam emiten yang dikeluarkan dari global standar index itu ya. Benang merahnya apa sih kalau kita bisa lihat benang merah dari keenam emiten ini yang dikeluarkan? Iya, pastinya kalau misalnya dilihat dari keenam eh enam emiten e tersebut
adalah saham-saham yang notab-nya mengandung eh high shareholder concentration ya atau katakanlah free float-nya yang nota B-nya memang pada saat itu dipertanyakan oleh Morgan Stanley. Jadi mungkin Morgan Stanley enggak pengin ribet. Oke, dikeluarin dulu. Tapi nanti kan akan di-review lagi. Nanti akan di-review lagi. Kita akan lihat apakah nanti ketika misalnya memang free float-nya sudah sesuai dengan standar dari Morgan Stanley, bisa saja nanti pada saat eh pada saat review di bulan Agustus berikutnya bisa saja
akan ada yang dimasukkan lagi. Tapi kita akan lihat lagi nanti perkembangan dari kondisi dari regulator kita, kondisi dari implementasi yang ada di pasar modal kita seperti apa. pasti Morgan akan update selalu kondisi tersebut sehingga diharapkan adalah ya saham-saham yang nota B-nya tadinya terdelete ee bisa kembali lagi masuk ke Morgan ST Capital Index. Oke. Dan yang menarik ada satu saham AMRT ya yang dari standar indeks itu turun ke small caps itu bagaimana Anda memaknainya Mas Hendra? Iya. Sebenarnya
untuk AMRT sendiri memang kalau misalnya kita lihat memang penurunannya pun juga ee sudah cukup e signifikan ya. Walaupun memang notab-nya memang dia didelete dari standar indeks menjadi katakanlah small cap. Saya lihat memang penurunan hari ini hanya sebesar 1, ee 7%. Jadi memang belum signifikan untuk penurunan. Tapi memang ada pola kalau misalnya berdasarkan teknikal sendiri ada pola ee double bottom untuk AMRT. Jadi kalau misalnya sekarang harga price-nya di level 1390, dia tadi sempat low-nya itu
di di 1305. Jadi mungkin menarik untuk speculative buy untuk AMRT. Walaupun memang sebenarnya kalau misal dibilang aman atau tidaknya untuk AMRT, kita tunggu nanti sampai benar-benar selesai pada saat efektifnya di tanggal 29 Mei. Jadi lebih baik sabar dulu. Tapi kalau misalnya memang ada momentum dan non tabenya memang sudah ada teknik ribon mungkin bisa untuk spekulative buy untuk saham AMRT. Oke. Dan secara spesifik ini kan di standar indeks itu ada tiga saham Mbak Konglo nih ya. Eh, Mas Hendra. Jadi
kira-kira bagaimana nih nasib dari emiten Konglo itu sendiri nantinya? Iya pastinya ee saham Konglo ee berdampak ya kalau misalnya kita lihat katakanlah hari ini kalau misalnya ee kita lihat secara data saja misalnya saham brand hari ini sudah sudah melemah sebesar 8,31%. Terus juga kalau misalnya kita lihat katakanlah TPI sudah mengalami pelemahan sebesar 14,85% dan kalau misalnya kita lihat ee cuan saat ini ee sudah mengalami pelemahan sebesar 8,99%. Apakah dampaknya signifikan terhadap sang konglomerasi? Pasti sangat ee
signifikan karena suka enggak suka memang saham-saham tersebut memang sudah mengalami kenaikan ee kenaikan cukup signifikan juga gitu kan. Tapi kalau misalnya kita lihat tarik dari all time high-nya dengan katakanlah saya ambil eh ambil contoh misalnya brand brand eh mengalami eh all time high-nya itu di level 10.000 10.725 sekarang sudah di angka 3.300 berarti sudah mengalami koreksi sekitar 60 sampai 70%. Apakah ini sudah price in gitu kan. Balik lagi ke fundamental ekonominya eh saham dari brand itu seperti apa. Kalau saya
melihat memang tekanan jualnya masih cukup besar untuk saham-saham seperti brand TPI. Jadi memang tunggu momentum ketika misalnya memang sudah dianggap ee jenuh ee jenuh ee jual. Jadi ketika misalnya sudah dianggap posisinya sudah jenuh jual gitu kan baru kita momentum untuk ee ada reversal di sana. Tapi kalau misalnya saya lihat sampai saat ini masih membentuk all time low. Jadi masih akan ada koreksi lanjutan ketika misalnya sudah ada tanda-tanda reversal, baru kita mungkin bisa untuk speculative
by di saham-saham brand TPI ataupun saham-saham cu. Jadi dengan kata lain ee beberapa harga emiten saham yang memang dikeluarkan ini ya ee terutama mungkin yang konglow juga gitu masih belum harga bottom ya, masih ada kemungkinan lagi harganya akan turun ke depan gitu. Betul. Saya selalu bilang di capital market, kita enggak akan bisa ee memprediksi atau menganalisis saham yang harga sahamnya naik, dia bakal bisa naik ee naik lagi gitu loh, bahkan bisa break out terus, saham yang turun bisa breakdus gitu loh. Balik lagi ketika
misalnya tekanan jual terhadap suatu saham tersebut masih cukup besar dan belum ada perlawanan untuk ee teknik rebound, lebih baik kita sabar dulu ibaratnya jangan ngambil pisau jatuh gitu kan. Jadi lebih santai ketika misalnya memang ee udah ibaratnya udah posisi jenuh jenuh jual banget ibaratnya udah ada udah ada ee demand, udah ada pembalikan arah, udah ada price action-nya, candlestick-nya sudah mulai ee reversal, baru mungkin kita bisa untuk spekulative by. Tapi saya melihat tekanan terhadap saham-saham tersebut
masih cukup tinggi. Terbukti masih masih eh all time all time low sampai saat ini. Jadi kita tunggu saja sampai tanggal 29. Jangan-jangan saham saham tersebut sampai tanggal 29 masih membentuk all time low-nya gitu. Tapi kalau misalnya memang sudah ada sudah ada teknik rebound, sudah ada akumulasi dan asing juga sudah mulai ada akumulasi atau sudah mulai net by mungkin bisa untuk spekulative buy. Oke. Jadi kalau ditanya kapan waktu yang tepat gitu, gimana nih jawabannya Mas Hendra? Kalau saya selalu bilang di capital
market kita enggak akan tahu ada waktu yang tepat untuk beli itu kapan. Cuma setidaknya kita bisa menganalisis ketika misalnya memang masih ada tekanan tekanan jual yang sangat agresif, kita sebagai ritail jangan coba-coba untuk katakanlah beli gitu loh dengan kondisi sellernya masih cukup besar. Jadi lebih baik tunggu sellernya reda. Ketika misalnya memang ada momentum untuk membalikkan arah baru kita bisa spekulatif di sana. Tapi untuk saham tersebut saya lihat masih cukup besar ee tekanan jualnya. Oke, jadi ee yang bisa
dilakukan atau bagaimana Ritail menghadapi hasil pengumuman ini adalah bersabar dulu gitu ya, Mas Hendra. Iya, betul. Kita harus bersabar karena suka enggak suka memang saham tersebut ee dampaknya ee cukup besar walaupun memang ee bisa dibilang ee sudah mengalami koreksi signifikan gitu kan ya. Tadi saya sampaikan koreksi sudah lebih dari 60 sampai 70%. Tapi saya selalu bilang di market, saham yang naik bisa naik lebih tinggi lagi. Saham yang turun pun juga bisa turun lebih tinggi lagi e turun lebih e rendah lagi. Jadi
lebih baik ee lihat momentum ketika misalnya sudah ada tanda-tanda reversal baru mungkin kita bisa untuk spekulative buy terhadap saham-saham yang memang dikeluarkan oleh Morgan Stanley Capital Index. Oke. Tadi kan kalau dalam jangka pendeknya ada prospek di mana IHSG bisa menyentuh 6.700 sampai 6.500 gitu ya. Nah, untuk sampai akhir tahunnya kira-kira hasil rebalancing MSI ini akan memiliki dampak sejauh itu enggak untuk HSG? Iya, pastinya eh MSI ini salah satu faktor aja sebenarnya, salah satu faktor
terhadap ee laju dari eh IASG itu sendiri. Tapi banyak faktor pastinya bukan hanya dari Morgan Stanley aja, tapi dari nilai tukar rupiah kita yang notab-nya sudah di posisi 175. Sedangkan ee poster APBN kita di ee 16.500 00 juga terkait dengan katakanlah oil kita di poster APBN kita 65 sekarang oil sudah di atas 100 kemungkinan defisit kita akan lebar dan ekonomi kita juga kemungkinan juga katakanlah akan melambat walaupun memang di angka kuartal 1 kemarin di angka 5,6 tapi bisa dibilang hal-hal seperti itu yang
dikhawatirkan akan berdampak terhadap IASG sampai akhir tahun. Karena suka enggak suka defisit APBN kita sudah di angka 0,93 atau di 20 ee ee triliun. Ketika misalnya postur APB in oil kita 65 ternyata 100, kurs kita di 165 sekarang posisinya ternyata 175 mungkin saja defisit kita bisa bisa melebar lebih dari 3% gitu loh. Jadi hal itu yang dikhawatirkan. Jadi Morgan Stanley ini hanya salah satu faktor tapi banyak faktor-faktor lain pastinya yang akan membebani IASG. Makanya suka enggak suka kalau misalnya kita lihat beberapa
saham ee di capital market ee beberapa ee regional mengalami eh all time high gitu kan seperti NK POSP gitu kan atau bahkan Dow Jones SNP mengalami all time high tapi kita secara your owner itu sudah mengalami pelemahan sebesar 20% berarti memang ada yang salah nih dari kita nah apa yang yang salah dan sama-sama kita harus perbaiki baik itu dari sisi pemerintah baik itu dari sisi regulator. Oke. Ini kalau ngomongin tentang tadi salah satu faktor lainnya adalah kelemahan rupiah ya, yang di mana sudah
sampai tembus Rp17.500 ee kemarin. Bagaimana tuh berarti ee sejauh ini dampaknya dan seberapa besar dampaknya untuk market kita? Iya, dampaknya suka enggak suka pasti ee bisa dibilang ee sangat berdampak ya terhadap ee terhadap IG sendiri. Makanya kita lihat ee outflow masih terus ee ee terus berjalan sampai saat ini. Kalau misalnya sampai dari saya tarik kalau misalnya kita cek dari awal Januari sampai ee 12 Mei kemarin asing itu udah netell di market kita sekitar 49,2 triliun dan rupiah kita yang tadi
disampaikan oleh Mbak Riska sekitar posisi 17.500. Sedangkan nilai tukar rupiah kita di posur APBN itu posisinya di 16.500 1500 dan oil kita di angka 65. Sekarang posisinya sudah sudah di angka lebih dari 100. Nah, otomatis akan ada kemungkinan akan ada defisit yang nota B-nya 0,93 akan melebar mungkin di angka 3 atau bahkan 4%. Hal ini yang akan dikhawatirkan para pelaku pasar, para pelaku industri, salah satunya itu pasti akan berdampak. Begituun juga emiten-emiten yang notabelnya pasti akan dirugikan seperti sektor perbankan gitu
kan. sektor konsumer yang labnya pasti marginnya akan tergerus atau sulit terkait dengan kenaikan harga jual. Begitu pun juga otomotif pastinya terkait dengan komponen-komponennya otomotif sendiri komponen-komponennya juga pasti masih impor gitu kan pasti akan membengkak terkait dengan harga kenaikan ee kenaikan kendaraannya. Begituun juga farmasi. Kita sama-sama tahu bahwa farmasi di Indonesia masih mayoritas, bahan bakunya juga masih impor dari India atau Cina dan biaya produksi juga pasti naik. Begituun juga
properti, rata-rata properti di Indonesia hutangnya masih menggunakan dolar. Ini beberapa emiten dan beberapa sektor yang notab-nya pasti akan tertekan terkait dengan ee melemahnya kurs kita dalam hal ini sudah berada di area posisi 17.500. Oke, di balik tadi ada banyak sekali yang emiten saham yang tertekan gitu dengan adanya e pelemahan rupiah. Ada enggak sih, Mas secerca harapan yang memang teruntungkan gitu? Iya, pastinya saham-saham yang diuntungkan basis ee terkait dengan komoditas ya. Terkait komoditas pastinya
batubara seperti Adaru, PTBA, ITMG, Bumi Haro pasti mengalami keuntungan dalam halh tersebut karena menggunakan pendapatannya pasti 100% menggunakan USD dari ekspor gitu kan. Dan biaya operasinya pun juga bisa dibilang sama gitu loh. Nah, begitu pun juga terkait dengan nikel, Antam, Inco, MDKA pasti akan diuntungkan terkait dengan ekspor nikel dan ee produk dari turunannya. Begitupun terkait dengan ee minyak dan gas, terkait dengan saham-saham seperti MECO, PEGAS, Elsa atau Energi itu pasti diuntungkan. Begitu pun juga CPO. Tapi
hal yang yang harus dikhawatirkan adalah kita sama-sama tahu pada saat ee perdagangan hari Jumat ya, Jumat tiba-tiba ee Pak Balil menyampaikan bahwa akan ada namanya winfall gitu kan, teks yang nota B-nya dikeluarkan ke ee emiten-emiten komoditas. Walaupun memang pada saat hari Selasa tiba-tiba ditunda gitu kan, akhirnya berdampak lagi positif. Tadinya negatif tiba-tiba positif. Makanya kita akan lihat ke depannya seperti apa kebijakan-kebijakan tersebut. Karena suka enggak suka memang kebijakan dari pemerintah ini pasti akan
cepat direspon oleh para pelaku pasar, baik itu good news atau bad news. Tapi kalau ditanya mana yang paling berpengaruh antara MSCI dan perumahan rupiah begitu atau mungkin ada kebijakan makro defisit tadi? Mana yang paling berpengaruh terhadap kondisi market kita sekarang nih Mas Hendro? kondisi market semuanya ee berdampak semua karena saya melihat memang sampai saat ini saya melihat belum ada sentimen positif di di Indonesia baik itu dari pemerintah sendiri, baik itu dari regulator sendiri gitu kan. Jadi masih belum ada sentimen
positif. Jadi saya harus menyampaikan kalau misalnya kondisi IASG kita dengan kondisi sekarang di posisi 6.745 ya mungkin saja akan ke level 6.600 atau bahkan 6.500 1500 karena memang belum ada sentimen positif gitu loh. Sentimen-sentimen kita semuanya ee negatif gitu loh. Baik dari pemerintah kita terkait dengan kursnya kita posisinya di angka 17500 terus oilnya di angka 100 sehingga apa poster APBN kita ee minyaknya di 65 sekarang sudah di 100 PORS-nya di 165 sekarang sudah di 17 gitu kan. Terus ada kebijakan-kebijakan
yang notab-nya menghambat ee emiten untuk labanya labanya besar gitu ya terkait dengan wimfall pajak tambahan dan sebagainya itu akan membuat negatif juga terkait dengan Morgan Stinley terus juga terkait dengan Futsi terkait dengan Russel Moodis yang notabnya eh outlook kita eh di eh yang notabnya tadinya stabil didowrade menjadi negatif. Nah, hal-hal tersebutlah yang saya lihat kita belum ada sentimen positif nih untuk HSG. Harapannya apa? Harapannya ke depan pastinya pemerintah kita bisa melihat
ini bahwa memang ada yang salah nih dari kita dan apa yang harus kita sama-sama perbaiki supaya apa? Supaya pemerintah juga dilihat responnya positif oleh para pelaku pasar. Begituun juga regulatornya juga dilihat direspon positif oleh pelaku pasar. Jadi kalau ditanya mana faktor yang paling berdampak semuanya tuh jadi kayak saling ee berkaitan gitu ya dan memberikan efek yang sangat besar juga buat PHSG. Nah, tadi ada harapan agar e dari pihak regulator melakukan perbaikan. Detailnya apa nih ee Mas
Hendra yang memang lagi dibutuhkan banget oleh market untuk diperbaiki? Iya, perbaikannya sebenarnya lebih ke arah kita akan lihat nanti terkait dengan implementasinya, terkait dengan e free flat sampai sejauh ini kan sudah jalan terkait dengan e free flot yang notabnya memang e 7,5% menjadi 15% terus juga ee parameter dengan transparansi yang tadinya 5% menjadi 1%. Tapi memang ya ini kita akan kawal terus secara implementasinya seperti apa. Tapi memang memang paling penting adalah terkait dengan perbaikan dari sisi ekonomi kita
sendiri sih. Ekonomi kita sendiri ee terkait dengan ee nilai tukar rupiah kita memang harus benar-benar terjaga karena suka enggak suka memang kita harus melihat bahwa angka inflasi di Amerika sendiri ee tadi malam naik gitu kan. Jadi dan bisa dibilang kita masih akan dihadapi dengan era suku bunga yang tinggi gitu loh. Era suku bunga yang tinggi dan kemungkinan the ee akhir tahun tidak akan menurunkan suku bunga. Nah, ini yang di ini yang kita harus siap. Ketika misalnya DET tidak menurunkan suku bunga, otomatis Bank
Indonesia pun juga tidak akan menurunkan suku bunga. Nah, apakah ekonomi kita udah udah siap dengan kondisi sekarang gitu loh dengan kondisi ee suku bunga kita enggak mau enggak diturunin gitu loh. Ibaratnya enggak diturunin. Enggak diturunin dengan kondisi saat ini aja kurs kita sudah 175 gitu. Apalagi diturunin gitu kan spread antara dolarnya akan semakin sempit dan akan yang dikhawatirkan akan banyak lagi capital outflow sehingga kurse kita akan makin dalam. Nah, kita akan lihatlah nanti ke depannya seperti apa.
Oke, jadi sekarang strategi nih yang bisa dilakukan retil kita bagi dua antara jangka pendek dan jangka panjangnya. Jangka pendeknya dulu kira-kira apa nih strategi yang bisa dilakukan oleh Ritael Cenderal? Ee strateginya cukup cukup berat nih kalau ditanya terkait dengan apa yang harus dilakukan gitu ya. Tapi memang saya melihat beberapa saham, beberapa saham ee perbankan memang nota B-nya bisa dibilang sudah cukup murah. Tapi saya selalu bilang murah bisa lebih murah lagi. Tapi setidaknya kita coba
perhatikan dulu saham-saham seperti BBCA ee BBCA Mandiri ee Telkom itu beberapa saham yang notab-nya ee dikeluari oleh MSCI tapi memang secara price sudah cukup murah dan kita akan lihat nanti ketika misalnya memang tekanan jualnya sudah mulai terbatas mungkin bisa untuk spekulatif buy itu saham-saham seperti BBCA, Mandiri dan Telkom. Begitu pun juga sebenarnya Antam dia di-delete tapi dia hari ini juga mengalami tadi sempat koreksi signifikan tapi tadi saya lihat ee saat ini sudah sudah ee melemahnya
hanya 50 poin. Jadi sebenarnya sudah mulai terbatas koreksinya tapi tetap kita harus ngelihat momentum-momentum lagi secara price action-nya seperti apa. Tapi memang masih banyak saham-saham yang bisa untuk katakanlah ditrending jangka pendek sampai ee swing trade. Tapi kalau misalnya untuk long term sampai akhir tahun saya melihat masih cukup masih cukup berat karena saya melihat ee masih belum ada apa ya masih belum ada yang benar-benar konkret terkait dengan ekonomi kita. Karena suka enggak suka sebagai para pelaku pasar
pasti akan ngelihat kursnya di mana. Pasti itu kuncinya di kurs. Kalau misalnya kursnya kejaga, otomatis untuk ee untuk ee untuk emiten-emiten yang notab-nya berbasis dolar pun juga akan lebih lebih percaya diri lagi kalau kursnya terjaga. Tapi kalau misalnya kursnya enggak terjaga, ya mereka akan lebih hati-hati untuk belanja modalnya. Karena hutang rata-rata ee perusahaan Indonesia tadi yang saya sampaikan properti rata-rata menggunakan dolar. Dan yang dikhawatirkan ya pasti ee sampai akhir tahun ketika kurs kita
tidak terjaga ya otomatis akan berdampak cukup signifikan untuk emiten tersebut. Oke. Jadi kalau ngomongin tadi strategi jangka panjangnya balik lagi bagaimana melihat ee kondisi dari ini ya bagaimana pemerintah menyikapi ekonomi makro kita gitu ya Mas Hendra. Betul. Betul sekali karena bisa dibilang ya kebijakan paling penting gitu loh. Market pasti akan respon. Oke, misalnya kemarin tiba-tiba Winfall ada pengin kenaikan pajak terkait komoditas, tiba-tiba saham-saham ee berbasis komoditas ya kan seperti timah ee timah
ee TINS mengalami penurunan lebih dari 5% 15% gitu kan. Begitu pun saham-saham yang lain. Jadi bisa dibilang ya ee pemerintah juga harus bisa membaca situasi ini secara keseluruhan karena bisa dibilang market kita, saya selalu bilang market kita dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Karena kalau misalnya kita kalau misalnya alasannya memang karena wah bursa bursa ee ekonomi yang lain juga terdampak kok terhadap terhadap apa namanya perang Amerika dan Iran. Coba deh lihat nilai kurs ringgit ee terhadap ringgit terhadap dolar dia
justru ringgit menguat loh. But Thailand juga justru dia menguat loh 2% selama ee selama 1 tahun. Begituun juga capital marketnya mereka loh. Malaysia menguat loh year on year, Thailand menguat loh year on year gitu kan. Bahkan NIKE Cospi lebih dari 20 sampai 30% year on year-nya menguat. Tapi kenapa kok kita year on year-nya mengalami koreksi 20% gitu kan. berarti ada yang salah nih terkait dengan kondisi dari kita, baik itu dari sisi pemerintah, begitupun dari sisi ee ekonomi kita, begitupun dari sisi regulator yang
menyikapi bahwa bursa kita dalam kondisi tidak baik-baik saja. Mungkin itu, Mbak. Oke, terakhir nih mengutip tadi dari perkataan Mas Hendra, market kita dalam kondisi tidak baik-baik saja. Boleh Mas Hendra kasih pesan nih. Boleh cerita mungkin semangat atau motivasi gimana gitu. Eh, saya selalu bilang kita harus realistis dengan kondisi market. Eh, ketika misalnya ISG sudah breakdown ee mungkin boleh lihat rekaman sebelumnya saya bilang ketika misalnya ISG sudah breakdown pos psikologisnya 7.000, ada
support klasic di sana di level 6.917 dan kemungkinan akan berada di level 6.600 dan sekarang posisinya sudah di level 6.739 berarti tinggal 139 poin lagi ke 6 gitu atau bahkan 6.5. 500. Jadi lebih hati-hati lagi, lebih selektif lagi ketika misal untuk ee untuk melakukan eksekusi beli saham. Karena dengan kondisi saat ini siapapun pasti sulit untuk melakukan ee untuk melakukan cuan di di saham kita. Jadi bisa dibilang lebih hati-hati, lebih selektif lagi ketika misalnya ingin membeli suatu saham gitu.
Oke. Dan ya semoga badai ini segera berlalu ya, Mas Hendra. Dan tentunya tadi pesannya penting banget untuk kita lebih hati-hati dan juga selektif ya. Terima kasih banyak Mas Hendra untuk perbincangannya kali ini dan teman-teman demikian untuk topik kali ini. Sampai bertemu di topik lainnya. Sampai jumpa. Yeah.

Komentar