Berita Utama
Beranda / Berita Utama / Pengamat: Jika China Terang-Terangan Dukung Iran, Amerika Serikat Tidak Akan Diam untuk Menggoyang Taiwan

Pengamat: Jika China Terang-Terangan Dukung Iran, Amerika Serikat Tidak Akan Diam untuk Menggoyang Taiwan

Pemirsa, untuk membahasnya sudah bergabung bersama kami saat ini M. Reza Syarifudin, pengamat hukum bisnis dan perdagangan internasional BINUS University. Pak Reza, sebelum kita membahas lebih dalam mengenai makna pertemuan Trump dengan Shinping, kita masuk ke bagian Selat Hormus. Blokade masih berjalan sampai saat ini. Apakah secara aturan bisnis internasional? Karena kedua pihak sepertinya mengabaikan segala jenis regulasi, Pak Reza, sudut pandang Anda. Iya, betul. Kalau dari sisi invasi sudah

jelas eh di pasal 2 UN Charter itu ada pelanggaran dari Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Tapi dari sisi ee aspek hukum pedagan internasional, kita juga tahu bahwa beberapa negara termasuk Tiongkok itu sudah menggugat ke WTO, organisasi perdagan internasional terkait dengan masalah ini. Karena penghambatan terhadap distribusi perdagangan minyak di dunia itu jelas punya implikasi yang besar terhadap ee kebutuhan di banyak negara dan implikasi ekonominya juga terasa. tidak hanya di Indonesia, tapi juga ee persoalan

inflasi yang semakin meroket. termasuk juga jeritan para pelaku usaha di Tiongkok di mana kemudian ada kenaikan banyak ee produk di dalam negeri mereka itu sebesar 20% seperti plastik ya petroleum dan lain sebagainya itu akibatnya menyebabkan ee ee Tiongkok punya pikiran untuk bagaimana caranya menghentikan ee blokade Sulatormus yang terjadi akibat perang yang tidak berhenti ini. Mekanisme hukum perdagangan internasionalnya bagaimana, Pak? Secara sederhana dijelaskan. Iya. Sebenarnya ee WTO itu bisa

memanggil negara-negara yang terlibat di dalam ee proses perdagangan yang unfair ini. Ketika kemudian ee ada gugatan yang disampaikan oleh ee salah satu negara atau beberapa negara tersebut, maka sanksi dagang itu bisa diterapkan termasuk juga retaliasi yang kemudian terjadi. Nah, memang peran WTO menjadi penting untuk kemudian ee menjadi wasit dari persetuan ini. Karena kalau kita hanya mengandalkan dari sisi humaniter eh UN atau kemudian beberapa organisasi lainnya itu saya pikir tidak bisa dihentikan karena ee keinginan Amerika

Serikat untuk menguasai ini kan sebenarnya Donald Trump sudah dari tahun 1980-an untuk bisa ee menguasai Iran dengan berbagai macam cara sehingga saya pikir dengan adanya WTO itu bisa segera ee menengahi ini semua karena kalau kemudiannya dibiarkan maka akan tenggelam lebih jauh ee kondisi ekonomi yang ee semakin buruk di setiap negara. Pak Reza. Tapi faktanya cekungan Hormus sendiri di bawah kendali IRGC mereka mengklaim bahwa bukan hanya di atas lautan tapi sampai ke dasarnya mereka tambatkan itu ranjau laut. Bahkan yang

Pembunuhan Warga Negara Asing Polisi Tangkap Eksekutor Pembunuhan di Bekasi

terbaru Pak kabarnya mereka sedang menyiapkan RUU sanksi administrasi pengawalan kapal dagang sampai kompensasi perang. Pak Reza bisa disahkan aturan seperti ini, Pak? Iya. Karena saya pikir gini ee ketika kemudian ada logistik yang terhenti di sana, maka itu implikasinya kan terhadap bagaimana ee tata niaga yang kemudian terjadi lintas negara. Kita tahu bagaimana kemudian ee persoalan insurance yang semakin khawatir mereka dengan situasi Selatormus yang menahan apa ee ratusan kapal di sana. Dan belum

lagi misalnya resiko-resiko yang terjadi ketika kemudian ada ee serangan-serangan militer yang kemudian masuk ke ee kapal-kapal yang basisnya ada komersil. Nah, resiko-resiko itu yang kemudian menyebabkan ada upaya untuk kemudian ee munculnya deregulasi dari setiap negara. terutama tadi aspek bagaimana ee ee apa namanya perjanjian yang kemudian nantinya tidak bisa berjalan ketika kemudian ternyata ee ada keterlambatan dalam pengiriman pasokan minyak misalnya dari satu negara ke negara lain termasuk

juga soal insurance tadi itu. Nah, ini yang kemudian ee memang harus segera dilakukan karena e sudah pasti ini akan terjadi gugatan yang semakin banyak tidak hanya pada level negara tetapi juga ee pada level privat sektor. Nah, makanya kemudian ee kalau kita perhatikan sudah banyak itu perusahaan yang kemudian rontok gara gara-gara persoalan ee ketidakmampuan tadi ee merespon harga minyak yang semakin tinggi. Per hari ini 14 Mei, Mas, itu sudah 101 eh US dollar e per barel. Dan situasi ini saya pikir apa kelihatan ada

kenaikan 0,48. Nah, itu yang kemudian harus bisa di apa dikontrol dari apa selat rumus itu. Siapa yang bisa menjamin kapal-kapal tanker milik perusahaan global ini mereka tetap terlindungi, tidak jatuh kerugian yang sangat vital. Bahkan berbulan-bulan mereka gerakannya hanya berada di antara Persia, Oman tidak bisa mendistribusikan minyaknya, Pak Reza. Iya. E saya pikir memang pertemuan-pertemuan ee bilateral yang dilakukan oleh pemimpin negara terutama yang ikut dalam arus persoalan invasi atau ketegangan militer antara Amerika

Israel dan ee Iran ini itu harus terus dilakukan. Seperti misalnya Pakistan yang kemudian membawa proposal mediasi beberapa waktu yang lalu. Nah, ini bentuk yang menurut saya jauh lebih progresif dilakukan. Memang agak sulit mengontrol apa ee sikap Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat. karena bahkan pembisiknya pun tidak bisa membendung soal bagaimana pendapat atau kebijakan ee beliau yang bisa berubah setiap harinya. Tetapi itu paling tidak harus terus dilakukan agar ada ee kebijakan untuk misalnya menghentikan

Bersumber Dari Bawah Bak Panggung Bom Sisa Perang Ke 2 Dunia II Meledak di Biak

serangan militer dalam waktu tertentu misalnya. Begitu. Walaupun kalau kita lihat misalnya eh Sisfire yang kemudian dibangun, perjanjian yang dibangun dari bulan eh April hingga Mei yang menurut Donald Trump itu perjanjian yang tidak ada batasan waktu itu dianggap kemudian dilanggar oleh Amerika Serikat sendiri. Nah, makanya kalau kemudian kita tengok ee dari tanggal 13 sampai besok nih 15 Mei pertemuan antara Donald Trump dengan Sinjimping, harapannya itu bisa memberikan satu eh jawaban terhadap ketegangan ini,

terutama soal aspek perdagangan. Karena orang sudah jenuh dengan e persoalan serangan militer. Karena yang paling dirasa oleh masyarakat dunia hari ini itu adalah persoalan bagaimana harga-harga yang tidak mampu di dikelola dengan baik. termasuk juga negara kita kan ee kondisi rupiah sudah tembus di 17.500 terhadap dolar. Nah, ini yang kemudian harus bisa dijaga oleh masing-masing negara. Jadi, Pak Reza melihatnya masih ada peluang ketika Trump membujuk si Chin Ping, si Chin Ping akan mengikuti

poin-poin mungkin dengan Dali Selat Hormus yang terus ditutup Iran itu masih bisa ee diajak berunding ya, Pak Reza ya karena hormus yang dijadikan alasan. Karena betul karena si Jimping juga punya ee satu pendapat ee jangan sampai kemudian ee ini seperti Tukides gitu bahwa kekuatan baru akan menghancurkan kekuatan lama. Harusnya punya hubungan yang seimbang di antara kedua negara ini. Sebenarnya Cina juga punya kekhawatiran terkait dengan bagaimana sokongan Amerika Serikat terhadap kemerdekaan Taiwan. Ini bukan perihal

yang sederhana bagi Tiongkok. Sehingga saya tahu bahwa selain misi dagang dari e Donald Trump dan juga soal Iran datang ke sana selama 3 hari, Donald Trump ingin menunjukkan bahwa ini seperti ada barter persoalan. Kalau kemudian ee Tiongkok memberikan dukungan yang terang benderang terhadap Iran ya, termasuk juga Rusia gitu, maka Amerika Serikat tidak tinggal diam untuk kemudian menggoyang posisi Taiwan dari ee apa ee ee sikap dari Tiongkok itu sendiri. Nah, ini yang kemudian ingin disampaikan pesan itu kepada ee Sinjimping. Tapi

saya tahu bahwa ee dari sisi apapun Tiongkok itu cukup ee unggul dibandingkan Amerika Serikat. Contoh misalnya kalau kita lihat dari sisi perdagangan saja ya jelas apa Tiongkok dan ee Amerika Serikat itu sangat berbeda jauh kekuatan mereka dari sisi perdagangan. kita ee lihat misalnya perkembangan yang terjadi di tahun 2026 itu bagaimana surplus perdagangan yang dimiliki oleh ee Tiongkok terhadap Amerika Serikat itu lebih daripada 1 triliun US dolar. Sementara defisit yang dihadapi oleh Amerika Serikat itu per

Maju Kena Mundur Kena Negosiasi, Dalam Bentuk Permainan Amunisi atau Harga Minyak Ya?

Maret 2026 itu minus 87,4 miliar US Dar. Nah, ini menunjukkan bahwa ee ada ketidaktergantungan Tiongkok terhadap Amerika Serikat. ini satu keunggulan yang dimiliki oleh Tiongkok itu sendiri. Nah, sementara kemudian ee Amerika Serikat memang juga punya semacam kartu truth terkait dengan misalnya deepik yang dianggap mencuri AI dari Amerika Serikat ada upaya untuk bisa melakukan investigasi terhadap perdagangan ee Tiongkok yang dianggap melanggar ee aturan perdagangan internasional. Tetapi kemudian ee Tiongkok juga ee mengatakan

bahwa ya ini dua negara yang kemudian saling ee membutuhkan dari sisi apapun baik itu teknologi maupun juga pangan misalnya karena pertanian juga ee kedua negara saling membutuhkan. Nah, aspek itu yang kemudian ingin mengunci jangan sampai setelah 15 Mei itu terjadi satu akrobat opini di publik yang kemudian membuat ketegangan semakin parah. Saya pernah mengatakan perang dunia ketiga itu akan terjadi kalau Tiongkok dan Rusia itu turun secara fisik dalam ee invasi Amerika terhadap Iran. Nah, semoga ini tidak terjadi.

Pak Reza sebenarnya 3 hari pertemuan antara Trump dan juga Siinping masih kami tunggu. Substansinya apakah sampai menyentuh ke level persoalan perang dengan Iran dan meminta solusinya. Tapi kalau perundingan ini ternyata mentah sama sekali, apakah potensi perang dunia ketiga yang versi Pak Reza tadi terbuka lebar? Sesaat lagi ditanggapi usia jedahnya di Breaking News TV One, pemirsa. Yeah.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *