Berita Terpopuler
Beranda / Berita Terpopuler / Nilai Rupiah Turun Dan Tembus Rp17.660 Per Dolar AS, Warga Ri Harus Bagaimana?

Nilai Rupiah Turun Dan Tembus Rp17.660 Per Dolar AS, Warga Ri Harus Bagaimana?

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mencetak rekor paling lemah terbaru per Jumat Minggu lalu kurs dolar mengitu 17.600. Presiden Prabo mengatakan fluktuasi nilai tukar dolar AS tak perlu terlalu dikhawatirkan oleh masyarakat khususnya di desa. Namun di sisi lain barang-barang impor seperti pakaian elektronik hingga kendaraan tetap masuk ke desa dan banyak warga yang membutuhkannya. Memang orang desa tidak membayar pakai dolar tapi harga rupiahnya itu sangat penting. Lalu bagaimana masyarakat menyinggapi hal

ini? telah tergabung melalui sambungan virtual Prof. Telisa Ulia Valianti, guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Selamat pagi, Prof. Iya, selamat pagi Masida dan CNN. Prof. Ini kalau berulang kali kita mungkin tahu kondisi global geopolitik, pelamaan rupiah juga dipengaruhi oleh minyak. Ee kemudian juga bagaimana kompleksitas dalam negeri juga menjadi salah satu sentimen terhadap nilai tukar rupiaan terus terdepresiasi. Lalu, Prof bisa melihat enggak sih sebenarnya faktor yang sangat substansial seperti

apa ini, Prof? Iya. Ee faktor yang sangat substansial dalam mempengaruhi pelemahan rupiah ini adalah tentu dua ya, faktor fundamental dan nonfundamental. Jadi faktor nonfundamental tuh memang lebih dominan sekitar 60% lebih. Sedangkan yang fundamentalnya sebetulnya ada tapi 40%. Jadi ini memang selain karena faktor geopolitik, kita juga ada beberapa variabel yang perlu diperhatikan. Nah, kalau dari sisi geopolitik kita sudah tahu semua ya ee ketidakpastian global yang ada sekarang, kemudian naiknya

harga minyak, kekhawatiran global, ini semua menyebabkan ee sumber-sumber. Nah, kalau kita bagi kontribusinya di sini kalau kita lihat ee faktor-faktor yang itu 69% ya kalau kita lihat di grafik ini. Sedangkan kontribusi dari faktor lainnya seperti terms of trade, cadangan devisa eh kemudian e interest rate diferensial itu masing-masing menyumbang. Nah, namun memang sumbangan terbesarnya 70% ini adalah dari faktor ee lain. Nah, faktor di luar ini. Nah, faktor di luar itu bisa diterjemahkan non fundamental. Nah, nonfundamental itu

tadi kekhawatiran geopolitik, kecemasan, risk on ris off, ya, sentimen negatif. Nah, itu ada. Nah, namun sebenarnya kita masih bisa memperbaiki di kontribusi yang lain yaitu seperti cadev. Kita harus menjaga cadev kita. di suku bunga kita juga harus menjaga interest rate diferensial antara suku bunga domestik dengan luar negeri. Kemudian eh di TOT itu terms of trade itu harga barang yang kita ekspor dengan harga barang yang kita impor. Nah, itu harus kita maintain dari sisi ee rasionya yang itu adalah

Nih Wagub Rano Karno Melihat Kebakaran Habiskan Ratusan Rumah-Rumah di Kemayoran

menunjukkan kepada daya saing. Nah, jadi daya jadi masih ada hal-hal yang bisa kita lakukan untuk memperkuat rupiah. Tapi pertama memang kita enggak boleh panik dulu. Kami setuju bahwa sebenarnya pernyataan kemarin itu kan untuk membuat rakyat tidak panik ya sebetulnya. Namun bukan berarti terus kita tidak waspada dan tidak melakukan ee upaya untuk memitigasi pelemahan rupiah ini agar tidak terus melemah seperti itu. Jadi tetap harus dilakukan sambil upaya mitigasinya dan menenangkan masyarakat

itu perlu. Tapi bukan hanya menenangkan tapi memang harus segera melakukan mitigasi tadi. Hm. Prof. tadi Anda sudah mengelaborasi terkait dengan bagaimana kontribusi TOT, kontribusi KADEV, kontribusi DXY, tapi mungkin masyarakat di pedesaan ataupun saya pribadi juga agak sedikit susah ya, Prof. untuk memahami teori ekonomi ini. Lalu seperti apa bentuk ee sederhananya nih, Prof. menjabarkan teori ekonomi ini ke dalam aplikasi kehidupan sehari-hari sehingga satu masyarakat tidak panik, kedua juga bagaimana dampak psikologis

daripada pelaku usaha juga tidak menjadi panik selling ataupun mereka pada investor pada kabur. Bagaimana nih, Prof. mengejentawakannya ini, Prof? Iya. Jadi kalau kita lihat ee mengejawantahkannya gini ya. Jadi artinya gini, rupiah itu kan sebenarnya berkaitan dengan harga ya, harga gitu. Jadi ee ujungnya nanti ke harga. Harga itu nanti yang akan dibeli oleh baik dibeli oleh masyarakat sebagai dia bahan ee konsumsi, barang konsumsi, dan nanti akan dibeli oleh perusahaan sebagai barang input. Nah, ketika kita

mengimpor suatu produk itu kan kita mengimpor dari luar negeri. Nah, kalau kita mengimpor dari luar negeri itu kan harus diconvert dengan kursnya. Nah, kurs sekarang melemah. Artinya apa? Kalau kurs rupiah melemah, untuk mendapatkan 1 dolar yang sama, kita harus mengeluarkan rupiah yang lebih banyak. Jadi, kita merogoh katong kocek kita lebih banyak gitu untuk membeli barang tersebut seperti itu. Nah, namun sekarang belum terlalu terasa karena ini kan ada waktu jeda nih. Karena biasanya perusahaan kan

pakai kontrak-kontrak, dia masih pakai kontrak lama ataupun perusahaan masih punya hedging. Sehingga pelemahan rupiah ini masih belum terasa transmisinya ke inflasi gitu. Tapi nanti ke depan itu memang bisa menaikkan inflasi. Nah, jadi kuncinya adalah seberapa cepat si perusahaan ini juga merubah harganya akibat dari barang impor sebagai input dia. Nah, makanya langkah selanjutnya adalah untuk mengurangi dampaknya misalkan kepada penurunan daya beli, kepada penurunan produksi manufaktur ya kan dan kepada penjualan ril. Kalau di

Guru SMPN 111 Jakarta Senang dikunjungi Presiden Prabowo: “Anjay Mantap bangga!”

sini kan kita lihat 0,8% itu bisa menurunkan dari sisi ee apa keyakinan konsumen. Terus kemudian juga bisa menurunkan dari ee apa indeks produksi manufaktur juga bisa menurunkan dari sisi penjualan retail. Nah, itu bisa menurunkan seperti itu. Itu ee apa tuh namanya? Ee berarti kan harus ada mitigasi gitu. Bagaimana caranya agar ini tidak menurunkan daya beli. Nah, banyak cara yang bisa dilakukan. Yang pertama adalah tentu yang pertama adalah jangan panik dulu karena kalau semakin panik nanti rupiah makin melemah. Yang

kedua menurut saya ini adalah momentum untuk melakukan substitusi impor. Jadi ya kita harus mengurangi ketergantungan barang kepada impor. Jadi kalau bisa ada substitusi dari lokal produk, nah berarti kan kita harus menggerakkan cinta produk domestik. Kemudian juga melakukan cinta rupiah. Jadi jangan ada transaksi-transaksi. Misalkan nih di Indonesia enggak ada underlying luar negeri tapi pakai dolar. Misalkan transaksi antara saya dengan Mas Yuda pakai dolar. Misalkan saya ee mau bayar utang ke Mas Yuda, saya pakai dolar.

Nah, itu kan akan meningkatkan demand terhadap dolar. Kita sering-sering banget jalan ke luar negeri tanpa ada kebutuhan yang ee urgen seperti itu. Nah, dalam kondisi sekarang itu harus kita rem dulu gitu karena untuk mengurangi permintaan terhadap dolar. Jadi, perilaku dari masyarakat sendiri dalam menggunakan dolar itu juga berpengaruh. Kalau itu kan masyarakat umum ya, ee rumah tangga. Nah, bagaimana dengan perusahaan? perusahaan butuh dolar untuk bayar utang dan untuk melakukan impor. Nah, jadi nanti diatur

nih sequens-nya dalam bayar utang. Jadi enggak berbarengan semua karena nanti itu akan semakin menekan kepada rupiah. Jadi ada langkah-langkah mitigasi yang bisa kita lakukan sebetulnya untuk memperkuat rupiah ini. Cuma memang harus sinergi bersama. Kita harus ada gerakan cinta rupiah, meningkatkan ee apa ee diversifikasi dari sisi mata uang yang digunakan ya. Jadi sekarang tuh sudah berkembang juga transaksi local currency. Jadi kalau kita dengan Cina kita bisa pakai yuan. Dengan Malaysia kita bisa pakai ringgit. Nah itu kan LCS

sebetulnya Bank Indonesia dan pemerintah sudah apa mempromosikan gitu. Nah ini untuk perusahaan mungkin bisa mulai pilih pakai euro atau pakai yen atau pakai UN supaya mengurangi demandnya terhadap dolar. Dan kita sebagai konsumen mengurangi kegiatan-kegiatan yang enggak ada hubungan dengan underlying internasional harus pakai dolar atau kegiatan-kegiatan yang harus melakukan demand terhadap dolar seperti itu. Jadi untuk mengurangi juga spekulasi-spekulasi mengenai dolar ini gitu supaya rupiah kita stabil seperti

Iran Kasih Persiapan Petaka, 5 “Kehancuran Semua” Hantui Amerik Serikat Jika Perang Ronde Kedua Nih Bos

itu. Jadi memang ke masyarakat desa tidak langsung berdampak tapi tadi seperti dikatakan masyarakat desa sekarang pakai pulsa enggak? Pakai handphone enggak. Nah, handphone dan pulsa itu dua komponen yang import komponennya juga tinggi karena harus menyewa satelit. Satelit itu pakai dolar. Nanti bisa ada kenaikan tarif yang ditimbulkan akibat hal tersebut. Seperti itu. Jadi itu yang ee perlu diwaspadai. Jadi ee mungkin dampaknya tidak langsung, tapi ada dampak langsung. Terus perusahaan-perusahaan

kalau misalkan mereka terpengaruh oleh depresiasi rupiah ini, mereka kan bisa turun nih ee demand terhadap produknya gitu ataupun bisa naik harganya. Nah, itu mereka bisa melakukan efisiensi. Nah, yang paling ditakutkan kalau perusahaan melakukan PHK. Nah, tapi jangan sampaah itu kan ada satgas PHK juga yang akan terus memantau. Cuma apabila perusahaan kesulitan, dia tidak bisa memenuhi kewajibannya dalam dolar yang semakin membengkak, ada potensi PHK yang harus kita waspadai. Nah, kalau PHK kan mungkin ada yang dipekerjakan juga

masyarakat desa seperti itu. Namun message bahwa ketahanan pangan dan energi harus diutamakan sebagai kebutuhan pokok itu memang benar harus kita in memang ada perbedaan sensitivitas respon antara kelompok atas dengan kelompok bawah. Semakin ee pendapatannya tinggi, elastisitas atau sensitivitas terhadap dolarnya ini memang semakin tinggi, tapi bukan berarti tidak berpengaruh seperti itu. Berpengaruh tapi secara tidak langsung seperti itu. Karena mereka kan cenderung memenuhi kebutuhan sendiri gitu. Tapi

kan sekarang desa-desa juga ada yang kebutuhannya juga dari barang impor kan ada juga seperti itu. Meskipun tidak banyak. Kebanyakan mereka katanya pangan menanam sendiri atau yang disebut sebagai auty ya, selfs sufficient gitu. Jadi bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Tapi kan ee again bahwa ada relasi hubungan antara kota desa dan ada sistemic risk yang ditimbulkan dari rupiah ini kepada inflasi terutama dan daya beli dan juga kepada kemampuan ataupun balance sheet dari korporasi itu yang harus kita waspadai itu tetap ada.

Jadi, makanya perlu segera mitigasi-mitigasi tadi untuk campaign gerakan cinta rupiah, pahlawan devisa dengan devisa hasil ekspor yang terus diperbaiki seperti itu. Jadi, eksportir-eksportir kita yang punya devisa dalam dolar kita harapkan itu sekarang menaruh di Indonesia dan mengkonversi ke dalam rupiah karena kita saat ini lagi membutuhkan suplly dolar tersebut. Iya, Prof. Kalau tadi begitu sangat kompleks dan perlu ada dukungan mitigasi semua lintas sektoral. Tapi ada faktor ee yang menarik juga mengenai pelemaran

rupiah. Kalau kita lihat terhadap efek psikologisnya ketika sudah mencapai level psikologis, rupiah sudah mencapai level 17.500, 17.600, maka para investor juga langsung panik ya ee Prof. Salah satunya mereka menarik uang investasi dari Indonesia dan dampaknya juga kalau kita tahu bagaimana dari sektor manufaktur ataupun sektor rettail pasti terpengaruh secara signifikan. Lalu seperti apa sebenarnya dengan kondisi psikologis ini pemerintah seperti apa berperan dan tadi Profiabel untuk menjaga rupiah. Tapi bagaimana

implementasinya sejauh ini menurut Anda? Iya. Ee ini ada obatnya. Biasanya di dalam teori moneter itu ada obat yang disebut sebagai untuk menarik capital inflow. Jadi kalau kita belajar dari krisis 9798 supaya terjadi lagi kan kita lagi kurang dolar nih, lagi kekurangan likuiditas dolar supaya dolar masuk itu kita kan butuh capital inflow. Tadi kan ada outflow karena efek psikologis. Nah, supaya enggak outflow artinya ee balik lagi ke Indonesia salah satunya tuh memang suku bunga. Pahit sih karena saat

ini kan sepertinya ee arah pemerintah kan ingin terus menggenjot pertumbuhan ekonomi tanpa harus menaikkan suku bunga. Nah, namun memang dalam teorinya kita ada threade off gitu harus pilih untuk stability dalam jangka pendek. Mungkin suku bunga perlu naik sekitar enggak usah tinggi-tinggi dulu lah 25 basis, tapi itu sebagai signal bahwa kita pro market sehingga nanti ada capital inflow. Jadi ada ee karena kan kita sekarang bersaing ya dengan negara lain dalam menarik capital influ itu. Nah, salah satu penariknya memang dari

suku bunga. Nah, yang kedua baru growth atau fundamental yang sebenarnya kan kita bagus sudah punya modal tuh ee pertumbuhan ekonomi yang baik. Nah, jadi ee kepastian regulasi ee perbaikan iklim investasi kayak kemarin kan dari Cina tuh sempat ada keluhan. Nah, itu harus kita bereskan juga supaya uang tuh masuk bukan cuman uang portofolio atau hot money yang tertarik karena suku bunga, tapi uang PMA juga. PMA asing kan bawa dolar juga. Nah, kita harus membawa dolar-dolar itu caranya apa? Perbaikan

iklim investasi. Kita perbaiki masukan-masukan yang memang relevan gitu selama tidak melanggar kedaulatan negara. Selama itu memang tepat dan bisa kita lakukan. Jadi memang harus ada juga dan kenaikan suku bunga saja tidak cukup. Kita harus melakukan transformasi struktural di domestik sendiri untuk melakukan perbaikan terutama dari sisi iklim investasi dan kepastian kebijakan. Jadi kalau kita sudah bisa mengembalikan kepercayaan investor kan kita kemarin ada masalah MSCI terus ada masalah dengan ee apa ee penurunan outlook dari

FITE dan moodis gitu-gitu kan. Nah, ini SNP juga sebentar lagi akan menilai kita dari sisi outlook. Nah, itu harus betul-betul kita jaga supaya capital info bisa kembali. Jadi dolar itu harus kembali ke Indonesia dengan kepercayaan bahwa Indonesia bisa melakukan kebijakan makroekonomi yang tepat, independensi kebijakan dengan tata kelola yang baik. Nah, itu yang harus kita sound bahwa kita ee apa namanya? Selama kita masih butuh dana asing ya, kecuali kalau kita memang ingin memutuskan tidak butuh dana

asing sama sekali. Tapi kalau kita masih membutuhkan dana asing karena saving investment gap kita masih negatif, ya mau enggak mau kita harus melakukan perbaikan kepercayaan investor tersebut. Walaupun dalam jangka menengah memang kita punya cita-cita mengurangi ketergantungan terhadap dana asing tersebut. Seperti itu. Iya, Prof. Ee saya tertarik dengan pernyataan Anda terkait dengan BI. sepertinya harus intervensi tidak hanya sekedar di RF tapi juga kebijakan terkait dengan suku bunga ya Prof. Nah,

ini tapi di sisi lain masyarakat mungkin seperti saya nih yang punya cicilan KPR, cicilan kendaraan itu semua pasti terkena dampaknya Prof. Nah, bagaimana masyarakat yang tidak punya pilihan ini harus menerima kondisi naiknya suku bunga dan seperti apa peran pemerintah BI juga bisa menyelamatkan masyarakat yang tertekan dengan kondisi ini, Prof? Betul. Jadi memang selalu ada thread off dalam ekonomi ya. Jadi kita enggak bisa dapat semuanya. Jadi karena ini di dalam jangka pendek kita butuh signal

credibility. Kan kemarin konsensus ekonom juga memang menyarankan untuk ada kenaikan bunga sedikisaran 25 sampai 50 basis. Jadi tidak tinggi ya. Ee tapi itu mungkin harapannya perbankan masih bisa absorb. Jadi kenaikan B rate ini harapannya tidak langsung tertranslate kepada suku bunga kredit terutama misalkan kredit modal kerja gitu. Kalau kredit-kredit yang untuk korporasi di mana korporasinya juga masih dapat winfall mungkin bisa ya. Tetapi ee perbankan kan biasanya juga punya capacity untuk absorb ya. Jadi dia

enggak langsung untuk menaikkan mentransmisikan langsung ke konsumen untuk menaikkan bunga tersebut gitu. Jadi bunga konsumsi harapannya tetap bisa stabil seperti itu. Mudah-mudahan perbankan masih punya ruang untuk menurunkan marginnya. Nah, sebenarnya kalau perbankan menurunkan margin suku bunga ke konsumen itu tidak meningkat meskipun BI rate nanti naik seperti itu. Nah, tapi kan ini biasanya dalam 3 3 bulan lah gitu. Nanti setelah 3 bulan perbankan akan melakukan review. Nah, mungkin nanti dari pemerintah bisa

berkomunikasi dengan perbankan juga untuk sementara menahan laju itu gitu. Lebih mengorbankan ke dan lebih meningkatkan efisiensinya lah gitu. Kalaupun margin turun sedikit ya namanya pengorbanan. Nah, itulah yang disebut sebagai pahlawan devisa. Jadi kita butuh nih termasuk juga pahlawan devisa dari sisi perbankan, terus juga dari sisi ee pahlawan devisa lain dengan devisa hasil ekspor juga bisa masuk. Jadi artinya bahwa kenaikan suku bunganya tidak perlu begitu tinggi kalau misalkan kita berhasil mengembalikan kepercayaan. Nah,

sambil kita menata regulasi investasi dan kepastian kebijakan kita. Nah, nanti kalau itu sudah berjalan, nah itu ee bisa ee nanti bunga bisa normal kembali. Yang penting kita dapat dulu nih pemulihan dari investornya. Jadi, bunga itu apa? seperti parasetamol, antibiotiknya tetap harus berjalan. Antibiotiknya itu apa? Kebijakan struktural, reformasi struktural, kepastian kebijakan, kepercayaan terhadap ee iklim bisnis di Indonesia yang memberikan ruang untuk swasta dan pasar juga kolaborasi bersama antara

pemerintah dan swasta yang lebih solid lagi. Jadi di dalam kita harus lebih solid. Jadi bukan cuman kepercayaan investor asing, kepercayaan investor domestik juga. Jadi jangan sampai investor domestik juga malah keluar untuk investasi di negara lain. Nah, itu yang harus kita jaga. Makanya kita harus betul-betul memberikan ruang bagi para investor ini nyaman dalam berinvestasi di Indonesia dan menyelamatkan rakyat yang paling rentan dengan kebijakan-kebijakan ya untuk ee mengabsorb dari syok-sok ini gitu. Tetap

harus ada bantalan-bantalan kan sudah ada bansos gitu kan dan lain sebagainya itu untuk menolong masyarakat yang terdampak. Jadi masyarakat yang terdampak dari kurs ini harus disiapkan bantalannya. Seperti itu. Baik, Prof. Terima kasih untuk perbincangannya. Sayang sekali waktunya terbatas. Kami sudah mendapatkan ee banyak sekali poin-poin terkait bagaimana harusnya kebijakan pemerintah tidak hanya keberitakan struktural, peningkatan kepercayaan publik, tapi juga bagaimana tras terhadap pasar global juga perlu ditingkatkan. Selain

tadi ada sebuah keputusan mungkin buah Simalakama terkait dengan rencana kenaikan suku bunga. Tapi kita akan menantikan seperti apa kebijakan ini ke depannya. Terima kasih untuk perbincangannya p ini, Prof.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *